
Li Yuchen yang telah diganggu oleh Ye Rui saat ingin membaca Ukiran Batu pun langsung berbaring di atas tempat tidurnya dan memejamkan matanya lalu memfokuskan fikirannya dan masuk ke dalam Giok Naga Hijau Emas.
"Kali ini aku harus tau apa isi yang ada di dalam Pagoda itu." ucap Li Yuchen dengan tekad yang sangat kuat sambil berjalan melewati pelindung di sekitar Pagoda.
Li Yuchen yang telah melewati pelindung pun akhirnya berada di tempat dirinya di ganggu oleh Ye Rui dengan nafas yang berat Li Yuchen pun maju berdiri di depan Ukiran Batu.
Li Yuchen yang melihat ukuran dari ukiran batu yang ada di depannya dengan sebelumnya akhirnya menyadari adanya perbedaan yang mencolok di antara Ukiran Batu yang terdahulu dan sekarang.
"Ukiran Batu yang sekarang terlihat sangat kasar dan ada beberapa simbol yang tidak bisa aku mengerti tapi sepertinya dari tulisan yang ada aku bisa memprediksi makna dari simbol ini." ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius sambil berjalan maju ke depan Ukiran Batu dan membacanya.
Namun saat Li Yuchen akan mulai membaca Ukiran Batu, Li Yuchen merasakan ada seseorang di dekat tubuh aslinya sehingga membuat Li Yuchen berhenti sejenak.
"Kenapa aku merasa ada seseorang yang ada di dekat tubuhku?" tanya Li Yuchen pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang bingung dan kesal karena lagi-lagi mendapatkan gangguan.
Li Yuchen yang menganggap itu hanya firasat yang tidak benar pun mengabaikan perasaannya dan mencoba membaca bait pertama dari tulisan yang terukir di Uikiran Batu.
"Bagaimana mungkin ada orang yang berani menggangguku lagi? Aku sudah memasang Segel Formasi yang akan membantu melindungi tubuh asliku." gumam Li Yuchen yang mencoba meyakinkan dirinya sendiri lagi dengan ekspresi wajah yang emosi.
Namun saat Li Yuchen memfokuskan dirinya membaca Li Yuchen akhirnya tersadar jika dirinya sebenarnya belum membuat Segel Formasi apapun.
Li Yuchen yang sadar jika tubuh aslinya yang tanpa perlindungan dalam bahaya pun memutuskan untuk keluar dari dalam Giok Naga Hijau dan kembali ke dunia nyata.
"Tidak! Aku belum membuat Segel Formasi sebelum masuk ke dalam Giok Naga Hijau!" ucap Li Yuchen secara langsung dengan ekspresi wajah terkejut dengan mata yang terbuka lebar.
"Aku harus segera kembali dan mencaritau apa yang telah terjadi dan siapa orang yang berani menggangguku kali ini!" ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang pasti dan ekspresi wajah yang marah dengan niat membunuh yang kuat
__ADS_1
Sementara di waktu yang sedikit berbeda dan tempat yang tidaklah jauh, Nona Shu yang telah berada di atas atap rumah seseorang di dekat Penginapan tempat Li Yuchen menginap menunggu kedatangan Penjaga yang telah ditugaskan memasukkan Pot Obat Perangsang.
"Apakah Penjaga itu behasil? Kenapa lama sekali?" tanya Nona Shu dengan ekspresi wajah yang cemas di balik cadarnya sambil berdiri tegap di tempatnya besama Pelayan pribadinya.
"Nona tenang saja. Penjaga itu pasti berhasil. Nona hanya perlu besabar untuk menunggu." ucap Seorang Pelayan dengan senyum canggung mencoba menyemangati Nona Shu.
Nona Shu yang akhirnya melihat kedatangan Penjaga yang sangat ditunggunya datang pun membuat perasaan Nona Shu menjadi sangat senang.
"Nona, lihat! Penjaga itu sudah datang!" teriak Pelayan dengan suara yang rendah agar tidak terdengar oleh orang lain sambil menunjuk ke arah Penjaga yang sedang melompat dengan cepat ke arah Nona Shu.
"Nona!" panggil Penjaga dengan patuh sambil bersujud dengan satu kaki menyentuh atap rumah dengan ekspresi wajah yang datar dan nada suara yang rendah.
"Bagaimana? Apakah kau berhasil?" tanya Nona Shu dengan ekspresi wajah yang cemas dengan nada suara yang bergetar.
“Bagus sekali. Kau bisa pergi sekarang.” Ucap Nona Shu kepada Penjaga yang sedang bersujud di depannya dengan senyum yang lembut.
Dalam sekejap mata, Penjaga itu pun pergi meninggalkan Nona Shu bersama pelayannya. Namun, Nona Shu yang tidak ingin ditemani siapapun pun memerintahkan Pelayannya juga ikut pergi meninggalkannya sendiri.
“Kau juga kembali saja ke rumah dan jika bertemu dengan ayahku jangan bilang apapun tentang masalah ini. Apa kau mengerti?" tanya Nona Shu kepada pelayan yang berdiri di belakangnya dengan ekspresi wajah yang patuh sambil menganggukkan kepala sebagai tanda mengerti lalu pergi mengikuti penjaga.
Nona Shu yang berdiri sendiri pun bergerak melompati atap rumah menuju ke Penginapan tempat Li Yuchen berada dan menyelinap masuk ke dalam kamar Li Yuchen.
"Waktunya aku pergi menemui Pangeran masa depanku. Tunggu aku calon suamiku tersayang!" ucap Nona Shu dengan senyum menggoda dengan tangan diletakkan di wajah seolah menggoda Li Yuchen lalu bergerak dengan kecepatan tinggi menuju kamar Li Yuchen menginap.
Nona Shu yang telah ada di depan pintu Penginapan tempat Li Yuchen menginapbpun terus bergerak dan menyelinap masuk ke kamar menggunakan jendela.
__ADS_1
Nona Shu yang pertama kali masuk ke dalam kamar Li Yuchen langsung mencium sebuah wangian yang sangat enak dan lembut dan membuat Nona Shu merasakan sensasi berbeda pada dirinya sendiri.
"Apakah ini efek samping dari Pot obat Perangsang itu? Aku merasa kakiku sangat lemas dan tubuh bagian bawahku terasa sangat panas dan gerah sekali. Tak hanya itu, tubuhku seperti merasa haus akan sentuhan seorang Pria." gumam Nona Shu dengan nada suara yang sangat rendah dengan wajah yang memerah karena panas dan tubuh yang bergetar hebat karena sensi yang dirasakannya ditubuh bagian bawahnya.
Nona Shu yang datang sambil memakai cadar berwarna putih tipis yang samar-samar menunjukkan merah dan indahnya bibir Nona Shu pun mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat mencari keberadaan Li Yuchen.
"Ah, di situ rupanya dirimu Pangeranku." ucap Nona Shu dengan nada suara yang serak mendayu-dayu dengan senyum menggoda dan wajah yang memerah karena efek obat.
Nona Shu yang berjalan dengan langkah kaki yang pelan dan lembut memakai gaun putih yang sangat indah dengan lekukan-lekukan tubuh yang terlihat jelas sehingga memberi kesan eksotis dan seksi.
Nona Shu yang telah berada di depan tempat tidur Li Yuchen pun menarik tirai perlahan dan duduk di samping tempat tidur Li Yuchen sambil menatap penuh nafsu ke arah Li Yuchen yang terbaring di atas ranjang.
"Sungguh pria yang sangat tampan. Sejak malam ini, kau akan menjadi Priaku dan akan bertekuk lutut di bawah kakiku." ucap Nona Shu dengan suara yang pela dan menggoda di balik telinga Li Yuchen sambil meniup pelan ke telinga kanan Li Yuchen dengan senyum yang penuh dengan niat tersembunyi.
Nona Shu yang tidak bisa menahan rasa panas yang ada di dalam tubuhnya pun melepaskan cadarnya dan pakaian luarnya satu per satu di hadapan Li Yuchen dan perlahan mendekati tubuh Li Yuchen yang sedang terbaring.
"Sayangku, kuserahkan semuanya padamu malam ini!" ucap Nona Shu yang telah terduduk di atas tubuh Li Yuchen dengan pakaian luar yang telah terlepas seluruhnya.
Nona Shu yang tidak ingin menunda lagi pun menyentuh dada bidang Li Yuchen dan menundukkan tubuhnya ingin mencium Li Yuchen tapi saat jarak antara bibir keduanya hanya beberapa senti tiba-tiba Li Yuchen membuka matanya lebar-lebar.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang marah dan nada bicara yang sangat dingin serta sorot mata yang tajam dan bulat.
#Bersambung#
Hmmm, gimana kelanjutannya? Apakah benar-benar akan terjadi sesuatu seperti yang diinginkan Nona Shu? Atau apakah esuatu yang lain yang akan terjadi nantinya? Tulis jawaban kalian di kolom komentar ya..
__ADS_1