Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 164. Serangan Balik Ye Rui


__ADS_3

Di sisi lain, Li Yuchen yang mendengar perkataan Master Kong memilih berbalik arah dan mengabaikannya sambil memberikan senyum sinis kepada Master Kong.


"Apakah aku harus menjawabmu? Bukankah kau seharusnya bersyukur karena aku membantu kalian semua?” ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang kasar dengan nada suara yang dingin dan sinis sambil berbalik arah.


“Aku tidak perlu menjelaskan semua yang aku lakukan padamu dan aku tidak memiliki kewajiban untuk itu. Jika kau ingin memberikan Jin Li Yan pelajaran karena telah merebut milikmu maka lakukan itu sendiri. Jangan meminjam tangan orang lain.” Sindir Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin dan tidak peduli.


“Di dunia ini, hanya yang kuat yang dihormati dan yang lemah akan ditindas. Jika Buah Persik Perak dan Emasmu diambil darimu itu berarti kau tidak cukup kuat untuk mempertahankannya.” Ucap Li Yuchen yang membuat pada akhirnya membuat sesuatu yang ada di dalam hati Master Kong berkecambuk.


Li Yuchen yang tidak memperdulikan perasaan Master Kong dan yang lainnya pun memasuki Portal Teleportasi dengan diikuti Ye Zhin dibelakangnya.


Setelah Li Yuchen dan Ye Zhin pergi Wu Ruxin dan Master Hu serta Master Kong mengikutinya dari belakang hingga mengantarkan kelimanya ke sebuah tempat yang berbeda.


Li Yuchen dan yang lainnya yang ternyata diteleportasi ke tempat yang sama dengan Ye Rui dan Master Sun pun langsung mendengarkan suara pertarungan sesaat setelah kaki mereka menginjakkan tempat tersebut.


Master Hu yang langsung menemukan sumber pertarungan tersebut pun langsung memberi tau semuanya.


“I-itu Nona Ye dan Master Sun dari Paviliun Huanfu!” teriak Master Hu dengan sangat keras sambil menunjuk ke arah sumber pertarungan.


Semua orang yang belum menyadari situasinya pun langsung memalingkan wajahnya dan memfokuskan pandangannya ke arah pertarungan tak terkecuali Ye Zhin dan Wu Ruxin yang memiliki pandangan tersendiri tentang Ye Rui.


“Hmmm! Kenapa aku harus bertemu dengan wanita ular ini? Menyebalkan sekali!” ucap Wu Ruxin dalam hati dengan ekspresi wajah yang tidak senang dengan tatapan mata yang menahan emosi.


“Hmmm!” gumam Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang datar sambil memalingkan wajahnya ke arah lain karena malas melihat Ye Rui.


Master Kong yang juga melihat pertarungan itu pun mengemukakan pendapatnya untuk mencoba menolong Ye Rui tapi tidak disangka mendapatkan tatapan dingin dari Wu Ruxin dan Ye Zhin.


“I-itu.. Bukankah itu Nona Ye? Kenapa kita menolongnya?” tanya Master Kong dengan ekspresi wajah yang cemas sambil melihat ke wajah orang-orang yang ada di sekitarnya.

__ADS_1


Master Kong yang tidak berani melawan pun hanya diam dan melihat pertarungan keempatnya dari jarak jauh bersama yang lainnya.


Sementara itu, Ye Rui yang menyerang Seo Wan’er dengan seluruh kekuatannya ternyata berhasil membuat Seo Wan’er kehilangan pedangnya dan membuat Seo Wan’er berada dalam situasi yang sulit.


“Wanita rendahan yang hanya bisa menggunakan trik kotor sepertimu tidak pantas menjadi sainganku! Kau harus menerima hukuman karena telah menyentuhku dengan tangan kotormu!” teriak Ye Rui dengan sangat keras sambil melukai lengan Seo Wan’er hingga mengeluarkan darah yang sangat banyak.


“Aaaarrggghhhh!” teriak Seo Wan’er yang diserang oleh Ye Rui dengan ekspresi wajah yang kesakitan dan teriakan yang sangat keras.


Ye Rui yang menginginkan semua miliknya kembali pun mengambil tas qiankun miliknya serta tas qiankun milik Seo Wan’er lalu bergerak dengan cepat membantu Master Sun menyerang Jin Ling.


“Kau!” teriak Jin Ling dengan sangat keras dengan mata yang melotot tajam saat melihat Ye Rui yang menyerang dari belakang.


Jin Ling yang penasaran dengan keadaan Seo Wan’er pun menjadi sangat terkejut saat melihat Seo Wan’er yang sedang terbaring di lantai dengan darah segar yang mengalir sangat banyak dari lengannya.


“Wan’er!” teriak Jin Ling dengan sangat keras sambil melihat ke arah Seo Wan’er dengan ekspresi wajah yang terkejut.


Jin Ling yang melihat jalan buntu dan merasa jika nyawanya terancam pun mencoba membujuk Ye Rui dan menyalahkan Seo Wan’er tapi hal itu tidak berguna karena kebencian yang ada di dalam hati Ye Rui telah tertanam dengan sangat dalam.


“Tu-tungu Rui’er! De-dengarkan penjelasanku terlebih dahulu!” teriak Jin Ling dengan ekspresi wajah yang bingung dan panik di saat bersamaan sambil terus bergerak menggunakan pedangnya untuk menahan setiap serangan cambukan dari Ye Rui.


“Tidak ada yang perlu dijelaskan! Orang sepertimu tidak pantas untuk diberi kesempatan!” teriak Ye Rui dengan sangat keras sambil terus mengayunkan cambuknya ke arah Jin Ling dengan sangat cepat dan kuat.


“Ti-tidak! Aku tidak bersalah. Ini semua salah Seo Wan’er! Di-dia yang telah membujukku untuk mencuri Tanaman Obat itu!” teriak Jin Ling yang mencoba menyelamatkan nyawanya dengan mengatakan kejujuran tapi sayangnya hal itu tidak berguna.


“Hah! Kau pikir aku bodoh dan akan percaya dengan omong kosongmu itu. Tidak akan! Kau dan wanita rendahan itu sama saja dan kalian berdua akan merakan akibatnya karena telah melakukan tindakan yang tidak bermoral seperti itu!” teriak Ye Rui dengan sangat keras sambil mengeluarkan jurus terbaiknya dengan seluruh kekuatannya.


Jin Ling yang tidak bisa membujuk atau mempengaruhi Ye Rui pun terpaksa melakukan serangan balik dan mencoba kabur sambil membawa Seo Wan’er yang terluka.

__ADS_1


“Tarian Lotus Kematian!” teriak Ye Rui dengan sangat keras sambil bergerak dengan cepat menggerakkan cambuknya dan menyerang Jin Ling dengan seluruh kekuatan.


“Sial! Aku tidak bisa terus seperti ini. Aku harus melakukan sesuatu!” teriak Jin Ling dengan sangat keras sambil mengeluarkan benda pusakan yang diberikan Jin Xiping untuk melindungi nyawanya di saat keadaan kritis.


“Perisai Budha Sakti!” teriak Jin Ling dengan sangat keras sambil mengalirkan energinya pada sebuah patung berbentuk budha yang ada di tangannya.


Dalam waktu singkat Patung Budha tersebut pun membesar dan membentu sebuah perisai yang melindungi Jin Ling dari serangan terkuat dari Ye Rui tapi ternyata Perisai itu tidak cukup untuk bertahan dalam waktu yang lama sehingga perlahan Perisai tersebut menjadi retak.


Jin Ling yang tidak ingin menyerah dengan mudah pun langsung bergerak mundur dan menarik tubuh Seo Wan’er lalu berlari ke arah Portal Teleportasi yang terbuka tidak jauh dari tempat itu.


Master Sun yang tidak bisa diam saja pun mengeluarkan jurus untuk menghentikan Jin Ling namun hal itu tidak berhasil karena Jin Ling menggunakan Kertas Segel Formasi untuk melindungi dirinya.


Meskipun begittu, hal itu sudah cukup untuk memberikan waktu kepada Ye Rui untuk menggunakan cambuknya untuk mengambil tas qiankun milik Jin Ling yang terikat di pinggangnya yang tidak mendapatkan penjagaan ketat saat membawa Seo Wan’er pergi.


“Hmmm! Aku akan membebaskanmu sekarang tapi tidak untuk lain kali. Aku anggap tas qiankun ini sebagai kompensasi untuk tindakan kalian sebelumnya.” Ucap Ye Rui dengan senyum sinis dan jahat di saat bersamaan sambil mengerak-gerakkan tas qiankun milik Jin Ling di dalam genggaman tangannya.


Di saat Ye Rui sedang merasa sangat bahagia tiba-tiba dirinya merasakan ada orang lain yang bersembunyi di tempat itu sehingga membuat Ye Rui tanpa sadar langsung mengayunkan cambuknya ke arah tempat Li Yuchen dan yang lainnya berada.


“Keluar kalian! Beraninya kalian mengintip!” teriak Ye Rui dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang kesal.


“Jangan terlalu kasar sebagai Perempuan! Itu tidak baik!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang datar dan ekspresi wajah yang dingin sambil menggenggam cambuk Ye Rui dengan satu tangannya.


Master Sun dan Ye Rui yang melihat kedatangan Li Yuchen pun menjadi terkejut dan langsung merubah ekspresi wajah dan sikap mereka.


“Te-tetua Yu!” teriak Master Sun dan Ye Rui secara bersamaan dengan sangat keras dengan tatapan mata yang terbuka lebar.


#Bersambung#

__ADS_1


Apa yang akan terjadi selanjutnya ya.. Jawab di kolom komentar ya..


__ADS_2