
Li Yuchen yang memiliki waktu beberapa hari sebelum pergi ke Daratan Yunzan pun masuk ke dalam Giok Naga Hijau Emas dan berlatih di dalam Pagoda.
“Aku telah menyerahkan semua urusan penting kepada Bibi Yi dan kedua pelayan Qier! Sekarang waktunya bagiku meningkatkan Kultivasiku!” ucap Li Yuchen yang berjalan menuju kamarnya.
Li Yuchen yang masuk ke dalam Giok Naga pun bertemu dengan Zuchen yang ternyata sedang berlatih juga.
“Zuchen sedang berlatih! Kalau begitu aku pun tidak boleh kalah! Aku pun akan semakin kuat untuk bisa menyelamatkan Qier dan membalaskan dendamku!” ucap Li Yuchen dengan tekad yang kuat.
“Saat ini aku telah berada di Level Surgawi tingkat Lima dan akan sangat sulit untuk naik meski hanya satu tingkat saja!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang depresi karena memikirkan sumber daya yang harus dihabiskan untuk menjadi lebih kuat.
Li Yuchen yang melihat Air Kolam Obat yang dibawanya dari dalam Makam Kuno pun mengambil air yang ada di dalamnya lalu dan memindahkannya ke dalam Baskom yang sangat besar.
“Hmmm, aku rasa ini sudah cukup! Saatnya membawanya masuk ke dalam Pagoda!” ucap Li Yuchen sambil memasukkan air tersebut ke dalam Tas Penyimpanan.
Li Yuchen yang telah berada di dalam Pagoda lantai satu pun mengeluarkan semua harta yang dimilikinya termasuk ratusan juta Pil Bulan Murni dan juga beberapa Kristal Darah.
“Aku telah memiliki semuanya. Aku akan berlatih dengan berendam di dalam Air Kolam Obat lalu menelan semua Pil ini dan menyerap semua Energi yang ada di dalam Kristal Darah ini!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar.
Li Yuchen yang tak menunda apapun pun memulai menelan jutaan Pil Bulan Merah dan menyerap semua Energi yang ada di dalam Kristal Darah lalu mengubah semuanya menjadi kekuatan di dalam dirinya.
Dua kekuatan yang diserap Li Yuchen ternyata tidak bisa bersatu sehingga memberikan penolakan keras di dalam tubuh.
Li Yuchen yang sedang berusaha menaklukan kedua kekuatan itu harus menahan setiap rasa sakit yang menusuk setiap inci tulang Li Yuchen.
Li Yuchen yang menggunakan Air Kolam Obat untuk meredakan sedikit rasa sakit yang dideritanya pun perlahan bisa mengubah semua Energi itu menjadi miliknya dengan mengisi setiap titik meridian di dalam tubuhnya hingga penuh.
Energi yang tak tertampung di dalam meridian itu pun menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan ledakan yang membuat Li Yuchen merasa jika dirinya akan segera naik tingkat.
“Aaaarrggghhhh!” teriak Li Yuchen dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang kelelahan yang menyebabka baskom air tersebut hancur dan mencipratkan air ke seluruh tempat dan menyebabkan Li Yuchen kebasahan.
Li Yuchen yang tidak keberatan dengan tubuhnya yang basah menjadi sangat senang saat mengetahui hasilnya bahwa dirinya telah berhasil menjadi Kultivator Surgawi tingkat Tujuh.
__ADS_1
“Tidak disangka aku berhasil naik dua tingkat dalam waktu yang sangat singkat!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang sangat bahagia.
Li Yuchen yang menyadari bahwa dirinya telah menghabiskan banyak sekali sumber daya pun merasa sedikit sedih.
“Satu Pil Bulan Murni dengan tingkat sempurna bisa menghasilkan uang puluhan juta tael perak dan sekarang aku menghabiskan jutaan Pil Bulan Murni dalam satu kali latihan! Jika bukan karena Zuchen, aku pasti sudah bankrut sekarang!” ucap Li Yuchen sambil menghela nafas panjang dengan ekspresi wajah yang sedih.
Di saat Li Yuchen telah selesai berlatih, Zuchen yang ternyata menunggu Li Yuchen sejak awal pun datang menghampirinya.
“Tuan! Tuan! Anda datang menemuiku!” ucap Zuchen dengan ekspresi wajah yang ceria dengan senyum yang lebar.
“Tentu saja. Aku ingin tau bagaimana dengan latihanmu?” tanya Li Yuchen dengan nada suara yang sangat ramah sambil mengelus kepala Zuchen dengan sangat lembut.
“Tempat ini jauh lebih baik daripada di luar tapi tempat ini sedikit lebih bagus dari Daratan Wuzhou!” ucap Zuchen dengan nada suara yang jujur.
“Yang katakan itu sangat benar. Di dalam sini Energi Surga dan Neraka sangatlah banyak dan dengan semua sumber daya yang terdapat di dalamnya tempat ini menjadi surga bagi orang yang ingin berlatih meningkatkan kultivasinya!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
Li Yuchen yang mengingat bahwa perbedaan waktu antara di dalam Pagoda dan di luar Pagoda sangat berbeda pun memberikan penjelasan kepada Zuchen.
“Aku memang merasakannya Tuan tapi aku tidak bisa menjelaskannya!” ucap Zuchen dengan ekspresi wajah yang bingung.
“Pagoda ini memiliki perbedaan waktu 7 : 1 dengan dunia di luar pagoda. Oleh karena itu, tujuh hari kau berlatih di dalam Pagoda sama saja dengan hanya berlatih satu hari di Dunia Nyata!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas.
Zuchen yang tidak percaya dengan perkataan Li Yuchen pun mulai memperhatikan semua yang ada di dalam Pagoda dan akhirnya menyadari bahwa semua yang ada di luar Pagoda berjalan dengan sangat lambat.
“Zuchen! Aku ingin kita dapat mengalahkan Hua Ping bersama-sama karena itu kita harus segera berlatih dan meningkatkan kekuatan dengan cepat!” ucap Li Yuchen sambil menepuk kepala Zuchen dengan lembut sambil menatap tajam ke mata Zuchen.
“Aku akan memberimu izin untuk berlatih di dalam Pagoda ini dan menggunakan semua Pil dan Inti Kristal yang aku berikan untuk meningkatkan Kultivasimu!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas.
Zuchen yang menyadari pentingnya kekuatan untuk saat ini pun memasang wajah yang serius dan tekad yang membara.
Li Yuchen yang telah berhasil memberikan pengertian kepada Zuchen pun memutuskan untuk keluar dan kembali ke Dunia Nyata.
__ADS_1
Li Yuchen yang merasa tubuhnya sangat kaku karena tidak digerakkan dalam waktu beberapa hari pun memanggil Pelayan datang.
Bibi Yi yang langsung merespon panggil Li Yuchen pun masuk ke dalam dan menunggu perintah dari Li Yuchen dengan tenang.
“Siapkan aku air! Aku ingin mandi dan bersiap-siap!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas dengan tatapan mata yang tajam.
“Baik, Tuan Muda!” ucap Bibi Yi dengan patuh dengan ekspresi wajah yang serius tapi Bibi Yi yang memiliki sesuatu yang ingin dikatakan pun tidak bergerak sama sekali sehingga membuat Li Yuchen.
“Ada apa? Apakah terjadi sesuatu saat aku sedang Berlatih?” tanya Li Yuchen dengan nada suara yang dingin dengan ekspresi wajah yang serius serta tatapan mata yang sangat tajam.
Bibi Yi yang tidak bisa menyembunyikan apapun dari Li Yuchen pun mengatakann semuanya dengan sejujurnya.
“Tuan Muda, saat ini anda kedatangan tamu. Ayah dan Ibu Tuan datang berkunjung dan keduanya datang bersama dengan Tuan Mo Hao dan Nona Mo Mingming!” ucap Bibi Yi dengan nada suara yang terdengar hati-hati sambil sesekali membaca perubahan wajah Li Yuchen.
Li Yuchen yang mendengar nama orang-orang yang datang menemuinya adalah kerabat dekatnya pun menganggukkan kepalanya.
“Aku mengerti. Berikan mereka semua pelayanan yang baik dan aku akan menemui mereka setelah selesai bersiap-siap!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin.
“Baik, Tuan Muda!” ucap Bibi Yi yang langsung menundukkan kepalanya dengan patuh lalu berjalan mundur melaksanakan yang diperintahkan Li Yuchen kepadanya.
Li Yuchen yang tidak mengharapkan ada kerabat yang datang menemuinya pun merasakan perasaan yang sangat asing di hatinya.
“Kenapa saat Bibi Yi bilang Ayah dan Ibu datang aku merasa biasa saja tapi saat Kakek dan Ming’er datang aku merasa sangat senang?” gumam Li Yuchen dengan suara yang rendah.
“Aku harap kedatangan mereka hanya ingin memberikan aku semangat karena aku akan segera mengikuti Perlombaan Persahabatan Tiga Daratan dan tidak untuk yang lainnya!” ucap Li Yuchen yang masih mengingat Mo Yunhe yang dengan tega menjebaknya dengan wanita lain padahal Mo Yunhe tau bahwa di dalam hati Li Yuchen hanya ada Seo Xiqin.
“Karena jika kedatangan mereka kemarin karena memiliki niat yang lain maka aku lebih memilih untuk memutuskan hubungan kekerabatan ini!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas dengan tekad yang kuat.
#Bersambung#
Apa tujuan kedatangan keempatnya menemui Li Yuchen ya? Apakah ada yang bisa menebaknya? Tulis di kolom komentar ya...
__ADS_1