
Keesokan paginya, Li Yuchen yang sedang sarapan pagi bersama Seo Xiqin tiba-tiba dikejutkan dengan Sui’er yang berlari dengan terburu-buru.
“Tuan Muda! Nona! Ada berita mengejutkan!” ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang kelelahan karena terus berlari tanpa henti dengan keringat yang mengalir sangat banyak ke dahinya dengan nafas yang tidak beraturan.
“Tenangkan dirimu! Ada apa Sui’er?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang penasaran dan nada suara yang lembut sementara Li Yuchen hanya duduk diam tanpa mengeluarkan kata apapun dan hanya melajutkan makannya.
“Nona, saya melihat Madam sedang mengamuk saat ini karena Tuan Besar telah tidur dengan Nona Wei semalam!” ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang terkejut dan mata yang terbuka lebar.
“Apa? Ayah Mertua bersama Nona Wei?” ulang Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang tidak percaya dengan nada suara yang tinggi lalu memalingkan wajahnya ke arah Li Yuchen yang tidak memberikan respon apapun.
“Benar, Nona!” ucap Sui’er sambil menganggukkan kepala beberapa kali dengan ekspresi wajah yang percaya diri dan tatapan mata yang lurus tajam menatap Seo Xiqin.
Seo Xiqin yang masih belum mempercayai informasi yang didapatkannya pun memerinthakan Sui’er dan Pelayan lainnya untuk keluar.
“Chen gege! Apakah kau yang telah melakukan ini pada NonaWei?” tanya Seo Xiqin secara langsung tanpa berkedip ataupun berjedah dengan ekspresi wajah yang penasaran.
Li Yuchen yang telah menyelesaikan makannya pun mengelap mulutnya dan menatap Seo Xiqin dan mendekatkan kepalanya ke hadapan Seo Xiqin.
“Chen gege bukanlah orang yang sangat baik yang akan diam saja saat orang lain mencoba menyakiti Chen gege!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang dingin dan tatapan mata yang tajam.
“Semalam, Ibu memberikan Chen gege obat perangsang yang sangat kuat melalui segelas anggur lalu tiba-tiba kepala Chen gege terasa sangat pusing dan Ibu menyarankan Chen gege untuk beristirahat di sebuah ruangan!” ucap Li Yuchen yang kembali ke tempatnya dengan pandangan lurus ke depan.
“Chen gege yang telah merasakan ada yang tidak beres mencoba menekan efek obat tersebut tapi tetap saja tidak Chen gege merasa kesulitan untuk mengendalikannya lalu tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan Nona Wei masuk ke dalam dengan pakaian yang setengah terbuka seolah telah menunggu saat itu!” ucap Li Yuchen lagi menyambungkan ceritanya.
“Chen gege yang menyadari jika ini adalah rencana Ibu yang ingin Chen gege menjadikan Nona Wei sebagai Selir baru Chen gege. Chen gege yang ingin menepati janji pada Qier pun memutuskan untuk membuat Nona Wei tidak sadarkan diri dan membuat Ayah mabuk lalu mebawanya ke ruangan itu!” ucap Li Yuchen yang kemudian menatap mata Seo Xiqin.
“Chen gege hanya ingin memberikan Ibu pelajaran untuk tidak ikut campur dalam hubungan orang lain jadi Chen gege membuat Nona Wei sebagai Selir baru Ayah!” ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang tajam dengan nada suara yang dingin.
Seo Xiqin yang mendengar penjelasan Li Yuchen pun tertawa dengan sangat keras lalu menatap Li Yuchen dengan senyum yang bahagia.
__ADS_1
“Hahaha... Sebenarnya sudah tau jika Nona Wei dan Ibu Mertua bekerjasama tapi Qier tidak tau yang mereka berdua rencanakan tapi mendengar penjelasan Chen gege, Qier menjadi sangat senang. Terima kasih karena telah berusaha menepati janji!” ucap Seo Xiqin dengan wajah yang bahagia dan senyum yang lebar.
Li Yuchen yang melihat wajah bahagia di wajah Seo Xiqin pun ikut bahagia dan merasa jika keputusan yang telah diambilnya adalah hal yang benar.
“Qier! Semua telah kembali seperti semula. Sudah tidak ada lagi alasan kita untuk lebih lama disini. Apakah Qier keberatan jika kita meninggalkan Kediaman Keluarga Li segera?” tanya Li Yuchen dengan tatapan mata yang penuh kasih sayang.
“Tentu saja. Qier akan selalu ikut kemanapun Chen gege pergi!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah penuh dengan keyakinan dan tatapan mata yang tajam.
“Qier akan meminta Sui’er, Luo’er dan Bibi Yi untuk segera berkemas.” Ucap Seo Xiqin lagi dengan ekspresi wahah yang bahagia.
Li Yuchen yang memiliki urusan lain pun pergi ke Menara Formasi Shinzu menemui Ketua Xingchen sendirian.
Ketua Xingchen yang telah menunggu kehadiran Li Yuchen pun tersenyum bahagia dan menyamburan kehadiran Li Yuchen dengan tangan terbuka.
“Tetua Li, senang bisa bertemu denganmu lagi! Selamat untuk kemenanganmu dalam Pertandingan Generasi Muda Keluarga Li!” ucap Ketua Xingchen dengan wajah yang bahagia dan senyum berseri-seri.
“Terima kasih, Ketua Xingchen. Terima kasih karena telah membantu saja selama Pertandingan Generasi Muda Keluarga Li!” Ucap Li Yuchen dengan senyum yang tulus dan wajah yang ceria.
“Itu juga adalah alasan kedatangan saya. Saya harus segera pergi menuju kota Yunlong jadi apakah bisa rencana kita dimana saya memberikan pengarahan kepada Master Formasi yang mengalami kesulitan besok pagi?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.
“Tentu saja. Tentu saja bisa Tuan Muda! Tidak ada yang tidak bisa. Saya akan menpersiapkan semuanya besok!” ucap Ketua Xingchen dengan ekspresi wajah yang cerah dan nada suara yang bersemangat.
Sementara itu, di Kediaman Keluarga Wei, Wei Situ yang mengetahui hal buruk yang terjadi pada Wei Lan pun meminta Wei Lan untuk menerima kenyataan dan melupakan Li Yuchen.
“Kau harus masuk ke Kediaman Keluarga Li dan menjadi Selir Kediaman Keluarga Li!” ucap Wei Situ dengan nada suara yang dingin dan ekspresi wajah yang datar.
“Tidak! Aku tidak mau. Aku tidak ingin menjadi Selir Tua Bangka itu!” ucap Wei Lan dengan suara yang sangat keras dengan air mata yang terus mengalir ke pipinya.
“Kau tidak bisa menolaknya. Kau tidak punya pilihan lain selain menerimanya!” ucap Wei Situ dengan kata-kata yang terdengar sangat kejam.
__ADS_1
“Lan’er yang dikatakan Ayahmu itu sangat benar. Kau harus menikah dan menjadi Selir Li Chuan karena kau telah tidur dengannya. Jika kau tidak mau menjadi Selir lalu apa yang yang ingin kau lakukan? Tidak akan ada seorangpun yang mau menerima wanita yang telah ternodai!” ucap Nyonya Wei dengan ekspresi wajah yang sedih.
“Kau juga tidak mungkin bisa menjadi Istri Li Yuchen karena Ayah melihat jika hatinya telah menjadi milik Istrinya seutuhnya. Jika yang kau katakan itu benar maka orang yang membuatmu seperti ini adalah Li Yuchen.” ucap Wei Situ dengan ekspresi wajah yang serius.
Wei Lan yang tidak ingin menerima kenyataan jika hidupnya telah benar-benar hancur pun berlari meninggalkan Aula Utama menuju kamarnya.
Wei Lan yang tidak bisa mengendalikan dirinya pun menghancurkan semua barang yang ada di dalam kamarnya hingga membuat semua Pelayan yang melihat sikap Wei Lan menjadi ketakutan.
“Aaarrgghhh! Keluar! Semuanya keluar!” teriak Wei Lan dengan suara yang keras dengan mata yang melotot tajam dan wajah yang memerah karena marah.
“Tidak! Aku tidak ingin menikah dan menjadi Selir Kediaman Keluarga Li. Aku hanya akan masuk ke Kediaman Keluarga Li sebagai Istri Sah!” ucap Wei Lan dengan tekad yang kuat.
Wei Lan yang telah sedikit tenang tiba-tiba mendengar ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya. Wei Lan yang tidak ingin bertemu siapapun mencoba mengusirnya.
“Pergi! Aku ingin sendiri! Tidak ada yang boleh masuk!” ucap Wei Lan dengan suara yang keras dengan nada suara yang mengancam.
“Nona! Saya datang karena ingin menyampaikan berita penting mengenai Tuan Muda Li!” ucap Pelayan yang mengetuk pintu dengan suara yang percaya diri.
“Masuklah!” ucap Wei Lan dengan nada suara dan ekspresi wajah yang dingin serta tatapan mata yang tajam.
“Katakan padaku apa yang ingin kau sampaikan! Jika kau tidak memberiku jawaban yang memuaskan maka jangan salahkan aku jika memberimu hukuman yang sangat berat karena telah lancang melanggar perintahku!” ucap Wei Lan dengan nada suara yang tajam.
“Saya mendengar bahwa Tuan Muda Li akan sedang bersiap meninggalkan Kediaman Keluarga Li dan berencana pergi ke Akademi Yunlong bersama Nona Muda Li untuk mengikuti Seleksi Masuk Murid Luar Akademi Yunlong!” ucap Pelayan tersebut dengan kepala tertunduk ke bawah.
Wei Lan yang mendengarnya pun tiba-tiba mendapatkan ide untuk bisa dekat dengan Li Yuchen dan membuatnya melupakan Seo Xiqin.
“Kerja bagus! Ambil ini dan pergilah!” ucap Wei Lan dengan ekspresi wajah yang tajam dengan senyum yang jahat.
#Bersambung#
__ADS_1
Apakah Mo Yunhe dan Li Chuan akan memberikan izin kepada Li Yuchen untuk pergi? Apakah ketiganya berhasil masuk ke Akademi Yunlong? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...