Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 98. Doku


__ADS_3

Di saat Seo Xiqin dan Li Yuchen sedang menikmati makanan mereka tiba-tiba Seo Xiqin mendengar ada suara anak kecil menangis.


“Luo’er apa kau mendengar sesuatu?” tanya Seo Xiqin yang telah berhenti makan dan melihat ke arah Luo’e dengan tatapan mata yang penasaran.


“Saya mendengar seperti ada suara anak kecil yang menangis samar-samar. Saya akan pergi mencari tau.” Ucap Luo’er dengan nada bicara yang sopan sambil menundukkan kepala lalu pergi meninggalkan Seo Xiqin berdua dengan Li Yuchen.


“Istri, apakah semua ini kau yang masak?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang penuh dengan rasa penasaran.


“Apakah makanannya tidak enak, Tuan Muda Li?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung dan gugup.


“Tidak! Masakan ini sangat enak. Aku menjadi merasa sangat senang karena akan dapat merasakan masakan yang enak seperti ini kapanpun.” Ucap Li Yuchen dengan senyum yang lembut sambil memasukkan makanan ke mulutnya.


Seo Xiqin yang tidak tau harus merespon apa dengan kata-kata pujian dari Li Yuchen merasa sangat bersyukur saat Luo’er datang.


“Nona! Lihat! Aku menemukan anak kecil yang sedang menangis karena terjatuh dari atas pohon.” Ucap Luo’er dengan ekspresi wajah yang bingung dan canggung.


Seo Xiqin yang mengerti maksud dari ekspresi Luo’er pun meminta Luo’er untuk mengobatinya dan membawanya ke dalam rumah.


“Kau obati dulu anak kecil itu dan berikanlah sesuatu untuknya untuk dimakan. Sepertinya anak itu lapar” ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut.


“Baik, Nona.” Ucap Luo’er dengan patuh sambil menggendong anak kecil itu di pangkuannya dengan hati-hati.


Li Yuchen yang melihat kemiripan wajah antara Seo Xiqin dan anak kecil itu menjadi curiga akan identitas anak keci itu tapi tidak ingin ikut campur karena itu adalah urusan Seo Xiqin.


“Aku tidak ikut campur. Aku akan membiarkannya menyelesaikan urusannya sendiri tapi jika dia tidak berhasil maka aku akan turun tangan membantu dan menolongnya.” Ucap Li Yuchen dalam hati sambil meminum tehnya dengan anggun.


“Terima kasih untuk makanannya. Ini sangat enak, Istri.” Ucap Li Yuchen dengan sopan dan lembut sambil menatap Seo Xiqin.


“Saya senang jika Tuan Muda Li menyukai masakannya.” Ucap Seo Xiqin dengan sopan sambil menundukkan kepala.

__ADS_1


“Istri tidak perlu terus memanggilku Tuan Muda Li. Istri bisa memanggilku dengan kata yang lain seperti Suami.” Ucap Li Yuchen dengan berani dan spontan yang langsung membuat Seo Xiqin tersedak.


“Uhuk! Uhuk! Uhuk!” suara batuk Seo Xiqin karena terkejut dengan mata yang melotot ke arah Li Yuchen yang mendapatkan kedipan mata dari Li Yuchen.


Sikap Li Yuchen yang terang-terangan membuat Seo Xiqin menjadi sangat terkejut dan tidak bisa berhenti batuk sehingga membuat Li Yuchen cemas.


“Istri, apa yang terjadi padamu? Minumlah dulu air ini.” Ucap Li Yuchen dengan wajah yang panik sambil menyerahkan air putih ke hadapan Seo Xiqin.


“Te-terima kasih Tuan Muda Li.” Ucap Seo Xiqin dengan wajah yang memerah sambil meletakkan tangan di wajahnya.


“Tidak! Bukan Tuan Muda Li tapi Suami!” ucap Li Yuchen dengan penekanan kata di akhir sambil menatap lembut ke arah Seo Xiqin.


“Su-suami!” ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang gagap dan ekspresi wajah yang malu dan memerah.


Li Yuchen yang mendengar kata-kata yang sangat ingin di dengarnya pun menjadi sangat senang dan tersenyum puas.


“Hmm, Su-suami jangan khawatirkan ruangan anda, Sui’er akan membersihkannya jadi anda akan merasa nyaman saat beristirahat nanti.” Ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang datar karena telah berhasil mengendalikan dirinya.


Anak kecil itu yang melihat kedatangan Seo Xiqin tidak merasa takut ataupun cemas sama sekali bahkan merasa sangat akrab.


“Kakak sangat cantik seperti Peri. Apakah kakak adalah Peri?” tanya anak kecil itu dengan wajah yang polos dengan mulut yang penuh dengan kue cokelat.


“Terima kasih untuk pujiannya. Adik kecil siapa namamu? Dimana Ibumu?” tanya Seo Xiqin yang mencoba mencari informasi.


“Namaku Doku. Ibu kalau jam segini masih bekerja. Kakak cantik, kue ini sangat enak. Apakah aku boleh membawanya pulang?” tanya Doku dengan ekspresi wajah yang penuh harap dengan mata yang berbinar.


“Tentu saja. Makanlah yang banyak dan aku akan meminta Luo’er untuk membungkus kue ini lagi untuk kau bawa pulang.” Ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut sambil membelai kepala Doku dengan perlahan.


“Terima kasih kakak cantik.” Ucap Doku dengan ekspresi wajah yang cerah dan senyum yang tulus.

__ADS_1


“Sepertinya anak ini adalah anak yang terlahir dari perbuatan satu malam ayahku dan Ibunya telah menyembunyikan anak ini selama ini dengan baik agar tidak ketahuan Wanita Iblis itu. Aku sangat tau apa yang akan terjadi pada anak kecil yang tidak memiliki kemampuan membela dirinya sendiri.


Di saat Seo Xiqin suasana sedang damai tiba-tiba ada seorang wanita muda datang memeluk Doku dengan sangat erat dengan wajah yang cemas.


“Kemana saja kau? Kenapa kau pergi dari tempat yang Ibu suruh kau diam?” tanya wanita muda itu dengan terburu-buru tanpa melihat keadaan yang sedang dihadapainya.


“Jangan salahkan dia. Dia masih anak-anak dan juga lututnya terluka daripada memarahinya lebih baik kau memperhatikannya.” Ucap Seo Xiqin dengan nada bicara yang lembut sambil menatap interaksi antara Ibu dan Anak yang ada di depannya.


“No-nona! Maafkan kelancangan hamba. Ham-hamba tidak bermaksud...” ucap Pelayan muda itu dengan gagap sambil bersikap salah tingkah.


Seo Xiqin yang melihat tingkah yang aneh segera memberikan kode agar pelayan itu diam lalu meminta Luo’er membawa Doku bermain.


“Ajak Doku membersihkan dirinya dan bermain. Ingat jangan jauh-jauh.” Ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang serius dan senyum yang manis.


Pelayan yang tidak memiliki kekuatan untuk mempertahankan anaknya hanya bisa diam dan pasrah sambil menundukkan kepala.


“Aku bisa menebak dengan pasti siapa ayah dari Doku tapi jangan khawatir aku tidak akan mengatakan pada siapapun.” Ucap Seo Xiqin dengan wajah yang datar sambil meminum tehnya dengan anggun.


“Kau sangat tau sifat dari Ibu Tiriku bukan? Jika dia tau tentang keberadaan Doku maka hanya akan ada satu akhir baginya.” Ucap Seo Xiqin dengan tatapan mata yang tajam melihat sikap selanjutnya yang akan dilakukan Pelayan tersebut.


“Nona, saya mohon tolong jangan beri tau Nyonya tentang keberadaan Doku. Aku sangat menyayanginya. Aku tidak ingin kehilangannya.” Ucap Pelayan tersebut dengan ekspresi wajah yang sangat sedih dan tertekan dengan air mata yang mengalir sangat deras serta nada suara yang terdengar sangat pilu.


“Aku sudah katakan padamu, aku tidak akan mengatakan keberadaan Doku kepada siapapun tapi kau tidak bisa menyembunyikannya terus. Cepat atau lambat kau harus memberitaunya siapa ayahnya dan kau tidak bisa membesarkannya di sini tanpa ada orang yang mengawasinya. “ ucap Seo Xiqin yang penuh dengan perhatian dengan senyum yang lembut sambil menatap Doku yang sedang bermain lari-larian bersama Luo’er.


“Ta-tapi jika aku tidak bekerja maka aku tidak bisa menghidupinya.” Ucap Pelayan itu dengan ekspresi wajah dilema.


“Jangan khawatir. Aku akan memberikanmu pekerjaan yang tidak akan memisahkanmu dengan Doku. Untuk sementara kau harus berhenti bekerja dan tunggu sampai aku menghubungimu.” Ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang rendah.


“Te-terima kasih Nona.” Ucap Pelayan itu sambil bersujud di hadapan Seo Xiqin berulang-ulang kali dengan wajah yang penuh syukur sambil menerima uang pemberian Seo Xiqin.

__ADS_1


“Di kehidupanku yang lalu, aku pernah mendengar pelayan mengatakan ada anak yang dibunuh dengan siksaan yang sangat kejam. Jika kelahiran kembali diriku bisa menyelamatkan satu nyawa yang tidak berdosa bukankah itu adalah sesuatu yang baik.” Ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut dan penuh perhatian.


#Bersambung#


__ADS_2