
Li Yuchen bersama Ye Zhin dan Shanyuan yang memasuki Portal yang kedua tidak menyangka jika ketiganya akan melihat laut yang sangat luas di depan matanya.
“Apa ini? Kenapa ada Laut yang sangat luas di sini?” tanya Ye Zhin dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang sangat terkejut dengan mata yang terbuka lebar.
“Ini bukan Laut biasa. Aku merasa ada sesuatu yang sangat besar tersimpan di dalamnya!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.
“Apakah ada Hartu Karun di bawah Laut ini, Tuan Muda?” tanya Shanyuan dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan mata yang terbuka lebar.
“Ya, aku rasa seperti itu!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang sangat yakin dengan ekspresi wajah yang dingin.
Li Yuchen yang tidak ingin kehilangan Harta Karun yang berharga yang tersembunyi di dalam Laut itu pun memutuskan untuk masuk dan menjelajahi Lautan luas tersebut.
“Gunakan Energi kalian untuk melindungi tubuh kalian dan agar kalian berdua bisa bernafas di dalam air karena kita akan segera masuk ke dalam!” ucap Li Yuchen dengan suara yang tegas yang langsung mendapatkan anggukan persetujuan dari keduanya.
Li Yuchen dan yang lainnya yang menyelam ke dalam Laut yang terdapat di dalam Reruntuhan Kuno tiba-tiba melihat sebuah Istana yang sangat besar di Lautan terdalam.
“Bos, lihat itu! Ada sebuah Istana di sana!” teriak Ye Zhin dengan suara sangat keras sambil menunjuk ke sebuah bangunan yang ada di depannya.
“Senior Ye, sepertinya di dalam sana terdapat Harta Karun yang dikatakan Tuan Muda!” ucap Shanyuan yang mengemukakan pendapatnya.
“Kau benar! Di dalam sana terdapat Harta Karun yang sangat bagus!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung.
Li Yuchen yang merasa sangat penasaran pun mempercepat gerakannya dan pergi menuju ke Istana itu dengan sangat cepat.
“Mengapa aku merasa sangat familiar dengan Harta Karun yang ada di dalam Istana itu?” tanya Li Yuchen dalam hati dengan perasaan yang tidak tenang.
Namun sebelum Li Yuchen dan yang lainnya bisa sampai di Istana Laut itu tiba-tiba Seekor Gurita Raksasa muncul di hadapan keduanya dan menghalangi jalan ketiganya.
“Tidak akan ada seorangpun yang bisa memasuki Istana Laut ini tanpa seizin Tuanku!” ucap Gurita Raksasa itu dengan suara yang lantang sambil menyemburkan tinta hitam beracun ke arah Ye Zhin dan Shanyuan.
Ye Zhin yang tidak terima dengan perlakuan itu pun membuat Segel Formasi untuk mengurung Gurita Raksasa itu di dalamnya seperti yang dilakukannya pada Kalajengking Raksasa yang ada di dalam Gua.
__ADS_1
Gurita Raksasa yang tidak bisa ditahan hanya dengan Segel Formasi tingkat Dua milik Ye Zhin dengan cepat menghancurkan Segel Formasi tersebut berkeping-keping lalu memukul Ye Zhin mundur dengan salah satu tentakelnya yang sangat besar.
Shanyuan yang tidak ingin tinggal diam saja pun mengeluarkan Kipas Shanhe miliknya dan mengeluarkan Angin yang sangat kuat sehingga membuat air yang ada di dalam lautan berputar membentuk Pusaran Air yang sangat besar.
Shanyuan yang melihat Gurita Raksasa tersebut terjerat dan masuk ke dalam Pusaran Air yang dibuatnya lalu berputar-putar di dalamnya tidak menyangka jika Gurita Raksasa tersebut bisa menghancurkan serangannya menjadi berkeping-keping hingga menerbangkan Shanyuan jauh ke belakang.
Li Yuchen yang merasakan perasaan familiar dengan Gurita Raksasa yang ada di depan matanya pun tiba-tiba melihat tanda petir di dahinya.
“Tanda itu...” gumam Li Yuchen yang mengenali tanda yang dimiliki Gurita Raksasa lalu menghentikan Shanyuan dan Ye Zhin yang ingin lanjut menyerang.
“Hentikan! Tidak ada yang boleh menyerang ataupun maju!” ucap Li Yuchen dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang serius.
Li Yuchen yang maju ke depan ke hadapan Gurita Raksasa pun menggunakan Jiwanya untuk masuk ke dalam pikiran Gurita Raksasa.
Li Yuchen yang sudah merasakan perasaan familiar pada Gurita Raksasa tidak menyangka akan bertemu dengan Hewan Kontraknya saat menjadi Kaisar Legenda di Daratan Wuzhou.
“Zuchen!” panggil Li Yuchen dengan suara yang lantang dan sangat keras dengan ekspresi wajah yang terkejut serta tatapan mata tak percaya saat melihat jiwa Hewan Suci Qilin di dalam tubuh Seekor Gurita Raksasa.
Hewan Suci Qilin yang dimiliki Li Yuchen bukanlah Qilin biasa karena telah bermutasi menjadi jenis yang baru dan Hewan Suci Qilin ini selalu bersama Li Yuchen semasa hidupnya dalam keadaan suka maupun duka sebelum dihianati Hua Ping.
“Kau benar. Ini aku Tuanmu tapi apa yang sebenarnya terjadi padamu? Kenapa kau bisa berubah menjadi Gurita Raksasa?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan rasa ingin tau yang tinggi.
Zuchen yang tidak ingin menutupi apapun yang terjadi padanya saat kepergian Li Yuchen pun menceritakan semuanya kepada Li Yuchen.
“Saat saya merasakan Kontrak antara Tuan dan saya terputus. Saya langsung pergi menyusul Tuan ke Puncak Gunung Ming Hao dan saat saya sampai saya melihat Tuan terjatuh ke dalam Jurang yang sangat dalam!”
“Ketika saya melompat ingin menyelamatkan Tuan, Selir Yuwen, Selir Ling dan Selir Xue menyerang saya secara bersamaan hingga saya ikut terjatuh ke dalam jurang menyusul Tuan!”
“Lalu saat saya membuka mata, saya sampai di Daratan ini dalam wujud Gurita Raksasa ini. Namun sebelum saya pergi mencari Tuan, saya telah membawa semua Benda Pusaka yang disimpan Tuan di dalam Ruang Rahasia!”
LI Yuchen yang mendengar perkataan Zuchen pun tertawa dengan sangat lantang dan keras lalu memasang ekspresi wajah yang bahagia.
__ADS_1
“Hua Ping! Kau membunuhku karena kau menginginkan semua yang aku miliki tapi tidak disangka kau pun tidak bisa mendapatkan semuanya setelah melenyapkanku!” ucap Li Yuchen dengan suara yang sangat keras.
Li Yuchen yang mengalihkan pandangannya ke arah Hewan Suci Qilin itu pun memeluknya dengan sangat erat dan melepaskan perasaan rindunya.
“Aku senang bisa bertemu denganmu lagi Zuchen!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang jujur dengan nada suara yang tulus.
Li Yuchen yang mendengar penjelasan dari Zuchen pun menyadari satu hal yang sangat penting yang telah terjadi.
“Jika seperti yang dikatakan Zuchen benar maka Zuchen terlahir kembali bersama denganku tapi bedanya Zuchen hidup dalam wujud yang berbeda!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang sangat percaya diri.
“Zuchen! Apakah kau mau mengikutiku kembali di Kehidupan ini?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.
“Tuan tidak perlu bertanya. Zuchen akan selalu menjadi Hewan Kontrak Tuan!” ucap Zuchen dengan keyakinan penuh.
Li Yuchen yang mendapatkan jawaban yang sangat dinantikannya pun keluar dan kembali ke tubuhnya kembali.
Zuchen yang mengenali Li Yuchen sebagai Tuannya pun berlutut di hadapan Li Yuchen dan membuat Ye Zhin dan Shanyuan kebingungan.
“Apa yang telah terjadi? Kenapa Gurita Raksasa itu tiba-tiba menjadi jinak?” tanya Shanyuan dengan wajah yang polos dengan nada suara yang penasaran.
Zuchen yang ingin mengembalikan semua Benda Pusaka milik Li Yuchen pun membawa Li Yuchen pergi bersamanya memasuki Istana Laut dan meninggalkan Ye Zhin dan Shanyuan di luar.
“Tunggu! Apa yang telah terjadi? Kemana Gurita Raksasa itu membawa Tuan Muda pergi?” tanya Shanyuan yang penasaran dengan suara yang lantang.
“Kita tidak bisa diam saja! Kita harus ikut masuk dan mengikuti Bos!” ucap Ye Zhin dengan suara yang lantang yang langsung direspon dengan anggukan oleh Shanyuan.
Ye Zhin dan Shanyuan yang mencoba mengikuti dari belakang tidak menyangka bahwa ada Segel Formasi tingkat Lima yang melindungi Istana Laut tersebut sehingga tidak akan ada seorangpun bisa masuk ke dalam tanpa izin.
“Sial! Kita terkunci di luar! Kita tidak bisa masuk ke dalam!” ucap Ye Zhin dengan nada suara yang kesal dengan tangan yang terkepal erat.
“Semoga saja Tuan Muda baik-baik saja di dalam dan kembali dengan selamat!” ucap Shanyuan dengan anda suara yang tulus.
__ADS_1
#Bersambung#
Benda Pusaka apa saja yang dibawa Zuchen bersamanya? Apa yang akan di dapatkan Li Yuchen? Apa rahasia dari Reruntuhan Kuno itu sebenarnya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..