
Ketua Qin yang penasaran dengan isinya pun membukanya dengan terburu-buru dan menjadi kaku sesaat setelah melihat isi dari Gulungan tersebut.
“I-ini...” ucap Ketua Qin dengan nada suara yang gagap dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan tatapan mata tidak percaya.
“Ini adalah Gulungan Pola Segel Formasi Serangan tingkat Satu dan Dua! FirE Fox Ring dan Black Deep Ocean!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin dengan tatapan mata yang tajam.
Ketua Qin yang mengetahui nama dari Kedua Pola Segel Formasi tersebut pun menyadari jika keduanya adalah Pola Formasi yang telah lama hilang.
“Jika Menara Formasi Shinzu bisa melelang dua gulungan ini maka Pelelangan besok akan menjadi sangat heboh!” ucap Ketua Qin dengan ekspresi wajah yang sangat bersemangat.
Li Yuchen yang menyadari jika Ketua Qin sangat senang dengan dua gulungan yang dikeluarkannya pun mengeluarkan Pil yang didapatkannya di Makam Kuno.
“Aku juga ingin melelang Pil ini!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang tegas.
Ketua Qin yang melihat Sebuah Pil tingkat Lima untuk yang ada di depannya pun hampir jatuh pingsan tapi langsung ditahan oleh Li Yuchen.
“Apakah kau baik-baik saja Ketua Qin?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung dan nada suara yang datar.
“Agh! Maafkan aku Tetua Li. Aku merasa tiba-tiba kepalaku terasa sangat sakit!” ucap Ketua Qin sambil memegang kepalanya yang tiba-tiba berdenyut.
“Gila! Apakah Tetua Li adalah Penjaga Harta Karun tersembunyi di Daratan Danzong? Bagaimana bisa Tetua Li bisa memiliki banyak sekali Harta Karun yang sangat langka dan berharga untuk dirinya sendiri? Pantas saja Tetua Li dapat mengeluarkan uang dalam jumlah yang sangat banyak dengan santainya!” ucap Ketua Qin dalam hati dengan ekspresi wajah yang terlihat masih belum pulih sepenuhnya.
“Aku hanya hampir pingsan. Untung aku bisa menjaga detak jantungku jika tidak mungkin aku sudah menjadi mayat saat ini!” ucap Ketua Qin dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat depresi.
“Hmmm, Tetua Li! Maaf jika pertanyaanku ini menyinggung anda. Apakah Tetua Li juga Seorang Master Alkemia?” tanya Ketua Qin dengan ekspresi wajah yang membiru dengan tatapan mata yang penasaran.
Li Yuchen yang tidak ingin mengatakan apapun langsung mengeluarkan Lencana Tetua Kehormatan miliknya dari Paviliun Huanfu.
Ketua Qin yang melihat dua buah Lencana Tetua di Dua Kekuatan di depan matanya pun merasa sakit kepalanya menjadi semakin sakit hingga membuat leher Ketua Qin bersandar dengan satu tangan menepuk dahinya.
“Ya, Dewa! Mimpi apa aku semalam bisa bertemu dengan orang yang sangat mengerikan seperti ini!” gumam Ketua Qin dengan suara yang sangat rendah dengan ekspresi wajah yang frustasi dan depresi.
“Ketua Qin! Apakah kau mengatakan sesuatu?” tanya Li Yuchen yang tidak mendengar dengan jelas perkataan Ketua Qin dengan alis yang mengkerut.
“Ti-tidak! Aku tidak mengatakan apapun, Tetua Li!” ucap Ketua Qin dengan terburu-buru dengan ekspresi wajah yang cemas dan keringat yang mengalir sangat banyak di wajahnya.
“Keputusan yang sangat tepat dengan tidak membantu Master Ning! Maaf Master Ning! Terimalah nasibmu! Kau menyinggung orang yang salah!” ucap Ketua Qin dalam hati sambil memaksa senyum di hadapan Li Yuchen.
Ketua Qin yang masih belum percaya saat Li Yuchen ingin melelang Pil tingkat Lima yang sangat berharga yang tentunya jika dilelang akan menggemparkan Seluruh Kota Xilin dan Kota-kota lain bahkan Keluarga Kekaisaran akan datang untuk mendapatkan Pil tersebut.
“Tetua Li, apakah anda yakin ingin melelang Pil ini? Pil ini adalah Pil tingkat Lima dengan tingkat keberhasilan seratus persen dan kemurnian seratus persen!” ucap Ketua Qin dengan ekspresi wajah yang bingung dan nafas yang tidak teratur.
__ADS_1
“Pil itu adalah Pil Hitam Suci, Pil Panjang Umur. Pil tersebut dapat menyelamatkan nyawa seseorang yang telah berada di gerbang kematian dan tidak hanya itu Pil itu akan memberikan orang yang meminum nyawa tambahan sepuluh tahun.” Ucap Li Yuchen dengan santai sambil menghirup tehnya dengan wajah tanpa ekspresi.
“Aku tidak membutuhkan Pil tersebut jadi aku ingin menjual Pil tersebut!” ucap Li Yuchen dengan dengan nada suara dan ekspresi wajah yang dingin.
“Tentu saja karena aku tidak ingin menyimpan Pil tersebut terlalu lama karena jika keberadaan Pil tersebut bocor keluar maka nyawa orang-orang disekitarku pasti akan dalam bahaya!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan pandangan mata lurus ke depan.
Sementara itu Ketua Qin yang mendengar perkataan Li Yuchen pun berubah menjadi patung sesaat dengan sebuah panah yang menancap tepat dijantungnya.
“Oh, Dewa! Kau sungguh tidak adil!” ucap Ketua Qin dalam hati dengan wajah yang kaku sambil memaksakan diri untuk tersenyum manis.
Ketua Qin yang tidak bisa mengatakan apapun akhirnya menyerah dan memberikan Katalog Harta Karun yang akan dilelang keesokan harinya.
“Tetua Li! Ini adalah Katalog Harta Karun yang akan dilelang keesokan harinya. Jika Tetua Li menginginkan sesuatu maka katakan saja maka Menara Formasi Shinzu akan menyimpannya untuk anda!” ucap Ketua Qin dengan ekspresi wajah yang telah kembali normal dengan senyum yang bersahabat.
“Aku akan datang besok dan jika ada yang aku inginkan maka aku akan mengatakannya besok!” ucap Li Yuchen yang menyimpan Katalog tersebut ke dalam Tas Qiankun miliknya sambil berdiri dari kursinya.
“Maaf Ketua Qin, aku masih ada urusan lain dan aku harus pergi. Tolong katakan pada anak yang datang bersamaku untuk temui aku di tempat pertama dia menemuiku di waktu yang sama!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar dengan nada suara yang tegas sambil mengeluarkan Kertas Segel Kuning dan mengaktifkan Formasi Teleportasi.
Ketua Qin yang akhirnya berada di ruangannya sendiri pun terjatuh di atas mejanya dengan kepala yang bersandar di kursi dengan pikiran yang kosong.
Sementara itu, Ma Ye Li yang telah mendapatkan nomor kamar Li Yuchen menginap pun mencoba datang dan menemui Li Yuchen pun mengetuk pintu dengan penuh percaya diri.
“Tok! Tok! Tok!” suara pintu yang diketuk dengan pelan.
“Hah! Siapa yang datang? Sui’er dan Luo’er tidak akan datang dan mengetuk pintu seperti itu apalagi Bibi Yi yang tidak akan mungkin mengganggu waktu istirahatku!” gumam Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang kesal.
“Hmmm, apakah itu Chen gege? Tapi jika itu Chen gege kenapa dia tidak langsung masuk saja!” ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang malas sambil berjalan menuju arah pintu.
Meskipun rasa kesal dan malas bercampur di wajah Seo Xiqin, dirinya tetap berjalan dan membuka pintu lalu menemui orang yang mengganggunya.
“Chen gege! Apakah kau sudah kembali?” tanya Seo Xiqin dengan nada suara yang terdengar lembut dan wajah polos yang cantik dan elegan meskipun tanpa menggunakan makeup.
Ma Ye Li menjadi sangat terkejut melihat Seo Xiqin yang keluar dari kamar pun terdiam di tempatnya sebentar lalu langsung menguasai dirinya kembali dan bertanya dengan sopan.
“Maaf! Apakah Tuan Muda Li ada di dalam?” tanya Ma Ye Li dengan senyum yang lembut dan ekspresi wajah yang bersahabat.
Seo Xiqin yang mendengar suara wanita yang menyebut nama Li Yuchen pun langsung membuka matanya dengan sangat lebar dan menatap wanita yang ada di depannya dengan mata mengawasi.
“Siapa wanita ini? Kenapa dia menanyakan keberadaan Chen gege?” tanya Seo Xiqin dalam hati dengan ekspresi wajah yang tidak senang yang disembunyikan di balik senyum lembut dan bersahabat.
“Maafkan saya tapi Nona siapa?” tanya Seo Xiqin dengan senyum yang lembut sambil menggenggam erat Mantel Bulu Rubah miliknya.
__ADS_1
Ma Ye Li yang melihat Seo Xiqin yang keluar dari dalam kamar Li Yuchen langsung memiliki pikiran yang berbeda tentang status Seo Xiqin dan saat melihat Mantel Bulu Rubah dengan Kualitas Atas yang dipakainya membuat Ma Ye Li menjadi iri.
“Itu adalah Bulu Rubah Asli dan bisa diperkirakan berumur ratusan bahkan ribuan tahun. Wanita Muda ini Kekasih dari Tuan Muda Li!” ucap Ma Ye Li dalam hati dengan mata yang terfokus pada Mantel Bulu Rubah yang dipakai Seo Xiqin.
“Hah! Itu hanya Mantel Bulu Rubah, jika aku bisa merebut Tuan Muda Li dan menyingkirkan Wanita ini maka aku pasti akan mendapatkan Sepuluh Mantel Bulu Rubah seperti itu juga!” ucap Ma Ye Li dalam hati dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang bersahabat dengan tatapan mata yang menunjukkan tekad yang kuat.
“Perkenalkan nama saya adalah Ma Ye Li. Putri Tertua Walikota Xilin. Bisakah saya bertemu dengan Tuan Muda Li?” tanya Ma Ye Li lagi dengan senyum yang lembut yang mendapatkan tatapan mata yang tajam dari Seo Xiqin.
Seo Xiqin yang melihat Ma Ye Li dengan semangat yang tidak padam ingin bertemu dengan Li Yuchen membuat Seo Xiqin menjadi sangat kesal.
“Maafkan saya Nona Ma tapi Chen gege sedang tidak ada sekarang!” ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut dan nada suara yang ramah.
“Agh! Bisakah saya menunggu di dalam?” tanya Ma Ye Li yang tidak ingin menyerah dengan mudah dengan senyum yang lembut.
“Maafkan saya, Nona Ma. Sayangnya, saya tidak bisa mengizinkan anda masuk dan menunggu di dalam!” ucap Seo Xiqin dengan senyum yang bersahabat.
“Saya tidak akan mengganggu. Saya hanya akan duduk dan menuggu kedatangan Tuan Muda Li!” ucap Ma Ye Li dengan nada suara yang lembut dan senyum manis yang masih terukir di wajahnya.
“Nona Ma, anda adalah Nona Muda yang belum menikah bukan? Tidak baik untuk reputasi anda jika anda terus memaksa untuk menunggu di dalam kamar Seorang Pria yang telah Beristri!” ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut dengan tatapan mata yang kesal.
Ma Ye Li yang mendengar perkataan Seo Xiqin pun terkejut dan tidak percaya dan memandang Seo Xiqin dengan pandangan mencurigakan. Namun sebelum Ma Ye Li mengatakan sesuatu, Bibi Yi, Sui’er dan Luo’er datang menemui Seo Xiqin.
“Nyonya! Anda sudah bangun! Saya akan membantu anda membersihkan diri!” ucap Bibi Yi dengan nada suara yang sopan dan ekspresi wajah yang patuh dengan kepala tertunduk ke bawah.
“Agh, Baiklah!” ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan nada suara yang ceria yang lalu memandang Ma Ye Li yang masih berdiri di tempatnya.
“Nona Ma! Maafkan saya tapi sepertinya anda tidak bisa menunggu di dalam. Saya permisi terlebih dahulu.” Ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang ceria sambil berbalik arah dan masuk ke dalam.
Ma Ye Li yang melihat Seo Xiqin berjalan dengan percaya diri dan kepala terangkat ke atas membuat rasa cemburu dan iri memenuhi hatinya.
“Sial! Beraninya dia mengusirku!” ucap Ma Ye Li dengan tangan yang tergenggam dengan sangat erat dengan senyum yang lembut.
Seo Xiqin yang perasaannya sudah kacau disebabkan oleh Ma Ye Li membuat Sui’er dan Luo’er yang membantu berhias hanya tersenyum.
“Nona tidak perlu cemas dan khawatir. Saya yakin jika Tuan Muda tidak akan tergoda dengan Nona Ma!” ucap Sui’er dengan nada suara yang lembut sambil terus menyisir rambut Seo Xiqin.
“A-apa yang kau katakan Sui’er? A-aku ti-tidak...” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang gagap dengan wajah yang memerah karena malu.
“Nona tidak perlu malu. Kami sangat mengenal Nona dan kami dapat mengetahui yang sedang Nona rasakan sekarang dari ekspresi wajah Nona yang sedang cemburu.” Ucap Luo’er dengan senyum dan tawa kecil.
Seo Xiqin yang mendengar perkataan Sui’er dan Luo’er pun terdiam dengan wajah yang memerah karena malu.
__ADS_1
Bersambung
Waduh! Datang wanita lain lagi yang ingin mengambil hati Li Yuchen. Apakah Ma Ye Li akan berhasil dengan rencananya atau apakah Seo Xiqin yang akan berhasil mempertahankan posisinya? Apa yang akan terjadi selanjutnya? Tunggu BAB berikutnya ya...