Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 253. Pil Terlarang


__ADS_3

Hari ketiga setelah Ujian Masuk Akademi Yunlong selalu menarik perhatian orang-orang termasuk Walikota Yunlong dan juga beberapa Petinggi dari Paviliun Huanfu dan Menara Formasi Shinzu.


Tidak hanya dari tiga kekuatan besar bahkan orang-orang yang telah gagal dalam mengikuti Ujian Masuk Akademia Yunlong tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melihat tontonan yang menakjubkan.


Yun Zhengzheng yang merupakan Walikota Yunlong sekaligus Kepala Keluarga Yun


mendengar kabar bahwa saat Ujian Bakat telah muncul seseorang yang memiliki bakat pelangi membuat Yun Zhengzheng semakin ingin datang ke Pertandingan.


Lalu saat Yun Zhengzheng melihat Seo Xiqin yang berdiri di antara tamu terhormat di samping Tetua Xiaochi membuat Yun Zhengzheng dengan tebakannya.


“Apakah wanita itu adalah orang yang dikabarkan memiliki bakat pelangi?” tanya Yun Zhengzheng dengan tatapan mata yang tajam.


“Agh, benar Ayah. Namanya adalah Seo Xiqin. Dia adalah Putri Tertua Keluarga Seo dari Kota Jinlin!” ucap Yun Tianxing yang tidak perduli dengan Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang cuek.


Yun Zhengzheng yang melihat respon Yun Tinxing pun mulai memberikan nasehat yang akhirnya membuat Yun Tianxing menatap Seo Xiqin dengan tatapan mata yang berbeda.


“Kau mungkin tidak tertarik dengan wanita tapi jangan lupa jika dia adalah pemilik Bakat Pelangi. Jika wanita seperti itu bersamamu maka posisi yang telah kau inginkan akan dengan mudah kau genggam!” ucap Yun Zhengzheng dengan senyum yang lembut.


Sementara itu, Master Zhuo yang merupakan penanggung jawab Ujian Pertama ternyata kembali berdiri di atas panggung yang akan menjadi Arena Pertandingan.


“Saya ucapkan selamat kepada semua orang yang telah berhasil lulus menjadi Murid Akademi Yunlong!” ucap Master Zhuo dengan ekspresi wajah yang bahagia.


“Kali ini saya yang akan menjad Juri dalam pertandingan ini! Pertandingan ini adalah Pertandingan satu lawan satu. Orang yang berhasil membuat lawannya menyerah ataupun pingsan maka dinyatakan menang!” ucap Master Zhuo dengan ekspresi wajah yang serius dan suara yang lantang.


“Ingat! Dalam pertandingan ini tidak boleh membunuh dan jika ada yang melanggar maka orang tersebut akan langsung dikeluarkan dari Akademi Yunlong saat itu juga!” ucap Master Zhuo dengan tatapan mata yang tajam dengan ekspresi wajah yang serius.


Li Yuchen yang mendapatkan giliran pertama dalam Pertandingan itu pun langsung berdiri di atas Arena dengan Li Fan sebagai lawannya.

__ADS_1


“Aku akan membalaskan penghinaan yang kau berikan kepada Ayahku! Aku akan membuatmu tidak akan bisa berdiri lagi!” ucap Li Fan dengan pandangan mata yang penuh dengan dendam yang membara.


Li Yuchen yang mendengar kata-kata penuh kemarahan Li Fan pun tertawa dan memandang rendah ke arah Li Fan.


“Itu semua tergantung pada dirimu, pakah kau bisa melakukannya atau tidak?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang sinis.


Sementara itu, Yun Zhengzheng yang melihat Li Yuchen bertanding pun menatap Yun Tianxing yang terus menatap Li Yuchen dengan pandangan kemarahan.


“Apakah dia orang yang kau katakan akan menjadi penghalangmu menjadi orang nomor satu di Akademi Yunlong?” tanya Yun Zhengzheng kepada Yun Tianxing yang sedang berdiri di sampingnya.


“Benar Ayah! Saat Ujian Bakat, dia mendapatkan warna hitam dan saat Ujia Kedua tidak disangka ternyata dia menunjukkan kepada semua orang bahwa dia adalah Master Formasi!” ucap Yun Tianxing dengan tatapan mata kebencian.


Yun Tianxing yang memiliki dendam pribadi kepada Li Yuchen terlepas dari permasalahan antara Li Yuchen dan Zhou Zhan.


“Aku hanya ingin membantu Saudaraku untuk membalas dendam tapi jika dia menghalangi jalanku untuk menjad murid nomor satu dan menjadi Pewaris Akademi Yunlong di masa depan maka aku tidak akan membiarkannya untuk tumbuh lebih dari ini!” ucap Yun Tianxing dengan tatapan mata yang tajam dengan suara yang rendah


“Jika seperti itu maka kau harus melakukan sesuatu sebelum sebuah benih yang berpotensi menjadi penghalang itu tumbuh besar!” ucap Yun Zhengzheng dengan nada suara yang dingin.


Li Fan yang telah menyerang Li Yuchen beberapa kali dengan seluruh kemampuannya ternyata tidak berhasil membuat Li Yuchen bergerak sedikit pun dari posisinya.


“Apakah kau sudah selesai? Jika sudah maka sekarang giliranku!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang jahat dengan kilatan mata yang tajam.


Li Fan yang merasakan adanya ancaman di serangan Li Yuchen pun mencoba untuk terus menahan serangan dan menghindar tidak menyangka jika hal itu tidak berhasil karena Li Yuchen bergerak dengan sangat cepat.


“Aaarrggghhh! Sial! Kenapa selalu seperti ini? Padahal aku telah berlatih sangat keras beberapa minggu ini tapi kenapa aku masih saja tertinggal!” ucap Li Fan dengan ekspresi wajah yang kesal dengan nada suara yang tidak terima akan kenyataan.


“Terima ini!” Ucap Li Yuchen dengan senyum jahat sambil menyerap Energi yang ada di sekitarnya lalu mengubahnya menjadi miliknya dan pada saat yang tepat Li Yuchen pun melemparkan kumpulan Energi ke arah Li Fan.

__ADS_1


Li Fan yang bisa menghindari satu atau dua Energi yang dilemparkan Li Yuchen ternyata tidak bisa menghindari Bola Energi yang datang selanjutnya hingga membuat Li Fan harus menerima semua serangan itu tanpa henti.


Li Fan yang kehabisan Energi dan Tenaganya pun akhirnya terbaring di lantai Arena dengan ekspresi wajah yang penuh luka.


“Aaarrgghhh!” teriak Li Fan dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang kesakitan dengan darah yang menghiasi dahinya.


Li Fan yang tidak menerima kekalahan pun bangun dengan perlahan lalu mengambil sebuah botol yang ada di dalam pakaiannya.


“Aku! Tidak akan pernah menyerah begitu saja!” ucap Li Fan dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang kelelahan dengan semangat yang membara.


Li Yuchen yang mengenal pola yang ada pada Pil tersebut pun mencoba menghentikan Li Fan untuk tidak meminumnya tapi ternyata itu sudah terlambat karena Li Fan telah menelannya.


“Tidak! Tunggu! Jangan minum Pil itu!” teriak Li Yuchen dengan sangat keras sambil bergerak menuju ke arah Li Fan dengan satu tangan ke depan mencoba merebut Pil yang ada di tangan Li Fan.


Li Fan yang meminum Pil Peningkatan Kekuatan secara instan ternyata membuat angin di sekitarnya tidak beraturan. Angin yang sangat kencang yang menyelimuti Li Fan membuat Li Fan berhasil naik tingkat menjadi Level Langit tingkat Sembilan dalam waktu singkat.


Li Fan yang merasakan Energi yang sangat banyak dan kekuatan yang baru berasal dari dalam tubuhnya pun membuat Li Fan merasa sangat bahagia.


“Ini adalah kekuatan! Kekuatan yang membuatku akan berhasil menghancurkanmu! Dengan kekuatan ini aku pasti akan membuatmu menjadi orang yang tidak berguna lagi seperti seharusnya!” ucap Li Fan dengan suara yang sangat keras dengan tatapan mata yang bersemangat.


Li Yuchen yang melihat Li Fan melakukan tindakan yang sangat bodoh pun memandang rendah ke arah Li Fan.


“Kau ingin mengalahkanku dengan kekuatan pinjaman itu. Jangan pernah bermimpi karena kau tidak akan pernah bisa menang melawanku!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang sinis.


Li Fan yang tidak bisa berpikir jernih karena efek dari Pil yang diminumnya pun menyerang Li Yuchen kembali tanpa henti hingga membuat Li Yuchen yang awalnya diuntungkan menjadi terdesak.


“Hah! Merepotkan! Aku tidak bisa diam saja terus. Aku harus melakukan sesuatu! Apakah aku benar-benar harus menunjukkan kekuatanku yang sebenarnya?” gumam Li Yuchen dengan ekpsresi wajah yang bingung sambil terus bertahan dari serangan brutal dari Li Fan.

__ADS_1


#Bersambung#


Apakah Li Yuchen masih memilih cara lain untuk menang melawan Li Fan tanpa harus membongkar semua kartunya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...


__ADS_2