
Ye Zhin, Xi Long dan Liu Peng yang berhasil mengalahkan Hewan Buas pun akhirnya bisa memasuki Kolam Chenlu untuk meningkatkan kekuatan mereka.
Ye Zhin yang telah mempersiapkan semuanya pun menggunakan Pil Terobosan yang diberikan oleh Li Yuchen.
“Aku tidak boleh menyiapkan kesempatan langkah ini. Aku harus bisa naik beberapa tingkat!” ucap Ye Zhin dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang penuh semangat dan tekad yang kuat di tatapan matanya.
Ye Zhin yang mencoba bertahan dengan rasa sakit yang dideritanya pun hanya dapat bertahan selama empat puluh lima menit dan itu lebih lama dari Xi Long dan Liu Peng yang hanya bisa bertahan selama setengah jam.
Xi Long dan Liu Peng yang selesai secara bersamaan pun keluar dari dalam Goa dengan di susul oleh Ye Zhin beberapa menit kemudian.
Keempatnya yang tidak melihat Li Yuchen keluar dari dalam Goa pun menjadi bingung dan penasaran tapi hal itu sebesar rasa penasaran Xi Long dan Liu Peng pada Mo Mingming yang ternyata telah ada di luar Goa lebih awal.
“Ming’er kenapa aku merasa kau tidak naik tingkat sama sekali setelah masuk Kolam Chenlu?” tanya Xi Long dengan nada suara yang penasaran.
“Benar. Apakah terjadi sesuatu?” tanya Liu Peng dengan nada suara dan ekspresi wajah yang khawatir serta tatapan mata yang cemas.
“A-aku...” ucap Mo Mingming yang kesulitan mengatakan yang ingin dikatakannya sambil membuang wajahnya ke arah lain sambil menggigit bibir bawahnya.
Kedua Penjaga yang tidak bisa mengatakan apapun karena itu bukan urusannya pun akhirnya membuat Xi Long dan Liu Peng diam dan melupakan yang mereka katakan dan terus berdiri menunggu Li Yuchen keluar dari dalam Goa.
Sementara itu, Li Yuchen yang ternyata telah berhasil naik tingkat berencana ingin segera keluar tapi melihat sebuah Pola di dinding di Kolam Chenlu.
Li Yuchen yang penasaran pun menyingkirkan tanaman yang menghalangi Pola tersebut dan memeriksanya yang tanpa sadar menekan sesuatu lalu muncullah sebuah pintu.
“Pintu apa ini? Apakah ada sesuatu di dalam?” tanya Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang penasaran sambil berjalan masuk ke dalam.
Li Yuchen yang melihat lorong lain di balik tembok itu pun terus berjalan hingga melihat seorang Pria dengan rambut dan janggut yang sangat panjang sedang terduduk di atas sebuah Batu yang sangat besar.
“Siapa orang ini? Apakah dia terjebak di dalam sini?” tanya Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang penasaran.
Namun sebelum Li Yuchen memulai mencari tau tiba-tiba sebuah awan besar muncul di atas kepala Pria Tua itu dan keluar suara petir dari balik awan itu.
__ADS_1
Li Yuchen yang sudah pernah mengalami Petir Malapetakan pun sangat menyadari jika Petir yang akan muncul bukanlah Petir Malapetakan biasa.
“Sial! Pria tua ini pasti sedang melakukan Pelatihan Tertutup dan tidak tau sudah berapa tahun berlalu hingga membuat rambut dan jenggotnya tumbuh selebat itu!” umpat Li Yuchen dengan suara yang rendah dengan tatapanmata yang penasaran.
Satu per satu Petir Malapetaka pun muncul dan menyambar Pria Tua itu dengan suara yang terdengar sangat keras dan membuat Pria Tua itu terlihat kesulitan menghadapi setiap sambaran petir yang datang padanya.
Li Yuchen yang tidak ingin mengganggu orang lain yang sedang melakukan terobosan pun mencoba membiarkan Pria itu menghadapi Petir Malapetakanya sendiri.
Namun hal itu ternyata tidak sesuai dengan yang dibayangkan Li Yuchen, Pria Tua yang menyadari jika ada orang lain yang ada di dalam ruangan itu pun mencoba meminta bantuan Li Yuchen.
“Hei, anak muda! Apakah kau memiliki sesuatu yang bisa membantuku menahan serangan Petir Malapetaka ini? Aku akan memberimu hadiah nanti jika aku berhasil nanti!” ucap Pria Tua itu dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat frustasi.
Burung Phoenix yang merasakan ada Petir Malapetaka pun keluar dari dalam Giok Naga Hijau Emas tapi sebelumnya mengubah wujudnya menjadi Burung Pipit karena tidak ingin dimarahi oleh Li Yuchen.
Burung Phoenix yang menyadari hal aneh pada Petir Malapetaka itu pun memberitau Li Yuchen dan meminta Li Yuchen untuk menolong Pria Tua itu.
“Bos! Kau harus bisa menyerap Energi Petir Malapetaka itu!” ucap Burung Phoenix dengan nada suara yang sangat semangat dengan mata yang terbuka lebar.
“Petir itu bukanlah Petir Malapetaka biasa. Petir itu dapat membantu menguatkan Fondasi dan jika Bos bisa menggunakan Petir itu dengan baik. Bos bisa naik tingkat lagi!” ucap Burung Phoenix dengan nada suara yang penuh percaya diri.
Li Yuchen yang sudah tau sejak awal jika Petir itu bukanlah Petir biasa pun akhirnya mengetahui alasannya sehingga membuat Li Yuchen pun memutuskan untuk melakukannya.
“Tunggu Bos! Mau kemana kau? Apakah kau benar-benar ingin menyerap Petir Malapetaka itu?” tanya Burung Phoenix dengan ekspresi wajah yang tidak percaya dengan sikap Li Yuchen yang hanya tersenyum dengan maksud yang ambigu.
“Sial! Sepertinya aku tidak akan bisa mengubah keputusan yang telah dibuat oleh Bos! Hah! Semoga berhasil Bos!” ucap Burung Phoenix yang tanpa sadar menjadi sangat khawatir pada Li Yuchen.
Sementara itu, Li Yuchen yang tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa menjadi kuat lebih cepat pun melompat dan berdiri di belakang Pria Tua sehingga membuat Pria Tua itu menjadi sangat terkejut.
“Hei! Apa yang kau lakukan berdiri di belakangku? Aku memintamu mengeluarkan alat untuk melindungiku dari Petir Malapetaka ini dan bukan datang kemari secara langsung dan menyerahkan nyawamu!” ucap Pria Tua dengan ekspresi wajah yang kesal dan frustasi di saat bersamaan.
“Aku tidak punya alat seperti itu tapi aku punya cara untuk membuatmu terlindung dari Petir Malapetaka ini. Jadi lebih baik Kakek Tua untuk fokus pada terobosanmu daripada mencemaskanku!” ucap Li Yuchen dengan kata-kata yang kasar.
__ADS_1
Pria Tua yang mendengar perkataan Li Yuchen pun menjadi sangat kesal tapi tidak bisa mengatakan apapun dan hanya bisa diam menyerahkan semuanya kepada Li Yuchen.
“Sial! Apakah anak muda sekarang tidak punya sopan santu? Beraninya mereka mengatakan kata-kata kasar seperti itu kepada Seniornya!” gumam Pria Tua dalam hati dengan ekpsresi wajah yang kesal.
Li Yuchen yang sadar jika dirinya tidak akan bisa menyerap Petir Malapetaka secra langsung tanpa membuat Pria Tua yang ada di depannya tidak terkena sambaran petir lagi pun melepaskan cincin yang menekan Kultivasinya dan menunjukkan kekuatannya yang sebenarnya.
Pria Tua yang merasakan luapan Energi yang sangat besar dibelakangnya pun menjadi terkejut dan tersenyum bahagia.
“Tidak disangka ternyata anak muda ini telah berada di Level Surgawi tingkat Tiga. Sungguh bakat yang luar biasa! Aku harus membuatnya masuk ke dalam Akademi Yunlong!” gumam Pria Tua itu dengan senyum bahagia.
Namun keterkejutan itu hanya sementara karena Li Yuchen dengan cepat membuat dua Segel Formasi dalam waktu yang sama dan berhasil menahan Petir Malapetaka dengan mudah.
“Segel Formasi Mulut Pelahap Maut! Segel Formasi Lonceng Budha!” ucap Li Yuchen dengan suara yang sangat keras.
Tepat setelah Li Yuchen membuat Segel Formasi, sebuah Lubang Hitam yang sangat besar muncul di atas hadapan Li Yuchen dan begitu pula dengan sebuah Lonceng Besar berwarna Emas dengan gambar Budha di setiap sisinya pun jatuh dan mengurung Li Yuchen dan Pria Tua di dalamnya.
Lalu saat sebuah Petir Malapetaka mencoba menyambar Li Yuchen dan Pria Tua tiba-tiba Petir itu tertelan ke dalam Sebuah lubang Hitam dan dengan cepat mengarahkan Petir itu ke tubuh Li Yuchen.
Li Yuchen yang sudah terbiasa dengan rasa sakit saat melakukan Latihan Tertutup untuk menaikkan Kultivasinya menyadari bahwa rasa sakit yang diberikan Petir Malapetaka itu tidak lebih kuat dari reaksi saat Pil Terobosan dan Inti Kristal menyatu dan hal itu tanpa diduga telah terjadi sebanyak empat kali.
Li Yuchen yang terus mendapatkan sambaran Petir membuat dirinya mendapat Energi Surgaw dan Neraka yang sangat murni dan menyebabkan dirinya merasakan tanda-tanda akan naik tingkat.
“Aaaaarrggghhhh!” teriak Li Yuchen dengan sangat keras yang tanpa sadar telah berada di Level Surgawi tingkat Empat dengan sangat mudah.
Pria Tua yang melihat Li Yuchen ternyata mendapatkan keuntungan dari terobosannya pun bertepuk tangan dengan sangat keras dan mengatakan identitasnya.
“Anak muda kau sangat hebat. Tidak disangka dalam usia yang semudah ini kau telah berada di Level Surgawi tingkat Empat dan juga Seorang Master Formasi!” ucap Pria Tua itu dengan suara yang sangat senang dengan senyum yang sangat lebar yang hanya ditanggapi dengan tatapan yang sinis dari Li Yuchen.
“Jangan menatapku seperti itu, aku tidak memiliki niat yang buruk. Aku akan memperkenalkan diriku secara langsung padamu. Namaku adalah Lu Changlin dan aku adalah Kepala Akademi Yunlong!” ucap Ketua Lu Changlin dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
#Bersambung#
__ADS_1
Wah ternyata Li Yuchen menolong Ketua Akademi Yunlong. Apa yang akan didapatkan Li Yuchen sebagai imbalannya ya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya..