Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 90. Ganti Kamar


__ADS_3

Li Yuchen yang sangat mengetahui bahwa orang seperti Tuan Yan adalah orang yang sangat serakah dan sangat mencintai uang sehingga satu-satunya cara untuk menyiksa orang seperti adalah dengan mengambil uang yang dimilikinya.


"Kau merasa sangat sayang dengan uangmu jadi kau tidak sayang sama sekali dengan Putri tercintamu itu?" tanya Li Yuchen dengan senyum misterius dengan tatapan mata merendahkan ke arah Tuan Yan dan Nona Shu secara bergantian.


Nona Shu yang mendengar pertanyaan Li Yuchen segera maju ke depan dan bertindak karena khawatir jika ayahnya akan mengorbankan dirinya demi uang yang dimilikinya.


"A-ayah..." panggil Nona Shu dengan nada suara yang lirih dan pilu serta dengan ekspresi wajah yang sedih dengan mata yang berbinar ke arah Tuan Yan mencoba mengambil rasa empati pada Tuan Yan.


Tuan Yan yang melihat ekspresi yang dibuat oleh Tuan Yan menjadi sangat bingung lalu melirik ke arah Li Yuchen yang ternyata telah duduk kembali ke tempatnya semula.


"Aku tidak bisa menyerahkan saham sebesar 50 persen dengan mudah dan memberikan sebagian uang itu kepada Tetua Yu begitu saja tapi aku juga tidak bisa kehilangan Putri yang telah aku besarkan dengan susah payah." ucap Tuan Yan dengan ekspresi wajah yang dilema dengan mata terpejam seolah sedang befikir keras menentukan keputusan.


Li Yuchen yang melihat ekspresi wajah bingung dan tidak berdaya pada Tuan Yan pun memberikannya kelonggaran.


“Aku hanya akan menjadi Pemilik Saham dari Toko Pakaian Meili ini selama tiga tahun dan setelah tiga tahun, aku akan menyerahkan semuanya padamu karena aku tidak akan ada di daratan ini lagi.” Ucap Li Yuchen dengan penuh percaya diri dengan ekspresi wajah dan nada suara yang datar dan dingin.


Nona Shu yang mendengar perkataan Li Yuchen menjadi sangat bingung dengan maksud perkataannya tapi hal itu bukanlah menjadi urusannya.


“Apa yang Tuan Muda Li maksud dengan tidak akan ada di daratan ini setelah tiga tahun? Tuan Muda Li mau pergi kemana?” tanya Nona Shu dalam hati dengan ekspresi wajah yang terkejut sambil menggenggam erat selimut yang membungkus tubuhnya.


“Tidak! Itu tidak penting bagiku, yang terpenting saat ini adalah membuat ayahku setuju dengan permintaan Tuan Muda Li dan memintanya memberikanku obat penawar itu” ucap Nona Shu dalam hati dengan tekad yang kuat dan sorot mata yang tajam untuk bertahan hidup.


Nona Shu yang tau akan prioritas utama dalam hidupnya saat ini pun melihat ke arah Tuan Yan dan menyentuh lengannya dan mengatakan sesuatu yang pada akhirnya membua Tuan Yan menyerah akan saham dan uangnya.

__ADS_1


“Ayah! Jika ayah tidak mau menuruti permintaan Tetua Yu, tolong letakkan makan shu’er di samping makam Ibu. Shu’er ingin selalu bersama-sama dengan Ibu.” Ucap Nona Shu dengan nada suara yang rendah dan terdengar sangat menyentuh dengan air mata yang mengalir sedikit melewati pipinya dengan sorot mata yang menunjukkan kesedihan yang mendalam.


“Putriku! Ayah tidak akan melakukan itu. Ayah tidak akan membiarkanmu juga pergi meninggalkan ayah sendiri seperti ibumu.” Ucap Tuan Yan yang telah tersentuh dengan air mata yang ikut mengalir dengan sangat deras sambil memeluk erat tubuh Nona Shu.


Li Yuchen yang melihat akting dan cara Nona Shu mempermainkan perasaan ayahnya sendiri membuat Li Yuchen merasa sedikit takjub.


“Wanita adalah makhluk yang penuh tidak bisa dimengerti karena mereka memiliki cara tersendiri untuk menyelamatkan dirinya. Untuk menghadapi wanita licik dan manipulatif seperti Nona Shu ini aku harus sangat waspada dan tidak boleh membiarkannya untuk bisa bertindak bebas jika tidak akan menjadi masalah untukku di masa depan.” Ucap Li Yuchen dalam hati dengan senyum sinis dan tatapan mata yang tajam dan ekspresi wajah yang datar.


Tuan Yan yang telah terkena tipudaya dari Putrinya sendiri pun maju ke depan ke arah Li Yuchen dan menyetujui semua permintaan Li Yuchen padanya.


“Tetua Yu, saya bersedia memberikan 50 persen saham Toko Pakaian Meili yang ada di Kota Jinlin dan Kota Xilin karena itu tolong berikan penawar racun untuk Putriku.” Ucap Tuan Yan dengan kepala tertunduk dengan ekspresi wajah yang serius dengan tekad yang teguh.


Li Yuchen yang melihat sikap Tuan Yan dan rasa sayang yang dimilikinya untuk Nona Shu pun tersenyum puas tapi tidak kepada Nona Shu.


“Aku mengerti. Kau ayah yang baik tapi sayang Putrimu bukanlah anak yang berbakti tapi jangan khawatir aku akan membantu mendidiknya.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang lelah sambil berdiri dari tempat duduknya.


“Hari sudah malam, aku akan menemuimu besok dan kita selesaikan masalah ini besok. Jangan khawatir tidak akan ada yang akan mengancam nyawa Nona Shu karena aku akan memberikan Obat Penawar itu sebelum Racun bereaksi.” Ucap Li Yuchen yang telah berbalik arah dengan nada suara yang datar.


Li Yuchen yang telah mendapatkan persetujuan dari Tuan Yan pun kembali ke Penginapannya menggunakan Segel Formasi Teleportasi sehingga membuat Tuan Yan yang tidak terbiasa dengan hal itu menjadi terkejut.


“Hah! Sepertinya aku harus membeli Kertas Segel lagi dalam jumlah yang banyak dan membuat Segel Formasi Teleportasi dalam jumlah yang banyak karena ternyata Segel Formasi ini sangat bermanfaat bagiku yang hanya berada di Level Bumi!” gumam Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang malas.


Li Yuchen yang melihat kamar Penginapannya telah bercampur dengan bau tubuh Nona Shu membuat Li Yuchen meras sangat tidak nyaman sehingga memanggil Pelayan yang ada di Penginapan.

__ADS_1


“Apakah Tuan Pengunjung memanggil saya?” tanya Pelayan pria dengan sopan dengan ekspresi wajah yang sangat lelah karena waktu telah menunjukkan sangat larut.


“Apakah masih ada kamar lain di Penginapan ini? Tidak besar juga tidak masalah tapi dapat ditinggali untuk tidur hingga besok pagi?” tanya Li Yuchen secara terus terang dengan ekspresi wajah yang datar sambil mengeluarkan uang tiga tael Perak dari dan meletakkannya di atas meja.


“Tentu, tentu saja Tuan Pengunjung. Apakah anda ingin menyewa satu kamar lagi?” tanya Pelayan itu dengan tergesa-gesa dengan senyum yang mengembang dan wajah yang cerah dan penuh dengan semangat.


“Ya, aku ingin pesan satu kamar lagi untuk malam ini saja dan tolong bersihkan kamar ini hingga bersih.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.


“Baiklah. Tuan Pengunjung tidak perlu khawatir dan cemas semua yang diinginkan pasti akan kami lakukan dengan sangat baik. Kalau begitu harap Tuan Pengunjung menunggu sebentar dan saya akan segera kembali untuk mengambil kunci kamar yang Tuan Pengunjung inginkan.” Ucap Pelayan itu dengan senyum yang sangat ramah sambil menyimpan uang yang diberikan Li Yuchen kepadanya.


Tak butuh lama, Pelayan itu pun datang kembali menemui Li Yuchen dan menuntun Li Yuchen menuju ke ruangan yang akan ditempati Li Yuchen.


“Tuan, ini adalah satu-satunya kamar yang tersedia di sini. Ini adalah kamar terbaik yang kami miliki. Apakah Tuan masih ingin menginap di kamar ini?” tanya Pelayan itu dengan ekspresi wajah yang cemas.


“Tidak masalah. Aku akan ambil kamar ini, kamar yang sebelumnya tidak perlu dibersihkan. Aku akan pindah ke kamar ini. Hitung saja biayanya.” Ucap Li Yuchen dengan penuh percaya diri sambil menyerahkan satu tael perak lagi kepada Pelayan yang ada di belakangnya.


Pelayan itu pun menjadi sangat senang mendengar perkataan Li Yuchen dan bergegas meninggalkan Li Yuchen sendiri lalu menyimpan uang yang didapatkannya dengan sangat baik.


“Malam ini ternyata adalah malam keberuntunganku. Tidak disangka aku bertemu dengan Tuan Muda yang besar. Aku bisa bersenang-senang malam ini.” Ucap Pelayan itu dengan nada suara yang riang sambil berjalan di koridor Penginapan dengan ekspresi wajah yang bahagia.


Li Yuchen yang telah ada di dalam ruangan barunya pun langsung memasang Segel Formasi karena merasa khawatir hal yang terjadi beberapa jam yang lalu akan terulang kembali.


“Hah! Segel telah terpasang dengan sangat rapi, saatnya mandi lalu tidur. Tubuh ini sungguh tidak bisa diandalkan!” ucap Li Yuchen yang telah menyerah dengan tubuh Mortal miliknya dengan ekspresi wajah yang pasrah dan putus asa.

__ADS_1


#Bersambung#


Ada yang bisa tebak, kejadian apa yang akan terjadi di esok harinya? Jawab di kolom komentar ya...


__ADS_2