
Li Yuchen yang keluar dari kamar dirinya menginap tidak menyangka jika ada seseorang yang sedang menunggunya dalam posisi jongkok dengan wajah tertekuk masam sehingga membuat Li Yuchen terkejut.
"Aarrghh!" teriak Li Yuchen yang terkejut melihat penampakan wajah yang tidak berbentuk lagi di wajah Ye Zhin samnbil mundur ke belakang tiga langkah karena refleks.
Li Yuchen yang menyadari bahwa orang yang sedang duduk jongkok di depannya adalah Ye Zhin pun menjadi sangat marah dan kesal.
"Sialan! Apa yang kau lakukan di depan pintu Penginapanku dengan posisi dan wajah seperti itu? Bagaimana jika aku jantungan lalu meninggal karena melihat wajahmu yang jelek itu?" teriak Li Yuchen yang kesal dengan nada yang tinggi dan ekspresi wajah yang memerah karena amarah sambil memukul kepala Ye Zhin dengan tangannya.
Ye Zhin yang mendapatkan pukulan dari Li Yuchen akhirnya tersadar dan segera menangis tersedu-sedu sambil memeluk kaki Li Yuchen dengan sangat erat yang pada akhirnya melupakan statusnya sebagai Seorang Master Formasi.
"Huuhh... Huuhhh... Huuhhh... Bos! Akhirnya kau keluar juga. Bos, otakku sudah terbakar hingga berasap dan mataku terasa sangat perih." ucap Ye Zhin yang mengeluh sambil menangis dengan air mata yang mengalir dengan sangat deras ke pipinya dengan mimik wajah yang telihat sangat sedih sambil bergelayut di kaki Li Yuchen hingga membuat Li Yuchen menjadi sangat jijik.
"Lepaskan! Apa yang kau lakukan? Cepat lepaskan aku! Apa kau tidak malu jika dilihat orang bersikap seperti ini?" teriak Li Yuchen sambil menggoyang-goyangkan kakinya mencoba melepaskan kakinya dari pelukan erat Ye Zhin.
"Bos! Aku sungguh tidak mengerti isi gulungan Formasi yang kau berikan. Aku sudah membacanya berulang-ulang kali tapi masih saja tidak mengerti hingga membuat otakku serasa terbakar karena terlalu banyak berfikir." teiak Ye Zhin dengan air mata yang mengalir semakin deras seiring dengan besarnya suara yang dikeluarkan oleh Ye Zhin.
"Kau itu Master Formasi Bintang Satu dan Gulungan yang aku berikan adalah Gulungan Formasi Bintang Satu. Bagaimana bisa kau tidak mengerti isinya? Apa di dalam otakmu itu isinya hanya tentang gadis cantik!" ucap Li Yuchen dengan suara yang tak kalah keras karena kesal melihat sikap dan bakat Ye Zhin yang rendah sambil memukul Ye Zhin dengan sangat keras hingga akhirnya bisa melepaskan Ye Zhin dari kakinya.
"Aduh! Bos kenapa kau memukulku? Sakit sekali! Bos, kau sangat kejam!" ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang sedih dan tatapan mata yang pilu sehingga membuat Li Yuchen semakin naik darah.
"Kau masih belum tau letak kesalahanmu, apa aku harus menjabarkannya satu per satu baru kau bisa mengerti semua yang aku katakan! Hah!" teriak Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang sangat kesal sambil menggenggam satu tangannya dengan sangat erat ke hadapan Ye Zhin.
__ADS_1
"Huuhhh... Bos, jangan marah lagi. Aku mengaku salah. Bos, tolong bantu aku. Aku sungguh tidak mengerti isi Gulungan Formasi itu." ucap Ye Zhin sambil berlutut di hadapan Li Yuchen dengan dua tangan bertangkup besama memohon bantuan Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang meringis sedih.
"Hah! Aku tidak akan menolongmu. Itu masalahmu sendiri. Kau harus bisa memecahkan masalahmu sendiri dan tidak boleh bergantung pada orang lain. Bagaimana kau bisa berkembang jika terus meminta bantuanku?" ucap Li Yuchen dengan nada yang dingin dan sikap yang tidak perduli sambil membuang wajah ke arah lain.
Ye Zhin yang mendengar perkataan Li Yuchen pun terdiam dan memikirkan ulang pekataan Li Yuchen hingga membuat Li Yuchen yang cuek akhirnya memberikannya sebuah saran.
"Kau bisa pergi ke Perpustakaan di Menara Formasi dan membaca ulang Pola Formasi yang ada di buku. Jika kau bisa memahami isi Gulungan Formasi yang aku berikan maka untuk ke depannya semua akan lebih mudah dan mungkin dalam waktu kurang dari satu tahun kau bisa naik ke Bintang Dua." ucap Li Yuchen dengan nada yang rendah dan ekspresi wajah yang datar sambil menepuk pundak Ye Zhin memberikan semangat.
Ye Zhin yang mendapatkan semangat dan dukungan dari Li Yuchen pun terdiam dan memikirkan semuanya dengan kepala tertekuk ke bawah.
Li Yuchen yang telah sangat lapar sudah tidak memiliki tenaga lebih untuk melayani omong kosong Ye Zhin pun memilih untuk mengisi perutnya yang kosong terlebih dahulu.
"Sudah hentikan dramamu itu! Ini bukanlah Panggung Pertunjukan dimana kau bisa berakting sedih seperti itu. Aku yakin cepat atau lambat kau pasti bisa menguasi Formasi Perlindungan yang aku berikan. Sekarang, cepat bawa aku ke Restoran yang terenak di Kota Jinlin. Perutku sudah sangat lapar." ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang cuek dan sorot mata tidak peduli sambil berjalan mendahului Ye Zhin.
"Aku lupa jika aku tidak makan sejak pagi dan perutku sudah terasa sangat lapar. Sebaiknya aku mengajak Bos makan di tempat yang indah dan banyak gadis-gadis cantiknya." ucap Ye Zhin dalam hati dengan tawa yang terlihat sangat jelek karena memikirkan tubuh indah para Pelayan yang ada di Restoran yang akan dituju hingga melupakan semua permasalahannya yang baru saja diadukannya pada Li Yuchen.
"Bos, tunggu aku!" teriak Ye Zhin dengan penuh semangat sambil berlari mengejar Li Yuchen yang ternyata telah berada di lantai satu.
Li Yuchen yang di ajak ke Sebuah Restoran yang mewah pun memasuki ruangan VIP dimana banyak sekali makanan enak yang terhidang di meja makan. Li Yuchen yang sudah sangat kelaparan pun melupakan semua etika dan mengahabiskan mangkok makanan satu per satu.
"Hmmm, sepertinya semua makanan yang ada di sini sangat enak. Aku sudah lama sekali tidak makan makanan enak dan ini seperti surga dunia. Malam ini aku pasti akan tidur dengan perut yang kenyang." ucap Li Yuchen dalam hati sambil melihat satu per satu makanan yang ada di hadapannya dengan ekspresi wajah terkejut dan senyum yang cerah.
__ADS_1
Ye Zhin yang melihat Li Yuchen makan dengan sangat lahap pun tidak ingin kehabisan makanan sehingga memilih untuk ikut makan bersama Li Yuchen.
"Bos sepertinya sangat kelaparan. Jika aku tidak makan sekarang bisa-bisa aku tidak akan dapat apapun. Aku tidak akan kalah dari Bos." ucap Ye Zhin dalam hati dengan ekspresi wajah terkejut dengan mata yang terbuka lebar karena melihat cara Li Yuchen yang makan seperti orang yang tidak makan seminggu.
"Bos! Jangan habiskan semua makanannya. Aku juga lapar!" teriak Ye Zhin dengan sangat keras sambil mengambil posisi dan sumpit untuk memakan hidangan yang ada di depannya satu per satu.
Di saat bersamaan, Pemilik Restoran yang mengetahui bahwa Ye Zhin yang merupakan Master Formasi telah memesan menu makanan termahal yang sangat banyak untuk menjamu Tetua Kehormatan di Menara Formasi Shinzu pun bergegas menuju ke Ruangan VIP bersama para gadis-gadis cantik untuk menghibur keduanya.
"Ayo cepat! Kalian harus bisa melayani Master Ye dan Tetua Yu dengan sangat baik. Jika kalian beruntung maka kalian bisa menjadi Selir dari Seorang Master Formasi dan itu akan mengangkat derajat kalian." ucap Pemilik Restoran dengan sangat tegas dengan ekspresi wajah yang sangat serius sambil memberikan petunjuk kepada para gadis-gadis pelayannya.
"Jika kalian berhasil menjadi salah satu wanita dari Master Ye ataupun Tetua Ye maka Restoranku pasti akan mendapatkan hadiah yang banyak dan akan semakin banyak juga pelanggan yang akan datang kemari." ucap Pemilik Restoran dalam hati dengan tawa yang terlihat sangat menjijikkan karena yang difikirkannya hanya uang dan uang.
Namun di saat Pemilik Restoran dan Gadis-gadis pelayan itu masuk ke dalam Ruangan keduanya hanya bisa terdiam dan tercengang saat melihat cara Li Yuchen dan Ye Zhin yang makan seperti orang yang sedang kerasukan.
Sehingga tidak bisa menutup mulut gadis-gadis pelayan yang masuk untuk tidak berbicara menunjukkan perasaan terkejut dan takjub mereka di saat bersamaan.
"Apakah itu Master Ye? Lalu, apakah yang orang yang memakai topeng itu adalah Tetua Yu yang sedang makan seperti orang yang sedang kesurupan?"
"Sepertinya Tetua Yu dan Master Ye sangat lapar sehingga melupakan etika makannya."
"Kenapa aku melihat Master Ye dan Tetua Ye makan sudah membuatku sangat kenyang bahkan ingin muntah?"
__ADS_1
#Bersambung#