Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 211. Pertukaran Keuntungan


__ADS_3

Seo Xiqin yang telah berhasil menaikkan tingkatannya menjadi Level Bumi tingkat Enam dalam waktu singkat membuat Ketua Qin yang duduk di hadapan Seo Xiqin terkesima.


“Nyonya Li, saya tidak tau apa yang anda sukai tapi saya harap jika semuanya sesuai dengan selera anda!” ucap Ketua Qin dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang lembut.


“Terima kasih Ketua Qin!” ucap Seo Xiqin dengan sangat anggun sambil menghirup tehnya dengan Sui’er dan Bibi Yi yang terus berdiri di sekitar Seo Xiqin.


Ketua Qin yang ingin mengambil hati Li Yuchen pun memutuskan untuk membujuk Seo Xiqin setelah menyadari jika posisi Seo Xiqin di hati Li Yuchen sangat tinggi.


“Aku harus melayani Nona Seo dengan sangat baik dan tidak boleh melakukan kesalahan apapun jika tidak maka Tetua Li pasti akan sangat marah!” ucap Ketua Qin yang menyadari semuanya setelah mengingat kejadian Penjaga yang dibunuh dengan keji karena menatap vulgar ke arah Seo Xiqin.


Namun di saat Ketua Qin ingin memberikan hadiah kepada Seo Xiqin sebagai tanda pertemua pertamanya Li Yuchen tiba-tiba muncul di samping Seo Xiqin.


Li Yuchen yang datang bersama Sui’er menggunakan Formasi Teleportasi tingkat Tiga tidak mengalami kelelahan sama sekali padahal menggunakan Formasi di tingkat yang tinggi pasti menguras banyak sekali Energi.


“Qier! Akhirnya Pelatihan Tertutupmu telah berakhir! Chen gege itu akan menghabiskan waktu yang cukup lama tapi tidak disangka hanya akan menghabiskan waktu beberapa jam saja!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang ceria dengan ekspresi wajah yang senang sambil menarik Seo Xiqin ke dalam pelukannya.


“Ehem! Chen gege! Ki-kita sedang ada di dalam Ruangan Ketua Menara Formasi Shinzu!” ucap Seo Xiqin yang masih terkejut dengan nada suara yang gagap dengan ekspresi wajah yang memerah karena malu.


Li Yuchen yang tidak mengerti dengan jelas pun menoleh ke samping dan melihat Ketua Qin yang sedang duduk sambil tersenyum canggung.


“Agh! Maafkan aku Ketua Qin! Aku hanya terlalu senang melihat Istriku telah keluar dari Pelatihan Tertutupnya lebih cepat dari yang aku perkirakan!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar dengan tatapan mata yang dingin menatap Ketua Qin seolah menatap Seorang Serangga Pengganggu.


Li Yuchen yang tidak ingin berlama-lama di Ruangan Ketua Qin pun memutuskan untuk kembali ke Penginapan tapi dihentikan oleh Ketua Qin.


“Tu-tunggu Tetua Li!” ucap Ketua Qin dengan nada suara yang gagap dengan ekspresi wajah yang bingung dengan keringat yang mengalir ke pipinya.


“Ada apa?” tanya Li Yuchen dengan nada suara yang dingin dengan ekspresi wajah yang datar dan tatapan mata yang tajam.


Seo Xiqin yang menyadari jika Ketua Qin memiliki sesuatu yang ingin dikatakannya pun memutuskan untuk memberi waktu untuk keduanya bicara.

__ADS_1


“Hmmm, Chen gege! Aku dengar hari ada acara Lelang. Qier sangat penasaran dan ingin melihatnya! Hmmm.... bolehkan...” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung dengan bola mata yang terus berputar karena tidak tau harus mengatakan apa.


“Hah! Baiklah!” ucap Li Yuchen sambil menghela nafas dengan ekspresi wajah yang pasrah sambil mengalihkan perhatiannya kepada Ketua Qin.


“Ketua Qin! Bisakah kau kirimkan orang untuk menemani Istriku?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.


“Tentu saja, Tetua Li. Jangan khawatir. Saya akan menjamin keselamatan dan kenyamanan Nyonya Li!” ucap Ketua Qin dengan semangat yang membara dengan ekspresi wajah yang bahagia.


Ketua Qin yang sangat senang memiliki kesempatan untuk berbicara dengan Li Yuchen pun meminta muridnya yang lain untuk mengantar Seo Xiqin ke Ruang VVIP yang untuk menonton Acara Lelang.


“Antar Nyonya Li ke Acara Pelelang. Berikan pelayanan terbaik dan ruangan yang terbaik. Jangan melakukan kesalahan dan berikan Harta Karun Lelang yang diinginkan Nyonya Li berapapun harganya!” ucap Ketua Qin dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang serius di balik telinga Murid Keduanya, Yulien.


“Baik, Master. Serahkan semuanya padaku!” ucap Yulien dengan ekspresi wajah yang pecaya diri dengan tatapan mata yang tajam dan nada suara yang tegas.


Seo Xiqin yang pergi bersama ketiga Pelayannya pun mengikuti Yulien menuju ke Acara Pelelangan yang masih berlangsung.


Li Yuchen yang menyadari jika Ketua Qin memiliki sesuatu yang ingin dikatakannya pun menatap Ketua Qin dengan ekspresi wajah yang waspada.


Ketua Qin yang mendengar sindiran dari Li Yuchen menelan salivanya secara paksa dan mengajak Li Yuchen menuju ke sebuah Ruangan untuk bertemu dengan Ma Guo dan Nanggong Tianyi.


“Selamat datang, Tetua Li. Kita bertemu kembali. Maaf, saya belum memperkenalkan diri sebelumnya. Nama saya adalah Nanggong Tianyi. Saya adalah Jenderal yang bertugas menjaga Kota Xilin dan ini adalah Walikota Xili, Ma Guo.” Ucap Nanggong Tianyi sambil memperkenalkan Ma Guo kepada Li Yuchen dengan senyum yang ramah.


“Salam kenal, Tetua Li. Nama saya Ma Guo. Tetua Li bisa memanggil saya Walikota Guo!” ucap Ma Guo dengan ekspresi wajah yang canggung dengan senyum yang ceria sambil mengangkat tangan mencoba menjabat tangan Li Yuchen.


“Li Yuchen, Tetua Kehormatan Menara Formasi Shinzu dan Paviliun Huanfu.” Ucap Li Yuchen yang tidak ingin menutupi identitasnya dari Walikota Xilin dengan ekspresi wajah yang dingin.


“Agh! Saya ingin meminta maaf untuk kesalahan yang dilakukan Penjaga Gerbang yang telah menyinggung anda dan juga meminta maaf untuk kesalahan Putriku! Tolong maafkan Putriku! Dia terlalu bersemangat sehingga melupakan etikanya!” ucap Ma Guo dengan ekspresi wajah yang bersalah sambil menundukkan kepalanya kepada Li Yuchen untuk kesalahan Ma Ye Li.


“Hmmm, menundukkan kepala untuk kesalahan Putrinya tapi tidak untuk rakyatnya!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan senyum sinis di sudut bibirnya.

__ADS_1


Tepat setelah Walikota Ma Guo meminta maaf, Ma Ye Li muncul dari belakang dan berdiri di samping Ma Guo dan membungkukkan tubuhnya meminta maaf.


“Maafkan kesalahan saya, Tetua Li. Saya tidak bermaksud untuk menyinggung anda. Saya hanya terlalu bersemangat dapat bertemu dengann anda. Saya sungguh mengagumi anda.” Ucap Ma Ye Li yang tidak ingin kehilangan kesempatan untuk menyanjung dan mengambil hati Li Yuchen.


“Nona Ma, tidak perlu sama seperti itu. Angkatlah kepalamu!” ucap Li Yuchen dengan nada suara dan ekspresi wajah yang dingin.


“Ketua Qin, apakah kau hanya ingin aku bertemu dengan Nona Ma dan menyelesaikan hal yang terjadi sebelumnya?” tanya Li Yuchen dengan nada suara yang dingin yang tidak memandang ke arah Ma Ye Li sama sekali.


“Tentu saja tidak, Tetua Li. Sebenarnya ada sesuatu yang ingin dibicarakan oleh Walikota Xilin dengan anda.” Ucap Ketua Qin dengan ekspresi wajah yang serius sambil menatap Ma Ye Li untuk segera menyingkir


Ma Ye Li yang baru pertama kali diabaikan oleh Seorang Pria yang disukainya pun menjadi sangat malu dan kesal. Dengan tangan yang terkepal erat di samping pakaiannya, Ma Ye Li pun berjalan keluar ruangan meninggalkan keempatnya yang ingin berbicara secara pribadi.


Walikota Ma Guo yang membutuhkan bantuan Li Yuchen pun mengatakan tujuannya menemui Li Yuchen dengan terus terang.


“Sepertinya Tetua Li adalah orang yang sangat sibuk dan saya tidak akan mengganggu waktu berharga Tetua Li jadi saya akan mengatakan tujuan saya yang sebenarnya!” ucap Walikota Ma Guo yang duduk di hadapan Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius sambil menatap Li Yuchen dengan tajam.


“Saya ingin meminta Ketua Li membuat Segel Formasi Pelindungan untuk melindungi Kota Xilin dari ancaman Serangan Hewan Buas yang selalu terjadi Sepuluh Tahun sekali!” ucap Walikota Ma Guo dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang rendah tidak berdaya.


“Sejujurnya, Menara Formasi Shinzu sudah sering membuat Segel Formasi Perlindungan tingkat Tiga untuk Kota Xilin tapi tetap tidak bisa melindungi Kota Xilin sepenuhnya. Oleh karena itu, kami meminta bantuan kepada Tetua Li!” ucap Ketua Qin dengan ekspresi wajah yang sedih dengan ekspresi wajah yang putus asa.


“Sebagai Jenderal Kota Xilin, keselamatan rakyat biasa adalah tujuan utamaku. Karena itu, saya mohon Tetua Li untuk mengulurkan tangan membantu Kota Xilin.” Ucap Jenderal Nangong Tianyi yang turun dari kursinya dan bersujud di lantai di hadapan Li Yuchen.


Nanggong Tianyi yang telah melihat kekuatan sebenarnya dari Li Yuchen sangat yakin jika Li Yuchen dapat melindungi Kota Xilin dari Serangan Hewan Buas Sepuluh Tahun Sekali.


“Baiklah tapi aku ingin Pedang yang kau bawa saat menemuiku di Gerbang Kota, Jenderal Tianyi!” ucap Li Yuchen sambil menatap Jenderal Nanggong Tianyi dengan nada suara dan ekspresi wajah yang datar.


“Dan aku ingin semua Kristal Biru yang Walikota Guo dapatkan saat menjelajahi Makam Kuno!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang sinis dengan ekspresi wajah yang cuek dan santai.


#Bersambung#

__ADS_1


Apa yang akan dilakukan Li Yuchen dengan Pedang yang dimiliki Jenderal Nanggong Tianyi dan Kristal Biru milik Walikota Ma Guo? Apakah keduanya setuju memberikan benda berharga itu pada Li Yuchen? Jangan lewatkan BAB selanjutnya ya..


__ADS_2