
Li Yuchen yang telah kembali ke kamarnya dan melihat ruangan tempatnya tinggal untuk sementara waktu telah berubah menjadi bersih pun menjadi sangat puas.
“Kerja Pelayan Pribadi Istriku tenyata sangat bagus. Aku harus memberinya hadiah nanti.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil berbaring di atas ranjang.
Namun, di saat Li Yuchen ingin memejamkan matanya, Ye Zhin datang mengetuk pintu dengan berbisik.
“Bos! Apakah kau di dalam? Ada yang ingin aku laporkan.” Ucap Ye Zhin dengan nada suara yang berbisik sambil melihat ke kiri dan ke kanan takut ketahuan orang.
“Masuklah! Aku ada di dalam.” Ucap Li Yuchen dengan malas sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil mengganti posisinya.
Ye Zhin yang mendapatkan persetujuan dari Li Yuchen pun masuk ke dalam ruangan dengan perlahan dan menjadi sangat terkejut dengan keadaan ruangan yang dilihatnya.
“Apa apaan ini, Bos? Apakah Keluarga Seo sudah menjadi sangat miskin? Bagaimana bisa mereka memberikan Tamu ruangan yang begitu jelek?” teriak Ye Zhin dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang marah dengan mata yang melotot tajam.
“Sudahlah. Itu tidak penting. Ada urusan apa kau kemari?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang cuek dan membuang wajahnya karena malas berdebat dengan Ye Zhin.
“Hmmm, Bos, aku tau kau tidak mempermasalahkan penghinaan ini tapi aku sebagai bawahanmu sangat tidak terima dengan semua ini.” Tegas Ye Zhin dengan mata yang berapi-api dengan tangan yang di angkat ke atas seolah ingin meninju seseorang.
“Kau tidak perlu melakukan apapun. Tidak ada seorangpun di Kediaman Keluarga Seo yang mengetahui identitasku yang lain dan mereka hanya tau jika aku adalah Tuan Muda yang tidak berguna jadi wajar saja jika mereka melakukan hal ini.” Ucap Li Yuchen dengan wajah yang santai sambil berjalan menuju ke kursi yang ada di tengah ruangan.
“Aku juga tidak ingin ada yang tau identitasku karena jika mereka mengetahuinya maka dapat dipastikan maka sikap mereka akan berubah dengan sangat drastis.” Ucap Li Yuchen lagi memberikan pengertian kepada Ye Zhin untuk tidak melakukan apapun.
“Hah! Baiklah jika memang itu yang Bos inginkan tapi jika aku melihat ada yang memperlakukan Bos dengan semena-mena disini jangan salahkan aku untuk bertindak!” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang penuh dengan emosi.
“Kau ini keras kepala sekali, aku bukan orang yang akan mudah ditindas. Aku pasti akan membalas orang yang melakukan hal yang buruk padaku tanpa disadari mereka.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar sambil meminum teh yang ada di atas mejanya.
Ye Zhin yang pasrah dengan semua yang telah dikatakan Li Yuchen pun hanya bisa menghembuskan nafas panjang dan mengatakan tujuan kedatangannya.
“Hah! Bos, aku telah menemukan rumah yang akan sesuai dengan kriteria yang kau inginkan.” Ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada bicara yang penuh dengan semangat.
__ADS_1
“Lanjutkan!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius mendengarkan penjelasanYe Zhin.
“Hmmm, aku tau Bos punya banyak uang jadi aku fikir tidak akan menjadi masalah jadi aku sudah melakukan negosiasi dengan pemilik rumah tapi pemilik rumah agak sedikit aneh. Jika Bos mau, Bos bisa ikut menemui Pemilik Rumah dan melihat langsung rumah yang ingin Bos beli.” Ucap Ye Zhin dengan penuh semangat dengan mata yang bersinar penuh harap.
“Baiklah. Tunjukkan jalannya.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah dan nada bicara yang datar sambil berdiri memberikan kode kepada Ye Zhin untuk bergerak.
“Baik, Bos. Silahkan ikuti aku Bos.” Ucap Ye Zhind dengan nada suara yang lantang dan ekspresi wajah yang penuh semangat sambil berjalan keluar mendahului Li Yuchen memberikan arahan petunjuk jalan.
Dalam waktu beberapa menit, keduanya pun telah sampai di depan sebuah rumah dengan pintu yang terlihat tidak terawat dengan tembok yang menjulang tinggi ke atas.
“Apakah ini rumah yang kau maksud?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang aneh dan bingung sambil menatap Ye Zhin meminta penjelasan.
“Benar sekali Bos. Bos, tidak boleh menilai sesuatu dari luarnya saja. Meskipun rumah ini terlihat biasa saja bahkan terlihat tidak terawat tapi saat Bos masuk ke dalam. Bos pasti akan menjadi sangat terkejut.” Ucap Ye Zhin dengan senyum percaya diri.
Tak lama kemudian pintu gerbang yang terlihat akan segera hancur itu pun terbuka dan datanglah seorang wanita tua dengan pakaian seperti Pelayan.
“Selamat datang Tuan Muda. Silahkan masuk.” Ucap nenek tua itu dengan nada suara yang rendah dan lembut dengan tubuh yang terlihat sangat rapuh.
Ye Zhin dan Li Yuchen pun mengikuti nenek itu masuk ke dalam rumah sambil melihat kondisi rumah yang sesungguhnya.
Li Yuchen yang berjalan berkeliling sekitar rumah sendirian tanpa ditemani seorang pun merasa lebih leluasa menjelajahi isi rumah.
“Tidak disangka masih ada orang yang membangun rumah dengan mengandalkan Susunan Gugusan Bintang Brahmah. Rumah ini memiliki peruntungan yang bagus dan juga aura yang ada di sekitar rumah ini sangatlah spesial!” gumam Li Yuchen dengan nada suara yang rendah sambil berdiri di depan danau yang terlihat sangat terawat.
“Penglihatanmu sangat bagus juga anak muda!” ucap seseorang dengan suara yang terdengar sudah berumur dengan tawa yang bahagia.
“Terima kasih untuk pujian Senior. Jika aku boleh tau, apakah Senior adalah Pemilik Rumah ini?” tanya Li Yuchen dengan sangat sopan sambil berbalik arah ke sumber suara.
“Benar sekali. Aku adalah pemilik rumah ini. Aku telah lama tinggal di rumah ini bersama dengan Istriku tapi sayang Istriku baru saja meninggal beberapa hari yang lalu.” Ucap Kakek Tua dengan nada suara yang lirih dengan ekspresi wajah yang sedih.
__ADS_1
“Maafkan saya yang telah mengganggu dan menyinggung Senior!” ucap Li Yuchen yang merasa bersalah karena telah membuat kakek tua yang ada di depannya bersedih.
“Ini bukan salahmu. Aku sendiri yang berniat menceritakannya padamu. Rumah ini memiliki banyak kenangan bersama Istriku yang tecinta. Aku tidak bisa tinggal di rumah yang penuh dengan kenangan akan dirinya tapi aku juga tidak bisa memberikan rumah ini kepada sembarang orang.” Ucap Kakek Tua itu sambil melirik ke arah Li Yuchen yang masih berdiri di tepi danau dengan ekspresi wajah yang serius.
“Jika itu yang Senior ingin katakan. Senior tidak perlu khawatir karena aku berjanji Rumah ini pasti akan terawat dengan sangat baik nantinya karena Rumah ini akan ditempati olehku dengan Istriku.” Ucap Li Yuchen dengan senyum yang terlihat penuh kasih sayang saat mengingat sosok Seo Xiqin di dalam fikirannya.
“Aku mengerti. Kalau begitu aku akan menjualnya padamu.” Ucap Kakek Tua itu dengan senyum yang bahagia dengan ekspresi wajah yang lega.
“Terima kasih untuk kepercayaan, Senior.” Ucap Li Yuchen dengan sangat sopan sambil menangkupkan kedua tangan sambil menundukkan kepalanya sedikit.
Sesaat setelah kesepatakan terjadi, Li Yuchen bersama Kakek Tua itu pun masuk ke dalam rumah yang terlihat sederhana tapi dipenuhi dengan barang-barang yang bekualitas tinggi.
Ye Zhin yang sedang duduk sambil meminum teh di salah satu kursi pun langsung berdiri saat melihat Li Yuchen datang bersama Pemilik Rumah.
“Bos, ternyata kau sudah bertemu dengan Tuan Xi.” Ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang lega dan bingung di saat bersamaan.
“Benar dan kami telah mencapai kesepatakan bahwa saya akan membeli rumah ini dengan harga yang telah dipasarkan.” Ucap Li Yuchen dengan penuh percaya diri sambil duduk di salah satu kursi setelah Tuan Xi mengambil tempat duduknya.
“Syukurlah kalau begitu, Bos.” Ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang bahagia dan senyum yang cerah.
Li Yuchen yang sangat lelah pun memilih untuk pergi dan menyerahkan semua urusan kepada Ye Zhin.
“Senior, maafkan aku yang tidak memiliki banyak waktu tapi aku masih memiliki urusan lain. Orang yang sedang duduk ini lah adalah orang kepercayaanku jadi sisanya aku serahkan kepadanya. Aku harap Senior tidak keberatan.” Ucap Li Yuchen dengan sangat sopan dengan nada suara yang penuh hormat.
“Jika, Anak muda memiliki keperluan lain, kakek ini tidak akan menghalangi.” Ucap Tuan Xi dengan nada suara yang penuh toleransi.
Setelah berpamitan, Li Yuchen pun kembali ke Kediaman Keluarga Seo dan saat malam telah tiba, Li Yuchen yang sangat merindukan Seo Xiqin pun pergi menemuinya tapi tidak menyangka Li Yuchen mendengar sesuatu yang sangat rahasia.
#Bersambung#
__ADS_1
Kira-kira hal rahasia apa yang didengar oleh Li Yuchen ya? Yang bisa jawab silahkan ke kolom komentar ya..