
Hari Terakhir Perburuan Musim Gugur pun telah ada di depan mata. Semua orang yang penasaran dengan Pemenang dari Acara tersebut telah berkumpul di sekitar Gerbang Gunung Canghai.
Kaisar Su Yongkang bersama Pangeran dan Putri yang juga telah datang pun menunggu Murida Akademi Yunlong yang mengikuti Perburuan Musim Gugur keluar dari Gunung Canghai satu per satu bahkan Pangeran dan Putri pun ikut berdebat tentang Pemenang dalam Acara tersebut.
“Ayahanda, Yier sungguh penasaran dengan Pemenang Perburuan Musim Gugur kali ini! Kira-kira siapa yang akan menang ya?” ucap Putri Keenam, Putri Su Yier, dengan nada suara yang manja dan ekspresi wajah yang penasaran.
“Tentu saja, Tuan Muda Yun Tianxing yang akan jadi Pemenangnya!” ucap Pangeran Ketiga, Pangeran Su Wang dengan nada suara yang terdengar sangat yakin dan ekspresi wajah yang penuh keyakinan.
“Itu belum bisa ditentukan karena belum ada orang lain yang lebih baik dari Tuan Muda Yun!” ucap Putri Su Qingqing dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang dingin serta tatapan mata yang tajam menatap Pangeran Su Wang.
“Apa maksudmu ada yang lebih hebat dari Tuan Muda Yun? Tuan Muda Yun adalah Murid Langsung dari Tetua Xiang yang merupakan Wakil Ketua Akademi Yunlang dan Tuan Muda Yun telah berada di Level Surgawi tingkat Dua!” ucap Pangeran Su Wang dengan penuh percaya diri.
“Lalu dengan semua itu pasti Tuan Muda Yun yang akan menang karena dia dapat membunuh Hewan Buas di Gunung Canghai dengan mudah!” ucap Pangeran Su Wang yang sangat mengagumi kehebatan Yun Tianxing.
“Apakah yang Kakak Wang katakan itu benar? Jika benar berarti Tuan Muda Yun adalah Pria yang sangat hebat!” ucap Putri Su Yier dengan senyum yang lebar dengan mata yang terbuka lebar.
“Tentu saja. Tuan Muda Yun Tianxing adalah Kandidat yang akan memenangkan Pertandingan Musim Gugur ini!” ucap Pangeran Su Wang dengan bangganya.
Sementara itu, Putri Su Qingqing yang memilki pandangan dan pemikiran yang berbeda pun mengabaikan pembicaraan kedua saudaranya yang lain dan hanya fokus memandang Gerbang Gunung Canghai menunggu Pemenang pilihannya keluar.
__ADS_1
“Aku yakin orang itu pasti akan menang kali ini dan aku yakin dia pasti menyembunyikan kekuatannya yang sebenarnya!” ucap Putri Su Qingqing dengan penuh keyakinan dan tatapan mata yang tajam.
Tidak hanya keluarga Kekaisaran tapi Master dan Tetua Akademi Yunlong ternyata ikut menantikan kedatangan Murid Akademi Yunlong yang mengikuti Ujian Perburuan Musim Gugur.
“Aku harap semua Murida Akademi Yunlong yang ikut dalam Acara Perburuan Musim Gugur ini akan kembali dengan selamat semuanya!” ucap Master Nu dengan ekspresi wajah yang cemas dan tatapan mata yang penuh harap.
“Aku pun harap bergitu!” ucap Master Zhuo dengan nada suara yang rendah dengan pandangan yang fokus menatap Pintu Gerbang.
“Aku tidak ingin melihat muridku sedih! Karena itulah, aku tidak ingin jika B******n itu meninggal karena aku hanya ingin dia menjauh dari Muridku!” ucap Tetua Xue Xiaochi dengan ekspresi wajah yang dingin.
“Tianxing! Kau harus menang dalam Pertandingan ini karena jika kau menang maka aku sebagai Guru akan dipuji oleh semua orang karena telah berhasil mendidikmu!” ucap Tetua Xiang dengan ekspresi wajah yang datar dengan tatapan mata yang tajam.
Karena disebabkan Serangan Gelombang Hewan Buas, banyak sekali Murid yang terluka sehingga membuat orang-orang yang menjadi Panitia Perburuan Musim Gugur bergerak memberikan Pil Penyembuh.
Yun Tianxing yang telah keluar dari Gunung Canghai bersama kelompoknya, Wei Lan, Zhou Fan dan yang lainnya ternyata disambut dengan oleh orang-orang yang telah mendukungnya menjadi Pemenang dalam Acara tersebut.
“Aaargghh! Tuan Muda Yun! Kau tampan sekali!”
“Tuan Muda Yun pasti akan menang dalam Acara ini!”
__ADS_1
“Tentu saja. Tuan Muda Yun adalah Putra Walikota kita dan juga Murid Elit dari Tetua Xiang!”
“Ah! Nona Wei, kecantikannya sungguh menggemparkan dunia!”
Setelah waktu terus bergulir, tidak hanya Yun Tianxing dan kelompoknya yang berhasil selamat dari Serangan Gelombang Hewan Buas tapi juga semua musuh dan Tuan Muda dari Keluarga Besar dari Kota Jinlin, Kota Xilin dan Kota Kunlun.
Ye Zhin dan yang lainnya yang akhirnya sampai di depan Gerbang Gunung Canghai pun keluar Gerbang sambil melihat ke kiri dan ke kanan untuk menemukan keberadaan Li Yuchen.
Namun tidak menemukan Li Yuchen dimanapun hingga akhirnya membuat Mo Mingming menjadi sangat khawatir dan cemas sehingga mengambil keputusan yang ekstrim.
“Tidak! Kak Yuchen masih belum keluar! Aku tidak menemukan keberadaannya di antara orang-orang ini!” ucap Mo Mingming dengan wajah yang langsung berubah pucat.
“Aku akan kembali masuk ke Gunung Canghai dan aku tidak ingin hanya diam disini!” ucap Mo Mingming dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir di saat bersamaan dengan nada suara yang terdengar sangat panik.
“Tidak! Kau tidak boleh pergi! Itu berbahaya!” ucap Xi Long dengan ekspresi wajah yang sedikit cemas dan tatapan mata yang khawatir.
“Ta-tapi... Kak Yunchen masih ada di dalam! Huuuhh... huhuuuhhh!: ucap Mo Mingming dengan ekpsresi wajah yang sedih dan kecewa.
Namun sebelum Ye Zhin mengatakan sesuatu untuk menghentikan Mo Mingming tiba-tiba Portal Gerbang Gunung Canghai ternyata semakin mengecil lalu seseorang yang ditunggu-tunggu pun keluar dari Gunung Canghai dengan wajah yang berseri-seri.
__ADS_1
#Bersambung#