Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 156. Pil Htam Suci tingkat Lima


__ADS_3

Keramaian yang semakin padat membuat Area di sekitar Makam Kuno menjadi sangat ramai dan di saat semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing tiba-tiba perubahan terjadi di atas langit.


Segel Formasi yang mengunci keberadaan Makam Kuno pun perlahan menampakkan diri dan perlahan menghilang sehingga menampilkan Lubang yang sangat besar yang berbentuk seperti Portal.


Semua orang yang melihat adanya Portal di atas langit menuju ke Mamam Kuno pun langsung menarik perhatian semua orang untuk bergerak dengan sangat cepat memasuki portal.


Li Yuchen yang bersembunyi di atas Pohon tidak ingin kehilangan kesempatan yang langka itu pun melakukan gerakan yang mendahului semua orang.


Li Yuchen yang mengeluarkan Kertas Pola Segel dari dalam Giok Naga Hijau Emas pun langsung mengaktifkannya sehingga terbentuklah Segel Formasi Teleportasi yang membuatnya berada tepat di depan Portal menuju Makam Kuno.


“Segel Formasi Aktifkan!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar dan nada suara yang rendah.


Wu Ruxin dan Ye Rui yang telah memasang penglihatan yang tajam pada Segel Formasi yang muncul tiba-tiba melihat sosok yang sangat dikenalnya bergerak dengan cepat.


“Lihat itu! Itu Tetua Yu! Dia telah berada di depan Portal Makam Kuno! Semuanya! Ayo kita juga bergerak!” ucap Wu Ruxin yang langsung menyadari postur tubuh Li Yuchen dan memberi aba-aba kepada semua orang untuk ikut bergerak mengikuti Li Yuchen dengan suara yang sangat keras.


“Tetua Yu telah bergerak masuk ke dalam Portal! Anggota Paviliun Huanfu tidak boleh ketinggalan! Kita harus segera menyusul Tetua Yu!” teriak Ye Rui yang menjadi Pemimpin Ekspedisi Makam Kuno mewakili Paviliun Huanfu.


Setelah mendengar perintah dari Ye Rui dan Wu Ruxin, dua kekuatan yang ada di Kota Jinlin pun bergerak dengan cepat menuju ke Makam Kuno.


Namun, di saat semua orang telah bergerak maju tiba-tiba beberapa orang berteriak dengan sangat keras dan dalam sekejap mata tubuhnya pun berubah menjadi abu. Hal itu pun langsung membuat orang-orang yang berniat masuk pun menghentikan tindakannya.


Wu Peng yang merupakan Ketua Menara Formasi Shinzu yang awalnya sudah merasa curiga dengan Pola Formasi yang pertama sekali muncul sebelum Portal menuju Makam Kuno terbuka pun mengemukakan pendapatnya yang membuat semua orang yang mendengar penjelasan Wu Peng semakin menghormatinya.


“Sepertinya dugaanku benar! Memasuki Makam Kuno ini tidak semudah yang dipikirkan orang. Segel Formasi yang muncul pertama kali tidaklah hilang dan tetap aktif untuk memberi batasan kepada orang-orang yang berniat menjelajahi Makam Kuno! Hanya orang yang berada di Level Bumi yang bisa memasuki Makam Kuno!” ucap Wu Peng dengan nada suara yang dingin yang langsung membuat semua orang diam mendengarkannya.


Semua orang yang mendengar perkataan Wu Peng pun langsung mengerti cara kerja Makam Kuno sehingga membuat orang mengubah rencananya secara mendadak.

__ADS_1


Di saat semua orang yang berada di luar bergerak masuk ke dalam, Li Yuchen yang telah memasuki Makam Kuno Pertama kali tiba-tiba dilemparkan ke dalam sebuah ruangan yang sangat asing baginya.


“Sepertinya aku telah berada di dalam Makam Kuno. Sebagai sebuah Makam, tempat ini sangatlah mewah.” Gumam Li Yuchen dengan nada suara yang rendah dengan mata yang terus mengawasi sekeliling.


Li Yuchen yang terus berjalan ke depan tiba-tiba melihat ada sebuah kotak berwarna hitam dengan ukiran naga emas di depannya.


“I-itu adalah Pil Hitam Suci bintang Lima!” teriak Li Yuchen dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang terkejut.


“Tidak di sangka Makam Kuno ini ternyata memiliki Harta Karun yang sangat bagus. Aku harus bisa mendapatkannya.” Ucap Li Yuchen yang langsung melompat dan bergerak cepat mengambil Kotak yang berisikan Pil.


Saat Li Yuchen yang hanya tinggal berjarak beberapa meter tiba-tiba terdengar suara umpatan dari beberapa orang yang mencoba mengancam Li Yuchen.


“Berhenti disana! Jangan coba-coba mengambil Pil itu jika tidak ingin kehilangan Nyawamu!” teriak seseorang pria dengan ekspresi wajah yang marah dengan nada suara yang keras dan juga kasar.


Li Yuchen yang tidak peduli dengan orang-orang yang ada di belakangnya pun melanjutkan aksinya dan bergerak semakin cepat untuk mengambil Kotak lalu menyimpannya ke dalam Giok Naga Hijau Emas dalam sekejap mata.


“Serahkan Pil itu! Jika tidak ingin nyawamu melayang!” ucap pemuda lain yang juga berada di dalam kelompok yang sama yang mencoba merampok Li Yuchen.


“Hah! Sombong sekali dia! Kak, kita hajar orang ini bersama-sama!” ucap pria lain yang ada di belakang pria yang memulai keributan dengan Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang marah.


“Hmmm! Sepertinya kau tidak akan menyerahkan Pil itu dengan mudah jika tidak mendapatkan pelajaran dariku! Semua serang dia!” ucap Pria itu dengan sangat keras sambil memberi perintah kepada dua orang temannya yang lain untuk ikut menyerang Li Yuchen.


“Baik, kak!” ucap kedua orang yang mendengar perintah dengan penuh semangat sambil mengeluarkan jurus terbaiknya untuk menyerang Li Yuchen.


Li Yuchen yang tidak merasa takut sama sekali dengan serangan dari tiga orang pria yang ada di depannya itu secara bersamaan pun berniat melakukan serangan balik.


“Kalian ingin memberiku perlajaran! Apa kalian pikir bisa?” ucap Li Yuchen dengan senyum sinis dengan nada suara yang meremehkan.

__ADS_1


Li Yuchen yang tidak ingin menyembunyikan kekuatannya lagi pun langsung melepaskan energi yang telah dikuncinya di dalam Meridiannya dan menunjukkan kekuatannya yang sesuangguhnya.


Ketiga Pria yang mencoba merebut Pil milik Li Yuchen pun menjadi sangat terkejut dan takut di saat bersamaan sehingga membuat ketiga membuat keputusan terburu-buru.


“A-apa Level Bumi tingkat Sembilan! Gawat! Kita bukan lawannya! Semuanya lari jika tidak ingin kehilangan nyawa!” ucap ketiga pria yang mencoba melarikan diri setelah mengetahui kekuatan Li Yuchen yang sebenarnya.


Ketiganya pun langsung berbalik arah dan mencoba melarikan diri dari pandangan Li Yuchen. Li Yuchen tidak berniat melepaskan siapapun pun melakukan serangan balik.


“Mau kemana kalian? Jangan berpikir untuk kabur? Selesaikan yang telah kalian mulai!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang dingin dengan tatapan mata yang tajam.


“Tapak Tangan Berdarah!” teriak Li Yuchen dengan sangat keras sambil mengeluarkan energi yang sangat kuat dari telapak tangannya yang mengarah ke tiga pria yang mencoba kabur.


Energi yang bergerak dengan kecepatan yang sangat cepat itu pun mengenai tubuh ketiganya dengan telak hingga membuat mereka bertiga terjatuh dan memuntahkan darah.


“A-ampuni kami! Ka-kami mohon ampuni kami!” teriak ketiganya secara bergantian dengan ekspresi wajah yang ketakutan dan nada suara yang gagap.


“Dimana rasa percaya kalian sebelumnya? Bukankah kalian ingin mengambil Pil ini dan nyawaku?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar dan senyum yang sinis.


“Ti-tidak! Ka-kami tidak berani! To-tolong ampuni kami!” ucap pria yang pertama kali mengancam Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang putus asa sambil berlutut dan bersujud di hadapan Li Yuchen yang diikuti dua orang lain yang ada di belakangnya.


Li Yuchen yang tidak memiliki rasa belas kasihan kepada musuh atau orang yang telah berniat untuk membunuhnya pun mengambil pedang salah satu dari ketiganya dan memenggal kepala ketiganya dalam sekali tebasan hingga membuat darah mengalir ke seluruh lantai.


Li Yuchen yang telah mengalahkan musuh dan mendapatkan Pil yang menjadi Harta Karun di tempat itu pun bergerak pergi.


Di saat Li Yuchen berjalan menyusuri lorong yang ada dibelakang ruangan tersebut namun tidak menemukan jalan keluar sama sekali dan tiba-tiba sebuah Segel Formasi dengan Pola Teleportasi muncul di hadapan Li Yuchen.


“Ini adalah Segel Teleportasi. Setelah ini, kemana aku akan dikirim?” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang penasaran sambil berjalan memasuki Segel Teleportasi yang ada di depannya.

__ADS_1


#Besambung#


Kemana Segel Formasi itu membawa Li Yuchen selanjutnya. Baca BAB selanjutnya ya...


__ADS_2