
Li Yuchen yang sangat senang karena mendapatkan banyak harta karun yang akan menambah pundi-pundi keuangannya pun langsung mengosongkan semuanya hingga tak bersisa.
"Sekarang semua telah berada di dalam kantongku. Saatnya pergi dari sini dan mencari Anggota Menara Formasi Shinzu dan Paviliun Huanfu. Aku harus memastikan tidak ada masalah yang terjadi pada mereka karena aku telah berjanji pada Tetua Han dan Ketua Wu." ucap Li Yuchen dengan eskpresi wajah yang ceria dengan senyum bahagia yang terus menghiasi wajahnya sambil berbalik arah menuju ke pintu keluar.
Li Yuchen yang melihat adanya Segel Formasi Teleportasi lagi yang di ujung lorong pun langsung berlari dengan sangat kencang menggunakan ilmu meringankan tubuhnya.
Li Yuchen yang telah sampai langsung memasuki Segel Formasi Teleportasi itu tanpa pikir panjang dan Li Yuchen tiba di sebuah tanah lapang dengan berbagai macam Tanaman Obat di sana.
“I-ini... Kenapa aku diteleportasi ke sini? Apakah ini masih termasuk ke dalam Area Makam Kuno?” gumam Li Yuchen yang bingung sambil melihat ke sekeliling dengan teliti.
“Tempat ini jauh berbeda dengan dua tempat yang sebelumnya aku datangi. Apakah aku diteleportasi ke bagian luar Makam Kuno?” ucap Li Yuchen yang baru memahami situasi dan kondisi yang ada di Makam Kuno.
Li Yuchen yang melihat tidak ada orang di sekitarnya pun mulai mengeluarkan keranjang besar dan meletakkannya di punggungnya.
“Waktunya memanen Tanaman Obat ini ke dalam Tas Qiankunku lalu menanam kembali Tanaman Obat yang langka ke dalam Giok Naga Hijau Emas agar bisa berkembang biak dengan lebih cepat dan lebih banyak daripada biasanya.” Ucap Li Yuchen dengan nada suara yang penuh semangat sambil menggerakkan tangannya dengan sangat lincah dan cepat.
Dalam waktu singkat Tanaman Obat yang berada dalam jarak radius 100 meter telah habis diambil semua oleh Li Yuchen.
Li Yuchen yang sedang asik memanen Tanaman Obat tiba-tiba mendengar suara orang yang sedang bertarung pun langsung menghentikan aktivitasnya dan bergerak ke sumber suara.
Li Yuchen yang berada tidak jauh dari tempat pertarungan pun berdiri di atas pohon sambil menyembunyikan hawa kehidupannya dengan menotok beberapa bagian tubuhnya.
“Sepertinya terjadi perselisihan antara Menara Formasi Shinzu dan Putra Kedua dari Kediaman Walikota Jinlin.” Gumam Li Yuchen yang berdiri sambil mengamati situasi yang terjadi dari kejauhan.
__ADS_1
Sementara itu, Ye Zhin dan Wu Ruxin yang terteleportasi ke suatu tempat tidak sengaja melihat Master Kong dan Master Hu terjebak ke dalam Lumpur Hisab Darah.
“Beraninya kau melakukan hal yang tidak beretika kepada Master Menara Formasi Shinzu! Apakah Kediaman Walikota ingin membuat hubungan permusuhan dengan kami?” tanya Wu Ruxin yang marah karena melihat Master Kong dan Master Hu yang merupakan Murid dari Tetua Ye dan Tetua Ma terjebak ke dalam Lumpur Hisab Darah.
Lumpur Hisab Darah memiliki warna berwarna merah seperti darah yang sangat peka yang dapat menghisab energi setiap orang yang terjebak ke dalamnya hingga orang tersebut mati kelelahan karena tidak memiliki energi lagi dari dalam tubuhnya.
Jin Li Yan yang tidak ingin memiliki masalah dengan Wu Ruxin yang merupakan adik kandung dari Wu Peng yang adalah Seorang Ketua dari Menara Formasi Shinzu pun mencoba menjelaskan situasi yang terjadi.
“Pribadiku sendiri tentu saja tidak ingin memiliki hubungan yang buruk dengan Menara Formasi Shinzu tapi semua yang terjadi pada Master Kong dan Master Hu bukanlah karenaku. Itu adalah akibat kecerobohan mereka sendiri.” Ucap Jin Li Yan dengan ekspresi wajah yang cuek dan tidak peduli dengan nada suara yang dingin dengan senyum manis dan lembut yang selalu menghiasi wajahnya.
“Hah! Apakah kau pikir kami adalah orang yang bodoh yang tidak bisa membaca situasi yang telah terjadi dan dapat dengan mudah percaya dengan kata-katamu?” ucap Ye Zhin dengan nada suara yang sinis dengan tatapan mata yang menghina dan merendahkan.
Jin Li Yan yang sangat tidak menyukai tatapan mata Ye Zhin padanya hanya bisa menggenggam erat kedua tangannya untuk menahan emosinya yang hampir meledak.
“Hah! Aku tidak menuduh karena jawaban itu hanya kau sendiri yang mengetahuinya.” Sindir Ye Zhin dengan nada suara yang dingin dan ekspresi wajah yang merendahkan.
Wu Ruxin yang tidak memiliki waktu untuk meladeni Jin Li Yan pun mengambil sebuah sulur yang sangat panjang lalu melemparkannya ke arah Master Kong dan Master Hu yang sudah sangat kelelahan hingga tidak bisa berbicara untuk membela dirinya.
“Pegang sulur itu dengan kuat! Aku dan Master Ye akan mencoba menarikmu keluar dengan sekuat tenaga!” ucap Wu Ruxin dengan sangat keras agar dapat terdengar Master Kong dan Master Hu yang sudah kehilangan setengah kesadarannya.
Jin Li Yan yang melihat Wu Ruxin dan Ye Zhin yang sedang sibuk membebaskan Master Kong dan Master Hu pun berbalik arah dan berniat untuk pergi meninggalkan Wu Ruxin dan yang lainnya bersama beberapa Penjaga Kediaman Walikota Jinli.
“Kita pergi dari sini!” ucap Jin Li Yan dengan ekspresi wajah yang datar dengan senyum hambar yang masih terlihat jelas di wajahnya.
__ADS_1
“Ta-tapi Tuan Muda. Apakah kita tidak akan bergerak membantu Nona Wu dan Master Ye?” tanya seorang Kepala Penjaga dengan ekspresi wajah yang bingung dan khawatir di saat bersamaan.
“Jangan cemas! Nona Wu dan Master Ye pasti akan berhasil membantu kedua Master bodoh itu!” ucap Jin Li Yan dengan nada suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang dingin dan tatapan mata yang merendahkan.
Li Yuchen yang hanya melihat dan mengamati dari jauh pun tidak bisa tinggal diam saja dan tidak melakukan apapun untuk membantu Master Kong dan Master Hu yang membutuhkan keadilan.
“Aku tidak menyangka jika Putra Kedua Kediaman Walikota ternyata seorang pengecut yang akan langsung melarikan diri setelah melakukan kesalahan!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang santai tapi dapat terdengar jelas semua orang yang ada di bawahnya.
“Siapa kau? Beraninya kau menghina Kediaman Walikota Jinlin!” teriak Kepala Penjaga Kediaman Walikota Jinlin dengan ekspresi wajah yang marah dan tatapan mata yang melotot tajam ke arah Li Yuchen.
“Kau tidak mengenalku tapi apakah Putra Kedua Walikota Jinlin juga tidak mengenaliku?” tanya Li Yuchen dengan tatapan mata yang tajam dan dingin seolah dapat membaca semua rencana yang ada di kepala Jin Li Yan yang berniat membunuh Li Yuchen secepatnya.
“Maafkan kelancangan bawahan saya, Senior. Saya harap Senior tidak memasukkannya ke dalam hati. Saya sungguh tidak mengenal Senior dan saya rasa kita juga tidak pernah memiliki kesalahpahaman jadi saya harap Senior tidak mempersulit saya jika tidak...” ucap Jin Li Yan dengan kata-kata yang sopan di awal yang kemudian berubah dengan nada ancaman di akhir.
Li Yuchen yang tidak suka diancam pun langsung melompat turun ke bawah dan berdiri di depan Jin Li Yan hingga membuatnya terdiam dan tidak bisa melanjutkan kata-katanya lagi.
“Jika tidak apa? Apa kau ingin membunuhku?” tanya Li Yuchen dengan nada suara yang dingin dan terdengar sangat kejam sambil mengeluarkan aura membunuh dari dalam tubuhnya hingga membuat semua orang tidak terkecuali Jin Li Yan kesulitan untuk mempertahankan posisi tegapnya.
“Kenapa diam saja? Dimana kesombongan kalian tadi?” tanya Li Yuchen yang berdiri di hadapan semua orang dengan senyum misterius di balik topengnya dengan tatapan mata yang mengancam dan mengintimidasi.
#Bersambung#
Bagaimana nasib Jin Li Yan selanjutnya? Apakah dia akan selamat ataukah tewas di tangan Li Yuchen seperti yang lainnya? Jawab di kolom komentar ya...
__ADS_1