
Keluarga Ye adalah salah satu Keluarga Bangsawan kuat yang ada di Kota Jinlin bersamaan dengan Keluarga Seo dan Keluarga Wu.
Ye Han sebagai Kepala Keluarga Ye sangat menyukai keindahan jadi Ye Han memiliki banyak sekali selir dan itu juga yang menjadi alasan Ye Rui membenci wanita-wanita yang mau dijadikan Selir ataupun anak yang terlahir dari Selir.
Ma Shunyi adalah Istri Sah dari Ye Han yang telah melahirkan dua anak, putra dan putri. Ma Shunyi adalah salah satu gadis tercantik di Kotanya dan meskipun telah berumur kecantikannya seakan tidak pernah pudar.
Ma Shunyi yang sedang duduk dipijat dengan bahan herbal dengan wewangian yang sangt enak dicium tiba-tiba mendapatkan kabar buruk tentang Putri tunggalnya membuatnya menjadi sangat cemas dan bergerak dengan cepat menuju ke Ruang Kerja suaminya meminta bantuan.
"Nyonya! Nyonya! Nyonya! Ada kabar buruk!" teriak seorang wanita yang telah tua dengan suara yang tinggi dengan ekspresi wajah yang cemas sambil berlari tergesa-gesa menuju ke kamar Ma Shunyi.
"Ada apa Bibi Ying? Kenapa kau berlari-lari seperti itu? Kabar buruk apa yang membuatmu seperti itu, jika itu masalah suamiku yang membawa Selir lagi maka biarkan saja." ucap Ma Shunyi dengan ekspresi wajah yang cuek dan nada bicara yang datar sambil melambai-lambaikan tangan seolah tidak peduli.
"Ini bukan tentang Tuan Besar, Nyonya. Ini tentang Nona Ye Rui." ucap Bibi Ying merupakan Pelayan pribadinya yang dibawanya dari Rumah Orang Tuanya ke Kediaman Keluarga Ye dengan ekspresi wajah yang pucat dengan nada suara yang tinggi.
Ma Shunyi yang awalnya tidak peduli setelah mendengar nama Putri Kesayangannya disebut menjadi sangat terkejut dan bahkan langsung berpindah posisi.
Ma Shunyi yang tidak ingin pembicaraannya didengar oleh pelayan-pelayan yang ada di ruangannya pun segera mengusir pelayan itu keluar dan menempatkan orang-orangnya untuk berjaga.
"Kalian keluarlah!" ucap Ma Shunyi dengan ekspresi wajah yang datar dan nada suara yang dingin serta sorot mata yang tajam menatap pelayan-pelayan yang ada di sekitarnya untuk segera pergi menjauh.
Setelah kepergian semua pelayan itu, Ma Shunyi pun langsung menanyakan semua hal yang menjadi pertanyaan di dalam hatinya kepada Bibi Ying yang merupakan Pelayan kepercayaannya.
"Apa maksud ucapanmu? Apa yang terjadi pada Rui'erku?" tanya Ma Shunyi dengan nada suara yang tergesa-gesa dengan ekspresi wajah yang cemas sambil mengubah posisinya menjadi duduk.
"Nona Ye Rui saat ini sedang dalam bahaya. Nona sedang disiksa oleh Seorang Master Formasi di salah satu Restoran terkenal di Kota Jinlin." ucap Bibi Ying dengan gerakan tubuh yang sangat impresif dengan ekspresi wajah yang berubah-bah.
__ADS_1
"Master Formasi? Bagaimana mungkin? Ye Rui ku tidak mungkin melakukan kesalahan yang sebesar itu. Dia tidak mungkin menyinggung Seorang Master Formasi karena Ye Rui sangat tau jika Master Formasi memiliki kekuatan khusus yang bahkan Seorang Kaisar pun harus menundukkan kepalanya." tanya Ma Shunyi dengan mengucapkan kata penting berulang dengan ekspresi wajah yang bingung dan cemas di saat bersamaan.
"Saya tidak bebohong, Nyonya. Saya mengatakan yang sebenarnya. Saya mengetahuinya dari mata-mata yang kita tempatkan di Penjaga Keamanan Ruang Kerja Tuan Besar.” Jelas Bibi Ying dengan ekspresi wajah yang mengatakan kejujuran dengan sorot mata ketakutan dan kecemasan yang sangat jelas.
“Lalu bagaimana reaksi Tuan Besar? Apakah dia sekarang telah bergerak membawa pasukan Keluarga Ye untuk menyelamatkan Yui’erku?” tanya Ma Shunyi dengan ekspresi wajah yang cemas dengan nada suara yang bergetar karena khawatir.
Bibi Ying yang mendengar pertanyaan Ma Shunyi tidak bisa mengatakan apapun dan hanya menggelengkan kepala sebagai tanda jawaban darinya.
Ma Shunyi yang melihat respon jawaban dari Bibi Ying pun merasa dunianya telah hancur dan seluruh tubuhnya menjadi sangat lemas da tidak bertenaga.
“Nyonya! Nyonya, saya mohon kuatkan diri anda. “ ucap Bibi Ying yang langsung berlari ke arah Ma Shunyi yang telah kehilangan keseimbangan dan merangkulnya agar dapat duduk kembali dengan tegap.
“Bibi Ying, bagaimana bisa suamiku tega melakukan ini pada Rui’erku? Bagaimanapun juga Rui’er adalah putri kandungnya dan juga Seorang Master Alkemia. Bukankah itu bisa dijadikan pertimbangkan untuk menyelamatkannya?” tanya Ma Shunyi dengan dengan ekspresi wajah yang sedih dan depresi yang melanda dengan air mata yang mengalir dengan deras ke pipinya.
“Saya tidak tau alasannya Nyonya tapi Nyonya tidak boleh seperti ini. Nyonya, anda harus kuat. Ini semua demi keselamatan Nona. Ucap Bibi Ying yang mencoba memberikan semangat kembali kepada Ma Shunyi yang telah merasa dunianya telah hancur sebagai seorang Ibu karena suami yang selama ini dibanggakan dan disayanginya dengan tega mengorbankan Putri kandungnya sendiri.
“Yang kau katakan itu benar sekali, Bibi Yin. Aku adalah seorang ibu. Aku tidak boleh lemah dan ini semua demi anak-anakku.” Ucap Ma Shunyi yang bertahan dengan menguatkan dirinya sendiri dengan tekad yang sangat kuat.
“Bibi Ying, ambilkan baju hangatku. Kita ke Ruang Kerja Tuan Besar. Aku tidak bisa diam saja di sini dan melihat Putriku dikorbankan. Aku akan menemui Suami b*******k itu dan memberinya pelajaran berharga jika dia masih pada keputusannya untuk mengorbankan Putriku.” Ucap Ma Shunyi dengan nada suara yang terdengar sangat kejam dengan ekspresi wajah yang penuh dengan amarah dan sorot mata yang tajam menunjukkann tekad yang kuat.
Bibi Ying tau akan tugasnya pun bergegas mengambul baju hangat Ma Shunyi dan membantu memakaikannya lalu berjalan di samping Ma Shunyi menuju ke Ruang kerja Ye Han sambil memegang lentera.
Di saat Ma Shunyi dan Bibi Ying telah dekat dengan ruang kerja Ye Han. Ma Shunyi langsung memberikan kode kepada Bibi Ying untuk memulai aksinya agar dirinya dapat masuk ke dalam Ruang Kerja Ye Han dengan sempurna.
“Bibi Ying, kau tau harus apa bukan? Aku harus masuk ke dalam Ruang Kerja suamiku bagaimanapun caranya. Ini demi keselamatan Ye Rui, Putriku.” Ucap Ma Shunyi dengan sorot mata yang tajam menatap Bibi Ying yang sedang berdiri di sampingnya.
__ADS_1
“Tentu saja, Nyonya. Anda tidak perlu khawatir. Saya telah menyiapkan uangnya.” Ucap Bibi Ying yang mengeluarkan sekantong uang dari dalam bajunya dengan ekspresi wajah yang penuh percaya diri.
“Bagus! Kita mulai sekarang.” Ucap Ma Shunyi dengan nada suara yang datar dan ekspresi wajah yang serius dengan pandangan lurus ke depan ke arah Ruang Kerja Ye Han.
Sementara itu, Ye Han yang telah memutuskan untuk mengorbankan Ye Rui pun tidak bisa diam saja lalu memanggil mata-matanya dan memberikannya tugas kembali.
“Aku ingin kau pergi ke Restoran Dumpo dan melihat kondisi Ye Rui dan melaporkannya padaku.” Ucap Ye Han dengan ekspresi wajah yang serius.
“Baik, Tuan tapi apakah anda tidak akan memerintahkan saya untuk menyelamatkan Nona?” tanya mata-mata dengan sorot mata yang menunjukkan kebingungan.
“Tidak! Kau tidak akan bisa melawan seorang Master Formasi bahkan Keluarga Bangsawan terkuat pun bisa musnah dalam semalam jika melawan Master Formasi.” Ucap Ye Han dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat lelah dan menjadi lebih tua sepuluh tahun.
“Saya menerima tugas. Saya akan pergi sekarang, Tuan.” Ucap mata-mata yang tidak berani bertanya lagi dan bergegas pergi meninggalkan Ruang Kerja Ye Han dengan terburu-buru.
Di saat Ye Han sedang mulai berkonsentrasi pada pekerjaannya, Ma Shunyi datang dan masuk ke dalam Ruang Kerjanya tanpa meminta izin lalu menangis dengan tersedu-sedu.
“Tuan, tolong selamatkan Putri kita! Saya mohon Tuan.” Ucap Ma Shunyi yang telah duduk dalam posisi bersujud di hadapan Ye Han dengan air mata yang terus mengalir ke pipinya tanpa di tutupi dengan sapu tangan.
Ye Han yang sangat terkejut mendengar perkataan Ma Shunyi, istrinya, pun menjadi sangat bingung dan tidak tau harus memberikan respon apa untuk semua permintaan Ma Shunyi padanya.
“Apa yang kau katakan? Ini sudah malam, kembalilah ke halamanmu. Kita bicarakan ini besok pagi.” Ucap Ye Han yang mencoba membohongi Ma Shunyi dengan nada suara yang dibuat seperti orang yang sangat lelah sambil melambaikan tangan mengusir Ma Shunyi keluar.
“Penjaga! Antar Nyonya kembali ke halamannya.” Teriak Ye Han dengan nada yang sangat keras dengan sorot mata yang tajam ke arah pintu keluar.
Ma Shunyi yang mendengar perkataan Ye Han pun menjadi sangat kesal dan menatap tajam ke arah Para Penjaga yang telah masuk ke dalam Ruangan itu lalu menatap Ye Han secara bergantian dengan tangan yang tergenggam dengan sangat erat.
__ADS_1
#Bersambung#
Kira-kira apakah Ye Han akan mengubah keputusannya? Jawab di kolom komentar ya..