
Seo Xiqin yang mendengar perkataan Li Yuchen pun terdiam sesaat dan mengingat semua kejadian yang terjadi di masa lalunya.
“Aku mengingat dengan jelas bahwa meskipun Chen gege tidak menerima perasaan Nona Wu dan Nona Ye tapi Chen gege tidak keluar dari Paviliun Huanfu dan Menara Formasi Shinzu.” Ucap Seo Xiqin dalam hati sambil menundukkan kepalanya dengan ekspresi wajah yang berpikir dengan jelas.
“Aku tau jika Chen gege adalah orang yang hebat di masa depan tapi tidak untuk sekarang. Chen gege membutuhkan Paviliun Huanfu dan Menara Formasi Shinzu untuk mendapatkan kembali posisi Keluarganya di Kediaman Keluarga Li di Kota Kunlun!” ucap Seo Xiqin lagi dalam hati sambil mengangkat kepalanya dan menatap Li Yuchen dengan seksama.
“Aku tidak boleh menjadi egois dan meletakkan perasaanku sebagai hal yang utama lalu mengabaikan kebutuhan Chen gege. Lagipula Nona Ye dan Nona Wu sudah mendapatkan hukuman yang cukup berat!” ucap Seo Xiqin dalam hati sambil tersenyum dengann lembut.
“Chen gege tidak perlu memikirkan Qier! Apapun keputusan Chen gege, Qier pasti akan mendukungnya dan menurut Qier, Chen gege sebaiknya menerima tawaran keduanya untuk kembali tentu saja dengan jumlah kompensasi yang sesuai.” Ucap Seo Xiqin dengan tawa kecil sambil menjinjit sedikit.
“Hmmm, bukankah kita mau ke Kediaman Keluarga Li? Jika begitu, Chen gege membutuhkan keduanya untuk menekan Tetua di sana agar tidak memperlakukan Chen gege dan orangtua Chen gege dengan buruk!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang lembut.
Li Yuchen yang mendengar perkataan Seo Xiqin pun menghapus perasaan ragu di hatinya dan tersenyum dengan bahagia lalu menarik tubuh Seo Xiqin mendekat dan mencium bibirnya.
Keduanya pun menghabiskan waktu yang cukup lama dalam posisi yang sama tapi saat Li Yuchen mencoba meletakkan tangannya di paha Seo Xiqin. Seo Xiqin langsung mendorongnya menjauh.
“Che-Chen gege! Ti-tidak boleh!” teriak Seo Xiqin dengan suara yang tinggi dan nada yang gagap dengan ekspresi wajah yang memerah sambil memejamkan mata.
“Kenapa? Apakah Qier tidak menyukai sentuhan Chen gege?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang pura-pura polos dengan tatapan mata yang sedih.
“Bu-bukan begitu! Qi-qier sebenarnya menyukainya ta-tapi bukankah Chen gege akan memiliki pertemuan penting bersama Ketua Wu dan Tetua Han? Chen gege tidak boleh melakukan itu sekarang!” ucap Seo Xiqin dengan suara yang keras dengan ekspresi wajah yang merah lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya setelah menyadari perkataannya dengan mata yang terbuka lebar.
“Hmmm, kalau Chen gege tidak boleh melakukannya sekarang berarti setelah pertemuan selesai Chen gege bisa melakukannya bukan?” tanya Li Yuchen dengan senyum licik sambil berbisik di balik telinga Seo Xiqin.
Seo Xiqin yang mendengar pertanyaan Li Yuchen pun langsung menganggukkan kepalanya secara spontan sambil menutup wajahnya yang telah memerah seperti tomat dengan kedua tangannya yang menyisakan telinga yang memerah karena malu.
__ADS_1
Li Yuchen yang mendapatkan persetujuan yang diinginkannya pun langsung berlari menuju pintu keluar sambil mengatakan sesuatu yang membuat Sui’er dan Luo’er yang menunggu di luar memasang wajah yang berbinar dengan antusias yang tinggi.
“Sudah diputuskan malam ini Chen gege akan tidur di sini. Qier harus menunggu sampai Chen gege datang!” ucap Li Yuchen dengan suara yang sangat keras sambil melambaikan satu tangannya dengan ekspresi wajah yang ceria sambil berlari menjauh menuju ke ruangannya.
Seo Xiqin yang ditinggal sendiri kamarnya pun hanya tersenyum dan tersipu malu dengan raut wajah yang sangat merah.
Sementara itu, Li Yuchen yang telah sampai di ruang kerjanya melihat Ye Zhin telah berdiri di depan pintu menunggu kedatangannya.
“Apakah mereka sudah datang?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.
“Ya, Bos. Keduanya sudah menunggu di dalam!” jawab Ye Zhin dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang penuh percaya diri.
“Tunggu di luar. Jangan biarkan ada orang yang mendekat ataupun menguping pembicaraan kami!” perintah Li Yuchen sambil membuka pintu ruang kerjanya sendiri sambil menoleh sedikit ke arah Ye Zhin yang berlutut dengan satu kaki.
Li Yuchen yang masuk ke dalam ruang kerjanya melihat Tetua Han dan Wu Peng berdiri sambil mengamati salah satu lukisan yang ada di ruangan itu.
“Saya tidak mengerti terlalu banyak tentang lukisan tapi saya tidak tau kenapa sepertinya lukisan ini seperti memiliki sesuatu yang tersembunyi!” ucap Tetua Han dengan intuisinya sambil menatap Li Yuchen dengan senyum yang ramah.
“Hmmm, aku merasa melihat adanya jejak Segel Formasi di lukisan ini yang sangat halus dan hampir tidak terdeteksi!” ucap Wu Peng dengan ekspresi wajah yang serius sambil menatap lukisan yang ada di belakangnya beberapa kali.
“Yang dikatakan Tetua Han sangat benar. Lukisan itu adalah Mata Formasi yang aku buat sendiri dengan Tekhnik Khusus untuk melindungi Kediaman ini saat aku tidak ada di sini!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang santai sambil berjalan maju mendekati lukisan tersebut.
“Segel Formasi yang sengaja aku pasang secara otomatis dan akan aktif jika ada seseorang yang mencoba menyerang Kediaman ini.” Ucap Li Yuchen dengan nada suara yang berubah dingin.
“Aku yang tidak ada di Kediaman ini setiap saat tidak bisa meninggalkan Istriku dan beberapa orangku dalam bahaya bukan, Tetua Han, Ketua Wu?” tanya Li Yuchen dengan senyum yang lembut dengan tatapan mata yang tajam serta aura disekitar yang berubah dingin dan mencekam.
__ADS_1
Wu Peng dan Tetua Han yang mendengar perkataan Li Yuchen pun langsung merasakan ancaman dalam setiap katanya.
“Tu-Tuan Muda Li, ka-kami...” ucap Wu Peng dan Tetua Han secara bersamaan dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir dengan suara yang gagap.
“Hmmm, yang lalu biarlah berlalu. Bukankah semuanya telah diselesaikan dengan sangat baik?” ucap Li Yuchen yang menarik kembali auranya yang mengancam sambil tersenyum lembut lalu duduk di salah satu kursi sambil mempersilahkan keduanya untuk ikut duduk.
“Baiklah. Jadi apa alasan Tetua Han dan Ketua Wu datang kemari?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang cuek dan dingin yang membuat keduanya saling berpandangan dan menganggukkan kepala secara bersamaan.
“Kami tau jika yang terjadi sebelumnya tidak sepenuhnya kesalahan Nona Ye dan Xin’er karena kami berdua merasa ikut andil dalam masalah itu. Kami tidak bisa mendidik keduanya dengan benar dan membiarkan keduanya melakukan sesuatu yang tidak boleh dilakukan keduanya! Karena itulah, kami meminta maaf dengan sangat!” ucap Wu Peng dengan kepala tertunduk bersamaan dengan Tetua Han dengan ekspresi wajah yang bersalah.
“Hah! Bukankah aku sudah bilang jika yang berlalu biarlah berlalu tapi kenapa masih dibahas tapi baiklah. Aku mengerti masuk Tetua Han dan Ketua Wu. Bukankah keduanya sudah mendapatkan hukuman yang lebih baik?” tanya Li Yuchen dengan senyum licik.
Menurut Li Yuchen hukuman yang diterima Wu Ruxin dan Ye Rui adalah hukuman yang sangat berat dibandingkan kematian karena keduanya akan menanggung rasa malu yang saat ini dialami keduanya seumur hidupnya dan tidak akan menutup kemungkinan masalah ini akan menyebar ke seluruh tempat.
Li Yuchen yang tidak ingin berurusan dengan banyak wanita lagi di Kehidupannya saat ini merasa sangat senang karena masih bisa bertahan dengan prinsipnya sejak awal.
“Tetua Han! Ketua Wu! Apakah kedatangan kalian berdua hanya ingin membicarakan ini? Jika begitu maka jangan cemas maka aku tidak akan membahas masalah ini lagi dan kalian berdua boleh kembali sekarang!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin dan nada suara yang datar.
“Tu-tunggu Tuan Muda Li! Kami datang kemari untuk meminta Tuan Muda Li untuk kembali menjadi Tetua Kehormatan di Paviliun Huanfu dan Menara Formasi Shinzu!” ucap Tetua Han dengan terburu-buru dengan ekspresi wajah yang lelah dan nada suara yang tergesa-gesa.
“Benar! Harap Tuan Muda Li memikirkan ulang keputusan itu!” ucap Wu Peng dengan ekspresi wajah yang sedih dan tatapan mata yang kecewa yang tidak bisa di tutupinya dengan jelas.
“Tentu saja dengan kompensasi yan sesuai. Kami berdua setuju untuk menambahkan kompensasi sebesar 40% Pendapatan Pertahun Menara Formasi Shinzu dan Paviliun Huanfu kepada Tuan Muda Li selama tiga tahu.” Ucap Wu Peng dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang penuh percaya diri.
#Bersambung#
__ADS_1
Apakah tawaran itu akan diterima Li Yuchen? Ataukah akan masih ada negosiasi diantara ketiganya? Tebak di kolom komentar ya....