Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 119. Pengabaian


__ADS_3

Li Yuchen dan Seo Xiqin yang telah selesai pun pergi ke Aula Utama untuk melakukan Tradisi Setelah Pernikahan.


“Chen gege, apakah kau sudah siap untuk bertemu dengan Ayah?” tanya Seo Xiqin yang telah berdiri membelakangi meja riasnya dengan bantuan Sui’er dan Luo’er.


“Tentu saja.” Jawab Li Yuchen dengan senyum yang cerah dan ekspresi wajah yang bahagia sambil berdiri bersandar di tembok dengan dua tangan bersilang di dada.


“Kalau begitu, ayo kita pergi.” Ucap Seo Xiqin yang membalas dengan senyuman yang sangat cantik dan nada suara yang lembut.


Seo Xiqin yang keluar dengan riasan yang tipis tapi dapat terlihat sangat cantik dan anggun meski tanpa memakai perhiasan yang banyak pun membuat Li Yuchen menjadi sangat cemas.


“Ehem! Qier sangat cantik sekali pagi ini dan akan lebih baik jika Qier memakai cadar putih itu!” ucap Li Yuchen dengan wajah yang memerah sambil menunjuk ke arah cadar putih yang ada di atas meja rias.


“Agh!” desah Seo Xiqin yang berbalik melihat ke arah tangan Li Yuchen menunjuk dengan ekspresi wajah yang bingung.


Seo Xiqin yang melihat kembali wajahnya di depan cermin pun menyadari yang dikatakan Li Yuchen dan memutuskan untuk memakai cadar seperti yang diinginkan Li Yuchen.


“Hmm, saat ini wajah Ibu Tiri dan Adik Tiriku yang menyebalkan itu sedang bermasalah. Jika aku berdandan dan terlihat sangat cantik, mereka pasti akan sangat kesal dan marah lalu mencari masalah denganku. Aku saat ini tidak memiliki apapun, aku harus menghindari masalah sebisaku untuk sekarang hingga aku berhasil membuat Luo’er menjadi Alkemia dan menghasilkan banyak uang!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan sorot mata yang tajam ke depan melihat dirinya di depan cermin sambil memasang cadar putih dengan bantuan Sui’er.


“Apakah ini lebih baik?” tanya Seo Xiqin yang telah berbalik menatap Li Yuchen dengan kepala yang sedikit ditekuk dengan senyum indah yang tersembunyi di balik cadarnya.


“Tentu saja. Ayo kita pergi!” ucap Li Yuchen dengan semangat yang menggebu-gebu dengan ekspresi wajah yang sangat cerah.


“Hah, dengan begini mata dari serangga pengganggu itu tidak akan ada yang bisa melihat kecantikan Istriku karena hanya aku yang boleh melihat kecantikannya.” Ucap Li Yuchen dengan senyum yang bangga sambil berjalan dengan tubuh yang tegap di samping Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bahagia.


Di dalam Aula, Li Yuchen dan Seo Xiqin yang telah datang tidak menyangka dapat bertemu dengan Hun Yin yang memakai penutup kepala yang terbuat dari jaring-jaring tipis berwarna putih yang menutupi seluruh bagian wajahnya.

__ADS_1


“Di-dia! Kenapa dia ada di sini?” tanya Seo Xiqin dalam hati dengan ekspresi wajah yang terkejut yang termbunyi dengan benar di balik cadarnya meskipun matanya yang terbuka sangat lebar tidak bisa menyembunyikan persasaannya saat ini.


“Hmmm, apa yang dilakukan wanita tua ini di sini? Apakah dia sedang berencana mengangguku Istriku? Jika itu benar maka aku tidak akan tinggal diam dan membalasnya berkali-kali lipat!” ucap Li Yuchen dalam hati dengaen ekspresi wajah yang datar.


Seo Xiqin yang tidak ingin bersujud di hadapan wanita yang telah mengambil kasih sayang Ayahnya dari Ibu dan dirinya itu pun mendapatkan dukungan dari Li Yuchen yang tiba-tiba menggenggam tangan Seo Xiqin yang mendapatkan tatapan sinis dari Hun Yin.


“Jangan khawatir, aku akan selalu ada di sampingmu. Lakukan apapun yang kau ingin lakukan!” ucap Li Yuchen dengan suara berbisik yang hanya dapat di dengar keduanya dengan senyum yang sangat lembut.


“Hmmm, apa yang sedang dipikirkan J****g kecil dan Menantu sialan ini? Beraninya J****g kecil ini menghinaku dengan memakai cadar seperti itu! Aku akan menghancurkan kebahagiaanmu wahai j****g kecil!” ucap Hun Yin dalam hati dengan tatapan sinis dan membunuh sambil meminum tehnya dengan sangat anggun.


Seo Xiqin yang memberikan kode kepada Li Yuchen untuk membungkukkan tubuh ke depan Seo Hong lalu kembali duduk ke kursinya dan mengabaikkan Hun Yin yang telah bersiap menunggu penghormatan dari Seo Xiqin dan Li Yuchen.


“Hormat kepada Ayah!” ucap Seo Xiqin dan Li Yuchen secara bersamaan dengan kepala dan tubuh yang membungkuk sedikit dengan dua tangan ke arah depan memberi hormat sambil memegang secangkir teh lalu meminumnya dalam sekali minum.


“Dasar anak dan menantu B***ng**k! Beraninya mereka mengabaikanku! Aku akan membuatmu keluar dari Kediaman Keluarga Seo!” ucap Hun Yin dalam hati dengan tangan yang menggenggam kursi meja dengan sangat keras sambil menahan amarahnya denan tatapan mata yang tajam.


“Huuhh... Huuuhhh... Aku tau jika kau hanyalah Ibu Tiri, wajah saja jika Xiqin tidak menganggapku sebagai Ibunya tapi bagaimana bisa Menantu yang baru saja datang ke Kediaman Seo juga membiarkan Istrinya menjadi tidak beretika seperti ini!” ucap Hun Yin dengan ekspresi wajah yang sedih sambil berpura-pura menangis dan mengelap air matanya dengan sapu tangan.


“Sudah hentikan! Ini hanyalah tradisi dan bukan sesuatu yang penting!” ucap Hun Yin dengan ekspresi wajah yang malas sambil memandang rendah dan jijik ke arah Hun Yin yang duduk di sampingnya.


Hun Yin yang mendengar pembelaan di nada suara Seo Hong pun hanya bisa meremas erat sapu tangan yang ada di tangannya dan menyusun rencana untuk mengeluarkan Seo Xiqin dan Li Yuchen dari Kediaman Keluarga Seo.


“Jika Tuan Besar mengatakan seperti itu maka biarkan saja semua yang telah berlalu tapi apakah Seo Xiqin akan tetap tinggal di Kediaman Keluarga Seo? Bukankah dirinya sudah menikah dan berdasarkan aturan Seo Xiqin harus keluar dari Kediaman Keluarga Seo dan pergi ke Kediaman Keluarga Li di Kota Kunlun!” ucap Hun Yin dengan senyum penuh kemenangan setelah melihat reaksi Seo Hong yang menganggukkan kepala mendengar penjelasannya.


Li Yuchen yang mendengar perkataan Hun Yin tidak merasa takut atau cemas sama sekali karena dirinya telah menyiapkan semuanya sebelum pernikahan.

__ADS_1


“Jika Nyonya Seo berkata begitu maka saya dan Seo Xiqin akan segera keluar dari Kediaman Keluarga Seo tapi tidak bisa secepat itu!” ucap Li Yuchen yang membuka suaranya dengan nada suara yang jelas dan tidak terburu – buru seolah tanpa beban.


“Kami akan pindah sore ini juga karena tidak bisa pergi pagi atau siang ini karena masih banyak yang harus dikemas!” ucap Li Yuchen mewakili Seo Xiqin menjawab dengan penuh percaya diri dengan senyum yang lebar yang sontak membuat Seo Xiqin menjadi sangat terkejut dan menatap tajam ke arah Li Yuchen.


“Apa yang dikatakannya? Apa dia sudah gila? Beraninya dia mengatakan itu di depan Wanita Tua ini! Apakah dia tidak tau konsekuensi dari perkataannya itu?” tanya Seo Xiqin dalam hati sambil menatap Li Yuchen dengan wajah yang bingung dan mata yang melotot tajam.


“Apakah dia ingin aku dan kedua pelayanku tidur di jalanan malam ini? Oh Tuhan, apa yang sedang dipikirkan Suamiku yang bodoh ini?” ucap Seo Xiqin yang sudah pasrah dengan kepala tertunduk dengan wajah yang kelabu.


Seo Hong yang mendengar perkataan Li Yuchen ternyata menjadi sangat senang lalu mempersilahkan Seo Xiqin dan Li Yuchen kembali untuk bersiap.


“Baiklah. Tradisi Setelah Pernikahan ini sampai di sini saja karena Ayah masih ada yang harus dilakukan! Kalian berdua bisa kembali ke halaman kalian untuk berkemas.” Ucap Seo Hong dengan nada suara yang datar dan tatapan mata yang tajam dan merendahkan.


“Jika benalu ini segera keluar maka aku tidak akan mendengarkan perkataan menghina dari Kepala Keluarga Wu dan Kepala Keluarga Ye karena memiliki menantu yang tidak berguna itu!” ucap Seo Hong dalam hati dengan ekspresi wajah yang serius.


“Kami permisi, Ayah!” ucap Seo Xiqin dan Li Yuchen secara bersamaan sambil bediri dari kursinya dan membungkukkan tubuhnya lalu pergi.


Seo Hong yang masih melihat Hun Yin duduk di sampingnya pin langsung mengusir Hun Yin keluar dengan paksa.


“Nyonya sedang tidak sehat. Antar Nyonya kalian kembali ke halamannya dan jangan berani keluar sebelum aku kembali jika tidak maka kalian semua akan merasakan akibatnya!” ancam Seo Hong dengan tatapan membunuh yang membuat Hun Yin bergetar ketakutan.


“A-aku sangat tidak seat. Kalian bantu aku kembali.” Perintah Hun Yin sambil berjalan pergi meninggalkan Seo Hong yang masih duduk di kursinya.


“Kau mungkin bisa melakukan apapun padaku sekarang dan aku akan diam dan menerimanya tapi saat Pil itu telah bereaksi menyembuhkanku maka aku membalasmu!” ucap Hun Yin dengan senyum jahat sambil berjalan di depan tanpa bantuan Pelayan.


“Aku mungkin kesal karena sikap Tuan Besar yang tidak menghargaiku tapi aku akhirnya dapat melihat anak j****g dan menantu b***ng**k itu tidur ke dinginan di jalanan!” ucap Hun Yin dalam hati dengan tawa yang terlihat seperti Ibli karena sangat kejam.

__ADS_1


#Bersambung#


Apakah yang diinginkan Hun Yin melihat Seo Xiqin menderita akan terwujud? Jawab di kolom komentar ya readers..


__ADS_2