Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 122. Pingsan


__ADS_3

Li Yuchen yang tidak memiliki keperluan lain di Menara Formasi Shinzu pun memilih kembali ke Kediaman Keluarga Seo lebih awal.


"Hah, Acara Pelelangan sudah berakhir dan aku juga telah mendapatkan uangku. Aku bahkan mendapatkan benda yang bagus hari ini. Sebaiknya aku pulang dan menemui Qier lalu membantu pindahan." ucap Li Yuchen dengan suara rendah sambil berdiri melihat keluar jendela.


Sementara itu, Seo Xiqin yang mengemasi barang-barangnya tiba-tiba kedatangan tamu yang tidak diundang yang sangat lucu.


“Kakak cantik mau pergi kemana?” tanya Dooku dengan nada suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang bingung sambil mengintip di balik pintu.


Seo Xiqin yang melihat Dooku datang menemuinya dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat lucu dan imut itu pun membuat perasaan Seo Xiqin yang rusak menjadi baik kembali.


“Dooku! Kemarilah!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang lembut dan nada suara yang rendah sambil mengulurkan tangannya menyambut Dooku.


Dooku yang mendapatkan izin masuk dari Seo Xiqin pun berjalan masuk dengan hati-hati tapi langsung digedong Seo Xiqin ke atas pangkuannya.


“Hmmm, kenapa kau disini? Apakah kau tidak bersembunyi seperti yang Ibumu katakan?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung sambil memeluk Dooku yang sedang duduk di pangkuannya.


“A-aku...” ucap Dooku yang terputus karena tidak bisa mengatakan apapun dengan ekspresi wajah yang sedih dengan kepala tertunduk ke bawah.


Tak lama kemudian, Ziyuen yang merupakan Ibu Dooku datang dengan terburu-buru dan memintaaf maaf dengan kepala tertunduk kepada Seo Xiqin.


“Do-Dooku! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau kemari lagi? Kenapa kau tidak bersembunyi seperti yang Ibu katakan?” ucap Ziyuen dengan nada suara yang kasar dan ekspresi wajah yang marah sambil mengambil Dooku dari pelukan Seo Xiqin.


“No-nona! Tolong maafkan Dooku. Saya akan memarahinya dan menghukumnya. Saya mohon Nona untuk tidak mengatakan apapun tentang keberadaan Dooku!” ucap Ziyuen dengan ekspresi wajah yang cemas dengan kepala tertunduk dengan nada suara yang terdengar sangat khawatir.


Seo Xiqin yang mendengar perkataan Ziyuen yang sedang membungkuk di depannya itu pun menghela nafas panjang.


“Kau tidak perlu meminta maaf sampai seperti itu dan aku juga sudah pernah bilang jika aku tidak akan mengatakan kepada siapapun tentang keberadaan Dooku tapi...” ucap Seo Xiqin yang tiba-tiba terhenti sambil menatap tajam ke arah Ziyuen.

__ADS_1


“Apakah kau masih belum melakukan seperti saranku? Apakah kau ingin kehilangan Dooku dulu baru sadar jika saranku itu benar?” ucap Seo Xiqin dengan penakan di akhir kalimat dengan ekspresi wajah yang tidak senang.


“No-nona! Saya tidak bermaksud seperti itu. Saya tentu saja ingin Dooku hidup bahagia dan juga keluar dari sini tapi jika aku keluar. Apa yang harus aku lakukan?” ucap Ziyuen dengan ekspresi wajah yang bingung dan khawatir di saat bersamaan sambil memeluk Dooku di pelukannya.


“Aku mengerti. Aku punya solusi lain untukmu. Sui’er!” panggil Seo Xiqin dengan nada suara yang santai sambil tersenyum lembut.


“Ya, Nona. Apa yang anda butuhkan?” tanya Sui’er dengan ekspresi wajah yang patuh dengan kepala tertunduk ke bawah.


“Ambilkan kotak perhiasanku!” perintah Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang lembut dan senyum yang manis dengan nada suara yang terdengar sangat indah.


“Baik, Nona!” ucap Sui’er dengan patuh sambil berjalan pergi menuju ke tempat penyimpanan Perhiasan Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang tidak ingin melihat seorang Anak tidak berdosa mengalami nasib yang sama seperti masa lalunya pun memutuskan untuk membantu memberikan kehidupan yang lebih baik.


“Ambillah ini! Pakailah sampai kau bisa menemukan pekerjaan yang lebih baik. Kau tidak bisa lebih lama lagi di Kediaman Keluarga Seo. Apakah kau tidak merasakan adanya hal yang aneh pada Ibu Tiriku?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang lembut sambil menyerahkan beberapa perhiasan yang berharga kepada Ziyuen.


“Ta-tapi Nona..” ucap Ziyuen dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan mata yang terbuka lebar sambil menolak Perhiasan pemberian Seo Xiqin.


Ziyuen yang mendengar perkataan Seo Xiqin pun tercengang dan tediam di tempatnya dan tak punya pilihan lain selain menerima pemberian Seo Xiqin.


“No-Nona... Te-terima kasih. A-aku janji akan membalas budimu di masa depan.” Ucap Ziyuen dengan ekspresi wajah yang sedih dengan mata yang merah karena mengeluarkan air mata.


“Dooku! Cepat ucapkan terima kasih kepada Nona!” ucap Ziyuen dengan ekspresi wajah yang terharu sambil menghapus air matanya.


“Terima kasih, kakak cantik!” ucap Dooku dengan senyum yang polos dengan wajah yang ceria sambil menundukkan kepala.


“Jadi anak yang baik dan kuat. Agar kau bisa menjaga dan melindungi Ibumu.” Ucap Seo Xiqin sambil menepuk-nepuk kepala Dooku dengan lembut sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


“Hmmm! Pasti!” ucap Dooku dengan sorot mata yang tajam dengan tekad yang kuat dengan senyum yang lembut dan polos layaknya anak kecil.


Sui’er yang merupakan kultivator pun pergi mengantar Ziyuen dan Dooku keluar dari Kediaman Keluarga Seo dengan selamat tanpa ketahuan siapapun.


Seo Xiqin yang sedang duduk melihat kamar yang telah ditempatinya beberapa tahun di dua kehidupannya pun merasa sedikit sedih karena memiliki kenangan yang sangat banyak di sana.


“Aku harus bisa terus menatap ke depan. Aku tidak bisa terperangkap selamanya di masa lalu.” Ucap Seo Xiqin yang mencoba menenangkan dirinya dengan senyum yang miris.


Namun di saat Seo Xiqin telah berhasil mengubah perasaan sedihnya menjadi lebih baik, Hun Yin dan Seo Wan’er datang dan menghancurkannya kembali.


“Aku tidak menyangka jika waktu Kakak meninggalkan Kediaman Keluarga Seo datang juga. Semoga Kakak bahagia dengan Kakak Ipar yang SAMPAH!” ucap Seo Wan’er dengan penakanan kata di bagian akhir dengan ekspresi wajah yang merendahkan.


“Sepertinya Ibu dan Anak ini telah mendapatkan Obat untuk penyakit aneh mereka. Hmmm, malas sekali jika harus meladeni mereka berdua sekarang.” Ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang malas dan cuek dan tatapan mata yang tidak tertarik.


Seo Wan’er yang tidak mendapatkan respon yang diinginkannya pun menjadi marah dan menghancurkan gelas yang ada di atas meja Seo Xiqin lalu pergi bersama Hun Yin.


“Prak!” suara teko dan cangkir yang hancur berkeping-keping ke tanah.


“Hmmm, dasar membosankan!” ucap Seo Wan’er dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tatapan mata yang merendahkan sambil berbalik arah berjalan meninggalkan kamar Seo Wan’er.


“Jangan pengaruhi hari yang baik ini dengan moodmu yang buruk. Apakah kau lupa jika kau harus segera berdandan untuk bertemu dengan Tuan Muda Jin?” ucap Hun Yin dengan ekspresi wajah yang sinis melihat ke arah Seo Xiqin dengan nada suara yang lembut kepada Seo Wan’er.


“Yang Ibu katakan itu benar sekali. Masa depanku tidak akan terperangkap selamanya hidup dengan pecundang dan pria tidak berguna seperti seseorang!” sindir Seo Wan’er dengan nada suara dan tatapan mata yang sinis.


“Sepertinya pergi dari sini akan baik untuk kesehatan mentalku!” gumam Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang datar sambil menghembuskan nafas yang panjang sambil melihat ke luar jendela.


Seo Xiqin yang hanya duduk di kursinya tiba-tiba merasakan ada aura dingin yang keluar dari tubuhnya yang perlahan membuat suhu tubuhnya turun drastis hingga membuat Seo Xiqin jatuh pingsan.

__ADS_1


#Bersambung#


Apa yang terjadi pada Seo Xiqin? Apakah Li Yuchen akan mengetahui rahasia Seo Xiqin yang lain? Jawab di kolom komentar


__ADS_2