Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 127. Ruang Arsip Rahasia Huanfu


__ADS_3

Li Yuchen yang berencana pergi ke Paviliun Huanfu pun kembali ke ruangannya dan memanggil Ye Zhin untuk datang menemuinya.


Ye Rui yang mendapatkan panggilan dari Li Yuchen pun bergegas pergi dan menyimpan kembali gulungan yang diberikan Li Yuchen untuk dipahami olehnya.


“Bos, apakah kau memanggilku?” tanya Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang bingung dengan ekspresi wajah yang santai sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


“Apakah Paviliun Huanfu dan Menara Formasi Shinzu memiliki Perpustakaan Besar?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang seius dan tatapan mata yang tajam.


“Hmmm, yang aku tau Perpustakaan hanya ada di Paviliun Huanfu. Jika Bos ingin mencari informasi umum, Bos bisa datang ke lantai satu dan dua tapi jika Bos ingin mencari sesuatu yang lebih spesifik, Bos harus mencari Tetua Han karena Ruangan itu dijaga ketat olehnya.” Ucap Ye Zhin dengan sikap yang cuek sambil duduk di salah satu kursi di dalam ruangan.


“Baiklah. Kau boleh pergi sekarang!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang cuek dan ekspresi wajah yang serius sambil melambaikan tangan.


Ye Zhin yang mendengar perkataan Li Yuchen pun menjadi kesal dan mulai protes sehingga membuat Li Yuchen terpaksa harus memberinya tugas baru.


“Apa? Hanya begini saja Bos? Yang benar saja Bos? Aku kira Bos memanggil untuk yang penting ternyata hanya untuk bertanya hal ini! Hmmm, membosankan!” gumam Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tatapan mata yang ngambek.


“Hah! Lalu apa yang kau inginkan?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang lelah dengan nada suara yang pasrah.


“Ya, Bos bisa memberiku tugas penting begitu, kalau hanya masalah ini Bos tidak perlu memanggilku seolah hal yang sangat darurat!” ucap Ye Zhin dengan mulut yang naik ke atas sebanyak tigas senti dengan ekspresi wajah yang kesal dengan dua tangan terlipat di dada.


“Hmmm, baiklah. Aku ingin kau merapikan rumah yang baru saja aku beli. Aku dan Qier akan pindah ke sana sore ini. Jangan lupa sediakan semua perabotan dan bahan makanannya juga. Apakah tugas seperti ini bisa kau lakukan?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius sambil bersandar di meja dengan satu tangan menopang dagunya dengan tatapan mata yang tajam.


“Tentu saja aku bisa Bos. Serahkan saja masalah ini padaku. Aku akan menyelesaikannya dengan cepat dan saat Bos dan Nyonya Bos pindah. Akan aku pastikan bahwa semuanya sesuai yang Bos inginkan.” Ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang ceria sambil melompat kegirangan dan pergi meninggalkan Li Yuchen sendiri.


Li Yuchen yang telah memastikan kepergian Ye Zhin pun begegas pegi ke Paviliun Huanfu dan saat dirinya sampai Li Yuchen mendapatkan sambutan yang sangat baik dari semua Pelayan di sana dan Ye Rui yang mendengar kedatangan Li Yuchen pun mulai memiliki ide lain untuk masa depannya.


“Apa kau yakin Tetua Yu datang kemari?” tanya Ye Rui dengan ekspresi wajah yang terkejut dan mata yang melotot tajam.


“Katakan padaku, dimana Tetua Yu sekarang?” tanya Ye Rui dengan terburu-buru lagi dengan ekspresi wajah yang ingin tahu yang sangat tinggi.


“Tetua Yu pergi menemui Tetua Han!” ucap Seorang Pelayan dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang lugas.


“Aku mengerti. Kau boleh pergi sekarang!” perintah Ye Rui sambil melambaikan tangannya lalu berdiri di depan jendela memikirkan sesuatu.


“Aku tidak akan bisa menang jika terus keras kepala. Jika aku ingin bebas dari Segel Budak ini maka aku harus membuat Tetua Yu bertekuk lutut di kakiku!” ucap Ye Rui dalam hati dengan tatapan mata yang tajam dan senyum jahat.

__ADS_1


“Aku adalah salah satu wanita tercantik di Kota Jinlin dengan status yang tinggi. Tidak akan ada seorang pria yang akan menolak pesonaku termasuk Tetua Yu. Aku harus bisa mendapatkannya bagaimanapun caranya.” Ucap Ye Rui lagi yang langsung berbalik arah dan berjalan keluar menuju ruangan Li Yuchen.


Ye Rui yang melihat Li Yuchen sedang berjalan sendiri menuju ke Ruangan Tetua Han pun bergegas mengejar Li Yuchen dan menemuinya.


“Te-Tetua Yu!” panggil Ye Rui dengan suara yang sedikit tinggi dengan ekspresi wajah yang tidak karuan dengan nafas yang tidak beraturan.


Li Yuchen yang mendengar ada yang memanggil namanya pun berhenti dan melihat Ye Rui yang sedang berlari menemuinya.


“Ada apa?” tanya Li Yuchen dengan nada suara dan ekspresi wajah yang dingin dengan tatapan mata yang tajam.


Ye Rui yang tidak menyangka mendapatkan perlakukan yang berbeda dengan yang ada di bayangannya menjadi sedikit takut tapi segera kembali ke kesadarannya dan menguasai dirinya kembali.


“Hmmm, saya hanya ingin bertanya apakah ada sesuatu yang bisa saya bantu?” tanya Ye Rui dengan senyum lembut dengan pipi yang memerah sambil memainkan rambutnya yang panjang mencoba menggoda Li Yuchen.


Li Yuchen yang sedang terburu-buru dan tidak tertarik sama sekali dengan Ye Rui pun langsung menolak lalu pergi meninggalkan Ye Rui.


“Tidak!” ucap Li Yuchen dengan tegas dan nada suara yang jelas dengan ekspresi wajah yang dingin serta tatapan mata yang tajam.


Ye Rui yang langsung mendapatkan penolakan pun menjadi sangat terkejut tapi langsung menguatkan hatinya untuk menolak kekalahan dan memilih untuk mengikuti Li Yuchen dari belakang.


Li Yuchen yang melihat Ye Rui berjalan mengikutinya pun memilih untuk mengabaikannya dan terus pergi menuju ruangan Tetua Han.


“Tok! Tok! Tok!” suara ketukan pintu.


“Masuklah!” ucap Tetua Han dengan nada suara yang datar dan ekspresi wajah yang cuek sambil terus melihat puluhan kertas yang ada di atas meja kerjanya.


Li Yuchen yang mendapatkan izin pun mencoba membuka pintu tapi kedahuluan Ye Rui hingga membuat Li Yuchen masuk dengan Ye Rui sebagai Asistennya.


“Guru!” panggil Ye Rui dengan nada suara yang hati-hati mencoba mengalihkan fokus Tetua Han agar sadar dengan kedatangan Li Yuchen.


Tetua Han yang mendengar Ye Rui memanggilnya pun langsung menoleh dan menjadi sangat terkejut saat melihat Li Yuchen datang menemuinya.


“Te-Tetua Yu! Maafkan ketidaksopananku. Si-silahkan duduk Tetua Yu!” ucap Tetua Han dengan terburu-buru sambil bergerak meninggalkan pekerjaannya.


Tetua Han yang melihat Li Yuchen duduk pun bergegas duduk menyusul dan memberikan kode kepada Ye Rui untuk segera menyiapkan teh dan kue kering.

__ADS_1


“Apa ada sesuatu yang Tetua Yu butuhkan?” tanya Tetua Han dengan ekspresi wajah yang canggung sambil tersenyum kaku sambil berusaha menenangkan dirinya.


“Aku datang kemari karena membutuhkan bantuan Tetua Han. Aku dengar Tetua Han menjadi Penjaga Pepustakaan Huanfu. Aku ingin naik ke lantai tiga ke atas karena ada sebuah informasi yang aku ingin ketahui.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius sambil meminum teh yang telah disiapkan Ye Rui.


“Agh, tentu saja bisa. Jika aku boleh tau, informasi apa yang ingin Tetua Yu cari tau!” tanya Tetua Han dengan ekspresi wajah yang penasaran sementara Ye Rui yang juga berdiri tidak jauh pun ikut memasang telinga mendengarkan pembicaraan.


Li Yuchen yang tidak ingin banyak orang yang tau mengenai penyakit Seo Xiqin pun melihat ke arah Ye Rui yang sedang berdiri.


Tetua Han yang mengerti maksud Li Yuchen pun langsung mengusir Ye Rui pergi. Ye Rui yang sangat penasaran mencoba memohon kepada Tetua Han tapi langsung mendapatkan tatapan tajam yang tidak bisa ditolak Ye Rui.


“Rui’er kembalilah ke ruanganmu!” perintah Tetua Han dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan tajam.


“Baiklah, Guru!” ucap Ye Rui dengan ekspresi wajah yang tidak rela sambil menundukkan kepalanya lalu berjalan keluar ruangan.


Tetua Han yang telah mengusir Ye Rui pergi pun melihat ke arah Li Yuchen yang sedang duduk menikmati tehnya.


“Apakah Tetua Yu ingin pergi sekarang?” tanya Tetua Han dengan ekspresi wajah yang bingung dengan nada suara yang penuh hati-hati.


“Ada apa? Apakah ada masalah?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung dan rasa ingin tau yang tinggi dengan tatapan mata yang tajam.


“Hah, sebenarnya Perspustakaan Huanfu telah diambil alih oleh Walikota Jinlin dan meskipun aku seorang Penjaganya, aku tidak bisa membukanya tanpa kunci yang disimpan oleh Walikota.” Ucap Tetua Han dengan ekspresi wajah yang bersalah.


“Baiklah kalau begitu. Terima kasih banyak Tetua Han.” Ucap Li Yuchen yang langsung berdiri ingin pergi.


“Tu-tungu! Meskipun saya tidak bisa membuka Perpustakaan Huanfu lantai Tiga seperti yang Tetua Yu inginkan tapi Tetua Yu bisa datang menemui saya besok. Saya akan mengantar Tetua Han ke Ruang Arsip Rahasia Paviliun Huanfu.” Ucap Tetua Han dengan ekspresi wajah yang serius yang tidak ingin melihat Li Yuchen pergi dengan tangan kosong.


“Ruang Arsip Rahasia?” tanya Li Yuchen lagi yang bingung sambil berbalik melihat ke arah Tetua Han yang juga telah bediri dari tempatnya.


“Benar, meskipun tempat itu tidak sebesar dan sebagus Pespustakaan Huanfu tapi isi yang ada di dalam Ruang Arsip Rahasia jauh lebih lengkap.” Ucap Tetua Han dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang percaya diri.


“Jika begitu saya mohon bantuannya!” ucap Li Yuchen yang langsung memberikan hormat sambil menundukkan sedikit kepalanya.


“Aku pasti akan menemukan petunjuk mengenai Penyakit Lama Qier!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang serius sambil berjalan kembali ke Kediaman Keluarga Seo.


#Bersambung#

__ADS_1


Apakah Li Yuchen akan menemukan petunjuk mengenai penyakit Seo Xiqin? Jawab di kolom komentar ya..


__ADS_2