
Li Yuchen yang telah masuk ke dalam Giok Naga Hijau Emas untuk melihat benda-benda pusaka yang dimilikinya pun menjadi sangat terkejut saat melihat Tanaman Obat yang telah dipindahkannya dari Gua yang ada di dalam Hutan ke dalam Giok Naga Hijau Emas.
"Wah! Ternyata semua Tanaman Obat ini berhasil betambah dua kali lipat saat berada di dalam Giok Naga Hjau Emas dan tidak tau kenapa Energi Surga Neraka yang ada di sini sangatlah pekat sangat cocok untuk berlatih." ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang gembira dengan tawa yang sangat jelas.
"Jika seperti ini aku tidak perlu khawatir kekurangann Tanaman Obat untuk dibuat Pil jika perkembangannya sangat cepat seperti." ucap Li yuchen dengan suara yang keras karena memikirkan sumber pendapatan yang tidak ada habisnya.
Li Yuchen yang melihat Pagoda yang ada di tengah-tengah Giok Naga Hijau Emas pun memikirkan isi dari tulisan yang tertulis di Ukiran Batu saat dirinya pertama kali masuk ke dalam Giok Naga Hijau Emas.
"Ah, aku hampir lupa keuntungan yang aku dapatkan ketika memiliki Giok Naga Hijau Emas ini. Aku bisa mengakses semua Harta Karun dari Kalan Naga Hijau Emas yang telah lama punah." ucap Li Yuchen sambil menepuk jidatnya dengan sangat keras karena baru bisa mengingat sesuatu hal yang penting.
Li Yuchen yang telah berhasil memperbaiki Meridiannya yang telah rusak bahkan telah mencapai Level Bumi tingkat Tujuh pun memutuskan untuk masuk ke dalam Pagoda dan melihat keuntungan yang didapatkannya di sana.
"Sekarang Meridianku telah berhasil diperbaiki, aku pasti bisa melewati Pelindung yang ada di sekitar Pagoda." ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang penuh percaya diri dengan sorot mata yang tajam dengan langkah yang pasti berjalan menuju ke arah Pagoda.
Li Yuchen yang berjalan menuju ke arah Pagoda berhenti sesaat setelah melihat sebuah Pelindung terlihat samar yang ada di depannya itu lalu berjalan dengan perasaan takut dengan mata tertutup.
"Semoga saja aku tidak terlempar lagi kali ini." ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang takut dengan mata yang tertutup.
Li Yuchen yang telah berjalan tiga langkah dari tempatnya berhenti segera membuka matanya saat dirinya tidak merasakan apapun yang terjadi padanya.
"Hah! Aku tidak merasakan apapun. Sepertinya aku berhasil!" ucap Li Yuchen dengan nada bicara tidak percaya dengan ekspresi wajah terkejut dan senyum bahagia di wajahnya sambil melompat-lompat kegirangan seperti anak kecil.
"Hahhaha! Aku berhasil! Aku berhasil melewati Pelindung itu." ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang terdengar sangat bahagia dengan ekspresi wajah yang sangat senang.
Li Yuchen yang telah berhasil melewati Pelindung itu pun menatap Pagoda yang ada di depannya dengan sorot mata yang tajam.
"Itu adalah Pagodanya! Ayo kita lihat apa yang ada di sana!" ucap Li Yuchen dalam hati dengan wajah yang serius dan sorot mata yang tajam sambil berjalan dengan langkah yang berat ke arah Pagoda.
__ADS_1
Saat Li Yuchen ada di depan tangga Pagoda, Li Yuchen melihat Sebuah Ukiran Batu dengan ukuran yang cukup besar sebesar tubuh manusia dan Li Yuchen yang penasaran pun mendekat lalu membacanya.
"Apakah itu Ukiran Batu yang lain yang ditinggalkan Klan Naga Hijau Emas untuk Penerusnya? Aku harus melihatnya." ucap Li Yuchen dengan suara rendah dengan sorot mata yang tajam sambil menatap lurus ke arah Ukiran Batu yang ada di depannya itu.
Namun sebelum Li Yuchen bisa membaca Ukiran Batu itu, Li Yuchen merasakan ada seseoran yang sedang mendekat ke tubuhnya dan bahkan menyentuh topengnya.
"Apa ini? Kenapa aku merasakan ada sesuatu yang salah dengan tubuh asliku?" tanya Li Yuchen dalam hati dengan perasaan yang cemas dan khawatir di saat bersamaan.
Li Yuchen merasakan perasaan tidak tenang itu pun memutuskan untuk kembali ke Dunia Nyata dan Li Yuchen menjadi sangat terkejut saat melihat ada sosok wanita yang dikenalnya sedang duduk di depannya dan mencoba membuka topeng yang ada di wajahnya.
Li Yuchen yang tidak ingin membiarkan identitasnya terbongkar itu pun segera memegang pergelangan tangan Ye Rui dengan sorot mata yang tajam dan dengan sengaja mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat hingga membuat Ye Rui kesulitan bernafas.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Li Yuchen dengan nada suara yang berat dan penuh penekanan di setiap katanya dengan sorot mata yang tajam serta ekspresi wajah yang penuh dengan amarah.
Ye Rui yang melihat mata Li Yuchen yang awalnya tertutup menjadi terbuka lebar bahkan tangannya yang menyentuh topeng Li Yuchen dipegang dengan sangat erat oleh Li Yuchen segera membuat Ye Rui merubah ekspresi wajah menjadi pucat karena ketakutan.
Ye Rui yang ketakutan pun segera melepaskan diri dari Li Yuchen dan mundur sebanyak lima langkah saat merasakan aura membunuh yang sangat pekat keluar dari dalam tubuh Li Yuchen.
“Kenapa Tuan Muda Yu membuka matanya? Bagaimana ini? Rasanya sakit sekali, aku kesulitan bernafas!” ucap Ye Rui dalam hati yang telah terduduk dengan tangan menyentuh dadanya karena kehilangan keseimbangan tubuhnya saat merasakan aura membunuh yang dikeluarkan Li Yuchen.
Li Yuchen yang melihat Ye Rui yang masuk ke dalam Ruangannya tanpa izin dan bahkan dengan beraninya mencoba membuka topengnya saat jiwanya tidak ada di tubuhnya pun menjadi sangat marah.
“Kenapa kau mundur begitu jauh? Bukankah kau tadi sangat berani dengan mencoba membuka topengku?” sindir Li Yuchen dengan sorot mata yang tajam seperti elang dengan ekspresi wajah yang marah dengan senyum yang terlihat sangat menyeramkan.
Ye Rui yang merasakan jika nyawanya dalam bahaya pun segera memohon ampun dan mengutuk dirinya sendiri karena terlalu berani hanya karena melihat Li Yuchen dalam keadaan yang tenang.
“Dasar Ye Rui bodoh! Apa yang telah kau lakukan? Kau telah membuat nyawamu sedang di atas tanduk sekarang.” Kutuk Ye Rui pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang kesakitan karena kesulitan bernafas sambil terus memegang dadanya yang sakit.
__ADS_1
Ye Rui yang menyadari kesalahannya karena tidak menuruti perkataan Tetua Han pun berharap jika Pelayan yang diperintahkannya menutup mulut bisa ketahuan dan memberitau gurunya agar dapat menyelamatkan nyawanya di hadapan Li Yuchen.
“Guru, maafkan kebodohan muridmu ini! Guru, tolonglah muridmu ini. Jika tidak maka muridmu ini hanya akan tinggal mayat nantinya.” Ucap Ye Rui dalam hati yang kesulitan berbicara karena tekanan yang dikeluarkan oleh Li Yuchen.
Li Yuchen yang melihat Ye Rui hanya terduduk dengan posisi kesakitan di depan matanya bahkan hingga menetaskan air mata tidak membuat Li Yuchen merasa kasihan sama sekali.
“Gadis ini tidak bisa dibiarkan hidup! Dia telah berani mencoba membuka topengku dan jika dia berhasil mengetahui identitasku. Dia pasti akan menggunakan identitasku untuk mengancamku.” Ucap Li Yuchen dalam hati dengan tatapan merendahkan dan sorot mata yang penuh dengan amarah sambil berjalan dengan langkah yang pasti ke arah Ye Rui yang sedang terduduk.
Ye Rui yang melihat Li Yuchen yang berjalan dengan langkah yang pasti ke arahnya langsung merasakan tekanan yang ditunjukkan ke arahnya semakin besar hingga membuat Ye Rui semakin sulit untuk bernafas.
“Ma-maafkan saya Tuan Muda Yu. Sa-saya mohon Tuan Muda Yu. Saya mengaku salah, saya tidak akan berani lagi Tuan Muda Yu.” Ucap Ye Rui dengan terbata-bata dengan ekspresi wajah yang kesakitan dan ketakutan di saat bersamaan sambil berlutut di hadapan Li Yuchen.
“Kau ingin aku mempercayai ucapanmu. Itu mustahil.” Ucap Li Yuchen dengan tawa kecil yang terukir di bibirnya dengan sorot mata yang merendahkan yang ditunjukkan kepada Ye Rui.
Li Yuchen yang tidak memiliki niat untuk melepaskan Ye Rui bahkan sangat ingin mendengar suara jeritan kesakitan keluar dari mulut Ye Rui pun mengeluarkan Kertas Segel Formasi dan melemparkannya ke arah Ye Rui lalu mengaktifkannya di saat itu juga.
“Kau akan merasakan antara hidup dan mati karena aku tidak akan membiarkan siapapun yang telah menggangguku akan bebas begitu saja.” Ucap Li Yuchen dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang serius.
Ye Rui yang mulai merasakan rasa sakit yang mulai menjalar ke tubuhnya pun tidak bisa menghentikan dirinya untuk berteriak dengan sangat keras.
“Aaarrggghhh!” teriak Ye Rui dengan suara yang sangat keras karena perasaan sakit yang mengarah ke jantungnya.
Namun di saat Ye Rui yang telah merasa kelelahan karena berteriak dengan sangat keras ada seseorang yang tiba-tiba masuk ke dalam Ruangan Li Yuchen dan memohon pada Li Yuchen untuk melepaskan Ye Rui.
#Bersambung#
Siapa yang memohon untuk kebebasan Ye Rui, ya? Jawab di komentar
__ADS_1