
Seo Xiqin yang melihat Li Yuchen yang menggigil kedinginan pun merasa kasihan dan iba hingga akhirnya mengambil handuk lain yang lebih hangat lalu memberikannya pada Li Yuchen.
“Ambillah ini! Lalu keringkan tubuhmu. Aku akan menyiapkan teh hangat untukmu!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang masih kesal sambil menoleh ke arah lain karena menolak melihat ke mata Li Yuchen.
Seo Xiqin yang telah berganti pakaian dengan pakaian yang lengkap dan mengganti cara berpakaian serta rambutnya itu pun membuat Seo Xiqin terlihat semakin cantik dan juga seksi.
Li Yuchen yang melihat perubahan pada tubuh Seo Xiqin pun menjadi sangat senang dan menawarkan diri untuk memeriksa dirinya.
“Qier! Kau sangat cocok dengan pakaian itu. Kau terlihat semakin cantik dan juga anggun.” Puji Li Yuchen dengan sangat tulus dengan senyum yang cerah meskipun tubuhnya masih menggigil kedinginan.
Li Yuchen yang telah kehabisan tenaga tidak bisa mengisi ulang energinya dengan Pil Penyembuh karena dirinya tidak sakit sama sekali sehingga membuat Li Yuchen harus bertahan dengan tubuh manusia yang menyebabkan dirinya harus menderita kedinginan.
“Hmm, Qier tidak akan termakan dengan mulut manis Chen gege yang Mesum!” ucap Seo Xiqin dengan penekanan kata di akhir yang sangat tinggi dengann dua tangan bersilang di dada dengan ekspresi wajah yang masih kesal.
Meskipun begitu, Seo Xiqin yang melihat Li Yuchen menggigil kedinginan membuatnya merasa sangat aneh.
“Chen gege adalah Seorang Kultivator, bagaimana bisa Chen gege tidak tahan dengan rasa dingin?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang polos dengan nada suara yang tidak mengetahui apapun.
“Hmmm! Apakah Qier sedang menggodaku sekarang hanya karena Chen gege telah kehabisan energi?” ucap Li Yuchen secara spontan dengan ekspresi wajah yang malas sambil terus meminum teh yang ada di depannya yang berharap dapat meningkatkan suhu tubuhnya.
“Kehabisan Energi? Bagaimana bisa?” tanya Seo Xiqin yang tidak mengerti perkataan Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung dengan nada suara yang sedikit naik.
“Tentu saja karena aku harus mentransfer energi dari dalam tubuh Chen gege ke dalam tubuh Qier. Jika tidak bagaimana bisa Chen gege kehabisan energi?” ucap Li Yuchen yang tidak perduli dengan yang ada dipikiran Seo Xiqin.
Seo Xiqin yang mendengar perkataan Li Yuchen pun menjadi sangat terkejut hingga membuatnya kesulitan mengatur ekspresi wajahnya.
“Apa hal ini ada hubungannya dengann aku yang mendengar suara Chen gege saat bersama dengan wanita itu? Aku memang merasa ada sebuah energi asing yang tiba-tiba menghangatkan tubuhku yang kedinginan di ruangan yang gelap itu!” gumam Seo Xiqin dalam hati dengan kepala tertunduk ke bawah.
“Aku tidak bisa memperlakukan Chen gege dengan buruk. Aku harus meminta maaf dan membantunya kembali hangat. Bagaimanapun juga Chen gege sudah sangat baik padaku, tidak hanya dia telah menekan penyakitku, chen gege juga membantu memperkuat meridian membuatku menjadi Kultivator Es bahkan Chen gege rela menyalurkan energinya padaku dengan taruhan nyawanya sendiri!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan tekad yang kuat.
Li Yuchen yang melirik ke arah Seo Xiqin yang tiba-tiba diam pun menjadi sangat terkejut dengan perubahan sikap Seo Xiqin yang sangat drastis.
__ADS_1
“Chen gege!” teriak Seo Xiqin yang langsung berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati Li Yuchen lalu menggenggam tangannya lebih dulu.
“Ada apa? Ada apa?” teriak Li Yuchen yang menjadi gagap karena terkejut dengan sikap Seo Xiqin yang sangat berbeda.
“Chen gege, maafkan Qier! Qier sungguh tidak sengaja! Qier tau jika Qier salah dan tidak seharusnya memperlakukan Chen gege dengan kasar. Qier minta maaf!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang sedih dengan mata yang berkilau seolah siap menangis.
“Gawat! Jantungku berdetak sangat cepat! Aku bisa terkena serangan jantung dan mati di sini! Tidak! Aku belum mau mati! Aku masih mau Malam Pertama, ya Dewa!” teriak Li Yuchen dalam hati dengan keringat yang mengalir dari dahinya ke pipinya dengan ekspresi wajah yang cemas.
“Haizz! Tidak perlu minta maaf. Chen gege tidak marah pada Qier!” ucap Li Yuchen yang langsung melepaskan genggaman Seo Xiqin karena tau jantungnya sedang tidak dalam kondisi yang aman.
“Kalau begitu apa yang harus Qier lakukan agar suhu tubuh Chen gege normal kembali?” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung dengan satu jari ke bibirnya yang membuat Li Yuchen semakin tidak tenang.
“Gawat! Aku sepertinya harus segera kembali ke kamarku jika tidak maka akan semakin berbahaya!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang tidak tenang.
“Ti-tidak perlu melakukan apapun. Qier pasti sangat lelah. Qier harus segera beristirahat dan Chen gege akan pergi sekarang juga.” Ucap Li Yuchen yang langsung melompat turun dari kursi dan berniat melarikan diri tapi ditahan Seo Xiqin.
“Qier merasa sangat tidak nyaman. Apakah Chen gege mau bermalam di sini malam ini?” tanya Seo Xiqin dengan nada suara yang lembut dengan wajah yang terlihat sangat imut.
Li Yuchen yang mendengar permintaan Seo Xiqin pun mengubah ekspresi wajah yang kusut menjadi cerah kembali dan langsung bergerak cepat untuk memeluk Seo Xiqin.
“Jangan berpikir yang tidak-tidak! Chen gege hanya tidur di sini malam ini dan bukan berarti kita akan melakukan semua yang ada dipikiran Chen gege sekarang!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang menahan kesal sambil menancapkan lima jari tangannya ke wajah Li Yuchen yang langsung membuat wajah Li Yuchen cerah seketika menjadi kelabu.
Seo Xiqin yang tau jika Li Yuchen sangat kecewa pun tidak bisa melakukan apapun karena dirinya masih belum bisa melepaskan ikatan masa lalunya dengan benar.
“Maafkan Qier, Chen gege!” gumam Seo Xiqin yang telah berbalik tubuh dan memasang wajah sedih dengan kepala tertunduk ke bawah.
Li Yuchen yang melihat ekspresi wajah sedih di wajah Seo Xiqin pun akhirnya menyerah dan bergerak cepat mendahului Seo Xiqin lalu mengambil posisi tidur terlebih dahulu.
“Chen gege akan tidur di sebelah kanan dan Qier akan tidur di sebelah kiri!” ucap Li Yuchen dengan nada yang keras hingga memecah lamunan Seo Xiqin.
“Agh! Chen gege itu bantalku!” teriak Seo Xiqin yang langsung berlari menaiki tempat tidur dan merebut bantal yang sedang ditiduri Li Yuchen.
__ADS_1
“Tidak bisa! Sekarang ini adalah bantalku. Qier bisa ambil bantal yang lain. Selamat malam Istriku yang cantik!” ucap Li Yuchen yang langsung berbalik arah dan memluk bantal itu dengan sangat erah.
“Tidak mau! Itu bantalku! Chen gege kembalikan!” teriak Seo Xiqin yang tidak mau kalah dan mencoba merebut bantal miliknya dari tangan Li Yuchen.
Li Yuchen dan Seo Xiqin pun terlibat pertarungan seru memperebutkan bantal yang tidak disangka jika bayangan siluet keduanya dapat tembus keluar dan dilihat oleh Sui’er dan Luo’er serta Paman Ong dan Bibi Yi bahwa keduanya sedang bercinta dengan sangat energik.
Seo Xiqin yang tidak menerima kekalahan pun tidak sengaja membuat lilin yang menjadi penerangan di dalam kamar itu padam hingga membuat keempat orang yang mengintip tidak bisa melihat apapun lagi.
Seo Xiqin yang kehilangan keseimbangannya pun terjatuh ke tempat tidur sambil menarik baju Li Yuchen yang membuat Li Yuchen terjatuh tepat di atasnya.
“Aduh!” teriak Seo Xiqin yang berteriak dengan sangat keras dengan mata yang terpejam sebentar sambil menahan sakit karena tubuhnya terjatuh dengan cara yang kasar.
“Apa Qier baik-baik saja?” tanya Li Yuchen yang berada di atas Seo Xiqin dengan pencahayaan minim dengan ekspresi wajah yang cemas.
Seo Xiqin yang melihat Li Yuchen tepat berada di depannya pun menjadi malu hingga wajahnya menjadi merah lalu memalingkan wajahnya ke arah lain.
“Agh, Chen gege!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan detak jantung yang tiba-tiba berdebar dengan sangat cepat.
Li Yuchen yang masih dapat melihat wajah Seo Xiqin yang memerah di tengah pencahayaan yang minim membuatnya tersenyum senang.
Li Yuchen yang juga dapat mendengar debaran jantungnya dan jantung Seo Xiqin yang sama-sama tidak beraturan membuat suasana di antara keduanya menjadi semakin intens.
Li Yuchen yang ingin melihat wajah Seo Xiqin dengan seksama pun menyentuh pipi Seo Xiqin dan memalingkan wajahnya untuk menatap lurus ke arahnya.
“Qier!” ucap panggil Li Yuchen dengan nada suara yang lembut dengan hembusan nafas yang terasa menyentuh bagian leher Seo Xiqin yang membuat Seo Xiqin merasa suhu disekitarnya menjadi sangat panas.
“Apakah Qier menyesal menikah dengan Chen gege apalagi setelah mengetahui rumor buruk tentang Chen gege yang telah tersebar luas?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengann tatapan mata yang tajam yang membuat Seo Xiqin semakin merasa terpesona dengan ketampanan wajah pria yang telah berstatus suaminya.
“Tidak!” ucap Seo Xiqin dengan tegas karena dalam hati Seo Xiqin tidak memiliki penyesalan ataupun keraguan untuk menikah.
Li Yuchen yang mendengar perkataan Seo Xiqin pun membelai lembut pipi Seo Xiqin hingga membuat Seo Xiqin menjadi sangat nyaman hingga akhirnya keduanya pun sama-sama memejamkan mata dan menautkan bibir keduanya di indahnya malam di bawah sinar bulan yang masuk melalui celah yang ada di dalam kamar Seo Xiqin.
__ADS_1
#Bersambung#
Yeay... Akhirnya kedua MC kita melakukan First Kiss-nya.. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah ada adegan lain nantinya? Silahkan baca kelanjutannya ya..