
Master Zhuo yang melihat kedatangan wanita cantik yang memiliki tubuh yang sangat **** yang sangat dikenalnya pun tersenyum lebar.
“Tetua Xue Xiaochi!” panggil Master Zhuo dengan ekspresi wajah yang tidak percaya dengan senyum yang sangat lebar yang tidak pernah lepas dari pandangannya.
Li Yuchen yang menatap Tetua Xiaochi dengan ekspresi wajah yang tidak senang pun mencoba untuk melindungi Seo Xiqin tapi Seo Xiqin yang merasa jika wanita yang berdiri di depannya ini tidak memiliki niat yang buruk pun menghentikan Li Yuchen.
“Chen gege!” panggil Seo Xiqin sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan yang akhirnya membuat Li Yuchen menyerah dan menuruti kemauan Seo Xiqin.
Tetua Xiaochi yang melihat hubungan antara Li Yuchen dan Seo Xiqin pun menatap dengan tatapan mata yang tajam lalu buru-buru mengalihkan pandangannya menuju ke hal yang menurutnya lebih penting.
“Siapa namamu?” tanya Tetua Xiaochi dengan nada suara yang lembut dan ekspresi wajah yang bersahabat yang ditunjukkan ke pada Seo Xiqin dan kembali dingin ke hadapan Li Yuchen dan Master Zhuo.
“Nama saya Seo Xiqin, Tetua!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang penasaran.
“Kau memiliki bakat Pelangi. Seperti yang dikatakan oleh Master Zhuo bahwa orang yang memiliki bakat Pelangi sangatlah langkah di Daratan Danzong.” Ucap Tetua Xiaochi dengan nada suara yang tegas.
“Kau memiliki elemen Es di dalam dirimu. Kau pasti selalu menderita rasa dingin di selurh tubuhmu selama bulan purnama setiap bulannya, bukan?” tanya Tetua Xiaochi dengan ekpsresi wajah yang percaya diri.
“Jika kau bersedia menjadi Murid Langsungku maka aku akan membantumu mengurangi rasa sakit yang kau alami setiap bulannya!” ucap Tetua Xiaochi dengan tatapan mata yang tajam dan dingin ke arah Li Yuchen.
Li yuchen yang mendengar perkataan Tetua Xiaochi pun hanya tertawa kecil sehingga membuat Tetua Xiaochi menjadi tersinggung.
“Kau! Beraninya kau tertawa dengan nada menghina seperti itu dihadapanku. Apakah kau sudah tidak sayang dengan nyawamu?” tanya Tetua Xiaochi dengan wajah yang marah.
Seo Xiqin yang melihat Tetua Xiaochi yang berniat melukai Li Yuchen membuat Seo Xiqin merentangkan tangannya dan membungkukkan kepalanya di hadapan Tetua Xiaochi.
“Tetua Xiaochi sejujurnya aku sangat senang mendengar tawaran Tetua tapi aku tidak bisa memiliki Guru yang memandang rendah Suamiku!” ucap Seo Xiqin yang langsung mengangkat kepalanya saat mengatakan kata terakhir dengan tatapan mata yang tajam.
“Suami? Apakah kau sudah menikah?” tanya Tetua Xiaochi dengan tatapan mata yang tidak percaya dengan alis yang mengkerut.
“Benar. Saya telah menikah dan masalah Hawa Dingin yang selama ini menyerangku telah diatasi oleh Chen gege. Sekarang aku tidak akan menderita rasa dingin itu lagi selama tiga tahun!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.
Tetua Xiaochi yang mendengar perkataan Seo Xiqin pun tertawa dengan sangat keras dan menatap Li Yuchen dengan wajah yang senang.
“Aku kira kau hanya beruntung memilikinya sebagai wanitamu tapi sepertinya kau memiliki cukup kemampuan!” ucap Tetua Xiaochi dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Master Zhou yang tidak pernah melihat Tetua Xiaochi tertawa dengan dengan sangat lepas seperti itu kecuali wajah dingin dan juteknya pun terpana.
__ADS_1
Master Zhou yang hampir tidak bisa mengendalikan dirinya pun berdehem keras hingga membuat Tetua Xiaochi berhenti tertawa.
“Bagaimana? Apakah kau bersedia menjadi murid intiku? Jika kau bersedia maka aku akan membantumu mencapai Level Surgawi tingkat Akhir hanya dalam waktu kurang dari satu tahun!” ucap Tetua Xiaochi dengan percaya diri.
Seo Xiqin yang mendengar perkataan Tetua Xiaochi pun menjadi sangat bingung lalu mengalihkan pandangannya ke arah Li Yuchen.
“Bagaimana? Apa yang harus aku lakukan? Aku ingin segera menjadi kuat agar bisa membantu Chen gege melawan musuh-musuhnya tapi aku tidak bisa membuat keputusan sendiri. Aku harus mengetahui pendapat Chen gege!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan pandangan mata yang bingung.
Li Yuchen yang menyadari kegelisahan di hati Seo Xiqin pun menepuk kepala Seo Xiqin dengan lembut dan memberikan jawaban yang bijaksana.
“Percayalah pada hatimu. Lakukanlah yang ingin Qier lakukan. Chen gege akan selalu mendukung Qier!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang lembut dan nada suara yang menyejukkan.
Seo Xiqin yang mendengar jawaban Li Yuchen pun menatap mata Tetua Xiaochi yang menunggu jawabannya.
“Murid memberi hormat kepada Guru!” ucap Seo Xiqin sambil membungkukkan tubuhnya dan menangkupkan tangannya memberikan hormat kepada Tetua Xiaochi.
“Bagus! Mulai sekarang kau adalah muridku dan telah menjadi Murid Inti di Akademi Yunlong!” ucap Tetua Xiaochi dengan nada suara yang semangat lalu melemparkan sebuah lencana giok berwarna hijau kepada Seo Xiqin.
Tetua Xiaochi yang tidak memiliki alasan lagi untuk berdiri di sana dan menghentikan proses Ujian Pertama pun berbalik arah dan memberikan sebuah pesan kepada Seo Xiqin.
“Aku adalah guru yang baik karena itu aku akan memberimu waktu tiga hari hingga Ujian Masuk Akademi Yunlong berakhir untuk tetap disini tapi setelah Ujian ini berakhir kau harus ikut aku untuk mengikuti Latihan Intensif!” ucap Tetua Xiaochi dengan nada suara yang tegas dan tatapan mata yang tajam.
“Baik, guru. Murid tidak akan mengecewakan guru!” ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang bersemangat dan ekspresi wajah yang bahagia.
Master Zhuo yang menyadari bahwa wanita muda yang ada di depannya ini akan memiliki masa depan yang baik pun mengubah sikapnya terhadap Seo Xiqin.
Master Zhuo yang harus melanjutkan Ujian Pertama pun memanggil kembali nama-nama orang yang harus mengikuti Ujian Bakat dan mengumumkan hasilnya satu per satu.
“Ma Ye Li! Cyan! Lulus!”
Zhou Zhan! Biru!” Lulus!”
Seo Wan’er! Hijau! Gagal!”
Jin Ling! Ungu! Lulus!”
“Wei Lan! Ungu! Lulus!”
__ADS_1
“Ye Rui! Ungu! Lulus!
“Li Ouyang! Ungu! Lulus!”
“Li Fan! Cyan! Lulus!”
“Wu Ruxin! Hitam! Lulus!”
“Mo Yinying! Biru! Lulus!”
“Jin Li Yan! Ungu! Lulus!”
Hingga akhirnya Master Zhuo pun memanggil nama Li Yuchen yang berada di antara para peserta lainnya yang belum mengikuti Ujian Pertama.
Li Yuchen yang telah menjadi musuh banyak pria di hari ujiannya karena telah memiliki Seorang Dewi sebagai Istrinya pun membuat semua pandangan orang tertuju padanya.
Li Yuchen yang awalnya tidak ingin menonjol pun memutuskan untuk tidak bisa tetap rendah hati karena Li Yuchen tidak ingin kehilangan Seo Xiqin.
“Jika tau seperti ini, lebih baik aku tidak memberikan izin kepada Qier untuk mengikuti Ujian Akademi Yunlong tapi semua telah terjadi tidak ada yang bisa aku lakukan kecuali berusaha dengan keras!” gumam Li Yuchen dengan pandangan yang malas menatap Batu Penguji Bakat yang ada di depannya.
Li Yuchen yang mengalirkan Energinya ke dalam Batu Energi secara perlahan pun menyadari jika Batu Penguji Bakat tidak dapat dibohongi sehingga membuat Li Yuchen yang khawatir jika rahasianya terbongkar pun menarik tangannya dengan cepat dari Batu Penguji.
“Sial! Batu ini benar-benar menilai bakat orang secara menyeluruh!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang terkejut.
Master Zhuo yang melihat sikap aneh yang dilakukan Li Yuchen pun teringat dengan pertanyaan yang diberikan oleh Ye Zhin padanya sebelum ujian dimulai.
“Peserta Li Yuchen berhenti!” teriak Master Zhuo dengan suara yang keras hingga membuat semua orang yang ribut dengan hasil Tes Bakat Li Yuchen yang berada di tingkat Cyan pun terdiam.
“Jangan mencoba untuk berbohong! Tunjukkan bakatmu yang sebenarnya!” ucap Master Zhou dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.
Tetua Xiaochi yang menyadari jika Li Yuchen bukanlah pemuda biasa setelah mengetahui bahwa dirinya dapat menekan hawa dingin di tubuh Seo Xiqin dalam waktu tiga tahun pun memutuskan untuk mendukung Master Zhou.
“Li Yuchen!” teriak Tetua Xiaochi dengan suara yang sangat keras sambil berdiri di tempatnya duduk dengan tatapan mata yang dingin.
“Jika kau terus bermain-main dan tidak menunjukkan bakatmu yang sebenarnya maka aku tidak akan menjamin untuk tetap memberikan izin kepada muridku untuk terus bersamamu!” ucap Tetua Xiaochi yang mencoba untuk mengancam Li Yuchen.
Li Yuchen yang mendengar ancaman Tetua Xiaochi pun tersenyum sinis dan menatap Batu Penguji Bakat yang ada di depannya.
__ADS_1
#Bersambung#
Apa yang akan dilakukan Li Yuchen? Apakah Li Yuchen akan menunjukan bakatnya yang sesungguhnya atau akan tetap diam hingga akhir? Tebak di kolom komentar ya...