
Li Yuchen yang mendengar perkataan Ketua Lu Changlin pun menundukkan kepalanya dan memberikan hormat.
“Hormat Murid kepada Ketua Lu!” ucap Li Yuchen dengan kepala tertunduk sebentar lalu mengangkatnya kembali dengan ekspresi wajah yang datar.
Ketua Lu Changlin yang mendengar perkataan Li Yuchen pun tertawa dengan sangat keras lalu melemparkan sebuah Token berwarna Emas kepada Li Yuchen dan meninggalkan pesan kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
“Kau adalah Murid yang sangat berbakat dan aku sangat menghargai bantuanmu. Aku berikan kau Token Emas itu sebagai hadiah!” ucap Ketua Lu Changlin dengan suara yang keras lalu menghilang dalam sekejap mata.
Li Yuchen yang tidak tau kegunaan dari Token Emas itu pun memutuskan untuk menyimpannya saja.
“Aku mungkin tau apa kegunaan dari Token ini tapi Ye Zhin pasti mengetahuinya! Aku akan menanyakannya padanya nanti!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar sambil menarik nafas panjang.
Li Yuchen yang tau jika dirinya telah berada di dalam Goa itu cukup lama pun memutuskan untuk mencari jalan keluar dan akhirnya menemukannya.
“Akhirnya aku bisa keluar juga dari Goa itu? Hmmm, ternyata sudah gelap!” gumam Li Yuchen dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang pasrah.
Li Yuchen yang lupa memasang kembali cincin yang menekan Kultivasinya pun membuat dua orang Penjaga Goa menjadi sangat terkejut.
“Nak! Apa yang kau lakukan di dalam? Kenapa Kultivasimu naik begitu cepat?” tanya salah seorang Penjaga dengan suara yang keras dengan ekspresi wajah yang terkejut dan tatapan mata yang penasaran.
“Hmmm, aku tidak melakukan apapun. Aku hanya berlatih di dalam!” ucap Li Yuchen yang mencoba merendah diri lalu memasang kembali Cincinnya.
Kedua Penjaga yang melihat hal yang dilakukan Li Yuchen pun saling berpandangan dan mengalihkan pembicaraan karena sadar jika Li Yuchen ingin menyembunyikan Kultivasinya.
“Ehem! Salah satu temanmu yang datang kemari tadi pagi ternyata masih menunggumu dan dia tertidur di atas pohon sana!” ucap salah satu penjaga sambil menunjuk ke arah Pohon yang besar.
Li Yuchen yang ingin tau pun memusatkan pandangannya dan melihat Ye Zhin yang sedang tertidur di atas pohon pun langsung melompat dan berdiri di hadapan Ye Zhin.
“Dasar tukang tidur! Tapi meskipun begitu kau adalah orang yang sangat setia dan loyal tapi semoga saja hal ini akan selamanya karena aku tidak ingin dikhianati lagi dari orang yang aku percaya!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang tipis.
Li Yuchen yan tidak tau apakah Ye Zhin mendengar semua yang dikatakannya atau tidak pun tidak peduli saat melihat Ye Zhin terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
“Kita harus kembali! Sekarang sudah malam!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin dan nada suara yang datar.
“Siap, bos!” ucap Ye Zhin dengan semangat seperti biasa dan senyum tulus yang sangat lebar dengan sedikit kesedihan di sudut matanya.
Li Yuchen yang tiba-tiba berhenti di tengah perjalanan pun membuat Ye Zhin dan berjalan mengeikutinya pun menjadi bingung.
“Sial! Ada apa denganku? Kenapa aku merasa ada yang mengawasiku? Itu tidak mungkin! Itu pasti hanya imajinasiku!” gumam Li Yuchen dengan suara yang rendah yang memejamkan matanya sekejap untuk merasakan aura orang lain yang ada di sekitarnya.
“Ada apa Bos? Kenapa kau berhenti bergerak?” tanya Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang penasaran.
“Tidak ada apa-apa. Percepat langkahmu! Kita harus segera kembali!” ucap Li Yuchen yang memberikan perintah sambil mengerahkan kekuatan kakinya untuk melangkah lebih cepat.
Li Yuchen yang akhirnya sampai di tempat tinggal Murid Luar Akademi Yunlong pun berpisah dengan Ye Zhin dan masuk ke dalam kamarnya.
Lalu saat Li Yuchen masuk tiba-tiba Burung Phoenix keluar dan mengatakan sesuatu yang mengejutkan Li Yuchen.
“Yang Bos rasakan tadi itu benar sekali! Aku merasakan ada Aura Pria Tua yang Bos temui di dalam Goa itu tadi tapi mungkin karena Bos memiliki Kultivasi jauh dibawahnya Bos tidak bisa merasakan pasti keberadaannya dan hanya bisa menyadari sedang diawasi!” ucap Burung Phoenix dengan nada suara yang terdengar sangat yakin sambil terus terbang ke atas kepala Li Yuchen.
“Tu-Tunggu Bos! Jangan masukkan aku kembali...” teriak Burung Phoenix dengan suara yang sangat keras dengan sikap sambil memegang kursi dengan sangat keras karena tak ingin pindah ke dalam Giok Naga.
Li Yuchen yang akhirnya mendapatkan ketenangannya pun beristirahat dengan nyaman dan tenang sambil memimpikan Seo Xiqin.
Sementara itu, Kediaman Seo yang ada di Kota Jinlin yang mendengar kabar bahwa Li Yuchen telah diterima di Akademi Yunlong dan akan menjadi Kepala Keluarga Li di masa depan pun mencoba untuk memperbaiki hubungannya.
Seo Hong yang tidak ingin kehilangan menantu yang akan memiliki masa depan yang bagus pun mengirimkan banyak sekali hadiah ke Kediaman Keluarga Li atas keberhasilannya dalam merebut kembali posisinya yang telah diambil oleh orang yang jahat.
“Kirimkan semua hadiah ini kepada Kepala Keluarga Li! Aku ingin hadiah ini tidak hilang satu pun jika ada satu saja yang hilang maka nyawa kalian dan seluruh keluarga kalian taruhannya!” ancam Seo Hong kepada Kepala Penjaga dan beberapa orang yang ditugaskannya untuk mengirim hadiah itu.
“Suamiku! Bukankah hadiah ini terlalu banyak? Kenapa tidak kau kurangi sedikit saja untuk dijadikan Emas Kawin untuk Putri Kita Seo Wan’er?” ucap Hun Yin dengan nada suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang tidak nyaman.
Seo Hong yang mendengar perkataan Hun Yin pun menjadi marah dan menampar wajah HunYin dengan sangat keras lalu mendorongnya hingga menabrak tembok.
__ADS_1
Seo Wan’er yang melihat hal itu pun langsung berlari dan membantu Hun Yin untuk bangun dan mencoba protes untuk semua perbuatan Seo Hong kepada Ibunya.
“Ayah! Apa yang ayah lakukan? Kenapa Ayah begitu kasar kepada Ibu? Lagipula yang dikatakan Ibu itu sangat benar!” ucap Seo Wan’er dengan nada suara yang sedikit tinggi sambil menatap mata Seo Hong.
“Jika kau bisa mendapatkan suami yang lebih baik dari Seo Xiqin atau bahkan bisa memiliki Kekuatan sepertinya maka kau boleh mengatakan sesuatu jika tidak lebih baik kau tutup mulutmu!” sindir Seo Hong dengan nada suara yang terdengar kasar dan tatapan mata yang merendahkan yang membuat Seo Wan’er menjadi terluka dengan kata-kata itu.
“Untuk kalian berdua diam disana! Bawa mereka berdua kembali ke ruangan mereka dan jangan biarkan mereka keluar sampai aku memberikan izin!” ucap Seo Hong dengan ekspresi wajah yang kesal dengan nada suara yang emosi.
Tepat setelah perintah dikeluarkan Seo Wan’er dan Hun Yin yang diusir keluar pun terpaksa kembali ke ruangan mereka sendiri.
“Xiqin! Aku tidak terima diperlakukan seperti ini! Aku akan pastikan semua akan kembali seperti semula. Aku akan merebut semua yang harusnya menjadi milikku! Lihat saja nanti!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan tatapan mata yang tajam dan penuh dengan dendam.
Seo Wan’er dan Hun Yin yang telah meminum obat palsu yang diberikan oleh Li Yuchen tidak menyadari jika kecantikan mereka telah hampir mencapai batasnya.
Keesokan paginya, Li Yuchen yang telah siap untuk pergi ke Menara Formasi Shinzu tidak menyangka jika ada orang yang datang mencarinya dengan mengetuk pintu kamarnya.
“Apakah kau Li Yuchen?” tanya salah seorang Murid dengan nada suara yang buru-buru dengan sikap yang pemalu.
“Benar!” ucap Li Yuchen singkat dengan nada suara yang tegas dan ekspresi wajah yang datar serta tatapan mata yang tajam.
“Kalau begitu terimalah surat ini!” ucap Pria itu dengan tergesa-gesa lalu menyerahkan surat yang dipegangnya kepada Li Yuchen lalu pergi meninggalkan Li Yuchen dengan sangat cepat.
Li Yuchen yang melihatnya pun memasang ekspresi wajah yang bingung dengan alis yang mengkerut karena tidak paham.
Li Yuchen yang penasaran pun membuka surat tersebut pun membacanya dengan perlahan tapi ternyata hal itu membuat Li Yuchen mengubah ekspresi wajahnya.
“Dasar wanita tua tidak tau malu! Aku heran kenapa pemilik tubuh ini sangat ingin membantu pasangan suami istri padahal dirinya tidak pernah diperlakukan dengan adil semasa hidup?” tanya Li Yuchen pada Li Yuchen yang asli dengan nada suara yang menyindir.
Li Yuchen yang tidak senang dengan keputusan yang dibuat oleh Li Chuan dan Mo Yunhe yang menginginkan dirinya untuk mengikuti Pertandingan untuk menentukan Suami Putri Su Qingqing pun membakar surat tersebut dengan Api Berapi Hitam hingga hangus.
#Bersambung#
__ADS_1
Apakah tujuan Li Yuchen ke Menara Formasi Shinzu lagi ya? Apakah ada yang tau? Tebak di kolom komentar ya...