Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 242. Gosip Tuan Muda Kecil


__ADS_3

Li Yuchen yang telah berada di dalam Pagoda selama hampir seminggu pun menyadari jika sekarang adalah waktu yang tepat baginya untuk kembali ke Dunia Nyata.


“Aku tidak menyangka jika aku membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghilangkan racun tersebut sepenuhnya. Aku juga telah membuat Pil yang akan dibutuhkan jadi sekarang aku harus segera kembali. Aku tidak bisa membuat Qier menjadi cemas!” gumam Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang lega.


Burung Phoenix yang merasa jika Li Yuchen akan pergi dan meninggalkannya sendiri pun mendarat di bahu Li Yuchen.


“Ada apa? Apakah kau sedih karena aku harus pergi?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang jahil dengan senyum yang licik.


“Jangan takut! Aku akan datang lagi nanti. Aku akan meninggalkan botol-botol Pil Terobosan ini. Kau harus menyerapnya dan menjadi kuat secepatnya!” ucap Li Yuchen dengan lembut sambil menepuk-nepuk kepala Burung Phoenix.


Li Yuchen yang pergi meninggalkan Giok Naga Hijau Emas tidak menyangka jika Burung Phoenix ikut keluar bersamanya.


“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau mengikutiku keluar?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang terganggu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Kau harus kembali ke dalam Giok Naga. Aku tidak bisa membiarkanmu keluar dengan penampilan mencolok seperti ini!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang lembut.


“Saat kau sudah cukup kuat dan bisa mengubah penampilanmu. Aku berjanji tidak akan meletakkanmu ke dalam Giok Naga Hijau Emas lagi. Kau akan bisa melihat Dunia Luar dengan bebas!” ucap Li Yuchen lagi yang mencoba membujuk Burung Phoenix kontraknya.


Burung Phoenix yang percaya dengan janji Li Yuchen pun kembali masuk ke dalam Giok Naga Hijau Emas dengan sendiri.


Lalu tiba-tiba pintu pun di ketuk, Li Yuchen yang menyadari orang yang datang menemuinya pun mempersilahkannya masuk dengan mudah.


“Chen gege! Apakah Latihan Tertutupmu sudah selesai? Qier mendengar ada suara di dalam. Apakah Qier boleh masuk?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang kebingungan.


“Masuklah, Qier!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang lembut sambil terduduk di atas tempat tidur dengan wajah yang sangat segar.


“Ada apa? Apakah ada hal penting?” tanya Li Yuchen lagi setelah melihat Seo Xiqin masuk ke dalam dengan ekspresi wajah yang bingung.


“Hmm, malam ini adalah Hari Perjamuan yang disampaikan Ayah Mertua dan Qier kemari hanya ingin melihat apakah Chen gege sudah selesai atau belum. Jika sudah selesai, Qier ingin...” ucap Seo Xiqin yang terdiam dan tidak bisa melanjutkan kata-katanya dengan wajah yang tiba-tiba berubah memerah seperti tomat.


“Baiklah. Chen gege mengerti. Chen gege akan menemui Qier nanti malam dan kita akan pergi bersama di Perjamuan itu. Chen gege akan memperkenalkan Qier kepada semua orang bahwa Qier adalah Istri Chen gege satu-satunya!” ucap Li Yuchen yang langsung menarik tubuh Seo Xiqin dan mendekat ke pelukannya.

__ADS_1


Li Yuchen yang telah lama tidak bersama Seo Xiqin pun merasa haus akan tubuh Seo Xiqin. Li Yuchen yang memeluk Seo Xiqin pun mencium bibirnya dengan lembut hingga berlanjut meletakkan Seo Xiqin terbaring di atas tempat tidur.


“Che-Chen gege! Tu-tunggu! Kau tidak boleh melakukannya disini dan...” ucap Seo Xiqin yang menatap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang terkejut dan wajah yang memerah dengan detak jantung yang terus berdetak sangat cepat.


“Kenapa tidak boleh? Dan? Dan apa? Apakah Qier tidak ingin bersama dengan Chen gege lebih lama?” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang kecewa dengan tatapan mata yang senduh seperti hewan yanng tidak mendapatkan makanan.


“Jika semua orang tau jika Pelatihan Tertuttup Chen gege telah berakhir maka kita tidak akan punya waktu untuk berduaan lagi karena akan banyak orang yang datang yang mencoba mengambil perhatian Chen gege!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang sedih.


Seo Xiqin yang mendengar perkataan Li Yuchen pun menggigit bibirnya lalu meregangkan kedua tangannya di leher Li Yuchen dan mencium bibir Li Yuchen lebih dulu. Li Yuchen yang mendapatkan jawaban yang diinginkannya pun memeluk Seo Xiqin dengan erat lalu membalas ciumannya hingga keduanya pun larut dalam kenikmatan duniawi.


Setelah beberapa jam berlalu, Seo Xiqin yang harus bersiap untuk Perjamuan tidak menyangka jika Li Yuchen sangatlah bersemangat hingga meninggalkan beberapa cap di tubuh Seo Xiqin.


Sui’er dan Luo’er yang membantu Seo Xiqin bersiap-siap hanya tersenyum-senyum sendiri melihat tanda cinta yang dibuat oleh Li Yuchen kepada Nonanya.


“Tidak disangka jika Tuan Muda sangatlah perkasa!” ucap Luo’er dengan ekspresi wajah yang memerah karena malu membayangkan yang ada di pikirannya.


“Benar sekali. Tuan Muda yang tidak bertemu dengan Nona selama beberapa hari karena melakukan Latihan Tertutup ternyata merasa sangat lapar hingga memakan Nona lebih dulu dengan sangat lahap! Hehehe...” ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang jahil sambil memasangkan bedak untuk menyamarkan cap merah di leher Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang kelelahan karena melakukan Double Kultivasi dengan Li Yuchen pun akhirnya tertidur dan Li Yuchen yang tidak ingin Seo Xiqin ditinggal diruangan itu sendirian pun memutuskan menutupi tubuh Seo Xiqin dengan selimut dan menggendongnya menuju kamar.


Li Yuchen yang menggendong Seo Xiqin sambil tersenyum lembut membuat semua pelayan yang sedang fokus pada pekerjaannya pun mengalihkan perhatian untuk menatap pemandangan yang sangat langka itu.


Setelah kejadian itu, Rumor pun menyebar dengan sangat cepat bahwa hubungan intim antara Seo Xiqin dan Li Yuchen sangatlah baik dan Keluarga Li dikabarkan akan segera memiliki Tuan Muda Kecil.


“Aku tidak seharusnya menyetujui permintaan Chen gege kalau aku tau akan seperti ini jadinya! Hah!” ucap Seo Xiqin dengan wajah yang kesal.


Seo Xiqin yang sudah selesai berdandan pun keluar dari kamarnya dan melihat Li Yuchen yang telah berganti pakaian dan terlihat sangat tampan dan karismatik.


“Qier! Apakah kau sudah siap?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang lembut dan senyum yang lebar dengan tatapan mata penuh cinta yang hanya tertuju kepada Li Yuchen.


“Tentu saja.” Ucap Seo Xiqin dengan cepat sambil berjalan mendekat ke arah Li Yuchen dan tersenyum dengan ekspresi wajah yang bahagia.

__ADS_1


Li Yuchen berjalan menuju Perjamuan bersama Seo Xiqin tidak pernah melepaskan pandangannya pada Seo Xiqin hingga akhirnya membuat Seo Xiqin menjadi malu.


“Chen gege! Apakah ada sesuatu di wajah, Qier?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang polos denngan tatapan mata yang bingung.


“Tidak! Tidak ada! Chen gege merasa jika malam ini Qier berhias terlalu cantik dan Chen gege merasa tidak ingin menunjukkan Qier kepada semua orang terutama pria-pria hidung belang yang ada di Keluarga ini. Chen gege hanya ingin kecantikan ini hanya ditunjukkan pada Chen gee!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang tidak senang.


Seo Xiqin yang mendengar perkataan Seo Xiqin pun tertawa kecil lalu mengambil sebuah cadar putih yang telah disiapkannya.


Seo Xiqin yang tidak ingin Li Yuchen cemburu dan tidak senang pun memasang cadar putih dan menutupi setengar wajahnya.


“Apakah ini lebih baik?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tatapan mata yang menunggu jawaban.


“Ini tidak berhasil. Meskipun Qier telah menyembunyikannya, Chen gege semua orang pasti akan mengetahuinya dan mencoba memaksa Qier untuk membuka cadar itu! Hah!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang sedih sambil menarik nafas panjang.


Li Yuchen yang tidak bisa melakukan apapun hanya bisa pasrah dan tiba-tiba Seo Xiqin menghentikan langkahnya.


“Chen gege, apakah kau punya suatu benda yang bisa digunakan untuk pergi ke tempat orang yang kau inginkan dalam waktu yang singkat?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang penasaran dan tatapan mata yang berbinar.


Li Yuchen yang tidak tau yang direncanakan ataupun yang ingin dilakukan oleh Seo Xiqn pun memutuskan untuk percaya apapun itu.


“Chen gege tidak memiliki benda seperti itu tapi jika Qier mau Chen gege bisa memberikan membuat Kertas Segel Formasi Teleportasi menuju tempat yang diinginkan Qier!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar.


“Benarkah? Chen gege akan membuatkannya?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang berseri-seri dengan senyum yang lebar.


“Tentu saja. Chen gege akan memberikan apapun yang Qier inginkan. Bukankah itu tugas seorang suami?” ucap Li Yuchen dengan percaya diri.


Seo Xiqin yang mendengar perkataan Li Yuchen pun merasa sangat senang dan dengan cepat berjinjit lalu mencium pipi Li Yuchen sambil berkata, “Terima kasih, Chen gege!”


#Bersambung#


Apa yang ingin dilakukan oleh Seo Xiqin dengan Kertas Segel Formasi itu ya? Apakah ada yang bisa menebaknya? Jawab di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2