
Ye Rui yang telah ditinggal sendirian oleh Ye Han di depan pintu masuk Menara Formasi Shinzu pun tetap berdiri tegap menunggu kedatangan Li Yuchen dan tidak memperdulikan tatapan orang lain yang terus melihatnya dengan tatapan wajah penuh rasa penasaran.
"Aku yakin, Tuan Muda Yu pasti akan segera keluar. Aku harus tetap di sini untuk menunjukkan ketulusanku agar Tuan Muda Yu mau memaafkanku dan bersedia bergabung dengan Paviliun Huanfu.." ucap Ye Rui dengan ekspresi wajah yang penuh dengan semangat dan sorot mata yang pantang menyerah.
Sementara itu, Kepala Keluarga Wu dan Kepala Keluarga Seo yang juga mengikuti Acara Pelelangan ternyata melihat Ye Rui yang merupakan Kepala Paviliun Huanfu berdiri di depan Menara Formasi Shinzu langsung memicingkan matanya dan memasangkan wajah penasaran.
"Cari tau apa yang dilakukan Nona Ye di depan Menara Formasi Shinzu!" perintah Wu Zhong kepada bawahannya sambil berjalan keluar dari Menara Formasi Shinzu menuju ke dalam kereta kuda miliknya dengan ekspresi wajah yang cuek dan tatapan mata yang tajam.
"Cari tau keperluan Nona Ye disini dan segera laporkan padaku." ucap Seo Hong dengan nada yang datar dan ekspresi wajah yang datar yang berjalan beriringan dengan Istrinya, Hun Yin.
Sedangkan, Hun Yin yang berjalan di samping Seo Hong pun langsung menatap aneh ke arah Ye Rui yang berdiri di depan pintu Menara Formasi Shinzu.
"Apa yang dilakukan j*** kecil ini di sini? Untunglah Wan'er telah berhasil menggenggam Tuan Muda Jin di dalam genggamannya jika tidak maka j*** kecil ini pasti sudah sombong karena berhasil mendapatkan Walikota masa depan sebagai suaminya." ucap Hun Yin dalam hati dengan tatapan mata yang sinis dan ekspresi wajah yang tidak menyenangkan.
Di sisi lain, Jin Lin Yan yang hanya seorang Putra Selir memiliki niat untuk menjadi Walikota menggantikan ayahnya pun bersedia melakukan apapun demi tujuannya pun melihat Ye Rui dan mulai menargetkan Ye Rui karena statusnya yang tidak biasa.
"Nona Ye, Ketua Paviliun Huanfu dan Master Alkemia bintang Dua, sangat cocok menjadi pendampingku daripada Saudara Ling." ucap Jin Lin Yan dengan suara yang rendah sambil tersenyum penuh misteri saat melihat Ye Rui berdiri di depan Menara Formasi Shinzu.
"Tetap di sini. Laporkan semua pergerakan Nona Ye." perintah Jin Lin Yan dengan nada yang dingin sambil berjalan menuju dengan elegan dan penuh wibawa.
Jin Lin Yan yang memiliki niat untuk merebut Ye Rui dari Jin Ling pun memutuskan untuk mendapatkan hati Ye Rui dan menjadikannya sebagai wanitanya.
__ADS_1
"Nona Ye harus menjadi wanitaku bagaimanapun caranya." ucap Jin Lin Yan dalam hati dengan senyum yang manis dan langkah kaki yang pasti menuju ke arah Ye Rui.
"Selamat sore, Nona Ye. Tidak disangka bisa bertemu dengan Nona Ye disini." ucap Jin Lin Yan dengan senyum yang lembut dan nada suara yang sangat ramah sambil memainkan kipas di tangannya dengan anggun.
Ye Rui yang terlahir dari Istri Sah sangat membenci anak-anak yang terlahir dari Selir karena Ye Rui sering mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari Selir-Selir ayahnya saat kecil. Ye Rui yang memiliki ibu yang sakit-sakitan tidak bisa membela dirinya ataupun ibunya karena dirinya yang masih kecil dan harus bertahan dengan semua penghinaan yang dialamatkan padanya padahal dirinya adalah anak dari Istri Sah yang statusnya sebenarnya lebih tinggi dari Selir-selir ayahnya.
Sehingga saat Ye Rui melihat Jin Lin Yan berdiri di sampingnya Ye Rui langsung merubah sikapnya menjadi sangat dingin dan langsung menatap tajam ke arah Jin Lin Yan yang merupakan Putra Seorang Selir.
"Apa yang dilakuakan Anak Selir ini di sini? Sunggu merusak moodku saja!" ucap Ye Rui dalam hati dengan ekspresi wajah yang tidak bersahabat dengan sorot mata yang tajam seperti elang.
"Ini bukanlah sebuah kebetulan. Tuan Muda Jin ada disini karena mengikuti Acara Pelelangan dan saya ada di sini karena sebuah keperluan. Jika Tuan Muda Jin tidak memiliki keperluan lagi. Saya permisi." ucap Ye Rui dengan nada bicara yang sinis dan ekspresi wajah yang merendahkan serta sikap yang tidak bersahabat.
Jin Lin Yan yang mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari Ye Rui hanya bisa menggenggam kipasnya dengan sangat erat sambil tersenyum manis meski dalam hatinya terbakar karena amarah.
Ye Rui yang pergi begitu saja meninggalkan Jin Lin Yan dengan ekspresi wajah yang penuh dengan kebencian hanya bisa menggerutu dalam hati karena tidak ingin menunjukkan sisi gelapnya di hadapan orang lain.
"Hanya anak Seorang Selir beraninya dia mengajakku bicara yang terlahir dari Istri Sah! Hmmm! Rendah!" ucap Ye Rui dalam hati dengan ekspresi wajah yang sombong dan nada bicara yang tinggi.
Ye Rui yang tidak ingin berurusan dengan Jin Lin Yan pun melanjutkan misinya dan mengabaikan Jin Lin Yan yang ternyata masih berdiri di tempatnya.
Ye Rui yang melihat satu per satu orang-orang yang mengikuti Acara Pelelangan itu pun pulang ke rumah masing-masing termasuk Ketiga Kepala Keluarga Besar tapi tak kunjung melihat keberadaan Li Yuchen yang keluar dari Menara Formasi Shinzu pun membuat Ye Rui menjadi sangat khawatir.
__ADS_1
"Apakah Tuan Muda Yu telah pergi? tapi aku tidak melihat kepergiannya karena aku terus berdiri di sini menunggu dirinya keluar. Lalu kemana Tuan muda Yu? Kenapa tidak terlihat dari tadi?" tanya Ye Rui dalam hati sambil terus mencoba menunggu kedatangan Li Yuchen.
Di saat Ye Rui mulai kehilangan kepercayaan tentang keberadaan Li Yuchen, Li Yuchen ternyata telah berjalan keluar dari Menara Formasi Shinzu yang membuat Ye Rui menjadi sangat gembira.
"Tuan Muda Yu! Akhirnya dia keluar juga!" teriak Ye Rui dengan nada yang gembira dan senyum yang cerah saat melihat Li Yuchen keluar.
Li Yuchen yang tidak tau jika ada dua orang gadis muda dari dua Keluarga Bangsawan mencarinya itu pun berjalan dengan santai menuju pintu keluar.
"Hari ini aku telah panen besar. Saatnya untuk bersiap untuk panen besar selanjutnya dan mempersiapkan sesuatu untuk calon istriku." ucap Li Yuchen dengan senyum gembira sambil berjalan menuju keluar.
Ye Rui yang tidak sabar untuk bertemu dengan Li Yuchen pun segera menghampirinya dan membungkukkan tubuhnya sebagai permintaan maaf.
"Tuan Muda Yu, saya mohon maafkan saya. Saya mengaku salah. Saya telah salah karena terlalu memandang tinggi diri saya dan memandang rendah orang lain. Saya juga mengaku kalah dan bersedia melakukan apapun asalkan Tuan Muda Yu mau memaafkan saya." ucap Ye Rui dengan suara yang keras hingga terdengar dengan sangat jelas di telinga Li Yuchen.
Li Yuchen yang merasa bahagia tiba-tiba menjadi kesal saat melihat wajah Ye Rui terutama saat mendengarnya mengatakan hal yang menurut Li Yuchen seperti pedang bermata dua.
"Apa yang dilakukan Nona Ye di depan semua orang? Apakah dia ingin membuat semua orang tau tentang identitasku? Untunglah aku memakai topeng jika tidak maka selamat tinggal untuk kebebasanku." ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang kesal yang tertutup dengan topeng serta sorot mata yang tajam dengan niat membunuh yang besar.
Ye Rui yang merasakan niat membunuh berasal dari depan akhirnya menyadari bahwa niat membunuh itu berasal dari Li Yuchen sehingga membuat Ye Rui berniat membuka mulutnya lagi untuk menenangkan Li Yuchen tapi segera dicegah oleh Li Yuchen.
"Nona Ye tidak perlu bersikap seperti ini. Tidak ada yang perlu dimaafkan ataupun dihukum. Jika tidak ada lagi yang ingin dibicarakan, saya permisi dulu." ucap Li Yuchen dengan sopan sambil berjalan menjauh dari Ye Rui.
__ADS_1
#Bersambung#