Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 155. Portal Makam Kuno


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, Makam Kuno yang berada di Padang Pasir di sebelah Utara Kota Jinlin akhirnya segera dibuka. Li Yuchen yang sangat paham jika melakukan Ekspedisi ke Makam Kuno sangatlah berbahaya telah melakukan berbagai persiapan.


Li Yuchen yang tidak bisa bertemu dengan Seo Xiqin sejak hari itu pun memutuskan untuk berpamitan sebelum memulai Ekspedisi ke Makam Kuno.


“Kenapa kalian berdua menghalangiku?” tanya Li Yuchen yang tidak bisa masuk ke halaman Seo Xiqin karena dihadang oleh Sui’er dan Luo’er.


“Maafkan kelancangan kami, Tuan Muda tapi ini adalah pesan dari Nona yang tidak bisa menerima siapapun masuk karena sedang melakukan Pelatihan Tertutup.” Ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang datar dengan kepala tertunduk ke bawah.


“Benar sekali Tuan Muda. Harap Tuan Muda memahami situasi kami. Kami hanya menjalankan perintah dari Nona.” Ucap Luo’er yang membela Sui’er dengan kepala yang ikut tertunduk dengan sikap yang sopan.


Li Yuchen yang sangat berharap dapat bertemu Seo Xiqin hanya bisa menelan kekecawaan sehingga memutuskan untuk segera pergi ke Makam Kuno.


“Hah! Baiklah. Aku mengerti. Berikan ini pada Nonamu. Jika dia telah keluar dari Latihan Tertutupnya.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar dengan tatapan mata yang kecewa sambil menyerahkan beberapa botol pil yang khusus disiapkannya untuk Seo Xiqin.


“Baik, Tuan Muda.” Ucap Luo’er dengan ekspresi wajah yang datar sambil mengambil botol pil yang diberikan Li Yuchen padanya sambil menundukkan kepala bersama Sui’er.


Li Yuchen pun melompat tinggi dan pergi dengan sangat cepat menuju ke Makam Kuno dengan hati yang kecewa.


“Aku harap kau bisa berhasil dengan Pelatihanmu!” ucap Li Yuchen dalam hati sambi terus bergerak menjauh.


Li Yuchen yang telah berada di jarak yang tidak terlalu jauh dari Makam Kuno pun langsung memakai Topengnya dan menunggu di atas pohon sambil mengamati situasi yang terjadi di bawah.


“Sepertinya Makam Kuno ini telah menarik perhatian banyak orang baik dari Ketiga Keluarga Besar dari Kota Jinlin, Walikota dan dua kekuatan besar di Kota Jinlin serta Keluarga dari Kota lain.” Gumam Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar sambil tersenyum sinis dan tatapan mata yang tajam.


Di sisi lain, Seo Wan’er yang datang ke Makam Kuno bersama Seo Hong dan beberapa Penjaga Keluarga Seo terlihat sangat bersemangat dan percaya diri.


“Wan’er, kau harus hati-hati dan tidak boleh ceroboh saat ada di dalam.” Ucap Seo Hong dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang khawatir.


“Ayah tidak perlu khawatir. Aku pasti akan kembali dengan membawa kejayaan untuk Keluarga Seo apalagi nanti akan ada Kakak Ling yang akan bergabung dengan kita.” Ucap Seo Wan’er dengan penuh percaya diri dengan senyum yang lebar.


Tepat setelah mengatakan hal itu Jin Ling yang datang bersama Jin Xiping dan Jin Li Yan pun langsung menjadi pusat perhatian.

__ADS_1


Orang-orang yang menghargai dan menghormati Jin Xiping sebagai Walikota dari Kota Jinlin pun datang satu per satu memberi salam kepadanya tak terkecuali Seo Hong, Kepala Keluarga Seo.


“Selamat datang Walikota Jinlin.” Ucap Seo Hong dengan senyum yang sangat lebar dengan dua tangan yang diletakkan ke depan seperti memberi salam sambutan.


“Salam Paman!” ucap Seo Wan’er yang juga datang bersama Seo Hong memberi salam dengan wajah yang terlihat sangat cantik dengan senyum yang malu-malu dengan wajah yang memerah.


Jin Xiping yang melihat Seo Hong dan Seo Wan’er yang datang menyambutnya pun menjadi sangat senang dan merasa sangat bangga akan dirinya sendiri.


“Hahaha.. Kepala Keluarga Seo terlalu sungkan. Bukankah sebentar lagi kita akan memiliki kabar yang baik karena anak-anak kita.” Ucap Jin Xiping dengan tawa yang keras dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil menepuk pundak Seo Hong dengan santai sambil menatap Seo Wan’er dan Jin Ling yang telah berdiri bersampingan.


Jin Li Yan yang terlahir dari Seorang Selir selalu menjadi bayang-bayang dan bahkan sering tak terlihat berkat kedatangan Jin Ling yang akhirnya membuat diriya merasa sangat tidak nyaman.


Jin Li Yan yang sangat iri dengan status dan kedudukan Jin Ling sehingga membuatnya memiliki niat untuk mengambil semua yang menjadi milik Jin Ling termasuk wanita yang disukai atau dekat dengan Jin Ling.


“Senang bertemu dengan Nona Seo. Seperti biasa, Nona Seo selalu terlihat sangat cantik dan menawan.” Ucap Jin Li Yan dengan senyum yang lembut dengan tatapan mata yang sangat berkarisma hingga membuat Seo Wan’er terpesona sesaat.


“Terima kasih untuk pujiannya, Tuan Muda Kedua.” Ucap Seo Wan’er dengan nada suara yang lembut dan senyum menawan dengan tatapan mata yang menghina.


Jin Ling yang tidak menyukai Jin Li Yan yang mencoba menggoda Seo Wan’er pun langsung mendorong pundak Jin Li Yan hingga membuatnya hampir kehilangan keseimbangan lalu merangkul pundak Seo Wan’er dan mengajaknya pergi menjauh.


Seo Wan’er yang mengetahui bahwa Jin Ling cemburu dengan sikap Jin Li Yan yang mencoba menggodanya pun membuat Seo Wan’er merasa sangat senang.


“Kakak Ling tidak perlu cemburu. Wan’er tidak akan berpaling apalagi kepada anak Seorang Selir. Wan’er hanya akan selalu milik Kakak Ling seorang.” Ucap Seo Wan’er dengan senyum yang menggoda dan wajah yang merona dengan nada suara yang lembut sambil menatap mata Jin Ling.


Jin Ling yang mendengar perkataan Seo Wan’er pun menjadi tenang tapi meskipun begitu wajah Seo Xiqin di hari pernikahan ternyata masih sangat membekas di dalam ingatan Jin Ling hingga membuat Jin Ling penasaran dan terpesona.


“Wan’er kenapa tidak pernah cerita jika memiliki seorang kakak perempuan?” tanya Jin Ling yang mencoba mencari informasi mengenai Seo Xiqin.


“Apa masalahnya? Apakah Kakak Ling menyukainya?” ucap Seo Wan’er yang langsung menjadi marah mendengar nama Seo Xiqin yang disebutkan.


“Tentu saja tidak. Kakak Ling hanya menyukai Adik Wan’er. Kakak Ling hanya penasaran bagaimana kehidupannya setelah menikah dengan Pecundang dari Keluarga Li itu?” ucap Jin Ling dengan nada suara yang kesal tidak bisa mendapatkan wanita yang cantik.

__ADS_1


“Hmmm, apa lagi yang harus diketahui tentu saja kesengsaraan. J****g itu telah diusir dari Kediaman dan tidak tau tinggal dimana.” Ucap Seo Wan’er dengan ekspresi wajah yang cuek dan nada suara yang tidak peduli.


Jin Ling yang mendengar bahwa Seo Xiqin sudah tidak berada di Kediaman Keluarga Seo pun terdiam dan memutuskan untuk mencari tau keberadaan Seo Xiqin diam-diam.


“Jika seperti itu maka pasti hidupnya menderita. Aku harus bisa menemukan keberadaannya dan memberikannya kelimpahan materi. Aku yakin dia pasti akan dengan sukarela berbaring di atas tempat tidurku!” ucap Jin Ling dengan ekspresi wajah yang datar dengan senyum yang sinis dengan pikiran yang dipenuhi dengan hal yang kotor.


Di saat suasana menjadi semakin ramai, Perwakilan dari Paviliun Huanfu dan Menara Formasi Shinzu yang dipimpin oleh Ye Rui dan Wu Peng pun datang hampir bersamaan sehingga mengambil perhatian semua orang.


Pria-pria muda yang jatuh cinta pada Ye Rui dan Wu Ruxin pun langsung berbicara dengan suara yang besar memberikan pujian untuk keduanya.


“Wah, lihat itu! Itu ada Nona Ye!”


“Nona Ye! Lihat aku!


“Oh, Dewiku sangat cantik! Nona Ye Rui!”


“Tidak hanya ada Nona Ye. Coba lihat itu, Nona Wu Ruxin juga datang!


“Nona Wu juga terlihat sangat menawan dan cantik!”


“Oh, Dewiku! Aku ingin sekali bisa berbicara dengannya!”


Seo Wan’er yang awalnya sangat senang karena menjadi pusat perhatian tiba-tiba menjadi sangat kesal saat melihat semua perhatian itu telah direbut oleh Ye Rui dan Wu Ruxin.


Seo Wan’er yang awalnya bersikap cuek tidak bisa mengendalikan ekspresinya lagi saat melihat Jin Ling yang awalnya hanya terfokus padanya menjadi terlihat sangat mengagumi Ye Rui hingga berjalan mendekati Ye Rui yang sedang berdiri bersama Master Alkemia yang lain.


“Sial! Dasar P*****r! Beraninya dia datang dan menggoda calon suamiku. Lihat saja nanti! Aku akan memberimu pelajaran di dalam Makam Kuno.” Ucap Seo Wan’er dalam hati dengan ekspresi wajah yang kesal dan marah dengan tangan terkepal erat dengan tatapan mata penuh kebencian.


Keramaian yang semakin padat membuat Area di sekitar Makam Kuno menjadi sangat ramai dan di saat semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing tiba-tiba perubahan terjadi di atas langit.


#Bersambung#

__ADS_1


Perubahan apa yang terjadi di atas langit? Komen di kolom komentar ya..


__ADS_2