Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 77. Makan Gratis


__ADS_3

Ye Zhin yang telah mendapatkan uang yang sangat banyak dari Paviliun Huanfu pun bergegas ke Manara Formasi Shinzu untuk menjual Kertas Segel Formasi yang diberikan Li Yuchen padanya.


"Wah, uang yang aku dapatkan ternyata sangat banyak. Sepertinya Bos adalah keturunan dari Dewa Kekayaan." ucap Ye Zhin dengan suara yang santai dengan ekspresi wajah yang gembira sambil berjalan dengan setengah berjinjit dengan ekspresi wajah yang bahagia.


Ye Zhin yang berada di depan Menara Formasi Shinzu mendapatkan sambutan yang sangat ramah dari semua pelayan sehingga Ye Zhin dapat dengan mudah menjual Kertas Segel Formasi milik Li Yuchen.


Ye Zhin yang naik ke lantai lima langsung berjalan menuju ke ruangan Wu Peng karena pesan langsung dari Li Yuchen.


"Tok! Tok! Tok! Ketua, apakah aku boleh masuk?" tanya Ye Zhin dengan santai sambil mengetuk pintu yang tertutup dengan pelan dengan ekspresi wajah yang cerah.


"Masuklah." ucap Wu Peng dengan nada suara yang datar dan wajah tanpa ekspresi sambil menatap Ye Zhin yang telah berdiri di depan meja kerjanya dengan sikap yang pecicilan.


"Ada perlu apa kau menemuiku di jam segini?" tanya Wu Peng yang tau jika waktu sudah malam dan menunjukkan pukul sembilan malam dengan ekspresi wajah yang bingung.


"Ketua, aku datang kemari karena diperintahkan Bos untuk menyerahkan ini padamu. Oh ya, terimalah juga pesan ini." ucap Ye Zhin yang hampir melupakan pesan Li Yuchen sambil menyerahkan Lembaran-lembaran Kertas Segel Formasi dan juga selembar kertas.


Wu Peng yang mendengar perkataan Ye Zhin hanya memikirkan satu orang yang berhasil menjadikan Ye Zhin sebagai Pelayannya.


"Tetua Yu! Li Yuchen!" ucap Ye Zhin dalam fikirannya dengan mata yang terbuka lebar sambil menerima pesan yang dikirimkan Li Yuchen padanya.


Wu Peng yang telah menerima pesan itu pun membacanya kata demi kata dengan ekspresi wajah yang serius sambil sesekali menatap Ye Zhin yang sedang bergerak kesana kemari melihat-lihat benda yang ada di dalam Ruangan Wu Peng.


Ketua Wu, aku ingin menjual semua Kertas Segel Formasi itu dan aku serahkan semuanya kepadamu. Pembayarannya bisa kau berikan kepad Ye Zhin karena dia adalah tangan kananku sekarang. Di masa jika kau membutuhkanku, kau bisa meminta Ye Zhin menemuiku dan aku juga akan mengutusnya untuk melakukan transaksi di Menara Formasi Shinzu.


Wu Peng yang telah membaca surat dari Li Yuchen pun mengambil semua Kertas Segel Formasi itu dan melihatnya satu per satu dengan wajah yang tidak percaya.


"Apakah semua in dibuat sendiri oleh Tetua Yu?" tanya Wu Peng dengan ekspresi wajah yang bingung sambil menatap Ye Zhin tidak percaya.

__ADS_1


"Tentu saja, Bos sendiri yang memberikannya padaku." ucap Ye Zhi dengan penuh percaya diri sambil berjalan ke depan Wu Peng menunjuk kertas-kertas segel yang ada di tangan Wu Peng.


"Aku tidak salah dalam menilai orang. Syukurlah Tetua Yu telah menjadi bagian dari Menara Formasi Shinzu dan tidak menjadi musuhnya. Jika kertas-kertas segel ini diberikan Tetua Yu kepada orang yang memiliki dendam kepada Menara Formasi Shinzu maka dapat dipastikan tidak akan ada hari esok lagi." ucap Wu Peng sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengann tawa yang bahagia.


"Tidak akan ada hari esok lagi?" ulang Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang bingung dengan alis yang naik ke atas karena tidak mengerti apapun.


"Semua Kerta Segel Formasi yang dibuat oleh Tetua Yu adalah Segel Formasi tingkat dua bahkan aku yang seorang Master Formasi tingkat Dua hanya bisa membuat Segel Kertas tingkat Satu." ucap Wu Peng dengan ekspresi wajah yang miris menatap dirinya sendiri.


Ye Zhin yang mendengar perkataan Wu Peng pun menjadi sangat senang karena tidak salah dalam memilih Tuan dan memikirkan masa depannya yang akan menjadi cerah di masa mendatang.


"Hahahaha... Kalau begitu aku tidak salah memilih Bos." ucap Ye Zhin dengan tawa yang bahagia dengan ekspresi wajah yang senang.


Wu Peng yang merasa iri terhadap kesempatan yang dimiliki Ye Zhin pun hanya menatap sedih dan memilih untuk menukarkan semua Kertas Segel Formasi itu dengan jumlah uang yang sangat banya.


"Bawalah Tas Qiankun ini, di dalamnya ada uang sebesar Lima Puluh Juta Tael Perak sebagai bayaran awal dan setelah semua Kertas Segel Formasi ini berhasil dijual habis uangnya akan segera diserahkan kepada Tetua Yu secepatnya." ucap Wu Peng dengan nada bicara yang datar sambil melempar Tas Qiankun ke arah Ye Zhin.


Ye Zhin yang melihat uang dalam jumlah yang sangat banyak di dalam Tas Qiankun yang diberikan Wu Peng kepadanya pun menjadi semakin senang dan gembira.


Ye Zhin yang tidak memiliki tujuan lain pun menyimpan semua uang yang didapatkannya lalu kembali ke Restoran dimana Li Yuchen berada.


“Aku jadi penasaran bagaimana reaksi Bos saat melihat hasil kerjaku yang sangat memuaskan ini.” Ucap Ye Zhin dengan suara yang santai sambil melompat dari satu atap rumah ke atap yang lain dengan tergesa-gesa.


Ye Zhin yang telah sampai di lantai satu menjadi sangat bingung saat melihat Manager dan Pemilik Restoran hanya diam membatu seperti patung di depan tangga menuju lantai dua.


“Kenapa semuanya berdiri di sini? Apakah ada pertunjukan yang terjadi?” tanya Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang bingung dan nada suara yang terdengar sangat penasaran.


“Ma-Master Ye! Syukurlah kau telah kembali. Tolong! Tolong selamatkan bisnisku. Jika Master Ye berhasil maka Master Ye bisa makan gratis di sini selama tiga hari.” Ucap Pemilik Restoran dengan raut wajah yang pucat dan ekspresi wajah ketakutan yang terlihat jelas dengan nada suara yang bergetar.

__ADS_1


“Gratis! Ehem... Jangan khawatir Tuan, aku akan melihat yang terjadi.” Ucap Ye Zhin dengan wajah yang penuh percaya diri meski di dalam hati juga menjadi takut karena bayang-bayang kekejaman Li Yuchen masih teringat jelas di ingatannya.


“Demi makan gratis, aku harus bisa menenangkan Bos yang marah.” Ucap Ye Zhin dalam hati dengan ekspresi wajah yang mencoba menguatkan jiwa dan raganya sambil menggenggam tangannya dengan sangat erat seolah memberi semangat pada dirinya sendiri.


Ye Zhin yang berjalan menaiki tangga menuju lantai dua mendengar suara teriakan Ye Rui dengan sangat keras menjadi sangat terkejut hingga melompat ke atas.


“Eh..e...e...” ucap Ye Zhin yang tiba-tiba menjadi gagap karena terkejut saat mendengar teriakan yang sangat keras dari dalam ruangan Li Yuchen.


Ye Zhin yang khawatir akan memancing kemarahan Li Yuchen pun langsung menutup mulutnya dengan rapat menggunakan tangan lalu berjalan dengan mengendap-endap menuju ke Ruangan Li Yuchen agar tidak ketahuan.


Ye Zhin yang telah berada di samping ruangan Li Yuchen menjadi terdiam saat merasakan sebuah tekanan yang sangat kuat saat dirinya berada di depan ruangan Li Yuchen.


“Tekanan yang dikeluarkan Bos sangatlah kuat. Untunglah aku sudah terbiasa dengan hawa membunuh yang dikeluarkan Bos jika tidak aku pasti juga akan kesulitan bernafas dan bergerak.” Ucap Ye Zhin yang menertawakan nasibnya yang sering dibuli oleh Li Yuchen karena sikapnya yang sangat sulit diatur.


Ye Zhin yang mengedarkan pandangannya ke arah lain pun menjadi sangat tekejut saat melihat Ye Rui yang sedang menangis dengan kondisi yang menyedihkan dan Tetua Han yang merupakan orang yang sangat dihormati sebagai satu-satunya Master Alkemia Bintang Tiga di Kota Jinlin sedang bersujud di hadapan Li Yuchen.


“I-ini apa yang telah terjadi? Apa yang dilakukan gadis sombong itu sampai membuat Bos menjadi sangat marah?” tanya Ye Zhin pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang kebingungan dan rasa penasaran yang besar.


Ye Zhin yang tidak ingin terlibat dalam masalah yang terjadi antara Ye Rui, Tetua Han dan Li Yuchen pun memilih menjadi orang tuli dan buta dan saat semua telah selesai Ye Zhin pun masuk ke dalam ruangan dengan wajah yang tidak tau malu.


“Bos! Aku kembali! Eh, apa yang sedang terjadi?” tanya Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang polos dan bingung di saat bersamaan sambil berjalan ke arah Li Yuchen.


Li Yuchen dan Tetua Han yang mendengar perkataan Ye Zhin pun tersenyum sambil menatap Ye Zhin yang bebohong dan berpura-pura menjadi orang bodoh.


“Idiot ini ternyata pintar bersandiwara. Baguslah anak ini tidak mengatakan apapun yang bodoh.” Ucap Li Yuchen dalam hati sambil tersenyum senang untuk sementara sebelum mendengar perkataan selanjutnya dari Ye Zhin.


#Bersambung#

__ADS_1


Kira-kira apa yang dikatakan Ye Zhin ya sampai Li Yuchen mengelus dada untuk bersabar? Hehehe


Jawab di kolom komentar ya..


__ADS_2