
Semua orang yang mengikuti Pelelangan menjadi sangat terkejut dengan jumlah uang yang di tawar oleh Li Yuchen karena jumlah uang tersebut melebihi harga dari pendapatan Keluarga Besar lebih dari Tiga tahun sehingga memancing rasa penasaran semua orang tentang identitas Li Yuchen yang ada di Ruang VVIP yang bahkan Kepala Keluarga dari Ketiga Keluarga Besar dan Walikota Jinlin hanya menempati Ruang VIP.
"Siapa orang yang ada di dalam Ruang VVIP itu?"
"Apakah dia Tuan Muda atau Nona Muda dari Keluarga Bangsawan yang sangat berpengaruh?"
"Aku juga ingin tau. Sangat Misterius!"
"Lihatlah! Bahkan Pelayan dari Menara Formasi Shinzu yang menawar harta karun itu?"
"Apakah statusnya lebih tinggi dari Keempat Keluarga Besar di Kota Jinlin kita ini?"
"Aku tidak tau tapi aku merasa sangat penasaran dengan identitasnya?"
Tidak hanya orang-orang biasa yang ikut berkomentar bahkan Keempat Keluarga Besar pun ikut bertanya-tanya dalam hati mereka tentang identitas orang yang ada di Ruang VVIP dan mencoba berteman dengan Li Yuchen.
"Siapa orang yang ada di Ruang VVIP itu? Aku tidak pernah tau kalau di Menara Formasi Shinzu ada Ruangan VVIP." ucap Ye Han dalam hati sambil menatap ke ruang VVIP yang hanya terlihat seorang gadis pelayan dan samar-samar wajah seorang pria dan wanita.
"Cepat cari tau orang yang ada di dalam Ruang VVIP, aku harus menyiapkan hadiah yang besar untuk dapat mengambil perhatiannya." ucap Seo Hong kepada seorang pelayan pribadinya di depan Hun Yin yang hanya duduk diam menyeruput tehnya dengan sangat santai.
"Apakah orang yang ada di dalam Ruang VVIP adalah orang yang dimaksud oleh Wu Peng serta Tetua Ye dan Tetua Ma? Jika benar aku harus bisa mencari cara untuk dapat bertemu dengannya dan meminta maaf secara langsung. Orang yang dapat berada di Ruang VVIP yang bahkan saya Kepala Keluarga dari Keluarga Bangsawann yang kuat pun tidak bisa memasukinya pasti bukanlah orang yang sembarang." ucap Wu Zhong dalam hati sambil melihat ke arah Ruang VVIP dengan tatapan wajah penuh dengan kecemasan dengan tangan yang bergetar karena mengingat semua yang terjadi beberapa hari yang lalu.
Sementara itu, Jin Lin Yan yang mendapatkan tugas mendapatkan harta karun yang berharga hanya bisa meremas tangannya dengan sangat keras karena tidak berhasil membawa pulang harta karun yang sangat bagus itu sehingga membuat Jin Lin Yan memiliki ide lain untuk masa depannya.
__ADS_1
"Aku hanyalah anak Seorang Selir dan tidak memiliki kekuasaan apapun jika aku bisa mendapatkan dukungan dari orang yang ada di dalam Ruang VVIP maka aku pasti dapat menjadi Walikotw Jinlin di masa depan." ucap Jin Lin Yan dengan ekspresi wajah yang serius dan senyum penuh misteri.
"Kau pergi cari tau siapa orang yang ada di dalam Ruang VIP itu dan cari tau dimana dia tinggal. Aku harus segera menemuinya dan berbicara empat mata dengan Tuan itu." perintah Jin Lin Yan dengan sorot mata yang tajam yang penuh dengan ambisi yang kuat sambil berbicara dengan suara yang dingin dan wajah tanpa ekspresi.
Sementara itu, Li Yuchen yang tidak perduli pada orang yang lain membicarakannya memilih fokus dengan tujuannya. Li Yuchen yang sangat ingin mendapatkan Kertas Segel Formasi Surga Neraka tidak mau membuang-buang waktu lagi sehingga memilih menaikkan harga yang akan sulit dijangkau semua orang.
"Aku harus mendapatkan Kertas Segel itu dan menghasilkan uang yang lebih banyak nantinya. Meskipun untuk memilikinya aku harus menghabiskan uang yang cukup banyak tapi harga itu sebanding dengan harta karun yang akan aku dapatkan." gumam Li Yuchen dengan suara yang rendah dengan wajah tanpa ekspresi melihat wajah keheranan dari semua orang yang mengikuti Pelelangan.
Wu Ruxin yang telah pasrah dan menyerah untuk mendapatkan Kertas Segel Formasi pun mulai menghitung tawaran untuk mempersingkat waktu.
"Seratus Dua Puluh Juta Tael Perak! Pertama! Tak! Tak! Tak!" suara ketukan palu yang ada di tangan Wu Ruxin dengan nada suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang ceria.
"Seratus Dua Puluh Juta Tael Perak! Kedua! Tak! Tak! Tak!" ucap Wu Ruxin dengan nada suara yang sangat keras sambil memukul palu yang ada di tangannya dengan penuh semangat dengan wajah yang penuh dengan senyum lebar.
"Seratus Dua Puluh Juta Tael Perak! Ketiga! Tak! Tak! Tak!" teriak Wu Ruxin dengan suara yang sangat lantang sambil memukul palu yang ada di tangannya dengan sangat kuat sambil mengangkat tangannya dengan ceria menyatakan bahwa Kertas Segel Formasi Surga Neraka telah Sah menjadi milik orang lain.
"Aku mungkin tidak dapat memiliki Harta Karun itu tapi paling tidak Menara Formasi dan Keluarga Wu akan selamat dari bencana besar dan akan mendapatkan dukungan dari orang yang hebat." ucap Wu Ruxin dalam hati sambil menebarkan senyum cantiknya kepada semua orang sambil menutup Acara Pelelangan tersebut.
Seo Xiqin yang mengetahui Li Yuchen berhasil mendapatkan Harta Karun yang menjadi incarannya menjadi sangat senang dan mengucapkan kata-kata selamat yang mendapatkan respon tidak terduga dari Li Yuchen.
"Selamat kepada Tuan Muda Yu yang telah berhasil mendapatkan Harta Karun yang anda inginkan." ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang lembut dan medu dengan senyum yang manis tesembunyi dari balik cadarnya tapi dapat telihat jelas di mata Li Yuchen.
"Terima kasih Nona Seo. Ini semua berkat anda juga." ucap Li Yuchen dengan senyum yang lembut sambil bejalan mendekat ke arah Seo Xiqin.
__ADS_1
"Saya?" tanya Seo Xiqin yang bingung dengan maksud ucapan Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung dan terkejut di saat bersamaan karena jarak di antara keduanya sangatlah dekat.
"Benar sekali. Bukankah Nona Seo berdoa agar saya bisa memiliki Harta Karun itu dan doa Nona Seo ternyata telah menjadi kenyataan." ucap Li Yuchen dengan wajah yang tampan meski tertutup topeng di wajahnya dengan senyum yang menawan.
Seo Xiqin yang tidak mengerti ucapan Li Yuchen karena telah terpana dengan wajah tampan Li Yuchen hanya tertawa kecil dan mencoba menjaga jarak tapi Li Yuchen yang tidak ingin jauh pun terus mencoba mendekat hingga akhirnya suara pintu terbuka dengan mendadak yang membuat suasana menjadi sangat canggung.
"Dag! Dig! Dug!" suara detak jantung Seo Xiqin yang berdetak sangat kencang.
"Tidak! Aku tidak boleh seperti ini. Aku tidak boleh memberikan hatiku kepada orang yang salah." ucap Seo Xiqin dengan wajah yang memerah karena malu.
"Tuan Muda Yu! Pelayan tampanmu ini telah kembali dari tugasnya!" teriak Ye Zhin yang telah kembali setelah menyelesaikan tugas yang diberikan Li Yuchen padanya dengan ekspresi wajah yang sangat ceria sambil berjalan dengan lompatan-lompatan kecil.
Li Yuchen yang gagal menjadi semakin dengan Seo Xiqin karena Ye Zhin yang datang secara mendadak tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu membuat darah Li Yuchen naik ke atas karena kesal.
"YE ZHIN! Apa kau tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu!" teriak Li Yuchen yang kesal dengan suara yang sangat keras sambil memukul pipi kanan Ye Zhin hingga membengkak dan menabrak tembok hingga membuat Ye Zhin menjadi pusing dengan ekspresi wajah yang sangat jelek.
Seo Xiqin yang melihat kedatangan Ye Zhin menjadi sangat bersyukur dan tertawa melihat ekspresi wajah Ye Zhin yang dipukul Li Yuchen terlihat sangat lucu dimatanya.
"Aku tidak menyangka ternyata Seorang Master Formasi ada yang seperti Master Ye juga. Aku kira semua Master Formasi adalah orang yang kaku dan sulit untuk diajak bicara tapi Master Ye ternyata kebalikannya sangat lucu." ucap Seo Xiqin tanpa sadar dengan suara yang rendah sambil tertawa kecil yang membuat Li Yuchen menjadi semakin kesal dan emosi.
Tidak hanya Seo Xiqin bahkan Luo'er dan Sui'er serta Ji'er yang juga masih ada di Ruang VVIP tidak bisa behenti tertawa melihat ekspresi wajah yang dikeluarkan Ye Zhin.
*Awas Ye Zhin, MC kita sedang mode cemburu!*
__ADS_1
Li Yuchen yang tidak ingin kehilangan wibawanya di depan Seo Xiqin pun mencoba mengatur perasaannya dengan menghembuskan nafasnya perlahan.
#Bersambung#