
Beberapa hari berlalu, Li Yuchen yang telah selesai dalam Pelatihan Tertutupnya pun keluar dari kamarnya.
“Bos! Apakah Pelatihanmu telah selesai?” tanya Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan ekspresi wajah yang sangat bersemangat.
“Iya! Bagaimana dengan hasil latihanmu?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang cuek dan terdengar basa-basi tapi tatapan mata Li Yuchen menunjukkan keseriusan.
“Saya telah berhasil naik satu tingkat dan berhasil mempersingkat waktu membuat Formasi, Bos!” ucap Ye Zhin dengan sangat antusias dengan semangat yang membara.
“Aku akan berusaha keras agar berhasil lolos ke Babak Semi Final! Aku ingin melawanmu, Bos!” ucap Ye Zhin dengan tekad yang kuat.
Li Yuchen yang mendengar ucapan Ye Zhin pun tersenyum kecil lalu menepuk pundak Ye Zhin dengan sedikit keras.
“Aku akan mendukungmu tapi jika keadaan semakin memburuk akan lebih baik untuk menyerah daripada kau harus mengalami nasib yang sama dengan Tuan Muda Nanggong!" ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang tegas.
"Aku mengerti, Bos!" ucap Li Yuchen yang langsung menganggukkan kepalanya sebagai tanda paham dengan tekad yang kuat.
Li Yuchen yang penasaran dengan hasil tugas yang diberikannya kepada Ye Zhin sebelum dirinya memasuki Latihan Tertutup pun bertanya.
"Apakah kau sudah menemukan orang yang aku maksud?" tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah dan nada suara yang terdengar sangat serius.
"Agh, aku sudah menemukannya dan aku pun membawanya kemari. Saat ini dia tinggal di salah satu kamar di Penginapan ini, Bos!" ucap Ye Zhin dengan percaya diri.
"Antar aku kepada orang itu. Aku perlu bicara dengannya!" ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas dan tatapan mata yang tajam.
"Baiklah. Silahkan ikuti saya, Bos!" ucap Ye Zhin yang menganggukkan kepalanya lalu bergerak pergi menuntun Li Yuchen.
Ye Zhin yang membawa Li Yuchen ke lantai satu pun berhenti di sebuah pintu dan meminta izin untuk masuk dengan nada suara yang lembut.
"Ini aku, Ye Zhin. Bolehkah aku masuk ke dalam?" tanya Ye Zhin dengan suara yang lembut dan ekspresi wajah yang percaya diri.
Tak butuh waktu lama, orang yang ada di dalam kamar tersebut pun langsung membuka pintu saat mendengar permintaan dari Ye Zhin.
"Ma-masuklah, Tuan!" ucap pria tersebut dengan suara yang gagap dengan ekspresi wajah yang sedikit takut dan waspada di saat bersamaan.
Li Yuchen dan Ye Zhin yang mendapatkan izin pun masuk ke dalam kamar lalu duduk dengan sangat nyaman di atas sofa.
Anak laki-laki yang masih muda berumur sekitar tiga belas tahun itu pun menjadi sangat gugup saat melihat Li Yuchen duduk menatap dirinya.
__ADS_1
Anak laki-laki itu bernama Luenli yang terlahir dari hubungan satu malam Kaisar Qi yang mabuk dan juga seorang Penari Wanita yang cantik.
Luenli yang lahir dari Seorang Rakyat Biasa yang hanya Seorang Penari tidak berani mengatakan kepada siapapun tentang identitas asli dari Luenli.
Penari tersebut tidak ingin anaknya terlibat dalam peperangan dalam Perebutan Tahta Kekaisaran dengan Permaisuri You, Pangeran Mahkota Qi Houran dan yang lain memutuskan menutup rapat rahasia ini.
Namun, saat Luenli melihat Ibunya ditindas dan dirinya tidak bisa melakukan apapun untuk membalas hati kecil mengatakan bahwa dirinya menginginkan kekuatan dan kekuasaan.
Li Yuchen yang bisa merasakan dan melihat niat dan ambisi yang besar dari sorot mata Luenli pun merasa sangat senang.
Li Yuchen yang ingin bicara empat mata dengan Luenli pun memberi kode kepada Ye Zhin untuk meninggalkan ruangan tersebut.
Ye Zhin yang menyadari posisinya pun dengan cepat menganggukkan kepalanya lalu berbalik arah pergi.
"Jangan khawatir! Bos adalah orang yang baik dan dia akan membantumu jika kau bisa menunjukkan ketulusanmu!" ucap Ye Zhin dengan senyum yang lembut.
Luenli yang awalnya sangat takut dan tegang langsung mengubah ekspresi wajahnya setelah mendengar perkataannya.
Tubuh Luenli yang awalnya bergetar menjadi tegap dan bahkan dirinya pun sudah bisa menatap mata Li Yuchen yang dilihatnya seperti singa yang siap menerkam mangsanya kapan saja.
"Namamu Luenli, bukan? Apakah kau tau alasan dirimu dibawa kemari?" tanya Li Yuchen dengan nada suara yang tegas dan tatapan mata yang tajam.
"Bukankah Tuan ingin aku bekerja untuk Tuan?" tanya Luenli dengan wajah yang polos dan tatapan mata yang bingung.
Li Yuchen yang mendengar jawaban Luenli pun semakin yakin jika Luenli tidak mengetahui apapun tentang identitasnya.
"Aku tidak ingin kau bekerja untukku! Aku ingin kau menjadi orangku!" ucap Li Yuchen sambil mengeluarkan sedikit Aura mendominasi.
"Apakah kau ingin memiliki kekuatan dan kekuasaan?" tanya Li Yuchen secara langsung tanpa menjelaskan apapun kepada Luenli dengan nada suara yang tegas.
Luenli yang mendengar perkataan Li Yuchen pun menjadi sangat terkejut dan tanpa sadar membuka matanya sangat lebar.
Luenli yang hanya anak laki-laki yang beranjak dewasa tidak bisa mengontrol ekspresi wajah ataupun perasaannya di hadapan orang lain sehingga membuat orang yang melihatnya dapat mengetahui isi hati Luenli sebenarnya.
"Jika kau menginginkan Kekuasaan dan Kekuatan maka aku akan membantumu mendapatkannya tapi tentu saja dengan bayaran kesetiaanmu padaku!" ucap Li Yuchen dengan senyum misterius.
Luenli yang tidak ingin merasakan penghinaan ataupun penindasan lagi pada dirinya dan Ibunya pun tanpa sadar bangun dari tempat duduknya lalu bersujud di hadapan Li Yuchen.
__ADS_1
"Tuan, aku ingin menjadi kuat! Aku ingin memiliki kekuasaan! Aku ingin kehidupanku dan Ibuku menjadi lebih baik! Aku tidak ingin melihat Ibuku terus menangis! Aku ingin bisa melindunginya!" ucap Luenli dengan suara yang sangat tegas dan tekad yang kuat.
"Saya bersedia menjadi budak Tuan asalkan saya bisa mewujudkan semuanya. Saya akan melakukan apapun untuk Ibu!" ucap Luenli dengan air mata yang mengalir tanpa bisa ditahannya.
Li Yuchen yang mendengar Luenli mengatakan hal yang sangat ingin didengarnya pun merasa sangat puas lalu berdiri dan membantu Luenli berdiri.
"Aku akan membantumu mendapatkan semua itu asalkan kau mau melakukan kontrak jiwa denganku!" ucap Li Yuchen sambil menepuk pundak Luenli dengan sedikit keras.
Li Yuchen yang pernah dihianati di masa lalu hingga kehilangan nyawanya tidak pernah ingin lagi membantu orang lain tanpa menggunakan kontrak jiwa dengannya.
"Aku tidak bisa mempercayai orang lain dengan mudah karena penghianatan yang aku alami tapi aku tidak ingin menutup diri dari orang lain jadi ini hanya salah satu cara agar aku bisa mempercayai orang lain lagi!" ucap Li Yuchen dalam hati.
Luenli yang mendengar perkataan Li Yuchen pun dengan cepat menganggukkan kepalanya memberikan tanda persetujuannya
Li Yuchen yang senang dengan keputusan yang dibuat Luenli pun mengaktifkan Segel Formasi Jiwa dan mengikat Jiwa Luenli dengan rantai yang sanga kuat dan meletakkan intinya ke dalam alam bawah sadar miliknya.
"Jika Luenli mulai bertindak menghianatiku, aku akan dapat dengan mudah mengendalikan dirinya dan membunuhnya!" ucap Li Yuchen dalan hati sambil menatap Luenli dengan tajam.
Li Yuchen yang telah memasang Segel Formasi Pengikat Jiwa pada Jiwa Luenli pun memberikan perintah agar Luenli untuk membuka matanya.
“Bukalah matamu dan duduklah! Prosesnya telah selesai. Mulai sekarang dan selamanya kau akan menjadi orangku!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.
Luenli yang masih belum mengerti dengan jelas maksud ucapan Li Yuchen merasa sangat senang dan dengan cepat berpindah posisi duduk di hadapan Li Yuchen.
“Apakah kau tau identitasmu yang sebenarnya?” tanya Li Yuchen secara langsung dengan ekspresi wajah yang serius.
Luenli yang tidak mengerti maksud ucapan Li Yuchen pun mengkerutkan keningnya dan menatap mata Li Yuchen dengan wajah yang bingung.
“Hah! Jika kau tidak tau mungkin itu semua karena Ibumu tidak ingin ada orang lain yang tau karena dia ingin kau selamat!” ucap Li Yuchen yang membuat Luenli semakin bingung karena tidak mengerti dengan perkataan Li Yuchen.
“Kau adalah Putra tidak sah dari Kaisar Qi. Kaisar dari Daratan Yunzan. Pangeran Mahkota Qi Houran dan Putri-putri lainnya adalah Saudaramu!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.
“A-apa? Tidak mungkin!” teriak Luenli dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang bingung dan tanpa sadar berdiri di hadapan Li Yuchen.
#Bersambung#
Apakah Luenli berhasil merebut Tahta Kekaisaran dari Putra Mahkota Qi Houran? Bagaimana Li Yuchen akan membuat Luenli menjadi Kaisar? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...
__ADS_1