Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 92. Pertemuan Formal


__ADS_3

Ye Rui yang mendengar perkataan Ma Shunyi pun langsung termenung dan merasa sangat terkejut dengan tamparan ke dua yang didapatkannya malam itu.


“I-ibu!” ucap Ye Rui dengan nada suara yang gagap dan ekspresi wajah yang bingung dengan sorot mata yang meminta penjelasan.


“Jangan pernah memanggilku Ibu jika kau masih memiliki fikiran seperti itu! Apakah kau fikir Ibumu ini masih memiliki kepala yang tegap di Kediaman Keluarga Ye setelah berita kematianmu tersebar?” tanya Ma Shunyi dengan ekspresi wajah yang marah dengan tangan yang menggenggam meja dengan sangat erat.


Bibi Ying yang melihat Nyonya-nya tidak mampu untuk mengatakan apapun lagi pun berjalan mendekati Ye Rui dan mengatakan semua yang terjadi di Kediaman Keluarga Ye.


“Nona, saya mohon hilangkan fikiran buruk itu. Saya mohon fikirkanlah Nyonya dan Tuan Muda Ye Linzu.” Ucap Bibi Ying dengan ekspresi wajah yang sedih sambil menggapai tangan Ye Rui dengan air mata yang menetes ke pelupuk matanya.


“Apa maksud Bibi Ying?” tanya Ye Rui dengan ekspresi wajah yang bingung karena tidak mengerti situasi yang telah terjadi.


“Nona Muda mungkin tidak tau tapi Tuan Besar saat ini sedang membuat pesta yang sangat besar untuk Tuan Muda Kedua karena telah mendapatkan dukungan yang sangat hebat dan yang lebih buruk adalah Tuan Besar bahkan berencana untuk mengorbankan Nona Muda jika saja Nyonya Besar tidak mengancamnya atas nama Tuan Muda Ye Linzu dan kakaknya.” Ucap Bibi Ying sambil menangis dengan tersedu-sedu dengan air mata yang mengalir sangat deras sambil berlutut di hadapan Ye Rui.


“A-apa yang kau katakan itu benar Bibi Ying?” tanya Ye Rui yang masih belum bisa menerima dengan sepenuhnya semua yang dikatakan Bibi Ying kepadanya dengan ekspresi wajah tidak percaya.


“Aku tidak akan berani berbohong padamu, Nona Muda. Jika Nona Muda tidak percaya, anda bisa tanyakan hal itu kepada Nyonya dan untuk masalah ini lah Nyonya dan saya sampai menyelinap keluar menemui anda.” Ucap Bibi Ying dengan mata yang menunjukkan keseriusan sehingga membuat Ye Rui terkejut dengan fakta yang ada.


Ma Shunyi yang tau jika dirinya tidak bisa pergi terlalu lama karena jika dirinya tidak segera kembali maka Selir-selir dan wanita-wanita liar yang ada di Kediaman Keluarga Ye dapat melakukan sesuatu yang akan membahayakan posisinya.


“Ibu tidak bisa tinggal di sini lebih lama lagi karena kau tau ayahmu memiliki banyak selir dan wanita simpanan dan Ibu harus siap bertarung dengan wanita-wanita rendahan itu setiap saat. Ibu harap kau tidak akan lagi memiliki pemikiran bodoh itu lagi!” ucap Ma Shunyi dengan tatapan mata yang tajam dengan nada suara yang sinis sambil berjalan keluar meninggalkan Ye Rui sendiri.

__ADS_1


“Nona Muda, tolong jangan mengatakan hal buruk ini lagi. Ingatlah masih ada Nyonya dan Tuan Muda Ye Linzu yang akan selalu mendukungmu.” Ucap Bibi Ying dengan ekspresi wajah yang serius dan senyum yang lembut sambil memberikan sebuah permen gula yang sangat disukai Ye Rui sejak kecil.


“Terima kasih Bibi Ying. Tolong jaga Ibuku!” ucap Ye Rui yang akhirnya tersadar sambil menggenggam erat permen yang ada di tangannya sambil melihat kepergian Ma Shunyi dan Bibi Ling.


Ye Rui yang duduk di kursinya sendirian pun termenung memikirkan perkataan Bibi Ying padanya dan tertawa dengan sangat keras sepeti orang gila.


“Aku berfikir jika aku benar-benar anak yang sangat disayang dan dibanggakan karena telah menjadi Master Alkemia tapi tidak disangka ternyata ayahku adalah orang yang sangat picik yang bahkan rela mengorbanku, putri kandungnya sendiri untuk menyelamatkan nyawanya sendiri.” Ucap Ye Rui dengan suara yang parau dengan suara yang tawa dengan sangat keras sambil meletakkan satu tangan di dahinya seperti orang yang gila.


“Ayahku bahkan telah menjadikan Anak Selir itu sebagai anak kesayangan dan kebanggaan dan sebentar lagi dia pasti akan menggantikan posisi kakakku sebagai Calon Kepala Keluarga Ye selanjutnya!” teriak Ye Rui dengan ekspresi wajah yang kesal dan amarah sambil melempar sebuah benda yang tajam ke arah dinding yang terdapat lukisan anjing yang hanyut ke sungai


“Aku tidak akan kalah darimu. Aku akan membuat Tuan Muda Li menjadikanku Pelayan terbaiknya dan menyingkirkanmu selamanya. Aku akan menyingkirkan semua orang yang mengganggu jalanku dan juga keluargaku.” Ucap Ye Rui dengan ekspresi wajah yang penuh dengan tekad yang membara.


Ye Rui yang sangat mengingat semua yang telah diputuskannya semalam pun merubah total sikap dan sifatnya menjadi lebih tenang dan kalem.


“Selamat datang Tuan Muda Li. Mari, silahkan ikuti saya.” Ucap Tetua Han dengan sangat sopan dengan ekspresi wajah yang sedikit tegang dengan senyum hangat di wajahnya.


Li Yuchen yang mengerti maksud Tetua Han pun berjalan mengikuti Tetua Han sambil melihat sikap semua orang menjadi semakin segan kepadanya.


“Sepertinya semua orang sudah mengetahui identitasku sebagai Master Formasi dan Master Alkemia dan karena itulah mereka bersikap seperti ini padaku. Ada baik dan buruknya juga tapi lebih baik aku mengambil yang baiknya saja paling tidak, tidak akan ada yang akan mengangguku lagi.” Ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspesi wajah yang datar.


Saat Li Yuchen masuk ke dalam sebuah ruangan yang telah ditunjukkan Tetua Han seketika bau wangi dari Tanaman Obat yang berumur ratusan dan ribuan tahun.

__ADS_1


“Silahkan duduk Tuan Muda Li.” Ucap Tetua Han dengan sangat sopan sambil menunjuk ke salah satu sofa yang ada di pinggir jendela dengan senyum yang lembut.


Ye Rui yang telah melihat Li Yuchen duduk pun bergegas menyeduhkan teh hangat dan kemudian berjalan mundur keluar ruangan meninggalkan Tetua Han dan Li Yuchen berdua.


“Tuan Muda Li silahkan diminum tehnya. Teh ini adalah Teh Hitam Osmatus yang sangat bagus untuk kesehatan dan meningkatkan pengumpulan Energi Langit dan Bumi yang ada di Daratan Danzong mekipun belum bisa untuk pengumpulan Energi Surga dan Neraka tapi ini adalah Produk Teh terbaik yang ada di Kota Jinlin.” Ucap Tetuar Han yang mencoba memberi tau Li Yuchen informasi teh yang akan diminum mereka dengan senang hati.


“Terima kasih.” Ucap Li Yuchen dengan singkat setelah mencicipi teh yang diberikan kepadanya dengann senyum yang seadanya.


“Teh ini masih kalah jauh dengan Teh yang biasa aku minum di Istanaku tapi Teh ini jauh lebih baik dari semua Teh yang pernah aku minum setelah bereinkarnasi.” Ucap Li Yuchen dalam hati sambil meletakkan cangkir teh ke bawah.


Tetua Han yang tidak tau perubahan suasana hati Li Yuchen sehingga mengatakan yang ingin dikatakannya pada malam itu.


“Tuan Muda Li, sebenarnya saya mengundang anda kemari karena ada sesuatu yang ingin saya sampaikan.” Ucap Tetua Han dengan ekspesi wajah yang serius sambil bergerak berdiri ke depan Li Yuchen.


“Tuan Muda Li, tolong bergabunglah dengan Paviliun Huanfu dan menjadi Tetua Kehormatan Yu.” Ucap Tetua Han dengan ekspresi wajah yang pasrah sambil menundukkan kepalanya kebawah yang bersiap untuk bersujud tapi langsung dihentikan oleh Li Yuchen.


“Anda tidak perlu bersujud terus di depanku Tetua Han. Aku tidak tau harus menjawab apa untuk permintaanmu ini tapi satu hal yang aku tau bahwa ini adalah hal yang sangat berat.” Ucap Li Yuchen yang tidak ingin menerima tanggungjawab yang akan membebaninya saat dirinya pindah dari Daratan Danzong.


Tetua Han yang tidak ingin menyerah pun mengelurkan semua rayuan dan keuntungan yang akan didapatkan Li Yuchen jika bersedia untuk bergabung dengan Paviliun Huanfu.


#Bersambung#

__ADS_1


Kira-kira apa yang akan ditawarkan oleh Tetua Han ya? Jawab dikolom komentar ya..


__ADS_2