
Li Yuchen yang melihat ada dua kelompok lain yang mencoba menjelajahi Reruntuhan Kuno merasa kesempatan untuk mendapatkan Harta Karun yang ada di dalamnya sangatlah kecil.
“Orang-orang dari Daratan Yunzan harus disingkirkan. Sementara Nanggong Ruan yang berasal dari Daratan yang sama tidak perlu disingkirkan asalkan mereka tidak menghalangi jalanku!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.
He Qingyu yang tidak menyukai ada orang lain yang berada di dekat Reruntuhan Kuno dan mencoba mengambil Harta Karun yang ada di dalamnya pun mencoba menyerang terlebih dahulu.
“Kenapa udara di tempat ini terasa sangat kotor? Sepertinya disini terlalu banyak serangga, bagaimana kalau kita singkarkan saja semua serangga yang mengganggu ini?” tanya He Qingyu kepada anggota kelompoknya yang lain.
Liao Hunyuan dan Bai Hongyu yang tidak tertarik dengan pertarungan yang tidak penting pun memilih diam di tempatnya dan mengabaikan ajakan He Qingyu.
Liao Fengyu dan Ji Shang yang setuju akan usulan dari He Qingyu pun ikut menyerang Kelompok Li Yuchen dan Nanggong Ruan secara bersamaan.
“Jika Saudara Liao dan Hongyu’er tidak ingin bergerak maka biarkan kami saja yang melakukannya!” ucap Ji Shang dengan senyum yang misterius dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Di saat pertarungan hampir pecah di antara ketiganya, tiba-tiba angin yang sangat kecang berhembus dengan sangat kecang dan muncullah Seekor Badak Raksasa di hadapan ketiganya.
“Roooaaarrhhh!” teriakan Badak Raksasa dengan sangat keras hingga membuat telinga semua orang yang ada di sekitarnya terasa sakit.
“Kalian manusia rendahan! Jangan harap bisa masuk ke dalam Reruntuhan ini! Aku tidak akan membiarkan kalian mengambil milik Tuanku!” teriak Badak Raksasa dengan suara yang lantang dengan mata yang berubah menjadi merah.
Badak Raksasa yang tidak ingin membiarkan siapapun masuk ke dalam Reruntuhan pun menyerang setiap orang dengan tanduknya dan bola energi yang muncul dari dalam mulutnya.
Kekuatan itu pun terus menyerang setiap orang yang mengakibatkan banyaknya Pohon yang runtuh dan hancur karena terkena tanduk dan bola energi yang sangat kuat.
Shanyuan yang berada di Level terendah dari semua orang harus berbesar hati menerima bantuan dari Ye Zhin.
“Sial! Ternyata tanduknya sangatlah keras!” gumam Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan mata yang terbuka lebar tidak percaya.
“Aku pun tidak menyangka akan sekuat itu, Senior Ye!” ucap Shanyuan dengan tatapan mata yang bersyukur dan ekspresi wajah yang terkejut.
__ADS_1
Sementara itu Nanggong Ruan dan kelompoknya yang ikut menjadi sasaran dari Badak raksasa itu pun menjadi sangat kesal dan marah saat melihat orang-orang dari Daratan Yunzan yang tidak bergerak.
“Hah! Aku tidak tau apakah orang-orang dari Daratan Yunzan ini sangat lemah, penakut atau sengaja menyembunyikan kekuatannya tapi melihat mereka membuatku sangat kesal!” ucap Nanggong Ruan dan kelompoknya secara bergantian dengan ekspresi wajah yang kesal.
Li Yuchen yang tidak bisa melihat anggota kelompoknya yang lain meninggal karena serangan Badak Raksasa itu pun mengambil tindakan setelah melihat orang-orang dari Daratan Yunzan memilih menonton di atas langit.
“Mereka bukanlah orang yang lemah ataupun pengecut. Mereka hanya sedang mengetes kekuatan kita dan mengamati situasi!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang sinis.
“Jika itu yang mereka inginkan maka aku akan menunjukkan kepada mereka yang dimiliki oleh orang dari Daratan Danzong!” ucap Li Yuchen dengan senyum kecil dengan.
"Semuanya mundur! Aku akan mencoba mengalahkannya!" ucap Li Yuchen dengan suara yang lantang dengan tekad yang kuat terlihat di sorot matanya dan ekspresi wajahnya.
Liao Fengyu yang mendengar perkataan Li Yuchen pun memandang rendah ke arahnya dengan dua tangan terlipat di dadanya.
"Hah! Sombong sekali orang itu! Apakah dia pikir membunuh Badak Raksasa ini begitu mudah!" ucap Liao Fengyu dengan suara yang rendah dengan kata-kata yang sinis.
"Yang kau katakan itu sangat benar. Hanya Saudara Liao dan Nona Bai yang bisa mengalahkan Badak Raksasa itu dengan mudah yang kita sendiri akan merasa sedikit kesulitan untuk mengalahkannya!" ucap He Qingyu dengan nada suara yang dingin.
Li Yuchen yang mendengar semua yang diucapkan oleh orang-orang dari Daratan Yunzan pun tersenyum kecil dan dengan cepat maju ke depan.
Li Yuchen yang telah meningkatkan kemampuan Formasinya menjadi bintang Empat selama berlatih sendirian di dalam Pagoda tanpa Burung Phoenix pun menunjukkan kemampuannya.
"Segel Formasi! Pelangi Angin!" ucap Li Yuchen dengan suara yang rendah dengan mata yang fokus ke arah Badak Raksasa.
Segel Formasi bintang Empat yang telah dikuasi Li Yuchen pun aktif dan dalam waltu singkat hembusan angin yang sangat kencang muncul lalu menyerang Badak Raksasa.
"Badak Raksasa memang memiliki kulit yang sangat tebal dan tanduk yang sangat keras tapi perut bagian bawahnya sangat lembut." ucap Li Yuchen dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.
"Oleh karena itulah, bagian perut adalah area terlemahnya dan itulah sebabnya aku mengincar perutnya!" ucap Li Yuchen dalam hati dengan senyum yang licik.
__ADS_1
Angin yang berwarna-warni seperti pelangi itu pun menerbangkan Badak Raksasa ke udara lalu menghempaskannya ke tanah dalam posisi terbalik.
"Sekaranglah saatnya!" ucap Li Yuchen dengan senyum yang lebar dan ekspresi wajah yang bahagia dengan kilatan mata yang menunjukkan bahwa Li Yuchen menikmati momen ini.
Li Yuchen yang mengumpulkan energinya ke tangan pun dengan cepat melemparkannya ke arah Badak Raksasa yang tidak bisa membalik tubuhnya karena masih dalam pengaruh Segel Formasi.
Badak Raksasa yang dapat dikalah oleh Li Yuchen dalam dua kali serangan pun membuat orang-orang dari Daratan Yunzan terkejut dengan mata terbuka karena tida percaya dengan penglihatannya.
Ye Zhin yang melihat Li Yuchen berhasil mengalahkan Badak Raksasa dengan sangat cepat pun merasa sangat bahagia.
"Bos, kau adalah orang yang sangat hebat!" ucap Ye Zhin dengan senyum yang lebar sambil mengancungkan satu jempolnya ke arah Li Yuchen yang berdiri di atas perut Badak Raksasa yang telah mati.
Nanggong Ruan yang melihat kekuatan dari Li Yuchen tidak memiliki perasaan iri ataupun cemburu sama sekali pun ikut bahagia dengan keberhasilan Li Yuchen.
"Tuan Muda Li, kau memang Pria yang hebat. Tidak diragukan lagi, kau adalah Master Formasi terkuat di Daratan Danzong!" ucap Nanggong Ruan dengan ekspresi wajah yang tulus dan senyum yang lembut.
Li Yuchen yang tidak menganggap semua perkataan Nanggong Ruan memiliki maksud yang lain pun menjawab pujian tersebut dengan ramah.
Li Yuchen yang menyadari bawa Kulit dan Tanduk Badak Raksasa sangatlah cocok untuk dijadikan pakaian dan senjata pun menyimpan mayat Badak Raksasa ke dalam Giok Naga Hijau Emas seluruhnya.
Ji Shang yang merupaka Ahli dalam Pembuatan Senjata pun merasa sangat disayangkan jika bahan yang bagus untuk membuat senjata yang bagus dibawa oleh Li Yuchen.
Jadi saat Li Yuchen akan bergerak masuk ke dalam Reruntuhan duluan meninggalkan kelompok yang lain, Ji Shang dengan cepat memanggil Li Yuchen.
"Hei! Tunggu!" teriak Ji Shang dengan suara yang lantang dan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.
#Bersambung#
Apa yang akan dilakukan Ji Shang ya? Apakah Ji Shang akan mengambil Mayat Badak Raksasa secara paksa ataukah melakukan negosiasi dengan Li Yuchen? Tebak jawabannya dan tulis di kolom komentar ya...
__ADS_1