Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 230. Membaca Energi Orang


__ADS_3

Li Zui yang telah memberikan perintah untuk menghabisi Li Yuchen dan keluarganya pun meninggalkan rumah itu dengan ekspresi wajah yang tidak menentu.


Sementara itu, Mo Yunhe yang tidak tau apapun malah sangat bahagia setelah mendapatkan Perisai Dewa Matahari sehingga membuat Li Yuchen yang berdiri dibelakangnya tersenyum sinis.


Li Yuchen yang telah kembali ke dalam kamarnya dan Seo Xiqin yang berpikir jika Li Yuchen sedang istirahat karena kelelahan menyembuhkan Li Chuan pun membiarkannya sendiri dan terus berjaga di dekatnya jika suatu waktu melihat Li Yuchen membutuhkan sesuatu.


Sementara itu Li Yuchen yang masuk kembali ke dalam Giok Naga Hijau Emas pun mengeluarkan Perisai Dewa Matahari yang didapatkannya dari Li Zui dan mengambil semua kristal yang berada di atas Perisai satu per satu.


Lalu tiba-tiba Burung Phoenix yang berada di luar Pagoda pun masuk ke dalam dan terbang di atas kepala Li Yuchen dengan sangat lincah.


“Kau sungguh burung yang sangat peka! Kau sangat tau barang yang bagus dan juga langka!” sindir Li Yuchen dengan senyum yang sinis membuat Burung Phoenix terbang turun berada di depan Li Yuchen.


“Hmmm, baiklah! Aku memang menginginkan Kristal ini karena ingin memberikannya kepadamu untuk mempercepat pertumbuhannya tapi tidak disangka kau datang sangat cepat tanpa perlu aku memanggilmu!” ucap Li Yuchen dengan tawa kecil di wajahnya.


Li Yuchen yang tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang tersisa pun membuat Pola Bintang Brahma untuk membuat Burung Phoenix tersebut dapat menyerap Kristal Oranye yang ada pada Perisai dengan sangat cepat.


“Jika memerintahkanmu menyerapnya secara manual maka itu akan makan waktu satu bulan penuh tapi aku yang tidak punya kesabaran yang besar akan membantumu agar bisa menyerap semuanya dalam waktu yang singkat!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius sambil melihat Burung Phoenix yang sedang bertengger di lengannya.


Li Yuchen yang telah selesai dengan tujuan utamanya pun membiarkan Burung Phoenix melakukan gilirannya lalu Li Yuchen pun mulai melakukan hal lain dengan membuat lebih banyak Pil Penyembuh dan Pil Terobosan hingga malam tiba.


Waktu yang berjalan dengan sangat cepat di sangka telah membuat Li Yuchen yang telah berada di dalam Giok Naga Hijau Emas dalam waktu yang lama akhirnya sadar setelah Seo Xiqin memanggilnya.


“Chen gege! Bangunlah! Sudah malam dan ini waktunya makan malam!” panggil Seo Xiqin dengan nada suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang kebingungan.


“Hmmm! Chen gege akan segera keluar. Chen gege butuh waktu bersiap-siap sebentar!” ucap Li Yuchen yang berpura-pura terbangun dari tidurnya dengan wajah yang mengantuk.


“Baiklah. Qier mengerti!” ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang bahagai karena kedatangannya tidak membuat Li Yuchen merasa terganggu.


Li Yuchen yang telah makan malam bersama dengan yang lain pun kembali ke kamarnya dan Seo Xiqin lalu berpura-pura tidur dengan Seo Xiqin berbaring di sampingnya.

__ADS_1


Namun di saat bulan semakin terang dan malam yang berubah menjadi sangat tenang tiba-tiba ada suara orang yang datang dalam jumlah yang banyak.


Li Yuchen yang terjaga pun terbangun dan tidak sengaja membangunkan Seo Xiqin yang sedang tertidur.


“Chen gege! Ada orang asing yang datang!” ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang waspada.


“Chen gege tau. Qier bersiap-siaplah dan segeralah pergi temui Ayah dan Ibu serta Bibi Bai minta mereka bersembunyi!” ucap Li Yuchen sambil berbisik di hadapan Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang mengerti tugasnya pun menganggukkan kepala dan membiarkan Li Yuchen pergi melihat musuh sendiri.


Li Yuchen yang belum mengetahui jumla musuh pun mencoba mencari tau dengan Tekhnik Pembaca Aura.


Li Yuchen yang berdiri dengan tegap di tengah ruangan yang gelap dengan mata yang tertutup pun menutup matanya dan memfokuskan pikirannya dengan membaca energi orang-orang yang ada di sekitarnya.


Saat Li Yuchen bisa merasakan aura orang lain pun menyadari jika dirinya bisa merasakan jika Seo Xiqin telah bergerak menuju ke tempat Ibu dan Ayahnya.


“Bagus! Qier bergerak dengan sangat cepat!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang bahagia dengan suara yang rendah.


Li Yuchen yang telah mengetahui jumlah orang yang sedang bersembunyi di dalam rumahnya pun menghilangkan hawa kehidupannya agar tidak dapat dirasakan oleh orang lain lalu pergi menuju ke orang-orang yang coba bersembunyi.


Li Yuchen yang tidak akan tinggal diam dengan semua yang dilakukan orang-orang padanya pun dengan cepat membunuh semua orang yang bersembunyi dengan cara memenggal kepala mereka semua.


Lalu saat semuanya telah berakhir, Li Yuchen pun meminta semua yang telah bersembunyi untuk keluar.


Mo Yunhe yang berdiri sambil mendukung Li Chuan yang masih belum berjalan pun menjadi sangat terkejut saat melihat empat orang mayat yang kepalanya telah berpisah dari tubuhnya.


Tidak hanya Mo Yunhe, Bibi Bai pun terkejut lalu menutup mulutnya dengan tangan dan mencoba menahan dirinya agar tidak muntah.


Namun hal itu sia-sia saja, Bibi Bai yang tidak terbiasa melihat mayat yang berlumuran di depan matanya pun akhirnya pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan wajah yang telah berubah menjadi biru.

__ADS_1


Sui’er dan Luo’er yang melihatnya hanya menatap prihati tapi tidak mengatakan apapun karena merasa jika Bibi Bai harus terbiasa dengan hal ini mulai saat ini.


Li Yuchen yang tidak mempermasalahkan kepergian Bibi Bai pun dengan santainya mengambil keempat kepala penjahat yang menyusup masuk dan meletakkannya di dalam selembar kain yang besar.


Li Chuan yang terkejut dengan perubahan yang terjadi Putranya, Li Yuchen, yang terkenal sangat pengecut menjadi sangat pemberani juga sangat kuat pun tersenyum gembira.


“Apa yang akan kau lakukan dengan kepala keempat orang itu?” tanya Li Chuan dengan ekspresi wajah yang penasaran dan nada suara yang ingin tau.


“Aku ingin mengirimkan hadiah kepala penjahat ini kepada Paman Tercintaku!” ucap Li Yuchen dengan senyum jahat dan nada suara yang sinis.


Mo Yunhe yang mendengar perkataan Li Yuchen tidak bisa menutupi perasaan takut dan cemasnya dan mencoba menghalangi rencana Li Yuchen.


“Tidak! Kau tidak boleh melakukan itu!” ucap Mo Yunhe dengan ekspresi wajah yang takut dan tatapan mata yang serius.


“Kenapa tidak?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang sinis dan tatapan mata yang tajam ke arah Mo Yunhe yang menentang keputusannya.


“Tentu saja kau tidak boleh melakukannya! Bagaimana jika Pamanmu marah dan menyerang kita lagi dengan orang yang lebih banyak?” tanya Mo Yunhe dengan ekspresi wajah takut dan nada suara cemas serta khawatir.


“Ibu tidak perlu khawatir. Paman tidak akan menyerang kita lagi. Paman pasti akan diam untuk sementara waktu!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah dan suara yang cuek sambil terus membungkus kepala penjahat tanpa melihat ke arah Mo Yunhe yang terus berisik meminta Li Yuchen mengubah keputusannya.


Li Chuan yang melihat sikap Istrinya yang tidak masuk akal dan sikap putranya yang sangat percaya diri pun tidak bisa menumpahkan kekesalannya kepada Mo Yunhe.


“Hentikan! Biarkan Chen’er melakukan yang ingin dilakukannya!” ucap Li Chuan dengan nada suara yang tegas dan ekspresi wajah yang serius.


“Ta-tapi...” ucap Mo Yunhe yang ingin melawan tapi langsung menutup mulutnya setelah melihat tatapan mata membunuh di wajah Li Chuan.


Seo Xiqin yang melihat interaksi antara Ayah dan Ibu Mertuanya hanya memasang wajah datar dan tatapan mata tidak peduli.


#Bersambung#

__ADS_1


Apa reaksi Li Zui setelah menerima hadiah dari Li Yuchen? Apakah Li Zui akan berhenti dengan rencananya? Tunggu kelanjutannya ya...


__ADS_2