
Seo Xiqin yang pergi bersama kedua pelayannya pun telah berada di dalam Menara Formasi Shinzu pun memerintahkan kedua pelayannya untuk mendaftar untuk ikut Pelelangan.
"Kalian berdua pergilah mendaftar untuk ikut Pelelangan dan cari ruangan agar kita dapat beristirahat untuk menghindari mata orang yang ingin mencari masalah nantinya." ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada memerintah.
"Ta-tapi... Jika kami pergi, Nona akan sendirian." ucap Luo'er dengan ekspresi wajah yang khawatir danĀ nada bicara yang cemas.
"Aku akan baik-baik saja. Kalian tidak perlu khawatir. Aku hanya pergi ke sana menjual beberapa Tanaman Obat yang kita beli dengan Tuan Topi Jerami." ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang serius sambil tersenyum lembut di balik cadarnya.
"Ta...Tapi..." ucap Luo'er yang tidak ingin menyerah meyakinkan Seo Xiqin untuk tidak pergi sendiri.
"Tidak ada tapi-tapian. Aku bisa mengurus semuanya sendiri. Kalian pergilah mendaftar." ucap Seo Xiqin yang tidak ingin keputusannya ditentang lagi.
"Sudahlah Luo'er. Kita pergi saja. Nona sudah bilang akan baik-baik saja." ucap Sui'er yang mencoba meyakinkan Luo'er untuk percaya pada Seo Xiqin.
"Hah! Baiklah. Nona harus kembali baik-baik saja. Jika terjadi sesuatu Nona harus segera memberitau kami. Jika sudah selesai mendaftar, kami akan segera menyusul Nona." ucap Luo'er dengan ekspresi wajah tidak rela dengan nada bicara yang penuh kekhawatiran.
"Jangan cemas. Pergilah!" ucap Seo Xiqin dengan senyum lembut sambil memberi lambaian tangan mengiringi kepergian Sui'er dan Luo'er.
Seo Xiqin yang melihat kedua pelayannya telah pergi pun merasa lega dan pergi ke tujuannya.
Seo Xiqin yang melihat Seorang Pelayan Pria yang sedang berdiri di pun pergi menemuinya dan menawarkan transaksi.
"Maaf, apakah aku bisa menjual harta karun untuk Pelelangan?" tanya Seo Xiqin dengan sopan sambil tersenyum lembut di balik cadarnya.
"Maaf, Nona. Kami tidak menerima harta apapun lagi." ucap Pelayan Pria tersebut dengan nada bicara yang malas sambil melihat penampilan Seo Xiqin dengan seksama.
__ADS_1
"Bukankah Acara Pelelangan itu belum dimulai? Jadi menurutku, masih belum terlambat untuk menerima beberapa harta karun untuk di Lelang." ucap Seo Xiqin dengan penuh percaya diri dengan suara yang lembut dan merdu.
Pelayan yang mendengar suara Seo Xiqin mulai memiliki niat yang buruk dan perasaan penasaran dengan wajah di balik cadar itu.
"Aku bisa saja membantumu bertemu Atasanku dan membicarakan masalah harta karun yang ingin Nona lelang tapi Nona harus membuka cadarmu." ucap Pelayan Pria itu dengan nada bicara yang terdengar sangat menjijikkan dan ekspresi wajah yang terlihat seperti pria hidung belang yang sedang mengincar mangsanya.
"Jangan bercanda! Aku tidak akan membuka cadarku!" ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang marah dengan mata yang melotot tajam.
"Nona jangan marah dulu. Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Bagaimana mungkin Nona melakukan transaksi tapi tidak melihat wajah satu sama lain?" ucap Pelayan Pria itu dengan tawa yang terlihat sangat mencurigakan.
Seo Xiqin yang tidak ingin berlama-lama dengan Pelayan pria itu pun memutuskan untuk pergi tapi Pelayan pria itu tidak ingin melepaskan Seo Xiqin dengan mudah.
"Nona mau pergi kemana? Apakah Nona tidak jadi menjual harta karun anda atau anda ingin menjual ..." ucap Pelayan Pria itu yang terhenti saat melihat lekuk tubuh Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang sangat aneh.
"Jangan marah Nona. Aku tidak bermaksud menyinggungmu lagipula siapa anda? Anda hanya memakai gaun sederhana dan cadar. Tidak ada Nona dari Keluarga Bangsawan Kota Jinlin yang akan berpakaian seperti anda." ucap pelayan pria itu dengan sangat berani sambil menatap wajah dan tubuh Seo Xiqin dengan wajah yang sangat tidak tau malu.
Seo Xiqin yang sangat marah sangat ingin memberi Pelayan itu pelajaran tapi dihentikan oleh Seorang Pria Muda yang berpakaian seperti seorang Tuan Muda.
"Brugg!" suara pukulan yang mendarat di perut pelayan pria hingga terjatuh ke lantai.
"Beraninya seorang Pelayan rendahan sepertimu menghina dan memperlakukan perempuan seperti itu di Menara Formasi Shinzu! Nyalimu besar sekali!" teriak Seorang Pria yang berpakaian sangat anggun sambil memegang kipas dengan nada bicara yang tinggi dan sikap yang anggun.
"Ma-Master Ye Zhin! A-ampuni hamba Master! Hamba tidak berani! Hamba sangat menyesal!" ucap Pelayan Pria itu dengan suara yang sangat keras sambil bersujud di lantai dengan kepala yang berulang-ulang kali dibenturkan ke lantai.
Seo Xiqin yang melihat perubahan sikap Pelayan Pria yang awalnya kurang ajar padanya menjadi seorang Pria Penakut membuat Seo Xiqin menjadi sangat jijik.
__ADS_1
"Dasar pengecut! Saat bertemu dengan orang yang lebih tinggi darinya barulah sikapnya berubah dengan sangat derastis tapi siapa Master Ye Zhi ini? Aku tidak pernah mendengar namanya di kehidupanku sebelumnya." ucap Seo Xiqin dalam hati dengan ekspresi wajah penasaran sambil mencuri pandang melihat wajah Ye Zhin yang berdiri di sampingnya dengan tubuh yang tegap.
Ye Zhin adalah Putra Kedua dari Keluarga Ye. Ye Zhin adalah Master Formasi Bintang Satu. Ye Zhin sangat tergila-gila dengan Segel Formasi tapi bakatnya sangatlah kurang sehingga membuatnya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat lolos dari Ujian Masuk menjadi Master Formasi.
Ye Zhin adalah anak yang telah kehilangan ibunya sejak kecil dan mendapatkan perlakuan berbeda di Keluarga Ye. Ye Zhin yang juga terlahir dari seorang Selir tidak berharap menjadi Kepala Keluarga Ye karena itu lah Ye Zhin mendedikasikan hidupnya dalam Formasi.
"Nona, apakah anda baik-baik saja? Maafkan ketidaksopanan pelayanan di Menara Formasi Shinzu. Anda tidak perlu khawatir hal ini tidak akan terulang lagi dan pelayan ini akan kami hukum dengan sangat berat." ucap Ye Zhin dengan sopan sambil menundukkan kepalanya sedikit.
Ye Zhin yang tidak suka ada pria yang menyakiti perempuan pun menjadi sangat murka karena dirinya melihat dengan sangat jelas bagaimana Kepala Keluarga Ye memperlakukan Selir yang sudah tidak disayanginya lagi yaitu Ibunya Ye Zhin.
"Penjaga! Cepat bawa pelayan ini ke Ruang Bawah Tanah dan ikat dia dengan sangat erat. Aku yang akan menginterogasi dan menghukumnya secara langsung!" teriak Ye Zhin dengan suara yang lantang dan tatapan mata membunuh yang ditunjukkan kepada Pelayan tersebut.
Kehebohan yang terjadi di lantai satu sontak membuat semua orang yang berada di lantai dua menjadi penasaran dengan apa yang telah terjadi tidak terkecuali Li Yuchen.
Wu Ruxin yang sedang berdiri mendampingi Li Yuchen yang menunggu Pelelangan dimulai sambil membaca majalah yang berisi barang-barang yang akan dilelang tiba-tiba mendengar suara ketukan yang sangat keras.
Wu Ruxin yang merasa tidak nyaman karena takut Li Yuchen merasa terganggu pun memilih untuk keluar dan mencari tau permasalahan apa yang sedang terjadi.
"Tuan Muda Yu, sepertinya sedang terjadi sesuatu di lantai satu. Saya permisi untuk melhatnya sebentar." ucap Wu Ruxin dengan nada yang sopan dan senyum yang lembut.
"Tunggu! Aku akan ikut denganmu. Aku merasa bosan duduk di sini saja. Aku juga ikut penasaran dengan yang terjadi di depan." ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang datar dan wajah tanpa ekspresi di balik topeng.
"Baiklah. Mari silahkan ikuti saya Tuan Muda Yu!" ucap Wu Ruxin dengan sangat sopan karena tidak bisa menghalangi Li Yuchen untuk tidak pergi.
#Bersambung#
__ADS_1