Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 227. Proses Kesembuhan I


__ADS_3

Li Yuchen yang telah sampai di depan rumah pun melihat Seo Xiqin yang sedang duduk menunggunya di depan pintu pun merasa sangat senang.


Li Yuchen yang tidak menyia-nyiakan momen itu pun memeluk Seo Xiqin dari belakang dan Seo Xiqin yang menyadari kehadiran Li Yuchen dari bau tubuhnya pun berbalik arah.


“Chen gege!” panggil Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang senang dan bahagia dan senyum lebar yang menghiasi wajahnya yang cantik.


“Qier tidak perlu menunggu di luar seperti ini. Chen gege tidak ingin Qier terkena flu nantinya!” ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang khawatir.


Seo Xiqin yang mendengar perkataan Li Yuchen pun menutup mulut Li Yuchen dengan tangannya lalu memberinya sebuah kecupan di bibir.


Li Yuchen yang merasa tertantang pun menarik tubuh Seo Xiqin semakin dekat ke arahnya lalu mencium bibir lembut dan mungil Seo Xiqin dengan lembut.


Hembusan nafas yang teratur di antara keduanya membuat wajah keduanya berubah warna menjadi merah dan tersenyum dengan perasaan kasih dan sayang.


Li Yuchen yang mengingat tujuan kedatangannya pun masuk ke dalam bersama Seo Xiqin dan disambut dengan tatapan cemas oleh Bibi Bai.


“Tuan Muda! Anda sudah kembali!” ucap Bibi Bai dengan ekspresi wajah yang bahagia dan nada suara yang terdengar lega dan syukur.


“Benar, Bibi Yi!” ucap Li Yuchen yang menatap Bibi Bai dengan ekspresi wajah yang hangat dan bersahabat.


Mo Yunhe yang mendengar Li Yuchen telah kembali pun merasa sangat senang dan langsung menanyakan perkembangan obat untuk Li Chuan.


“Chen’er! Kau sudah kembali! Bagaimana? Apakah kau berhasil membawa Tanaman Obat untuk Ayahmu?” tanya Mo Yunhe dengan ekspresi wajah yang penasaran dan rasa ingin tau yang sangat besar.


Seo Xiqin yang mendengar perkataan Mo Yunhe langsung menatapnya dengan tatapan mata yang sinis tapi tidak berani mengatakan apapun karena khawatir akan merusak keadaan.


Sementara, Bibi Bai yang telah membesarkan Li Yuchen dengan penuh kasih selama ini meskipun dirinya hanyalah seorang sampah tidak berguna merasa sedih melihat sikap Mo Yunhe pada Li Yuchen yang tidak perhatian sama sekali.


“Madam! Tuan Muda baru sampai. Apakah tidak sebaiknya memintanya untuk beristirahat terlebih dahulu.” Ucap Bibi Bai yang menatap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang khawatir.


“Tidak perlu Bibi! Aku baik-baik saja.” Ucap Li Yuchen dengan senyum yang lembut dan menenangkan dengan tatapan mata yang menyejukkan.

__ADS_1


“Aku sudah membawa obatnya dan mengubahnya menjadi Pil. Aku akan memulai Prosesnya sekarang jadi aku membutuhkan sesuatu!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah dan nada suara yang datar dan tatapan mata cuek.


“Katakan saja! Ibu akan membantumu menyiapkan semua yang kau butuhkan!” ucap Mo Yunhe dengan ekspresi wajah yang bahagia dan senyum ceria serta tatapan mata penuh harapan.


“Aku membutuhkan satu bak mandi yang diisi dengan air hangat dan juga beberapa baskon kecil!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas.


Mo Yunhe yang mendengar permintaan Li Yuchen pun meminta Bibi Bai menyiapkan semuanya dengan bantuan Sui’er dan Luo’er sementara dirinya membantu Li Chuan mengganti pakaiannya.


Seo Xiqin yang merasakan sikap tidak adil yang dilakukan Mo Yunhe kepada Li Yuchen sebenarnya sangat ingin mengajukan pendapatnya tapi sikap Li Yuchen yang tidak peduli dan cuek membuat Seo Xiqin menyerah.


Setelah beberapa saat akhirnya semua telah selesai disiapkan, Li Yuchen ternyata juga telah siap untuk proses kesembuhan itu.


“Aku harus membuat Ayah sehat kembali sebelum rencana jahat Li Zui terlaksanakan jika tidak maka semuanya rencanaku untuk membantu pemilik tubuh ini sia-sia!” gumam Li Yuchen dengan suara rendah sambil berjalan menemui semua orang yang sudah menunggu kehadirannya.


“Aku akan memulai prosesnya sekarang. Tidak ada seorangpun boleh masuk ke dalam dan mengganggu proses ini karena proses ini sangat membahayakan nyawa kami berdua!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang serius serta tatapan mata yang tajam.


Li Yuchen yang telah masuk ke dalam dan menutup pintu dengan rapat pun memasukkan Li Chuan ke dalam baik air hangat dan mengatur posisinya dalam keadaan duduk bersilah dengan tangan ada di atas kedua pahanya.


Li Yuchen yang telah mengeluarkan Pil Energi Api Phoenix dari dalam botol pun memasukkan Pil tersebut ke dalam mulut Li Chuan.


Pil Energi Api Phoenix yang mengandung Tanaman Obat yang bersifat panas dan juga sedikit esensi Api Burung Phoenix membuat racun tersebut perlahan memudar dan menyebabkan Li Chuan yang awalnya kehilangan kesadarannya mulai mendapatkan kesadarannya kembali perlahan-lahan.


Air panas yang awalnya ada di dalam bak mandi perlahan berubah menjadi dingin sehingga membuat Li Yuchen mengeluarkan Api Berapi Hitam miliknya untuk membuat air tersebut panas kembali.


Namun ternyata Api Berapi Hitam tidak membuat air tersebut hangat kembali tapi justru mencoba menelan bak yang berisi air sehingga membuat Li Yuchen menarik kembali Api Berapi Hitam miliknya.


“Sial! Aku tidak bisa menggunakan Api Berapi Hitam untuk menghangat kembali air ini!” ucap Li Yuchen dengan umpatan kekesalan yang terlihat jelas dari nada suaranya.


Di saat Li Yuchen merasakan frustasi karena khawatir proses penyembuhan ini akan gagal pun tiba-tiba Burung Phoenix memberikan sinyal kepada Li Yuchen untuk keluar.


Li Yuchen yang mengingat jika Api yang berasal dari Burung Phoenix dapat memadatkan Pil yang hampir gagal pun merasakan adanya harapan.

__ADS_1


Li Yuchen pun memanggil Burung Phoenix keluar dari dalam Giok Naga Hijau Emas untuk membantunya dalam proses kesembuhan Li Chuan.


“Phoenix keluarlah!” panggil Li Yuchen dengan wajah yang ceria dan Burung Phoenix pun keluar dari dalam Giok Naga dan terbang di atas kepala Li Yuchen berputar-putar dengan sangat lincah.


Li Yuchen yang melihat air yang ada di dalam bak telah menjadi dingin pun meminta Burung Phoenix untuk mengeluarkan Apinya lalu menghangatkan kembali air tersebut.


Dalam hitungan detik, air tersebut pun panas kembali dan proses penetralan racun pun kembali cepat dan dalam waktu singkat semua racun tersebut telah naik ke tenggorokan Li Chuan.


Li Yuchen yang melihat itu pun mengalirkan energinya ke telapak tangan dan memukul punggu Li Chuan dengan sangat keras hingga Li Chuan memuntahkan darah berwarna hitam yang sangat banyak.


Li Yuchen yang mengetahui bahwa racun tersebut sangatlah banyak pun mengulangi tindakannya beberapa kali hingga semua baskon kosong yang dimintanya untuk disiapkan telah terisi penuh.


Tubuh Li Chuan yang telah terbebas dari racun pun membuat kesadaran Li Chuan kembali seperti semula. Li Chuan pun akhirnya membuka matanya dan merasa bingung dengan situasi yang dihadapinya saat ini.


Li Yuchen yang tau jika proses kesembuhan ini belum selesai pun meminta Li Chuan untuk fokus untuk proses selanjutnya.


“Aku tau Ayah pasti sangat bingung tapi ini bukan saatnya. Jika Ayah ingin sembuh sepenuhnya seperti semula, Ayah harus fokus dan aku akan memulai mengembalikan semuanya seperti semula!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas dan ekspresi wajah yang serius.


Li Chuan yang tidak mengerti apapun pun mempercayakan tubuhnya kepada Li Yuchen meskipun harus menahan rasa penasarannya.


Li Yuchen yang ingin memulai proses mengembalikan kaki Li Chuan yang lumpuh kembali normal kembali pun membutuhkan Terapi Akupuntur untuk mengaktifkan kembali titik saraf dan titik meridian yang telah mati.


“Ayah! Sekarang waktunya untuk berbaring. Aku akan membantu mengangkat Ayah ke atas tempat tidur dan setelah itu aku harap Ayah bisa bekerjasama denganku dalam proses selanjutnya!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang dingin.


“Baiklah! Ayah serahkan semuanya padamu!” ucap Li Chuan dengan ekspresi wajah yang tegas dan tatapan mata yang penuh percaya diri.


Li Yuchen yang melihat Li Chuan telah memejamkan matanya kembali pun mengeluarkan satu set jarum perak miliknya dan bersiap memulai proses selanjutnya.


“Proses selanjutnya akan sangat menyakitkan jadi Ayah harus menahannya jika ingin dapat berjalan kembali seperti semula!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin.


“Ayah mengerti!” ucap Li Chuan sambil menganggukkan kepalanya patuh dan menutup matanya menunggu Li Yuchen dengan proses selanjutnya.

__ADS_1


#Bersambung#


Apakah Proses kedua akan berhasil dengan mulus? Atau akan ada halanganya? Tebak di kolom komentar ya...


__ADS_2