Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 207. Tetua Tian


__ADS_3

Li Yuchen yang sudah mendapatkan petunjuk arah dari Shanyuan sebelumnya pun pergi ke Paviliun Huanfu sendirian.


"Apa ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya Seorang Pelayan kepada Li Yuchen yang baru pertama kali ditemuinya dengan senyum yang ramah dan bersahabat.


"Aku ingin membeli seratus Bunga Honglia, seratus Daun Dan dan Akar Kinchi. Aku ingin seluruhnya berumur ribuan tahun atau minimal seratus tahun! Uang bukan masalah bagiku!” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar dengan nada suara yang tegas.


Penjaga yang mendengar perkataan Li Yuchen pun menjadi sangat terkejut dan langsung bergerak melakukan pembungkusan barang-barang yang dibutuhkan Li Yuchen.


Lalu tiba-tiba Seorang Pria Tua datang dan berdiri dibelakang Li Yuchen lalu menanyakan sesuatu yang ada di dalam pikirannya.


“Apakah Tuan ingin melakukan Alkemia?” tanya Pria Tua tersebut secara langsung dengan nada suara yang datar dengan ekspresi wajah yang penasaran dan senyum yang lembut.


Pelayan yang menyadari identitas Pria yang ada di belakang Li Yuchen pun langsung menunjukkan rasa hormatnya.


“Tetua Tian!” ucap Pelayan tersebut dengan suara rendah dengan kepala yang tertunduk ke bawah dengan ekspresi wajah yang datar.


“Angkat kepalamu! Tidak perlu terlalu sopan padaku! Lanjutkan pekerjaanmu!” ucap Tetua Tian dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang bersahabat.


Li Yuchen yang akhirnya menyadari identitas Pria yang berdiri di depannya pun langsung memberi salam hormat yang dibalas dengan senyuman yang ramah.


“Salam kepada Senior! Benar! Junior berniat melakukan Alkemia!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang rendah tanpa ada nada arogansi ataupun kesombongan dengan wajah tanpa ekspresi.


Tetua Tian yang menyukai pembawaan dan wibawa yang ada pada tubuh Li Yuchen pun mengundang Li Yuchen untuk minum teh bersamanya yang diterima dengan senang hati oleh Li Yuchen.


Li Yuchen yang berjalan mengikuti Tetua Tian pun melihat ke sekeliling Paviliun Huanfu yang ternyata memiliki sebuah tempat yang indah di belakang bangunannya.


“Anak muda, apakah kau ingin bergabung dengan Paviliun Huanfu dan menjadi Master Alkemia?” tanya Tetua Tian secara langsung sambil meminum tehnya dengan ekspresi wajah yang percaya diri..


Li Yuchen yang mendengarkannya pun tersenyum sinis dan menatap Tetua Tian lalu mengeluarkan Lencana Tetua Paviliun Huanfu Kota Jinlin.


Tetua Tian yang mendengarnya pun tertawa dengan sangat lepas lalu memainkan jenggot putihnya yang panjang.


“Tidak disangka aku dapat bertemu dengan pemuda yang sangat berbakat. Di usia yang masih muda sudah memiliki Status yang tinggi dan Level Alkemia yang juga tinggi.” Ucap Tetua Tian dengan ekspresi wajah yang gembira dengan senyum yang lebar.


Tak lama kemudian, Pelayan yang melayani Li Yuchen pun datang sambil membawa semua bungkusan Tanaman Obat yang dipesan olehnya.

__ADS_1


“Berapa jumlah semuanya?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah dan nada suara yang datar sambil menatap ke arah Pelayan yang berdiri di depannya.


“Tetua Li tidak perlu membayar apapun. Bukankah kita adalah Satu Keluarga.” Ucap Tetua Tian yang mencoba mengambil hati Li Yuchen dengan senyum yang lembut.


“Baiklah. Terima kasih banyak Tetua Tian! Saya harus pergi sekarang karena ada yang harus saya kerjakan dan saya akan datang mengunjungi anda lagi setelah urusan saya selesai.” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang tulus sambil mengambil semua Tanaman Obat dan menyimpannya ke dalam Tas Qianku.


“Baiklah, Tetua Tian! Selamat jalan!” ucap Tetua Tian dengan senyum yang lembut dan bersahabat dan ekspresi wajah yang bahagia.


Li Yuchen yang sudah mendapatkann semua Tanaman Obat yang dibutuhkannya pun kembali ke Penginapan dan menemui Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang melihat Li Yuchen kembali pun mencoba untuk mengabaikan perasaan cemburunya tapi hal itu tidak berhasil karena wajah canti Ma Ye Li terus berada di pikirannya.


“Ada apa Qier? Kenapa wajahmu seperti itu?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang penasaran sambil menatap bingung Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang tidak ingin mengatakan apapun pun hanya duduk diam dan membuang wajahnya ke arah lain.


Li Yuchen yang tidak ingin terjadi kesalahpahaman di antara dirinya dan Seo Xiqin pun mengalihkan pandangannya kepada Bibi Yi.


“Bibi Yi! Bisa kau katakan padaku apa yang terjadi selama aku tidak ada di sini?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin dengan nada suara yang tegas.


“Menjawab Tuan Besar! Saat Tuan Besar tidak ada, Nona Muda dari Kediaman Keluarga Ma datang mencari anda dan saat itu Nona Ma bertemu dengan Nyonya. Sepertinya telah terjadi sesuatu diantara keduanya!” ucap Bibi Yi dengan ekspresi wajah yang sedih dan tatapan mata yang senduh.


Li Yuchen yang menyadari titik permasalahannya pun meminta semuanya pergi dan meninggalkan dirinya berdua dengan Seo Xiqin.


“Apakah Nona Ma mengatakan sesuatu yang menyinggung Qier? Apakah Chen gege harus memberinya pelajaran?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang kesal sambil menatap tajam dan nada suara yang tegas.


Seo Xiqin yang tidak ingin ada orang lain yang menderita karena dirinya pun mencoba untuk menghentikan Li Yuchen.


“Tu-tunggu! Apa yang ingin Chen gege lakukan? Nona Ma tidak melakukan apapun yang buruk hanya saja Qier...” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang malu dengan wajah yang memerah.


“Hah! Bukankah Chen gege sudah pernah bilang bahwa Chen gege tidak akan pernah mengambil wanita manapun untuk menjadi Istri ataupun Selir. Kenapa Qier masih saja tidak mempercayai Chen gege?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang sedih dengan tatapan mata yang tersakiti.


“Chen gege.... Qier... Tidak bermaksud seperti itu. Qier hanya...” ucap Seo Xiqin yang beberapa kali berhenti bicara lalu memasang ekspresi wajah yang sedih.


“Jangan memikirkan orang lain. Percayalah! Chen gege tidak akan pernah menghianati janji ini!” ucap Li Yuchen yang menatap Seo Xiqin dengan mata yang penuh cinta sambil memeluk dan mencium mesrah bibir Seo Xiqin.

__ADS_1


Keesokan paginya, Li Yuchen yang telah mengatakan semua yang dilakukannya seharian pun bersiap menuju Menara Formasi Shinzu.


“Selamat siang Tuan! Madam!” ucap Shanyuan yang telah berdiri di depan Penginapan dengan ekspresi wajah yang ceria dan senyum yang lembut.


Seo Xiqin yang tidak mengetahui Anak Kecil yang ada di depannya pun memandang Li Yuchen dengan ekpsresi wajah yang penasaran.


“Dia adalah Shanyuan! Dia adalah orang yang akan memandu kita selama ada di Kota Xilin”! ucap Li Yuchen sambil memperkenalkan Shanyuan dengan ekspresi wajah yang datar.


“Selamat siang, Madam! Nama saya Shanyuan! Saya akan mengantar dan menemani kemanapun Madam ingin pergi!” ucap Shanyuan dengan senyum yang hangat dan ekspresi wajah yang ceria.


“Senang bertemu denganmu Shanyuan! Mohon bantuannya!” ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang indah dan senyum yang lembut.


“Jadi ini adalah Shanyuan! Orang yang akan menjadi salah satu orang kepercayaan Chen gege di masa depan! Ahli Racun Terbaik di Daratan Danzong!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan senyum lembut.


Li Yuchen yang tidak ingin menghabiskan banyak waktu di tempat itu pun meminta Shanyuan mengantarnya ke Menara Formasi Shinzu.


Li Yuchen yang identitasnya telah terbongkar mendapatkan sambutan yang sangat baik saat sampai di depan pintu gerbang Menara Formasi Shinzu.


Li Yuchen yang di antar menuju Ruang Ketua Qin oleh Seorang Pelayan pun tidak menyangka jika telah ada banyak sekali orang yang datang menunggu kedatangannya.


“Selamat datang Tetua Li dan Nyonya Li!” ucap Ketua Qin dengan senyum yang bersahabat dengan ekspresi wajah yang gembira.


“Terima kasih, Ketua Qin! Ketua Qin, apakah saya bisa memakai ruangan itu sekarang?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin dengan nada suara yang tegas dengan aura menakutkan yang menyebar di dalam ruangan.


“Tentu saja tapi sebelum itu bolehkah saya memperkenalkan beberapa orang terlebih dahulu.” Ucap Ketua Qin dengan senyum yang canggung.


Sebelum Li Yuchen mengatakan sesuatu, Ma Ye Li berjalan maju dan memperkenalkan dirinya di hadapan Li Yuchen sambil menebar pesona yang ada pada dirinya.


“Perkenalkan, nama saya Ma Ye Li. Putri Tertua Kediaman Walikota Xilin. Saya juga adalah Seorang Master Formasi dan saya sangat mengagumi Tetua Li.” Ucap Ma Ye Li dengan ekspresi yang malu-malu dengan wajah yang memerah dengan senyum yang yang lebar.


Ma Ye Li yang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama saat pertama kali melihat Li Yuchen yang masuk ke dalam ruangan Ketua Qin dan setelah mengetahui semua kehebatan Li Yuchen rasa ingin memiliki itu muncul semakin tinggi.


Namun, bagaikan sebuah kuncup bunga yang dipotong dari tangkainya sebelum mekar. Ucapan Li Yuchen membuat semua harapan dan senyum indah di wajah Ma Ye Li menghilang seketika dan berubah menjadi pucat seperti selembar kertas.


“Apakah aku telah memberimu izin untuk bicara? Apakah Kediaman Walikota Xilin tidak mengajarkanmu etika untuk tidak memotong pembicaraan orang lain yang lebih tua darimu?” sindir Li Yuchen dengan senyum yang sinis dengan tatapan mata yang merendahkan.

__ADS_1


#Bersambung#


Hmmm, apakah yang akan terjadi selanjutya? Apakah Li Yuchen akan mengabaikan sikap Ma Ye Li atau memberinya pelajaran? Apakah Seo Xiqin berhasil menekan penyakitnya? Baca BAB selanjutnya ya.


__ADS_2