Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 222. Pil Kaca Penghancur Api


__ADS_3

Li Yuchen yang pergi ke Paviliun Huanfu untuk mendapatkan Tanaman Obat yang dibutuhkannya untuk membuat Pil.


“Ternyata ini adalah Paviliun Huanfu yang ada di Kota Kunlun, Ibu Kota Daratan Danzong!” gumam Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang sangat baik sambil berjalan masuk ke dalam.


Li Yuchen yang masuk langsung mendapatkan sambutan yang sangat baik oleh Pelayan disana tapi saat Li Yuchen ingin meminta Tanaman Obat ada seseorang yang datang dan mengganggu Li Yuchen.


“Aku ingin semua Tanaman Obat yang ada di daftar ini sebanyak dua kali lipat!” ucap Li Yuchen dengan penuh percaya diri sambil menyerahkan sebuah catatan kertas kecil kepada Pelayan Paviliun Huanfu.


“Agh! Siapa ini yang sedang membeli Tanaman Obat? Oh, ternyata sepupuku yang tidak berguna!” ucap Seorang Pria dengan nada suara yang mengejek dan tatapan mata yang merendahkan.


“Tu-Tuan Muda Mo!” ucap Pelayan yang melihat Mo Duan Po dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan nada suara yang rendah.


“Bisa kau kemasi Tanaman Obat yang ada di daftar itu lebih cepat?” pinta Li Yuchen dengan sopan dan ekspresi wajah yang cuek.


Mo Duan Po yang merupakan Putra dari Kakaknya Ibu Li Yuchen awalnya memiliki hubungan yang baik dengan Li Yuchen tapi semenjak Li Yuchen kehilangan posisinya sebagai Putra Kepala Keluarga Li, Mo Duan Po jadi membuli Li Yuchen.


“Hmmm, aku tidak melihat pecundang sepertimu selama beberapa bulan? Aku kira kau sedang bersembunyi di dalam got? Hahaha....”


“Hei, apakah kau membeli Tanaman Obat untuk menyembuhkan Ayahmu yang sekarat?”


“Aku tidak tau saat kau kembali ternyata kau membawa uang yang banyak. Apa kau menjadi pencuri selama ini atau menjadi g*g*l*? Hahahaha...”


Li Yuchen yang tidak perduli dengan perkataan Mo Duan Po pun langsung bergerak meninggalkan Paviliun Huanfu setelah mendapatkan dan membayar Tanaman Obat yang dibutuhkannya.


Mo Duan Po yang kesal karena diabaikan oleh Li Yuchen pun mencoba menyerang Li Yuchen dari belakang dengan tinju tapi dapat dihindari Li Yuchen dengan sangat mudah.


Li Yuchen yang tiba-tiba menghilang dari pandangn Mo Duan Po pun membuat Mo Duan Po menjadi kebingungan.


Li Yuchen yang sudah kehilangan kesabarannya pun muncul tepat dibelakang Mo Duan Po lalu menendang punggung belakang Mo Dua Po hingga membuatnya menabrak tembok dan kehilangan kesadaran.


“Dasar bodoh!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar dan nada suara yang rendah dan tatapan mata yang merendahkan.

__ADS_1


Li Yuchen yang tidak perduli pada Mo Duan Po pun berjalan menuju ke pintu keluar lalu tiba-tiba sebuah panah meluncur ke arah Li Yuchen.


Li Yuchen yang menyadari adanya serangan mendadak pun menoleh ke samping dan menangkap panah yang mengarah padanya dengan tangan kosong dengan sangat mudah.


“Tidak disangka ternyata Kakak Sepupuku yang sudah lama pergi meninggalkan Kota Kunlun cukup lama ternyata telah mengalami perubahan yang sangat besar!” ucap Wanita Muda dengan ekspresi wajah yang bahagia yang melompat dari lantai dua dan berdiri di hadapan Li Yuchen.


Li Yuchen yang melihat wajah seorang wanita muda sedang berdiri di hadapannya pun merasa sangat tidak asing dengan wajahnya.


“Siapa gadis kecil ini? Kenapa wajahnya sangat tidak asing? Aku harus mengingat identitasnya melalui ingatan pemilik tubuh ini!” ucap Li Yuchen dalam hati sambil menatap wanita muda yang sedang berdiri di hadapannya.


“Hei! Kakak Sepupu! Kenapa kau diam saja? Apa kau sudah melupakan Sepupumu yang sangat cantik ini?” ucap wanita muda itu dengan ekspresi wajah yang kesal dengan nada suara yang merajuk.


“Tidak! Tentu saja aku mengingatmu Ming’er. Aku hanya terkejut dapat bertemu denganmu disini!” ucap Li Yuchen kepada Mo Mingming yang sedang berdiri di hadapannya dengan ekspresi wajah yang ramah.


“Hmmm, apakah kau tidak marah jika aku menghajar Kakakmu?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung dan nada suara yang penasaran


“Kenapa aku harus marah? Justru aku ingin Kakak Sepupu menghajarnya lebih keras lagi! Dia itu adalah Anak Laki-laki tidak berguna di Kediaman Keluarga Mo karena kerjaannya hanya membuat masalah untuk Ayah!” gumam Mo Mingming dengan ekspresi wajah yang kesal sambil menunjuk Mo Duan Po dengan jari telunjuknya.


Li Yuchen dan Mo Mingming yang mendengar hal itu pun menjadi sangat terkejut dan bergegas ke sumber ledakan.


Li Yuchen sebuah tembok dan juga sebuah Tripod yang hancur pun menjadi sangat terkejut terlebih saat melihat ada seseorang yang sangat ingin ditemuinya keluar dari kumpulan asap dengan wajah yang gosong.


“Tetua! Tetua Tu! Apa kau baik-baik saja Master?” tanya seorang pria muda yang memakai jubah Alkemia langsung berjalan menghampiri Tetua Tu yang gagal dalam melakukan Percobaannya.


“Sial! Menyebalkan sekali!” ucap Tetua Tu yang merupakan Tetua Paviliun Huanfu di Kota Kunlun dengan ekspresi wajah yang kesal sambil menghentak-hentakkan kakinya ke tanah dengan sangat keras.


“Tetua Tu! Apakah kau baik-baik saja?” tanya Master Su yang merupakan Anggota dari Paviliun Huanfu dan juga Asisten dari Tetua Tu.


“Baik-baik saja kepalamu! Bagaimana bisa aku baik-baik saja sementara aku terus saja gagal membuat Pil Kaca Penghancur Api?” teriak Tetua Tu dengan ekspresi wajah yang frustasi dengan tatapan mata yang kesal.


“Te-tenanglah Tetua! Ja-jangan seperti ini. Kau harus bersabar dan lebih tenang. Aku yakin kau pasti berhasil membuatnya suatu saat lagi!” ucap Master Su dengan ekspresi wajah yang cemas dan nada suara yang gagap karena ketakutan.

__ADS_1


Li Yuchen yang melihat memiliki kesempatan untuk mendapatkan perhatian dari Tetua Tu dan membuatnya berhutang budi padanya pun berjalan maju ke depan.


“Jika Tetua Tu ingin berhasil membuat Pil Kaca Penghancur Api, Tetua Tu harus menggunakan langkah yang benar!” ucap Li Yuchen dengan penuh percaya diri.


Mo Mingming yang melihat Li Yuchen yang maju ke depan dengan penuh percaya diri pun menjadi sangat terkejut dan mencoba menghentikannya tapi semua sudah terlambat.


“Tu-tungu Kakak Sepupu...” ucap Mo Mingming dengan ekpsresi wajah yang cemas dan nada suara yang khawatir sambil mengangkat tangannya ke depan mencoba menghentikan Li Yuchen.


“Siapa kau? Beraninya kau ikut campur pembicaraan Seorang Master Alkemia!” teriak Master Su dengan ekspresi wajah yang kesal sambil menatap tajam ke arah Li Yuchen


Li Yuchen yang tidak suka hal yang berputar-putar pun mengalirkan sebuah energi ke ujung jarinya lalu menembak sesuatu ke dahi Tetua Tu.


Master Su yang melihat yang dilakukan Li Yuchen pun menjadi sangat marah sementara itu Mo Mingming yang merasa bertanggungjawab untuk membantu Li Yuchen


“Kau! Apa yang kau lakukan pada Tetua Tu? Beraninya kau merendahkan Paviliun Huanfu!” teriak Master Su dengan sangat keras sambil bersiap memberi aba-aba kepada Penjaga untuk menyerang Li Yuchen


“Tu-tunggu Master Su! To-tolong jangan sakiti Kakak Sepupuku! I-ini adalah kesalahanku yang tidak memberikan pengertian yang benar padanya karena dia baru saja datang ke Kota ini!” ucap Mo Mingming dengan ekspresi dan nada suara yang cemas dan khawatir di saat bersamaan.


Di saat keadaan hampir menjadi semakin kacau, Tetua Tu yang mendapatkan pencerahan untuk Proses Alkemianya pun menjadi sangat senang.


“Ini dia caranya! Ini dia yang aku cari!” teriak Tetua Tu dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang sangat senang dan mata yang berbinar memancarkan harapan.


“Anak muda! Darimana kau mendapatkan resep Pembuatan Pil Kaca Penghancur Api ini?” tanya Tetua Tu dengan ekpsresi yang penuh semangat sambil menggenggam tangan Li yuchen dengan sangat keras hingga membuat Master Su dan Mo Mingming menjadi terkejut.


“Tetua Tu akan mengetahuinya setelah kita bicara empat mata!” ucap Li Yuchen dengan percaya diri dan tatapan mata yang tajam


“Tentu saja! Ayo! Ayo ikuti aku! Kita akan bicara di dalam!” ucap Tetua tu dengan semangat yang tinggi dan ekspresi wajah yang bahagia serta senyum yang lebar.


Li Yuchen dan Tetua Tu yang memiliki sesuatu untuk dibicarakan berdua saja pun meninggalkan Master Su dan Mo Mingming yang masih berdiri dengan wajah yang termenung dan saling berpandangan.


#Bersambung#

__ADS_1


Apa yang ingin dibicarakan Li Yuchen dengan Tetua Tu ya? Ada yang bisa menebaknya.. Ketik di kolom komentar ya..


__ADS_2