Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 139. Bantuan Terakhir Master Chunyang


__ADS_3

Li Yuchen yang melihat banyak sekali Gulungan tentang Pola Segel Formasi dan juga Gulungan Kalkulasi Alkemia yang telah lama di cari Li Yuchen di kehidupan sebelumnya.


“Aku tidak menyangka jika Master Chun Yang memiliki banyak sekali Harta Karun yang sangat berharga selain Pola Formasi Bintang Lima.” Gumam Li Yuchen yang langsung menutup Cincin Penyimpanan yang ada di tangannya.


“Dengan kemampuanku yang sekarang, aku akan mati dengan sangat menyedihkan atau diincar oleh semua orang jika informasi mengenai aku mendapatkan Warisan dari Master Chun Yang tersebar.” Ucap Li Yuchen yang menggenggam erat Cinci Penyimpanan lalu memasukkannya ke dalam Giok Naga Hijau Emas.


“Sebaiknya aku harus segera masuk ke dalam Giok Naga Hijau untuk melihat tulisan di depan pintu Pagoda dan juga menggunakan Inti Kristal yang aku dapatkan di Acara Lelang untuk meningkatkan kultivasiku.” Ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang tajam dengan tekad yang kuat karena telah menyadari kelemahan dirinya.


Li Yuchen yang berbalik arah ingin keluar ke Ruang Arsip Rahasia itu melihat ada sebuah buku yang tergeletak di lantai. Li Yuchen yang penasaran pun membuka buku tersebut dan menjadi sangat terkejut setelah melihat isinya.


“I-ini.... Ini adalah informasi yang aku butuhkan!” teriak Li Yuchen dengan nada suara yang tinggi dengan ekspresi wajah yang terkejut dan bahagia di saat bersamaan.


Li Yuchen yang sangat yakin jika orang yang telah meletakkan buku tersebut adalah Master Chun Yang pun langsung berbalik arah dan memberikan hormatnya.


Li Yuchen pun membaca buku tersebut dengan sangat teliti sehingga menemukan tiga buah penjelasan yang sangat masuk akal menurutnya.


“Berdasarkan informasi yang ada di buku ini Permaisuriku yang terkurung di dalam Alam Bawah Sadar Qier karena dirinya juga mengalami hal yang sama dengan yaitu Reinkarnasi tapi sayangnya jiwa Permaisuri Ji terkurung di dalam Alam Bawah Sadar Qier.” Gumam Li Yuchen yang sedang duduk di sendiri di Ruang Arsip Rahasia.


“Dan untuk membebaskan Permaisuri Ji dari dalam Balok Es itu aku harus menghilangkan Penyakit yang diderita oleh Qier karena efek samping dari Reinkarnasi Permaisuri Ji.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang sangat berat dengan alis yang sudah melengkung ke atas menunjukkan rasa sakit yang teramat sangat di kepala Li Yuchen.


“Tapi sayangnya di dalam Buku ini aku hanya bisa menemukan solusi untuk mengunci Hawa Dingin itu selama Tiga Tahun dengan Jamur Es Salju dan Anggrek Putih berumur seribu tahun.” Ucap Li Yuchen dengan wajah yang kusut lalu menyimpan kembali buku tersebut ke dalam Giok Naga Hijau Emas.


Li Yuchen yang tidak memiliki kepentingan apapun lagi pun menggunakan Kristal pemberian Tetua Han untuk mengeluarkannya dan dalam waktu sejam Li Yuchen pun telah keluar dari Ruang Arsip Rahasia bersama dengan Tetua Han.


“Terima kasih untuk bantuannya Tetua Han.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan tangan memberi hormat.

__ADS_1


“Tetua Yu tidak perlu sungkan. Aku senang jika bisa membantu Tetua Yu dan jika Tetua Yu masih belum mendapatkan yang diinginkan saya sarankan untuk Tetua Yu melihat di Perpusatakaan Akademi Yunlong.” Ucap Tetua Han dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.


“Akademi Yunlong?” tanya Li Yuchen ulang yang bingung dengan pernyataan Tetua Han dengan ekspresi wajah yang tidak mengerti karena sangat lelah.


“Benar, Akademi Yunlong. Jika Tetua Yu ingin ke Perpustakaannya Tetua Yu harus mengikuti Seleksi Penerimaan Murid di Akademi Yunlong di Kota Yunlong Dua Bulan lagi dan aku yakin Tetua Yu pasti akan berhasil lulus.” Ucap Tetua Han dengan senyum bahagia sambil memberi semangat sambil menepuk pundak Li Yuchen.


Li Yuchen yang mendengar saran dari Tetua Han pun memutuskan untuk mengikuti Seleksi Penerimaan Murid Akademi Yunlong.


“Sepertinya aku harus segera melaksanakan semua rencanaku.” Ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang tajam dan berpamitan dengan Tetua Han untuk kembali ke Rumah.


Li Yuchen yang baru sampai di Kediamannya merasa sangat lelah dan mencemaskan kondisi Seo Xiqin yang belum pulih sepenuhnya.


“Hah! Aku tidak tidur semalaman dan bahkan pulang di pagi hari. Aku jadi penasaran bagaimana kabar Qier sekarang?” gumam Li Yuchen yang sedang berjalan dengan mata yang sayup dan rasa kantuk yang menyerang.


Li Yuchen yang masuk ke dalam ruangannya dan bersiap untuk tidur tidak menyangka jika dirinya akan disambut dengan ekspresi wajah kantuk dan cemas dari Seo Xiqin.


“Qi-Qier! Kenapa kau di sini?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung dengan nada suara yang terkejut.


“Qi-Qier mencemaskan Chen gege karena Chen gege tidak pulang semalaman dan karena itulah Qier kemari.” Ucap Seo Xiqin dengan wajah yang memerah karena malu dengan tangan di dada sambil membuang wajah ke arah lain


“Ma-maaf jika membuat Chen gege terganggu. Qier akan segera pergi.” Ucap Seo Xiqin yang bergerak pergi melarikan diri dan keluar dari Kamar Li Yuchen.


“Tidak! Qier tidak mengganggu sama sekali justru Chen gege sangat senang karena Qier ada di sini.” Ucap Li Yuchen dengan senyum yang jahil sambil menarik Seo Xiqin ke dalam pelukannya.


Seo Xiqin yang sangat malu pun mendorong Li Yuchen dan mencari alasan untuk mengusir Li Yuchen pergi lalu memberinya waktu untuk menenangkan jantungnya yang terus berdetak sangat cepat seperti genderang yang mau perang.

__ADS_1


“Chen gege bau! Mandi sana!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang jahil dengan senyum malu dengan wajah yang memerah sambil memandang ke arah yang lain.


“Yah, baiklah. Chen gege akan mandi dulu tapi berjanjilah jika Qier akan tetap di sini dan tidak akan pergi kemana pun.” Ucap Li Yuchen dengan senyum yang jahil dengan kedipan mata yang membuat Seo Xiqin terkejut.


“Dasar Mesum! Sudah mandi sana!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tawa kecil dan ekspresi wajah yang bahagia di saat yang sama.


“Ya.. Ya.. Ya.. Baiklah. Sesuai permintaan Permaisuriku.” Ucap Li Yuchen dengan postur tubuh yang membungkukkan tubuh seperti memberi hormat kepada Seorang Permaisuri dengan senyum yang terlihat sangat tampan.


Seo Xiqin yang telah melihat kepergian Li Yuchen pun langsung duduk dan meminum teh yang ada di atas meja dalam sekali teguk.


“Hah!” ucap Seo Xiqin dengan hembusan nafas yang sangat berat.


Seo Xiqin yang sangat mencemaskan Li Yuchen pun memanggil Sui’er dan Luo’er yang juga tidak pernah pergi jauh dari sisinya.


“Apakah Nyonya memanggil kami?” tanya Sui’er dan Luo’er dengan ekspresi wajah yang patuh dengan nada suara yang datar.


“Kalian berdua tidak perlu bersikap seformal itu padaku. Hmmm, bisa kalian siapkan sarapan pagi kemari dan juga sup gingseng yang baik untuk kesehatan.” Ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut dengan wajah yang memerah.


“Kami melakukan itu karena berpikir jika Nona sedang bersama dengan Tuan Muda Li dan sepertinya Tuan Muda Li sedang bersiap-siap.” Ucap Sui’er yang sedang menggoda Seo Xiqin sehingga membuat Seo Xiqin salah tingkah dengan ekspresi wajah yang semakin memerah.


“Hentikan Sui’er. Jangan menggoda Nona lagi jika tidak wajah Nona akan benar-benar berubah menjadi Tomat yang matang.” Ucap Luo’er yang ikut menggoda Seo Xiqin dengan tawa kecil.


Sui’er dan Luo’er yang tidak tahan melihat wajah dan sikap Seo Xiqin yang sangat berbeda saat berhubungan dengan Li Yuchen pun memutuskan untuk pergi dan menyiapkan makanan seperti yang diperintahkan kepada mereka.


Bersambung

__ADS_1


Ayo ada yang tau apa yang akan terjadi selanjutnya? Jawab di kolom komentar ya..


__ADS_2