Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 357. Putaran Kedua


__ADS_3

Hua Fan yang terbakar api cemburu pun memalingkan wajahnya dan meninggalkan ruangan itu lalu memanggil Kesatria yang dikirimkan oleh Kaisar Hua Ping untuk menjaga dan selalu bersama dengan Hua Fan.


"Semuanya keluarlah sekarang!" panggil Hua Fan dengan nada suara yang datar dan ekspresi wajah yang serius.


“Kami menghadap Yang Mulia Tuan Putri” ucap semua Kesatria sambil berlutut dengan satu kaki di hadapan Hua Fan dengan kepala terangkat ke atas.


“Aku memberikan tugas penting untuk kalian. Cari informasi tentang wanita yang ada di atas Podium itu. Wanita yang memakai gaun putih biru dan cadar putih di wajahnya!” ucap Hua Fan dengan nada suara yang tegas.


“Aku ingin kalian mencaritau hubungan antara wanita itu dengan Kak Gecheng!” ucap Hua Fan dengan nada suara yang keras dan ekspresi wajah yang serius.


“Aku ingin mendapatkan informasi itu segera sebelum Pertandingan Persahabatan ini berakhir! Jika kalian gagal mendapatkan informasi itu maka aku akan melaporkan hasil kerja kalian kepada Kakakku dan kalian akan melihat akibat dari kegagalan kalian!” ucap Hua Fan dengan senyum yang jahat dengan nada mengancam.


Semua Kesatria yang menyadari kekejaman dari Kaisar Legenda Hua Ping pun menundukkan kepala dan menyanggupi perintah Hua Fan secara bersamaan.


Hua Fan yang sudah merasa lebih baik pun kembali ke tempatnya dan menonton pertandingan sambil sesekali melihat sikap Mu Gecheng kepada Seo Xiqin.


Di sisi lain, Li Yuchen yang tak ingin menunjukkan semua kartunya terutama menunjukkan Kekuatannya yang sebenarnya memutuskan mengeluarkan Pedang Naga yang didapatkannya di Akademi Yunlong untuk melawan Lu Yuan.


“Tebasan Bulan Sabit!” teriak Li Yuchen dengan sangat keras sambil mengalirkan Energinya ke ujung pedang lalu secara bersamaan sebuah cahaya berwarna oranye muncul membentuk Bulan Sabit.


Dua Energi Kekuatan yang sama kuatnya saling bertabrakan menyebabkan ledakan yang sangat besar hingga menyebabkan kumpulan asap yang sangat tebal.

__ADS_1


Li Yuchen yang memiliki Keterampilan Mata yang digunakannya saat melakukan Judi Batu pun memiliki keuntungan tersendiri.


Li Yuchen yang mengaktifkan Keterampilan matanya pun dapat melihat yang terjadi di dalam asap yang sangat kebal bahkan dapat mengetahui posisi Lu Yuan dengan sangat akurat.


Li Yuchen yang tak ingin membuat kesempatan yang ada di depan matanya menghilang begitu saja pun menghajar Lu Yuan tanpa henti.


Lu Yuan yang tidak bisa menghindari pukulan Li Yuchen apalagi membalas pukulannya pun hanya bisa bertahan melindungi titik vital yang ada di tubuhnya.


Meskipun begitu, Li Yuchen yang ingin segera menyelesaikan pertarungan tersebut mengerahkan setengah energinya ke ujung tinjunya lalu mengarahkannya dengan sangat kuat ke arah Lu Yuan.


“Kau tak akan bisa menang ataupun mempersembahkan kemenangan untuk Kaisarmu karena kau akan kalah di sini di tanganku!” ucap Li Yuchen dengan suara yang hanya dapat didengar Lu Yuan.


Lu Yuan yang menerima serangan dari Li Yuchen pun mundur ke belakang beberapa langkah hingga keluar dari kumpulan asap yang secara tiba-tiba menhilang.


“U-uhuk! Uhuk!” ucap Lu Yuan dengan ekpsresi wajah yang kesakitan sambil memegang dadanya yang terasa sangat sakit karena pukulan Li Yuchen.


Lu Yuan yang tak bisa bertahan lagi pun akhirnya terjatuh di atas Arena Pertandingan lalu kehilangan kesadarannya.


Nan Luo yang melihat Lu Yuan terbaring di atas Arena tanpa mengetahui apa saja yang telah terjadi di atas Arena pun menjadi sangat terkejut.


Tak hanya Nan Luo bahkan seluruh orang termasuk penonton pun ikut terdiam karena kejadian yang terjadi secara mendadak.

__ADS_1


Li Yuchen yang tidak senang kesunyian itu pun menatap Nan Luo dengan tatapan mata yang tajam lalu menyindirnya.


“Apakah hasil dari Pertandingan Kedua ini bisa diumumkan sekarang?” tanya Li Yuchen dengan kata-kata yang terdengar sarkastik dan tatapan mata yang merendahkan.


“Agh! I-iya! Tentu saja!” gumam Nan Luo dengan nada suara yang terdengar gagap dan ekpsresi wajah yang canggung.


“Pemenang Pertandingan Kedua ini adalah Li Yuchen dari Daratan Danzong!” teriak Nan Luo dengan ekspresi wajah yang langsung berubah ceria dan nada suara yang semangat penuh.


Li Yuchen yang memenangkan Pertandingan di Babak Penyisihan pun mengalihkan pandangannya ke arah Podium dan menatap Seo Xiqin dari atas Arena Pertandingan.


Li Yuchen yang telah memenangkan pertandingan pun langsung kembali ke tempatnya dan disambut dengan ekspresi wajah yang bahagia dari Anggota Kelompoknya yang lain.


“Bos! Kau keren sekali! Kau telah memenangkan pertandinga ini dan menyingkirkan satu musuh dari Daratan Wuzhou!” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang lebar.


“Selamat, Tuan Muda Li! Kau telah memenangkan pertandingan pertama!” ucap Nanggong Ruan dan yang lainnya secara bergantian dengan senyum yang tulus.


Setelah pengumuman Pertandingan Li Yuchen diumumkan akhirnya Pertandingan selanjutnya dilanjutkan dengan kemenangan ada di tangan Yun Tianxing dan Han Mouyun.


“Pertandingan Keempat dimenangkan oleh Yun Tianxing dari Daratan Danzong!" teriak Nan Luo dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang ceria.


"Pertandingan Kelima dimenangkan oleh Han Mouyun dari Daratan Danzong!" teriak Nan Luo dengan ekspresi wajah yang gembira dan suara yang lantang.

__ADS_1


#Bersambung#


__ADS_2