
Di Area Makam Kuno, Wu Ruxin dan Ye Rui yang masih berdiri di dekat Makam Kuno terus memandang Portal Makam Kuno yang ada di depannya berharap dapat melihat Li Yuchen.
“Kenapa Tetua Yu masih belum keluar juga? Portal itu akan segera tertutup!” ucap Ye Rui dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir sambil terus menatap Portal Makam Kuno
“Tetua Yu! Dimana dirimu?” tanya Wu Ruxin dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir.
Wu Peng yang mendengar perkataan Wu Ruxin pun mencurigai jika Wu Ruxin telah mengetahui identitas Li Yuchen sebenarnya sehingga memutuskan untuk langsung bertanya.
“Ada apa? Kita tidak punya urusan lagi disini. Waktunya untuk kembali ke Kediaman Menara Formasi Shinzu!” ucap Wu Peng yang berdiri di samping Wu Ruxin dengan nada suara yang datar dan tatapan mata yang tajam.
“Ta-tapi kak...” ucap Wu Ruxin dengan ekspresi wajah yang sedih dengan tatapan mata yang berat dengan nada suara yang pilu.
“Tidak ada tapi. Semua Anggota kita telah kembali dan tidak kekurangan satu orangpun terlebih lagi Master Kong sedang terluka. Kita harus segera membawanya kembali untuk diobati!” ucap Wu Peng dengan nada suara yang tegas dan tatapan mata yang mengintimidasi.
Wu Ruxin yang tidak punya pilihan lain pun terpaksa mengikuti perkataan Wu Peng dengan ekspresi wajah yang sangat kesal sambil mengepal erat kedua tangannya dengan tatapan mata membunuh ke arah Master Kong yang terluka.
Ye Rui yang telah memiliki tanggung jawab yang sangat besar sebagai Ketua Paviliun Huanfu tidak bisa menolak permintaan Beberapa Anggotanya yang ingin segera kembali.
“Tetua Ye, kita tidak bisa disini lebih lama lagi karena itu sangat berbahaya!”
“Benar! Kita harus meninggalkan tempat ini dan kembali ke Paviliun Huanfu sebelum perampok datang dan merebut semua Harta Karun yang kita dapatkan di Makam Kuno!”
“Ketua Ye!”
“Ketua Ye!”
“Ketua Ye!”
“Hah! Aku mengerti! Kembali ke Paviliun Huanfu!” teriak Ye Rui dengan ekspresi wajah yang sedih dan cemas sambil berbalik arah meninggalkan Makam Kuno sambil sesekali mencuri pandang melihat ke arah Portal Makam Kuno.
“Aku tidak melihat Tetua Yu keluar. Aku harap Tetua Yu dapat keluar dengan selamat!” gumam Ye Rui dengan tatapan mata yang khawatir dan cemas sambil terus bergerak maju mengikuti Anggota Paviliun Huanfu yang lain yang ada di depannya.
__ADS_1
“Nona Ye tidak perlu cemas. Tetua Yu pasti baik-baik saja. Tetua Yu adalah Pria yang sangat hebat bisa mengalahkan Naga seperti yang Nona Ye katakan maka Tetua Yu pasti akan kembali dengan selamat. Mungkin saja Tetua Yu telah keluar dari Portal Makam Kuno tanpa sepengetahuan kita dan mungkin saat ini Tetua Yu telah ada di Kediamannya.” Ucap Master Sun yang mencoba menghibut Ye Rui yang sedang bersedih karena tidak bisa melihat Li Yuchen.
“Pria Hebat akan selalu dikelilingi oleh banyak wanita cantik dan tidak heran jika Nona Ye bisa menyukai Tetua Yu yang merupakan Kultivator Hebat serta Master Formasi dan Master Alkimia tingkat tinggi!” ucap Master Sun dalam hati sambil bergerak meninggalkan Ye Rui yang bergerak dalam kecepatan yang lambat.
Sementara itu, Seo Xiqin yang mendengar perkataan Li Yuchen merasa sangat kesal dan ingin sekali menendang tulang kering Li Yuchen.
“Dasar Pria Mesum! Baru saja pulang dari Makam Kuno, aku kira sifat Mesumnya sudah menghilang dan tidak menyangka jika sifatnya ini malah semakin menjadi!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tatapan mata yang tajam.
Li Yuchen yang tidak peduli dengan tatapan tidak suka dari Seo Xiqin pun meletakkan Pedang Rusak tersebut di atas meja dan berjalan menuju tempat tidurnya dan berbaring disana.
“Qier adalah wanita yang memiliki harga diri yang tinggi tapi kali ini aku pasti akan bisa membuatmu melayaniku malam ini!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan senyum yang sangat lembut sambil menatap Seo Xiqin dengan wajah tampannya.
“Hah! Kalau begitu kapan Chen gege bisa memperbaiki Pedang ini?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang ramah dan senyum lembut.
“Hmmm, Chen gege tidak tau kapan waktunya terlebh rasanya Chen gege merasa sangat lelah setelah pulang dari Makam Kuno!” ucap Li Yuchen sambil berbaring di tempat tidur dalam posisi terlentang dengan mata terpejam.
Seo Xiqin yang sangat tau jika dirinya tidak melakukan sesuatu saat ini maka tidak akan ada kesempatan lagi lain kali.
“Kalau begitu, Qier akan membuatkan Sup Gingseng khusus untuk menambah stamina Chen gege.” Ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut sambil mengambil pedangnya dan berjalan keluar kamar.
“Agh!” teriak Seo Xiqin dengan ekspresi wajah terkejut dengan mata yang terbuka lebar karena Li Yuchen yang tiba-tiba menarik tangannya ke dalam pelukannya.
“Tidak perlu melakukan itu! Chen gege tidak lapar sama sekali. Chen gege hanya ingin Qier menemani Chen gege malam ini!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang tampan dengan ekspresi wajah yang nakal.
“A-apa?” teriak Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan nada suara yang keras dan gagap dengan wajah yang memerah karena malu mendengar perkataan Li Yuchen.
“Jangan salah paham! Chen gege tidak ingin melakukan sesuatu yang tidak diinginkan Qier. Chen gege hanya ingin Qier tidur di sini malam ini bersama Chen Gegeg!” ucap Li Yuchen dengan senyum dan ekspresi wajahnya yang jahil dan nakal sambil berbaring kembali di tempat tidurnya sambil menepuk-nepuk tempat tidurnya.
Seo Xiqin yang mendengar perkataan Li Yuchen pun memejamkan matanya dan mengatur ulang jantung dan hatinya yang sedang tidak tenang.
“Sial! Kenapa Chen gege sangat tampan saat ini? Membuat jantung dan hatiku menjadi tidak menentu!” ucap Seo Xiqin yang langsung berbalik arah dan memejamkan matanya.
__ADS_1
“Hah! Aku harus tenang. Kami sudah menikah dan tidur di kamar dan ranjang yang sama bukanlah hal yang aneh lagipula kami sudah sering tidur bersama. Aku tidak boleh mundur. Aku harus bisa memperbaiki Pedang ini!” ucap Seo Xiqin dalam hatinya sambil menarik nafas panjang dengan genggaman pedang yang sangat erat.
Seo Xiqin yang sudah membuat keputusannya pun berbalik arah dan berjalan ke arah Li Yuchen lalu tersenyum dengan sangat cantik.
“Jika itu yang Chen gege mau, Qier sebagai Seorang Istri yang baik pasti akan melakukannya. Qier akan melayani Chen gege sampai pagi malam ini.” Ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang ceria sambil mengibaskan rambut panjangnya ke belakang.
Li Yuchen yang mendengar persetujuan Seo Xiqin pun menjadi sangat senang dan tersenyum nakal sambil melihat siluet Seo Xiqin yang semakin menjauh dari pandangannya.
Seo Xiqin yang telah ada di dalam kamarnya langsung menutup rapat kamarnya dan bersandar di pintu dengan ekspresi wajah yang sangat malu dengan wajah yang memerah.
“Apa yang telah aku katakan? Kenapa aku mengatakan hal yang sangat memalukan seperti itu? Kenapa aku menyetujui permintaan Chen gege dengan mudah?” gumam Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung dengan wajah yang memerah sambil bersandar di pintu masuk.
Sui’er dan Luo’er yang melihat perubahan sikap pada Seo Xiqin pun menjadi sangat cemas dan khawatir dan mencoba untuk mencari tau.
“Nona! Apakah anda ada di dalam?” tanya Luo’er dengan ekspresi wajah yang cemas sambil terus mengetuk pintu kamar dengan pelan dan nada suara yang rendah.
“I-Iya.. Aku ada di dalam.” Ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang gagap dengn jantung yang masih berdetak sangat kencang.
“Nona, apakah anda baik-baik saja? Apakah Nona membutuhkan sesuatu?” tanya Sui’er yang juga ada di depan pintu bertanya dengan ekspresi wajah yang khawatir.
“Aku baik-baik saja. Aku hanya merasa sangat lelah. Aku sedang tidak ingin diganggu siapapun!” ucap Seo Xiqin dengan terburu-buru dengan ekspresi wajah yang bingung.
“Baiklah. Kalau begitu kami permisi. Nona bisa memanggil kapanpun jika Nona membutuhkan sesuatu!” ucap Luo’er dengan ekspresi wajah yang lega dengan sikap yang sopan.
“Hmmm, tunggu! Bisakah kalian minta kepada Bibi Yi untuk menyiapkan menu makan spesial malam ini?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang serius di balik pintu kamarnya.
“Tentu saja Nona. Kami akan menyampaikan pesan Nona!” ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang sopan sambil menundukkan kepalanya dan berjalan menjauh bersama Luo’er.
“Hah! Sepertinya mereka berdua sudah pergi. Aku akan memberikan Chen gege makanan dan minuman yang enak malam ini. Aku akan membuatnya mabuk dan saat dia mabuk aku akan keluar lalu berpura-pura menemaninya malam itu keesokan paginya!” ucap Seo Xiqin dengan senyum yang licik dan tatapan mata yang telah memutuskan sesuatu.
#Bersambung#
__ADS_1
Apakah Li Yuchen benar-benar dapat menghabiskan malamnya bersama Seo Xiqin ataukah tidak? Tebak di kolom komentar ya..