Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
360. Qi Houran


__ADS_3

Qi Houran adalah Putra Mahkota Kekaisaran Qi dari Daratan Yunzan dan satu-satunya Putra dari Kaisar Qi karena Kaisar Qi hanya memiliki anak perempuan sebagai keturunannya.


Meskipun Kaisar Qi memiliki banyak wanita di sisinya seperti Permaisuri, Ratu dan juga Selir tapi hanya Permaisuri yang melahirkan Seorang Putra yaitu Qi Houran.


Oleh karena itu, Qi Houran yang merasa tidak memiliki saingan dalam perebutan Tahta selalu bersikap sesukanya dan tak ada seorangpun yang berani menghentikannya kecuali Kaisar Qi sendiri karena Qi Houran sangat diharapkan di masa depan.


Qi Houran datang ke Pertandingan Persahabatan Tiga Daratan ternyata tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Seo Xiqin yang datang ke Acara tersebut layaknya seorang Dewi dengan Gaun Putih Biru dengan cadar yang menutupi wajahnya.


Qi Houran yang penasaran dengan paras cantik yang disembunyikan Seo Xiqin berencana mengajak Seo Xiqin minum teh dan merayunya.


Namun, sebelum rencananya itu terwujud, Pelayan yang diberikannya perintah untuk memangil Seo Xiqin datang dengan tangan kosong.


“Maafkan hamba Yang Mulia. Saya tidak bisa membawa Nona dari Keluarga Mu itu kemari!” ucap Pelayan tersebut sambil berlutut di tanah dengan kepala menyentuh tanah dengan ekspresi wajah yang ketakutan.


“Dasar manusia tidak berguna! Aku hanya memberimu tugas yang sangat mudah tapi kau tidak bisa melakukannya!” teriak Qi Houran dengan sangat keras sambil menendang Pelayan tersebut hingga termundur ke belakang dan menabrak tembok.

__ADS_1


“Sialan! Tidak berguna! Prajurit! Usir Pelayan ini keluar lalu cambuk dia hingga lima puluh kali!” teriak Qi Houran dengan ekspresi wajah yang sangat kesal dengan mata yang terbuka lebar.


Tepat setelah Qi Houran mengeluarkan perintahnya, dua orang Prajurit yang menjaga di depan pintu langsung menarik paksa Pelayan tersebut keluar dan melakukan hukuman yang diberikan oleh Qi Houran.


Qi Houran yang sangat marah sangat ingin pergi menemui Seo Xiqin di tempatnya tinggal sementara waktu tapi Qi Houran yang tau jika dirinya tidak bisa masuk meski dengan statusnya sebagai Putra Mahkota pun hanya bisa menggigit bibirnya dengan kesal.


“Siapkan kereta kuda! Kita ke tempat judi sekarang!” teriak Qi Houran dengan sangat keras dengan kepala yang terangkat.


“Aku mungkin tidak bisa mendapatkannya tapi aku masih bisa mendapatkan wanita yang aku mau di Daratan Yunzan ini!” ucap Qi Houran dengan tawa yang sangat lebar.


"Tuan Muda Li! Tuan Muda Li! Tuan Muda Li! Nanggong Ruan telah sadarkan diri sekarang!" teriak Yun Tianxing dengan suara yang lantang dengan antusias yang tinggi.


Li Yuchen yang tidak bisa mengabaikan hal itu pun membuka pintu kamarnya lalu pergi bersama Yun Tianxing menemui Nanggong Ruan yang telah sadarkan diri.


Namun saat Li Yuchen dan Yun Tianxing datang, keduanya melihat Nanggong Ruan yang memasang wajah putus asa.

__ADS_1


"Aku sudah menjadi orang yang cacat. Aku tidak berguna. Lebih baik aku mati daripada menjadi aib bagi keluargaku!" ucap Nanggong Ruan dengan ekspresi wajah yang sedih dan marah dengan penekanan di setiap katanya.


"Jangankan membanggakan Daratan Yunzan, aku bahkan tidak bisa membalaskan dendam yang dilakukan orang itu dan teman-temannya kepada Zishan'er dan kematian Tuan Muda Zhou!" dengan ekspresi wajah yang putus asa.


Li Yuchen yang bisa merasakan yang dirasakan oleh Nanggong Ruan tidak ingin melibatkan dirinya dalam masalah yang dihadapi Nanggong Ruan dan memilih untuk diam.


"Di Daratan ini hanya Seorang Pemenang yang dipuja dan hanya Seorang yang kuat yang akan dihormati!" ucap Li Yuchen dalam hati dengan tatapan yang kecewa


"Sementara itu, orang yang lemah dan tidak bisa berguna akan dikucilkan bahkan lebih parah menkadi korban pembulian! ucap Li Yuchen lagi.


Li Yuchen yang berniat meninggalkan ruangan tersebuat akan dihentikan oleh Nanggong Ruan.


#Bersambung#


Apa yang diinginkan Nanggong Ruan? Kenapa dia menghentikan kepergian Li Yuchen

__ADS_1


__ADS_2