
Seo Xiqin yang mendengar suara Li Yuchen yang terus memanggil dirinya pun bergegas bangun dan berjalan ke arah sinar.
"Chen Gege!"
Seo Xiqin yang merasakan silau pun menutup kedua matanya dengan lengannya dan tanpa diduga Seo Xiqin pun telah kembali ke dunia nyata.
Seo Xiqin yang membuka matanya kembali pun melihat tempat yang sangat familiar baginya dan saat melihat ke arah samping Seo Xiqin pun melihat sosok yang ternyata sangat diigatnya.
"Chen gege!" panggil Seo Xiqin dengan nada suara yang rendah dan lemah dengan wajah yang pucat.
"Benar, Ini Chen Gegemu! Suamimu! Tenanglah, semua sudah baik-baik saja. Istirahatlah!" ucap Li Yuchen dengan nada suara yang lembut dan penuh perhatian dengan senyum yang hangat serta tatapan mata yang penuh dengan perasaan kasih.
Seo Xiqin yang merasakan kenyamanan dari genggaman tangan dan belaian dari Li Yuchen pun menganggukkan kepalanya lalu perlahan memejamkan matanya hingga tertidur dengan nyaman.
Perlahan tapi pasti Hawa Dingin yang keluar dari dalam tubuh Seo Xiqin pun menghilang dan es yang menyelimuti semua sudut yang ada di kamar itu pun perlahan mencair.
"Hah!, Akhirnya selesai juga!" gumam Li Yuchen yang kehabisan tenaga hingga terduduk di kursi dengan nafas yang tidak berarturan.
"Tidak disangka menggunakan akupuntur dapat menghabiskan banyak tenaga!" ucap Li Yuchen sambil bersandar di kursi.
Li Yuchen yang melihat Seo Xiqin tertidur dengan sangat lelap pun bangun dari kursinya dan berjalan keluar kamar lalu menemui Sui'er dan Luo'er.
"Aku harus keluar dan mengabari kedua Pelayan itu dan memerintahkan keduanya untuk membantu Qier memakai pakaiannya. Jika dia terbangun lagi dan melihat jika dirinya hanya memakai pakaian dalam maka aku akan dalam masalah nantinya.” Gumam Li Yuchen dengan nafas yang pasrah sambil berjalan perlahan.
Namun Sui’er yang sudah sangat gelisah dari awal hingga akhir pun menjadi semakin penasaran saat pintu kamar terbuka dan memenuhi Li Yuchen dengan segudang pertanyaan.
__ADS_1
“Bagaimana keadaan Nona? Apakah Nona baik-baik saja? Apakah Penyakitnya sudah sepernuhnya hilang? Apakah Nona sudah sadar? Apakah Nona ...” ucap Sui’er dengan berbagai pertanyaan tentang Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir di saat bersamaan yang langsung dihentikan oleh Li Yuchen yang kesal karena harus menjawab banyak sekali pertanyaan.
“Hentikan! Apakah kau tidak bisa bertanya satu-satu? Pertanyaanmu itu membuatku sakit kepala!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang kesal sambil mengacak-acak rambutnya yang rapi hingga menjadi berantakan.
Luo’er yang melihat hal itu pun tanpa sengaja terpesona dengan ketampanan Li Yuchen dan langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.
“Nonamu baik-baik saja. Dia sudah melewati masa kritisnya dan saat ini sedang tertidur. Aku akan meninggalkan Istriku pada kalian dan jangan lupa pakaikan kembali Pakaian luarnya karena aku tidak ingin dia salah paham saat tersadar nanti.” Ucap Li Yuchen lagi dengan ekspresi wajah yang canggung sambil menggaruk-garuk pipinya yang tidak gatal dan berjalan pergi meninggalkan Sui’er dan Luo’er.
“Hei! A-apa maksud perkataanmu? Jelaskan dengan lebih rinci!” ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang penasaran dan rasa ingin tau yang tinggi.
“Baiklah. Kami mengerti Tuan Muda.” Ucap Luo’er yang telah kembali normal sambil menundukkan kepalanya dengann hormat yang mengabaikan Sui’er yang melupakan statusnya.
“Ayo kita masuk dan melihat kondisi Nona!” ucap Luo’er dengan cuek dengan nada suara yang datar sambil memandang sinis ke arah Sui’er.
Meskipun begitu, Sui’er tetap berjalan dengan santai menuju ke dalam kamar bersama Luo’er lalu melihat keadaan di sekeliling dan melihat kondisi Seo Xiqin.
“Lihat! Semua es yang menutupi perabotan di kamar ini telah mencair!” teriak Sui’er dengan ekspresi wajah yang terkejut dan tidak percaya di saat bersamaan.
“Kau benar dan tidak hanya itu, suhu di dalam ruangan ini juga sudah kembali normal!” ucap Luo’er dengan nada suara yang datar sambil berjalan menuju ke tempat Seo Xiqin terbaring.
Sui’er dan Luo’er yang telah berada di depan Seo Xiqin melihat wajah damai saat Seo Xiqin tertidur membuat hati keduanya menjadi lega.
“Sepertinya Tuan Muda Li benar-benar telah berhasil membantu Nona menyembuhkan penyakitnya!” ucap Luo’er dengan ekspresi wajah yang serius sambil menatap Sui’er yang pura-pura tidak mendengar sambil meletakkan tangan Seo Xiqin yang baru saja diperiksanya.
“Du.. du.. du...!” ucap Sui’er yang bersiul dengan ekspresi wajah yang tidak ingin mengakui kesalahan yang akhirnya membuat Luo’er menjadi kesal.
__ADS_1
“Sekarang kau berpura-pura tuli saat aku mengatakan kebenarannya. Apakah kau tidak takut kehilangan kepalamu? Jika kau tidak takut tapi kau harus ingat bertapa sedihnya Nona jika melihatmu tanpa kepala lagi!” sindir Luo’er dengan tatapan mata yang sinis dan nada suara yang kasar serta ekspresi wajah yang kesal menahan amarah.
“Apa maksud ucapanmu itu? Apa kau ingin mengajak ribut denganku?” tanya Sui’er dengan nada suara yang tinggi dan emosi yang meledak-ledak.
“Aku malas bertengkar dengan idiot sepertimu! Kau telah memprovokasi orang yang salah. Jangan lupakan Tuan Muda Li sepertinya bukan orang sembarangan.” Ucap Luo’er dengan nada suara yang kasar sambil berdiri berhadapan dengan Sui’er.
“Orang yang hanya diam saat dihina dan dicaci orang lain dalam waktu yang lama tapi memiliki kemampuan yang sangat tinggi berarti memiliki sebuah rahasia yang sangat mengerikan. Orang seperti itu tidak bisa dijadikan musuh bahkan Nona sendiri pernah bilang untuk tidak menilai orang dari luarnya saja!” ucap Luo’er dengan ekspresi wajah yang kesal sambil berjalan menjauh dan berhenti saat tepat di depan pintu.
“Sebaiknya kau meminta maaf kepada Tuan Muda Li tentang sikapmu yang kasar itu jika tidak maka aku akan memberitaukan semuanya kepada Nona dan Nona sendiri yang akan memberikanmu pelajaran yang berharga!” ancam Luo’er yang tidak membiarkan Sui’er membantah dan terus menyerang titik lemahnya.
“Aku akan membuatkan bubur untuk Nona dan kau segera bantu Nona memakai pakaiannya!” perintah Luo’er dengan nada seperti seorang Bos lalu keluar dan menutup pintu.
Sui’er yang ditinggal sendiri pun terdiam dan mengingat kembali semua yang telah dilakukannya sehingga membuat Sui’er menjadi takut dengan akibat yang akan ditanggungnya di masa depan jika masalah ini tidak diselesaikan secepat mungkin.
“Aku akan segera bersujud dan meminta maaf kepada Tuan Muda Li. Jika yang dikatakan Sui’er benar maka aku benar-benar dalam masalah sekarang!” ucap Sui’er dalam hati sambil mengambil pakaian baru untuk dipakai Seo Xiqin.
Sementara itu, Li Yuchen yang meninggalkan kamar Seo Xiqin langsung pergi ke Paviliun Huanfu untuk mencari satu buah informasi berharga.
“Berdasarkan ucapan dari kedua pelayan itu, sepertinya Qier telah menderita Penyakit Es itu sejak kecil setelah kepergian Ibunya dan jika itu benar maka Penyakit ini telah masuk ke dalam pori-pori hingga ke tulang Qier!” ucap Li Yuchen dalam hati sambil bergerak dengan cepat melompati atap rumah menuju ke Paviliun Huanfu dengan status Tetua Yu.
“Sekarang kekuatan dan pengetahuanku tidak cukup untuk menyembuhkan Penyakit Qier sepenuhnya dan hanya bisa menekan Penyakit itu sementara waktu agar tidak kambuh dalam waktu dekat tapi aku tidak bisa diam saja. Aku harus segera menemukan obatnya jika tidak maka nyawa Qier tidak akan bisa diselamatkan!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung dan tatapan mata yang penuh dengan kecemasan.
#Bersambung#
Apakah Li Yuchen akan menemukan Informasi mengenai Penyakit Seo Xiqin di dalam Paviliun Huanfu? Jawab di kolom komentar ya..
__ADS_1