Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 96. Lucu


__ADS_3

Li Yuchen yang telah berada di depan Aula Utama tidak sengaja bertemu dengan Seo Wan'er yang akhirnya dapat bertemu langsung dengan Seo Hong.


"Siapa disana?" teriak Seo Wan'er yang sedang berjalan-jalan di taman di dekat Aula Utama dengan suara yang tinggi dan wajah yang dipenuhi dengan make up yang penuh.


"Ma-maaf. A-aku hanya ingin ke Aula Utama." ucap Li Yuchen yang berpura-pura gugup dengan ekspresi wajah yang terkejut sambil menggaruk-garuk rambut kepala belakangnya.


"Siapa kau? Ada keperluan apa di Aula Utama?" tanya seorang Pelayan yang berdiri di belakang Seo Wan'ee dengan penuh percaya diri mendahului Tuannya untuk berbicara.


"Na-namaku Li Yuchen, Putra Pertama Keluarga Li dari Kota Kunlun. Aku datang untuk Perjanjian Pernikahan dengan Keluarga Seo." ucap Li Yuchen yang berpura-pura takut.


"Kau jangan menipuku. Dengan pakaian lusuh seperti ini, kau datang untuk menikah dengan Nona kami! Jangan bermimpi!" teriak Pelayan itu dengan suara yang tinggi yang akhirnya menyadarkan Seo Wan'er yang seharusnya menjadi calon istri dari Li Yuchen.


"Hentikan! Diam! Kau hanya seorang pelayan rendahan beraninya meninggikan suaramu di depan Majikanmu!"terik Seo Wan'er dengan tatapan mata yang tajam dan langsung di susul tamparan dari Pelayan Senior ke pelayan yang berteriak pada Li Yuchen.


"Tuan Muda Li, maafkan ketidaksopanan Pelayan itu. Aku berjanji akan memberinya hukuman yang berat." ucap Seo Wan'er dengan senyum yang lembut dan sikap yang anggun bagaikan Seorang Putri.


"Nona ini..." ucap Li Yuchen yang terhenti dengan ekspresi wajah yang bingung karena tidak berani menebak identitas wanita yang ada di depannya.


"Namaku Seo Wan'er. Aku adalah Putri Kedua Keluarga Seo dan orang yang akan Tuan Muda Li nikahi adalah Kakakku, Seo Xiqin." ucap Seo Wan'er dengan senyum yang lembut dan cantik sambil memainkan rambutnya yang panjang.


"Jadi benar, wanita muda ini adalah Putri Kedua. Aku sungguh tidak menyukai senyumannya karena senyuman itu memiliki racun yang sangat ganas di baliknya. Sungguh berbisa!" ucap Li Yuchen dalam hati sambil tersenyum balik atas pernyataan Seo Wan'er.


Seo Wan'er yang mengetahui kedatangan Li Yuchen segera memerintahkan Pelayan untuk memanggil Seo Xiqin dan mengantar Li Yuchen menemui Seo Hong.

__ADS_1


"Cepat panggilkan kakakku kemari! Katakan padanya jika calon suaminya sudah datang!" ucap Seo Wan'er dengan senyum yang penuh dengan banyak arti dengan tatapan mata merendahkan.


"Tuan Muda Li, silahkan ikuti saya. Saya akan mengantar anda bertemu dengan ayah." ucp Seo Wan'er dengan penuh percaya diri sambil berjalan dengan dada dibusungkan ke depan dengan langkah yang indah serta anggun.


Li Yuchen yang tidak punya pilihan lain pun mengikuti Seo Wan'er menemui Seo Hong dan dalam waktu singkat keduanya telah ada di depan Seo Hong yang sedang duduk dengan gagah di kursinya.


"Salam Kepala Keluarga Seo. Saya Li Yuchen, Putra Pertama Keluarga Li, datang untuk melakukan Perjanjian Pernikahan dengan Putri Keluarga Seo." ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius sambil menangkupkan tangan ke depan seperti memberi hormat.


Seo Hong yang melihat sikap yang sangat sopan dari Li Yuchen menjadi sangat senang tapi tiba-tiba perasaan itu berubah saat Hun Yin menyindir Li Yuchen dengan kata-katanya yang pedas.


"Katanya ingin melamar Putri Keluarga Seo tapi nyatanya tidak membawa apapun sebagai Hadiah Pernikahan." ucap Hun Yin dengan kata-kata yang pedas dan tatapan mata yang sinis serta ekspresi wajah yang merendahkan.


"Wanita ini tidak bisa menutup mulutnya sebentar saja tapi apa yang dikatakannya itu ada benarnya juga. Anak ini dia datang ke Kediaman Keluarga Seo dan meminta Putri Keluarga Seo tanpa memberikan hadiah apapun. Apakah dia ingin mempermalukan Keluarga Seo?" tanya Se Hong dalam hati sambil menatap tajam ke arah Li Yuchen yang sedang duduk meminum teh dan kue yang ada di meja.


“Apakah dia fikir aku akan terpengaruh dengan kata-kata seperti itu? Aku tidak akan menunjukkann hadiah pernikahanku untuk Istriku. Aku akan memberikannya langsung di hadapannya agar tidak ada orang yang akan mengambilnya.” Ucap Li Yuchen sambil mencuri pandang dengan tatapan curiga.


Tak butuh waktu lama, Seo Xiqin yang telah mendapatkan informasi dari Pelayan untuk segera ke Aula Utama telah tiba bersama dengan kedua Pelayan Pribadinya.


“Xiqin menghadap ayah dan Bibi.” Ucap Seo Xiqin dengan sengaja sambil menundukkan kepalanya sedikit sebagai Penghormatan.


“Bangunlah. Duduklah.” Ucap Seo Hong dengan nada bicara yang dingin sambil menatap pakaian yang dipakai Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang kecewa.


“Dasar gadis kecil j****g beraninya dia memanggilku Bibi di hadapan tamu dan bukannya Ibu. Lihat saja bagaimana aku memberimu pelajaran nanti.” Ucap Hun Yin dalam hati sambil tersenyum manis dengan tangan mengepal erat sapu tangan yang ada di tangannya.

__ADS_1


Seo Wan’er yang melihat Seo Xiqin datang menjadi sangat senang sambil menyindir Seo Xiqin dengan kata-kata yang pedas tapi langsung dibalas Seo Xiqin yang akhirnya membuat Seo Wan’er tediam.


“Lihatlah. Calon Suamimu sudah datang untuk menikahimu tapi sayang dia datang dengan tangan hampa. Kasihan sekali menikah tapi tidak mendapatkan Hadiah Pernikahan” sindir Seo Wan’er dengan nada suara yang rendah sambil menutupi tawa kecilnya di balik sapu tangan merah mudanya.


“Adik sepertinya sangat senang. Apakah adik bersedia mengambil kembali posisi sebagai Pengantin Tuan Muda Li?” tanya Seo Xiqin dengan senyum yang lembut sambil menoleh ke arah Seo Wan’er dengan nada suara yang rendah tapi masih dapat didengar jelas oleh Li Yuchen.


“Apa maksud gadis bakpau? Apakah dia ingin aku menikah dengan adiknya yang seperti ular berbisa itu?” tanya Li Yuchen dalam hati sambil memandang Seo Xiqin yang sedang berbicara dengan Seo Wan’er.


“Agh, bukankah niat yang tulus adalah hal yang sangat penting. Jadi aku rasa Saudari harus menerima niat baik dan tulus Tuan Muda Li dan jangan sampai menyia-nyiakannya.” Ucap Seo Wan’er yang menolak dengan kata-kata yang halus dengan senyum yang kaku.


Seo Xiqin yang mendengar jawaban Seo Wan’er pun tidak memperdulikannya lagi dan memfokuskan penglihatannya pada Li Yuchen, Calon Suaminya.


“Melihat postur tubuh dan gayanya meminum teh sangat mirip dengan seseorang tapi siapa orangnya aku tidak ingat sama sekali.” Ucap Seo Xiqin dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung dan tatapan mata penasaran.


Li Yuchen yang ditatap dengan sedemikian rupa oleh Seo Xiqin menjadi salah tingkah sehingga telinganya menjadi merah.


“Apa yang dilakukannya? Kenapa melihatku sampai seperti itu? Apakah dia mengenaliku? Tidak! Itu tidak mungkin, aku selalu memakai topeng saat di dekatnya jadi tidak mungkin dia mengetahui wajah asliku.” Ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang memerah dengan leher bagian belakang yang ikut memerah sambil meletakkan satu tangan di bawah hidungnya karena malu.


Seo Xiqin yang melihat sikap Li Yuchen yang salah tingkah dan malu saat dirinya di tatap membuat Seo Xiqin tertawa kecil.


“Lucu juga melihatnya tersipu malu seperti itu. Sepertinya pernikahan ini tidak buruk juga.” Ucap Seo Xiqin dalam hati dengan ekspresi wajah yang tertawa di balik cadarnya.


#Bersambung#

__ADS_1


Seluruh Anggota Keluarga Seo memandang sebelah mata MC kita karena datang tanpa membawa apapun. Kira-kira apa yang akan terjadi saat mereka tau hadiah yang telah disiapkan oleh MC tercinta kita? Jawab di kolom komentar ya..


__ADS_2