
Li Yuchen yang telah kembali ke Kediamannya pun masuk ke dalam Giok Naga Hijau Emas yang ada di dalam tubuhnya untuk melakukan sesuatu pada Naga yang tersimpan di sana.
“Aku tidak menyangka jika Naga ini sangatlah besar dan sepertinya akan memakan waktu yang lama untuk memisahkan kulit dan daginya serta mengambil beberapa bagian penting yang ada di dalam tubuhnya.” Gumam Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang lelah dengan nafas yang tidak beraturan.
Li Yuchen yang menyadari jika waktunya telah terbuang cukup lama saat dirinya berada di dalam Giok Naga Hijau Emas pun memilih untuk keluar.
“Sudah waktunya untuk kembali. Daging Naga ini akan aku minta Paman Ong untuk memasaknya dan memberikannya pada Qier. Aku ingin Qier selalu sehat karena rasanya sangat sakit melihatnya menderita sendiri.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang sedih saat melihat Seo Xiqin yang terbaring di atas tempat tidur dengan tubuh yang sangat dingin seperti es.
“Darah serta beberapa bagian lain dari tubuh Naga ini akan aku simpan di sini. Aku yakin akan ada kegunaannya di masa depan.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang penuh dengan keyakinan dengan tatapan mata yang tajam.
Li Yuchen yang telah berada di Dunia Nyata pun memanggil Paman Ong dan Bibi Yi datang menemuinya sesegera mungkin.
“Selamat datang kembali Tuan Besar!” ucap Paman Ong dan Bibi Yi dengan ekspresi wajah yang sopan dan tulus dengan nada suara yang lembut.
“Tidak perlu bersikap terlalu sopan. Aku memanggil kalian kemari untuk bertanya. Apakah ada sesuatu yang terjadi selama aku pergi?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius sambil duduk meminum teh yang diseduh oleh Bibi Yi.
“Tidak ada yang terjadi selama kepergian Tuan Besar!” ucap Bibi Yi dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang penuh dengan rasa percaya diri.
“Lalu bagaimana dengan Kediaman Keluarga Seo dan Kediaman Walikota serta Dua Kediaman Keluarga Bangsawan besar lainnya?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah datar dengan nada suara yang penasaran.
“Berdasarkan perintah Tuan Besar, kami telah menyusupkan beberapa mata-mata di keempat Keluarga itu dan mendapatkan informasi bahwa Kediaman Keluarga Seo dan Kediaman Walikota saat ini sedang dalam keadaan yang terguncang.” Ucap Paman Ong dengan ekspresi wajah yang serius sambil mengangkat kepalanya dengan percaya diri.
“Lanjutkan!” perintah Li Yuchen untuk Paman Ong melanjutkan penjelasannya.
“Nona Seo Wan’er terluka parah saat berada di Makam Kuno dan saat ini sedang diobati oleh Tabib dan Kediaman Seo membutuhkan Obat Penyembuh tingkat Tiga untuk benar-benar menyembuhkan luka Nona Seo Wan’er.” Ucap Paman Ong dengan nada suara yang datar dan tatapan mata yang tajam.
__ADS_1
“Tuan Muda Ling yang saat itu bersama Nona Seo Wan’er menyalahkan Ye Rui yang telah melukai Seo Wan’er dengan cambuk miliknya sehingga membuat Kepala Kleuarga Seo, Seo Hong, mengajukan protes dan meminta keadilan putrinya.” Ucap Paman Ong dengan ekspresi wajah yang serius.
“Hmmm! Menarik! Lanjutkan!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang sinis dengan tatapan mata yang tajam.
“Sebagai Kepala Keluarga Ye, Ye Han menolak untuk memberikan kompensasi atas perbuatan Nona Ye bahkan saat itu Nona Ye mengelak melukai Nona Seo Wan’er dengan niat terselubung karena menurut Nona Ye dirinya hanya melakukan perlawanan untuk mempertahankan yang menjadi miliknya dan Nona Seo Wan’er kalah dalam bertarung karena hal itu tidak ada yang perlu dikompensasikan jika seseorang yang lemah kalah dalam pertarungan!” ucap Paman Ong dengan penuh percaya diri.
“Bagus sekali!” ucap Li Yuchen yang memberikan tanggapannya tentang jawaban Ye Rui untuk semua yang telah terjadi.
“Seo Hong yang mendapatkan hinaan itu hanya bisa diam dan memilih pergi dan menyembuhkan luka Nona Seo sendiri sambil meminta bantuan Tuan Muda Ling!” ucap Paman Ong dengan kepala tertunduk.
Li Yuchen yang telah hidup lama dan berada di puncak hirarki di Kehidupan sebelumnya mengetahui dengan jelas hukum yang berlaku di Dunia ini.
“Hanya yang kuat yang dihormati dan orang yang lemah akan selalu ditindas!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang lirih dengan tatapan mata yang menunjukkan simpati.
“Orangtua itu langsung panik saat Seo Wan’er terluka tapi dia bahkan tidak melakukan apapun untuk kesembuah Qier! Aku bahkan bisa dengan sangat yakin mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang tau tentang Penyakit Hawa Dingin yang diderita Qier selama ini di Kediaman Keluarga Seo kecuali kedua pelayan pribadinya itu!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan tangan yang terkepal dengan sangat erat dengan tatapan mata yang penuh dengan kemarahan.
“Menurut mata-mata yang telah kita tempatkan di sana. Kediaman Walikota tidak akan melakukan apapun untuk membantu Nona Seo tapi sepertinya Tuan Muda Ling tidak akan tinggal diam dan pasti akan membantu Seo Wan’er mendapatkan Pil Penyembuh itu.” Ucap Bibi Yi dengan kepala tertunduk.
“Pria bodoh itu! Dia yang telah membunuh pemilik tubuh ini dan aku masih belum memberinya pelajaran. Haruskan aku melakukan sesuatu padanya?” gumam Li Yuchen dengan suara rendah yang langsung membuat Paman Ong dan Bibi Yi saling berpandangan karena tidak mengerti yang dikatakan Li Yuchen.
“Tuan Besar, mata-mata kita juga mendapatkan informasi bahwa Putra Kedua Walikota, Jin Li Yan mengalami kekalahan yang sangat besar di dalam Makam Kuno. Seluruh pasukan yang datang bersamanya meninggal dibunuh oleh Monyet Raksasa Liar dan Tuan Muda Li Yan pun harus mengalami luka yang parah setelah keluar dari Makam Kuno!” ucap Bibi Yi yang menyampaikan informasi yang didapatkannya.
“Sepertinya obat yang aku berikan padanya bekerja dengan sangat baik.” Ucap Li Yuchen dengan senyum jahat dengan ekspresi wajah yang puas.
Paman Ong dan Bibi Yi yang mendengar perkataan Li Yuchen pun saling berpandangan dan mengartikan perkataan Li Yuchen dengan pemikiran masing-masing.
__ADS_1
Li Yuchen yang ingin sendiri pun mengusir keduanya untuk keluar dan memanggil Ye Zhin yang ternyata berada di atas atap ruangan Li Yuchen.
“Masuklah!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang datar sambil duduk bersandar di kursinya.
“Bos! Aku senang kau telah kembali dengan selamat.” Ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang bahagia dan tulus.
“Terima kasih! Apakah semuanya telah kembali?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang datar.
“Ya, tentu saja. Nona Wu telah kembali ke Menara Formasi Shinzu bersama Ketua Wu dan Master Formasi yang lain serta Nona Ye dan Master Alkemia juga telah kembali ke Paviliun Huanfu!” ucap Ye Zhin yang langsung mengerti maksud pertanyaan Li Yuchen.
Meskipun Ye Zhin sangat membenci Ye Rui karena telah mengabaikannya dan menjadi anak dari pembunuh Ibunya tapi Ye Zhin tidak mau terus terkurung di masa lalu dan memilih untuk melanjutkan hidupnya untuk membuat Ibunya yang telah meninggal bangga padanya.
“Tapi Bos... Nona Wu dan Nona Ye yang tidak melihat sosokmu keluar dari Portal Makam Kuno bersikeras tidak ingin pergi sebelum bertemu denganmu tapi karena keadaan yang memaksa meraka akhirnya keduanya pun kembali dan meninggalkan Makam Kuno dengan ekspresi wajah yang kecewa dan cemas!” ucap Ye Zhin yang menceritakan fakta yang dilihatnya.
“Hah! Sepertinya semua yang telah terjadi di Makam Kuno telah membuat mereka berdua mengubah sudut pandang mereka padaku!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang pasrah.
“Bos! Apakah identitasmu sebagai Li Yuchen, Tuan Muda Kediaman Li Kota Kunlun telah terbongkar?” tanya Ye Zhin yang dapat menebak maksud dari perkataan Li Yuchen dengan mudah.
“Hah! Kau bisa menebaknya! Ya, mereka mengetahuinya sesaat topengku hancur saat melawan Naga yang tersegel di dalam Makam Kuno!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius sambil menunjukkan topeng miliknya yang telah terbelah menjadi dua.
Ye Zhin yang terkejut mendengar perkataan Li Yuchen langsung membuka matanya dengan snagat lebar saat mendengar Naga disebutkan.
“Na-Naga!” teriak Ye Zhin dengan ekspresi wajah terkejut dengan nada suara yang keras dengan alis yang naik ke atas.
“Anak ini masih tidak bisa mengontrol nada suaranya! Untunglah aku sudah membuat Formasi agar tidak ada seorangpun bisa mendengar pembicaraan kami.” Ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang lega.
__ADS_1
#Bersambung#
Apakah Li Yuchen akan menceritakan semuanya pada Ye Zhin? lanjutkan di Bab selanjutnya ya..