
Permaisuri Ji yang mendengar perkataan Li Yuchen pun terduduk di tempatnya sambil menundukkan kepalanya dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti.
Jiwa Permaisuri Ji yang masih belum bisa menerima kematiannya meskipun tubuhnya hancur pun akhirnya sadar jika semua yang telah terjadi tidak akan pernah bisa berubah ataupun terulang kembali.
Jiwa Permaisuri Ji yang sudah bisa menerima kematiannya pun perlahan menghilang dan sebelum menghilang Permaisuri Ji pun meniupkan sesuatu ke arah Seo Xiqin.
“Di kehidupan Pertama, aku sudah gagal menjadi Seorang Istri dan di kehidupan kali ini aku tidak ingin diriku yang sekarang juga gagal. Oleh karena itu, aku berikan semuanya padamu dan jagalah yang paling berharga bagimu!” ucap Permaisuri Ji dalam hati melalui telepati kepada Seo Xiqin yang perlahan demi pasti benar-benar menghilang.
Seo Xiqin yang tidak sadarkan diri pun membuka matanya kembali dan menatap Li Yuchen yang berdiri tepat di hadapannya.
Setelah semua yang telah terjadi Seo Xiqin yang telah kembali ke dunia nyata pun hanya diam dan tidak mengatakan apapun.
Li Yuchen yang cemas dan khawatir ingin sekali bertanya tapi tidak bisa karena Seo Xiqin mencoba menghindarinya.
“Chen gege! Bisakah kau tinggalkan Qier sendiri? Qier ingin melakukan latihan tertutup di sini?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam dengan tekad yang sangat kuat.
“Baiklah! Aku akan meninggalkan ketiganya di sini untuk bersamamu!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang cemas dan nada suara yang terdengar khawatir.
“Tidak! Aku hanya membutuhkan Bibi Yi dan Luo’er! Sui’er akan ikut bersama Chen gege! Chen gege tidak keberatan, bukan?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang datar sambil menatap Li Yuchen dengan mata sinis.
“Tentu saja!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang kaku dan ekspresi wajah yang canggung dengan tatapan mata yang khawatir.
Li Yuchen yang menghargai keputusan Seo Xiqin pun keluar dan membiarkan Seo Xiqin bersama Sui’er.
“Sui’er! Jangan pernah lepaskan pandanganmu pada Chen gege!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang tegas.
“Jangan cemas Nona! Percayakan saja semuanya padaku! Tidak akan aku biarkan Seorang Wanitapun bisa mendekati Tuan Muda!” ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang serius dengan semangat yang membara dan tekad yang kuat.
Li Yuchen yang meninggalkan Seo Xiqin di Ruangan Khusus bersama Bibi Yi dan Luo’er pun pergi menemui Qin.
“Tetua Li! Apakah urusan anda sudah selesai? Hmmm, dimana Nyonya Li?” tanya Ketua Qin dengan ekspresi wajah yang bingung dengan nada suara yang penasaran.
“Semua berjalan dengan lancar dan saat ini dia sedang melakukan Latihan Tertutup di Ruangan Khusus jadi aku harap Ketua Qin tidak keberatan jika aku meminjam Ruangan itu lebih lama!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bersalah dengan senyum yang bersahabat.
__ADS_1
“Agh! Tentu saja, Tetua Li! Anda bisa menggunakannya selama yang anda butuhkan!” ucap Ketua Qin dengan ekspresi wajah yang senang dengan senyum yang lebar.
“Hmmm, Tetua Qin! Acara Lelang akan segera dimulai. Apakah anda mau melihat Acara Lelang yang berlangsung?” tanya Ketua Qin dengan antusias yang tinggi dengan senyum bahagia.
“Aku tidak bisa. Aku masih ada urusan lain. Hmmm, aku ingin membeli Cincin Dan yang ada di Katalog Lelang. Apakah bisa?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar.
Ketua Qin yang awalnya sedih karena dirinya tidak memiliki kesempatan untuk semakin dekat dengan Li Yuchen akhirnya memiliki harapan lagi mendengar perkataan Li Yuchen.
“Tentu saja! Tetua Li bisa memilikinya sekarang! Akan ada Pelayan yang akan membawa Cincin Dan kemari!” ucap Ketua Qin dengan ekspresi wajah yang ceria.
Dalam waktu singkat, Cincin Dan pun telah ada di hadapan Li Yuchen. Li Yuchen yang tidak perlu lagi menekan titik meridiannya untuk menekan Tingkat Kultivasinya pun menjadi sangat senang.
Li Yuchen pun melepaskan titik meridian yang menekan Kultivasinya pun membuat Ketua Qin dan Sui’er menjadi terkejut mengetahui Li Yuchen telah berada di Level Langit tingkat Sembilan.
Li Yuchen yang tidak ingin menarik perhatian banyak orang pun langsung memakai Cincin Dan dan dalam waktu singkat Aura Kultivasi yang kuat dari Li Yuchen pun bertahap turun menjadi Level Langit tingkat Lima.
Ketua Qin yang melihat semuanya merasa sangat frustasi dengan keringat yang terus mengalir sangat banyak ke dahinya.
Namun, di saat Li Yuchen telah berada beberapa meter dari Menara Formasi Shinzu Seorang Pria datang menghadang Li Yuchen bersama beberapa Pria.
“Apakah kau yang bernama Li Yuchen? Sampah tidak berguna dari Keluarga Li!” sindir Seorang Pria Muda dengan tawa yang sangat keras.
“Siapa kau? Beraninya bersikap tidak sopan dihadapan Tuanku!” teriak Sui’er dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang marah.
“Hah! Sampah sepertimu pasti tidak akan pernah mendengar namaku adalah Zhou Zhan. Aku adalah Pura Tertua dari Keluarga Zhou. Sampah sepertimu tidak pantas bersama dengan Nona Ma!” ucap Zhou Zhan dengan mata yang melotot tajam dengan jari telunjuk yang menunjuk ke arah Li Yuchen.
Li Yuchen yang mendengar perkataan Zhou Zhan pun tertawa dengan sangat keras sambil menepuk dahinya dengan sangat keras.
Zhou Zhan yang merasa terhina pun tanpa pikir panjang menyerang Li Yuchen dengan kekuatannya.
“Sialan! Sampah sepertimu berani untuk menertawakan Tuan Muda ini! Kau pasti tidak akan pernah tau seberapa tinggi langit jika tidak aku beri pelajaran!” teriak Zhou Zhan dengan sangat keras sambil dengan ekspresi wajah yang marah.
“Jurus Tubuh Hongmen!” teriak Zhou Zhan dengan sangat keras sambil mengarahkan tinjunya dengan energi Qi yang sangat besar berwarna merah ke arah Li Yuchen.
__ADS_1
Li Yuchen yang tidak ingin menghabiskan tenaganya menghadapi Zhou Zhan pun membuat Segel Formasi Perlindungan.
“Hah! Aku sudah banyak menghabiskan tenaga untuk membantu Qier menekan Penyakitnya. Aku tidak memiliki niat untuk melayani omong kosongmu!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang malas dengan nada suara yang terdengar cuek.
“Sui’er menyingkirlah!” ucap Li Yuchen dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang memandang rendah lawannya.
"Aktifkan!" ucap Li Yuchen dengan nada suara dan ekspresi wajah yang datar sambil terus menatap Zhou Zhan dengan pandangan malas.
Zhou Zhan yang berpikir jika dirinya akan membuat Li Yuchen menjadi lumpuh tidak menyangka jika Li Yuchen bisa menahan serangannya.
"Ka-kau.... Ma-Master Formasi!" teriak Zhou Zhan dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan mata yang terbuka lebar tak percaya.
Li Yuchen yang tidak memperdulikan Zhou Zhan memalingkan wajah pada jendela sebuah Restoran yang ada di sampingnya.
Li Yuchen yang menyadari sesuatu ternyata melihat Ma Ye Li yang sedang duduk melihat pertengkaran antara dirinya dan Zhou Zhan.
Li Yuchen kemudian memfokuskan wajahnya ke depan lalu bergerak cepat hingga berdiri di samping Zhou Zhan sambil memegang bahu Zhou Zhan dengan sangat erat.
"Jika kau menyukai Nona Ma, kau bisa mendapatkannya. Aku tidak tertarik padanya sama sekali!" ucap Li Yuchen dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang datar.
"Tapi jika kau sengaja mencari masalah lagi denganku maka tidak akan ada pengampunan lagi nantinya!" ucap Li Yuchen lagi sambil memalingkan wajahnya dengan tatapan mata yang merendahkan.
"Dasar Pria bodoh! Mudah sekali ditipu oleh wanita ular seperti itu!" ucap Li Yuchen sambil berjalan melepaskan tubuh Zhou Zhan dan berjalan menuju Pavilun Huanfu dengan diikuti Sui'er dari belakang.
"Tunggu aku Tuan Besar!" teriak Sui'er dengan suara yang sangat keras sambil berlari mengejar langkah kaki Li Yuchen yang semakin cepat.
Sementara itu, Ma Ye Li yang meihat Zhou Zhan yang dapat dengan mudah dikalahkan oleh Li Yuchen pun menjadi sangat kesal.
"Dasar Pria tidak berguna!" gumam Ma Ye Li dengan suara yang rendah sambil menggenggam cangkir yang ada di tangannya dengan sangat erat lalu berdiri dan berjalan meninggalkan Restoran tersebut.
#Bersambung#
Apakah Zhou Zhan benar-benar dibebaskan oleh Li Yuchen? Apakah rencana Ma Ye Li selanjutnya? Perubahan apa yang terjadi pada Seo Xiqin setelah Latihan Tertutupnya selesai? Jangan tingggalkan BAB selanjutnya ya...
__ADS_1