Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 41. Akhir dari Kesombongan


__ADS_3

Ye Rui yang telah sangat mengenal Tripod yang ada di ruangan itu segera memulai Alkemianya setelah Tetua Han menyatakan Pertandingan di mulai tanpa memberi Li Yuchen kesempatan mendahuluinya.


"Aku adalah murid dari Tetua Han, Tetua Asosiasi Alkemia Kota Jinlin. Aku harus menang dan mengalahkan kesombongan pria berengsek itu." ucap Ye Rui dalam hati sambil bergerak memasukkan semua Tanaman Obat yang dibutuhkan untuk membuat Pil Luanzi dan mulai berkonsentrasi mengontrol api miliknya agar tidak menghancurkan semua Tanaman Obat tersebut.


Li Yuchen yang melihat sifat tidak sabaran dan arogansi dari Ye Rui hanya menghela nafas pendek dan menggelengkan kepala.


"Hah! Pantas saja Tetua Han ini ingin sekali aku bertanding dengan murid. Ternyata muridnya ini benar-benar membutuhkan orang lain untuk menyadarkannya jika di atas langit masih ada langit!" ucap Li Yuchen sambil menghembuskan nafas pendek dengan ekspresi wajah yang malas.


Li Yuchen yang tau jika membuat Pil tidak bisa terburu-buru karena membutuhkan konsentrasi dan Energi Qi yang banyak agar dapat membentuk Pil dengan tingkat yang tinggi memulai Alkemia saat hatinya telah tenang.


Di saat Li Yuchen masih mempersiapkan Tanaman Obat, Ye Rui telah menyelesaikan Pembuatan Pilnya dalam waktu singkat.


"Berhasil!" teriak Ye Rui dengan penuh semangat sambil membuka penutup Tripod miliknya dan mengeluarkan Pil luanzi dari dalam sana lalu memasukkannya ke dalam botol kecil.


"Ini dia tiga butir Pil luanzi tingkat Dua, Guru! Silahkan Guru Periksa." ucap Ye Rui dengan penuh percaya diri sambil memberikan Botol Pil Luanzi.


Tetua Han pun mengambil Botol tersebut lalu membuka dan melihat Pil Luanzi itu dengan seksama.


"Kerja bagus, Rui'er. Pil Luanzi tingkat Dua!" teriak Tetua Han mengumumkan hasil Alkemia dari Ye Rui dengan suara yang keras.


"Selamat Nona Ye. Anda memang sangat berbakat di bidang Alkemia. Saya yakin anda pasti akan memenangkan pertandingan ini." ucap Jin Ling dengan senyum bahagia sambil menyambut Ye Rui seolah telah memenangkan pertandingan.


"Terima kasih Tuan Muda Jin. Tentu saja aku pasti akan menang. Aku tidak akan kalah dengan orang yang tidak punya aturan sepertinya." ucap Ye Rui dengan nada bicara yang sinis dan ekspresi wajah yang merendahkan.


"Yang dikatakan Nona Ye sangat benar. Lihat saja idiot itu, dia bahkan belum memulai Alkemianya sama sekali padahal waktu tinggal setengah jam lagi." ucap Jin Ling dengan nada menyindir sambil melihat ke arah Dupa yang telah terbakar setengah.


Tetua Han yang melihat dua orang yang ada di depannya hanya menggelengkan kepalanya perlahan dan mengalihkan perhatiannya pada Li Yuchen yang telah siap melakukan Proses Alkemia.


Li Yuchen yang telah mengeluarkan Tanaman Obat yang dibutuhkannya untuk membuat Pil Luanzi pun memulai Proses Alkemianya.

__ADS_1


Li Yuchen mengangkat semua Tanaman Obat dengan Energi Qi miliknya lalu mengeluarkan Api Berapi Hitam miliknya yang sontak membuat Tetua yang terus memperhatikannya langsung memasang wajah terkejut dan tidak percaya dengan penglihatannya.


"A-apakah itu A-Api Berapi Hitam?" tanya Tetua Han dengan gagap sambil berjalan perlahan ke depan ke arah Li Yuchen.


"Gu-guru! Apa itu Api Berapi Hitam? Kenapa ekspresi wajahmu seperti itu?" tanya Ye Rui dengan ekspresi wajah yang bingung sambil menatap punggung Tetua Han yang telah berjalan ke arah Li Yuchen.


Tetua Han yang terlalu fokus dengan Api Berapi Hitam milik Li Yuchen tidak mendengar dengan jelas pertanyaan Ye Rui.


Ye Rui yang merasa diabaikan oleh Tetua Han menjadi kesal dan marah dan melampiaskan amarahnya kepada Li Yuchen.


"Dasar sombong! Hanya Api Berapi Hitam sudah mau pamer dihadapan Guruku. Guruku bahkan punya Api Phoenix yang merupakan salah satu dari tiga Api terbaik di Daratan Danzong." ucap Ye Rui dengan nada bicara yang sinis dan tatapan mata merendahkan.


Tetua Han yang mendengar perkaraan muridnya itu tidak bisa mentolerir lagi kesombongannya.


"Diam! Jika kau tidak tau apa-apa maka lebih baik tutup mulutmu!" teriak Tetua Han dengan nada yang tinggi dan kasar sambil menatap tajam ke arah Ye Rui yang berdiri terdiam membatu.


"Gu-guru! A-aku!" ucap Ye Rui dengan ekspresi wajah yang sedih sambil menatap Tetua Han yang tidak menoleh ke arahnya sedikitpun.


"Tidak salah lagi. Itu adalah Api Berapi Hitam. Api Hitam yang berasal dari Gunung Berapi terpanas di antara Tiga Daratan." gumam Tetua Han dengan suara rendah tapi dapat didengar jelas oleh Ye Rui dan Jin Ling karena tidak ingin merusak konsentrasi Li Yuchen.


"Api Phoenix milikku tidak sebanding dengan miliknya karena Api Berapi Hitam berada di Daftar Pertama Api Terpanas dan sangat sulit untuk mengendalikannya. Aku bahkan tidak yakin dapat mengontrol panas Api Berapi Hitam sebaik dirinya." ucap Tetua Han dengan ekspresi wajah yang masih sulit menerima kenyataan karena dapat melihat Api Terpanas di tiga Daratan.


"Api Berapi Hitam adalah api yang tidak akan pernah padam hingga menjadi abu." ucap Tetua Han lagi menjelaskan semua yang diketahuinya pada muridnya yang naif.


Jin Ling yang bukan Seorang Alkemia tidak mengetahui apapun tentang semua yang dikatakan Tetua Han hanya bisa diam melihat dan mendengarkan dari jauh.


Sementara Ye Rui yang mendengar semua pernyataan Tetua Han merasa tertampar dengan kesombongannya sendiri dan kehilangan kepercayaan dirinya.


"Jika semua yang dikatakan Guru itu benar. Apakah aku masih dapat yakin bisa menang?" ucap Ye Rui dengan wajah yang tidak dapat dijelaskan sambil terus memperhatikan cara Li Yuchen melakukan Alkemia.

__ADS_1


"Nona Ye jangan pesimis. Aku yakin, Nona Ye pasti akan menang."ucap Jin Ling yang mencoba menyemangati Ye Rui yang mentalnya sudah turun.


"Semoga saja yang kau katakan itu benar, Tuan muda Jin." ucap Ye Rui dengan suara yang rendah dan tatapan mata yang senduh.


"Jangan seperti itu Nona Ye. Anda harus semangat. Pertandingan masih belum selesai. Meskipun dia memiliki Api yang hebat tapi lihatlah, dia bahkan belum berhasil membuat satu Pil pun." ucap Jin Ling yang mengatakan kata-kata manis memberikan harapan semu kepada Ye Rui yang tidak memiliki kepercayaan diri.


Ye Rui yang mendengar pernyataan Ji Ling hanya tersenyum terpaksa sedangkan Tetua Han hanya diam dan tidak perduli.


Li Yuchen yang telah berhasil mengekstrak Tanaman Obat tersebut pun mulai menyatukan semua Tanaman Obat dan memadatkannya menjadi sebuah Pil Luanzi.


Li Yuchen yang telah berhasil membuat Pil Luanzi dua kali kemarin tidak merasa kesulitan sama sekali dan cara Li Yuchen melakukan Alkemia terlihat seperti sebuah seni yang sangat indah.


Tepat beberapa menit sebelum dupa terbakar semua, bau harum dari hasil pembentukan Pil Luanzi tercium sangat wangi di dalam ruangan.


Li Yuchen yang menyadari jika Pilnya telah berhasil dibuat pun memasukkan semua Pil yang terlah berhasil dibuatnya ke dalam botol.


"Tetua Han, silahkan anda lihat!" ucap Li Yuchen sambil menyerahkan dua botol Pil Luanzi kepada Tetua Han dengan wajah tanpa ekspresi.


Tetua Han pun mengambil botol tersebut dan mengeluarkan semua pilnya satu per satu lalu memeriksanya dengan seksama.


"Pemenangnya adalah Tuan Muda ini." ucap Tetua Han dengan ekspresi wajah yang kecewa sambil menggelengkan kepalanya sambil menunjuk ke arah Li Yuchen berdiri.


Jin Ling yang mendengar perkataan Tetua Han tidak terima dengan hasilnya dan mencoba protes namun tidak bisa berkata apapun pada akhirnya.


"Tidak mungkin. Nona Ye tidak mungkin kalah. Orang ini pasti melakukan sesuatu yang curang!" ucap Jin Ling dengan suara yang tinggi dan wajah yang tidak terima kekalahan.


"Tidak! Aku tidak akan mengaku kalah. Aku adalah Pemimpin Kota selanjutnya. Aku tidak akan bersujud di hadapan orang lain." ucap Jin Ling dalam hati sambil mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat.


"Tu-tuan Muda Jin!" ucap Ye Rui dengan ekspresi wajah yang tidak nyaman sambil mencoba meraih tangan Jin Ling yang mundur ke belakang dengan ekspresi wajah tidak terima kenyataan.

__ADS_1


#Bersambung#


__ADS_2