Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 88. Tuan Yan


__ADS_3

Nona Shu yang melihat Li Yuchen tertawa dengan sangat keras segera terdiam dan tak berani berkata apapun lagi dan hanya melihat bingung ke arah Li Yuchen.


"Kenapa Tuan Muda Li tertawa seperti itu? Aku menjadi khawatir. Apakah Tuan Muda Li tau niatku?" ucap Nona Shu dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung dengan mata menatap ke wajah Li Yuchen yang telah tertutup topeng.


"Tidak! Tuan Muda Li bukanlah seorang Pembaca Keberuntungan, dia tidak akan tau isi hatiku ataupun rencanaku!" ucap Nona Shu lagi dalam hati dengan sorot mata yang menunjukkan keteguhan.


Li Yuchen yang melihat perubahan wajah berulang kali di wajah Nona Shu pun segera berdiri dengan tegap di depan kursinya.


"Apakah kau fikir aku adalah pria yang sangat baik dan dapat ditipu atau digoda olehmu dengan mudahnya?" tanya Li Yuchen dengan nada bicara yang dingin dan ekspresi wajah yang datar dengan sorot mata yang tajam seperti elang.


"Saat kau tidak sadarkan diri, aku telah memasukkan racun ke dalam mulutmu!" ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang datar sambil menatap ke arah samping ke gelas teh yang sedang dimainkan olehnya.


"Ra-racun!" teriak Nona Shu dengan suara yang gagap dan mata yang terbuka lebar karena terkejut dengan ekspresi wajah yang tidak percaya.


"Kenapa kau terkejut sekali? Kau berani memberikanku Dupa Obat Perangsang dan mencoba menjebakku untuk menjadikanmu wanitaku. Apakah kau fikir aku akan melepaskanmu begitu saja?" tanya Li Yuchen dengan senyum menghina dengan nada sindiran yang pedas.


"Meskipun kau bisa kabur dan lari dari sini tapi kau tidak akan bisa kabur atau lari dari kematianmu!" ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas dan jelas dengan sorot mata yang tajam.


Nona Shu yang menyadari jika nyawanya dalam bahaya dan kematian telah sangat dekat pun membuat tubuh Nona Shu bergetar ketakutan dan air mata yang tidak bisa ditahan lagi itu pun mengalir dengan sangat deras.


Namun, saat Nona Shu ingin mengatakan sesuatu, Li Yuchen langsung melanjutkan kata-katanya dan membuat Nona Shu menyadari kesalahannya karena telah memprovokasi orang yang salah.


"Racun itu tidak hanya akan membuatmu meninggal jika tidak mendapatkan obat penawar dariku sebulan sekali tapi juga akan menunjukkan apa yang sedang kau fikirkan saat ini. Aku bisa mengetahui dengan mudah jika kau berbohong dan memiliki niat yang buruk!" ucap Li Yuchen dengan senyum misterius dengan pandangan merendahkan dengan ekspresi wajah yang dingin dan mengintimidasi.


"Ampuni saya Tuan Muda! Saya tidak berani membohongi anda! Saya sungguh tidak akan melakukannya lagi, saya mohon Tuan Muda ampuni nyawaku!" ucap Nona Shu dengan ekspresi wajah yang ketakutan dan khawatir di saat bersamaan dengan air mata yang tidak berhenti mengalir ke pipinya.


Li Yuchen yang tidak percaya dengan perkataan Nona Shu pun menotok titik meridian di tubuh Nona Shu sehingga membuat tubuh Nona Shu menjadi kaku dan tidak bisa bergerak dan berbicara.


Li Yuchen yang tidak ingin berbicara lebih lama dengan Nona Shu pun melempar Nona Shu ke karpet yang ada di lantai Penginapan dalam posisi terlentang lalu menggelindingkan tubuhnya hingga tertutup karpet seutuhnya.


Lalu Li Yuchen membawa tubuh Nona Shu ke atas pundaknya dan membawanya kembali ke rumahnya dengan ekspresi wajah yang datar.

__ADS_1


“Aku ingin melihat apa kau benar-benar bernilai seperti yang kau katakan! Jika ternyata kau tidak memiliki nilai apapun maka jangan salahkan aku jika nyawamu akan segera melayang!” ucap Li Yuchen dengan nada bicara dan ekspresi wajah yang datar sambil berdiri di depan Nona Shu yang sudah terbungkus karpet lantai.


“Jangan pernah mencoba melakukan hal yang aneh karena aku dapat dengan mudah mencabut nyawamu saat itu juga.” Ucap Li Yuchen memberikan peringatan kepada Nona Shu dengan nada suara yang penuh penakanan di setiap katanya dengan senyum yang sinis.


Nona Shu yang tidak bergerak dan harus terpaksa menerima semua perbuatan Li Yuchen pun hanya bisa berharap agar nyawanya dapat selamat.


“Ayah! Tolong, jangan campakkan aku!” ucap Nona Shu dalam hati dengan sorot mata yang menunjukkan kegelisahan dan kecemasan.


Dalam waktu singkat, Li Yuchen telah berada di atas sebuah Rumah yang sangat mewah dan besar. Li Yuchen yang tidak mengetahui posisi ayah Nona Shu berada pun melepaskan titik meridian yang mengunci indra pita suara Nona Shu.


“Tunjukkan ruangan ayahmu berada! Jangan coba membohongiku karena aku akan dapat mengetahuinya dengan sangat mudah!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin dan nada suara yang penuh dengan ancaman.


“Ba-baik!” ucap Nona Shu dengan gugup dengan nada suara yang bergetar karena merasa sangat takut akan kematian yang telah menghantuinya di depan mata.


Li Yuchen yang telah berada di depan pintu yang dikatakan Nona Shu sebagai tempat ayahnya berada pun segera mendobrak pintu itu dengan kakinya hingga membuat pintu itu hancur berkeping-keping.


“Brakkk!” suara pintu yang hancur berkeping-keping dalam sekali tendangan.


“Siapa itu?” tanya seorang pria gedut dengan suara yang sangat keras dari dalam ruangan bersama seorang wanita muda yang ternyata salah satu selirnya dengan ekspresi wajah yang terkejut dan marah dengan dua alis yang naik ke atas karena emosi yang tidak tertahankan lagi.


“Arrgghh!” teriak wanita muda itu dengan sangat keras sambil bergegas mengambil pakaian luarnya lalu berlari pergi keluar dari ruangan dengan ekspresi wajah yang terkejut dan takut di saat bersamaan.


Li Yuchen yang tidak perduli dengan teriakan orang yang ada di depannya ataupun wanita yang baru saja keluar itu pun melempar Nona Shu yang ada di atas pundaknya ke dalam dengan sangat keras hingga terjatuh tepat di depan seorang pria gendut.


“Arrgghhhhh!” teriak Nona Shu dengan sangat keras karena terkejut dan rasa sakit yang dirasakannya karena dilempar dengan sangat kasar.


Pria gendut yang melihat Nona Shu terguling di atas karpet lantai dalam kondisi yang setengah telanjang dengan ekspresi wajah yang sangat menyedihkan segera berteriak dengan sangat marah dan bergegas memanggil penjaga yang ada di dalam rumahnya.


“Putriku! Apa yang terjadi padamu?” teriak Pria Gendut yang dipanggil Tuan Yan itu dengan ekspresi wajah terkejut dengan mata yang terbuka lebar sambil mengambil selimut yang sangat besar menutupi tubuh Nona Shu yang hampir tidak memakai pakaian sama sekali.


“Penjaga! Dimana penjaga?” teriak Tuan Yan dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang sangat marah.

__ADS_1


Li Yuchen yang mendengar suara yang sangat gaduh dari dalam ruangan yang ada di depannya pun melangkah masuk dengan ekspresi wajah yang datar.


Nona Shu yang dapat mendengar dengan jelas langkah Li Yuchen pun segera tersadar dari rasa sakit yang dialaminya pun bergegas menghentikan Tuan Yan memanggil penjaga keamanan.


“Ti-tidak ayah! Ja-jangan lakukan itu! Jika ayah lakukan itu tidak hanya aku tapi juga semua orang yang ada akan dalam bahaya.” Ucap Nona Shu dengan ekspresi wajah ketakutan dengan nada suara yang terbata-bata dengan tubuh yang bergetar dengan sangat hebat.


Tuan Yan yang mendengar perkataan Nona Shu pun menjadi sangat bingung lalu melihat pria yang baru saja masuk ke dalam ruangannya.


Namun, sebelum Tuan Yan memberikan perintah lanjutan semua penjaga yang berjaga telah datang dan berkumpul di ruangan itu.


“Tuan! Ada apa?” teriak salah seorang Kepala Penjaga dengan ekspresi wajah yang serius dengan tangan yang telah memegang pedang dengan sangat erat.


Li Yuchen yang melihat banyak penjaga yang datang tidak merasa takut sama sekali dan hanya menoleh ke belakang dengan tatapan mata yang merendahkan.


“Apakah keputusanku ini salah? Merepotkan sekali!” ucap Li Yuchen dalam hati sambil menoleh ke belakang dengan ekspresi wajah yang malas dengan sorot mata yang merendahkan.


Tuan Yan yang menyadari tidak adanya rasa takut di mata Li Yuchen pun segera mengusir semua penjaga seperti yang dikatakan putrinya.


“Mundur! Semuanya mundur! Jangan ada yang berada di sini!” teriak Tuan Yan dengan ekspresi wajah yang marah dengan nada suara yang tergesa-gesa.


“Tapi Tuan ...” ucap Kepala Penjaga dengan ekspresi wajah yang bingung tapi tidak bisa mengucapkan kata lanjutan.


“Tidak ada tapi-tapian, segera laksanakan perintahku!” teriak Tuan Yan dengan suara yang sangat keras dengan mata yang melotot tajam.


Li Yuchen yang melihat semua penjaga telah pergi sepenuhnya dan sikap Tuan Yan yang telah tenang serta Nona Shu yang terduduk dengan tubuh yang bergetar hebat di belakang Tuan Yan pun membuat Li Yuchen merasa waktunya membuat transaksi.


“Semuanya telah pergi dan hanya tinggal kita bertiga di sini. Apakah kita bisa mulai pembicaraan ini?” tanya Li Yuchen dengan senyum yang misterius sambil menarik kursi yang ada di dekatnya dengan posisi seperti seorang Bangsawan yang tinggi.


#Bersambung#


Ada yang bisa tebak, apa yang akan dibicarakan oleh MC kita nanti? Jawab di kolom komentar ya..

__ADS_1


__ADS_2