
Li Yuchen yang mengetahui niat hati dari dua wanita yang sedang bertengkar di depannya pun langsung duduk di samping Ye Zhin dan mengambil daging miliknya.
“Aku akan makan yang ini. Kalian bisa memberikan itu kepadanya!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar dan sikap yang cuek dan dingin sambil terus memakan daging bakar yang telah menjadi miliknya.
Ye Zhin yang awalnya berpikir jika Li Yuchen akan menjadi pusing dengan pertengkaran antara Wu Ruxin dan Ye Rui hanya bisa terdiam dengan mulut terbuka lebar
“Bos! Kenapa kau melakukan ini padaku?” tanya Ye Zhin dalam hati dengan ekspresi wajah yang sedih sambil menatap Li Yuchen dengan tatapan pilu layaknya korban yang tersakiti.
Ye Zhin yang sangat mengetahui isi hati Li Yuchen hanya bisa mengalah lalu berdiri dan mengambil dua daging bakar yang dibakar khusus oleh Ye Rui dan Wu Ruxin secara bersamaan dengan sangat cepat lalu menggigitnya dalam waktu yang bersamaan.
“Terima kasih untuk dagingnya! Ini enak sekali!” ucap Ye Zhin dengan senyum yang lebar sambil mengunyah dagingnya dengan wajah yang ceria yang langsung membangunkan Ye Rui dan Wu Ruxin dari keterkujutannya.
Wu Ruxin yang tidak terima jika Ye Zhin mengambil daging yang telah dipanggangnya dengan sepenuh hatinya itu pun menjadi sangat marah dan kesal.
“Hmmm!” ucap Wu Ruxin dengan ekspesi wajah yang tidak senang sambil menginjak kaki Ye Zhin dengan sangat keras lalu berbalik arah dan kembali duduk ke tempatnya.
“Aaagghhh!” teriak Ye Zhin dengan sangat keras sambil mengangkat kakinya yang sakit dengan ekspresi wajah yang meringis kesakitan dengan dua daging panggang yang ada di tangan satunya.
“Hei! Kau ini wanita atau apa? Kenapa sakit sekali pijakanmu?” teriak Ye Zhin dengan suara yang sangat keras ke arah Wu Ruxin yang telah duduk sambil memakan daging miliknya dengan wajah dan sikap yang cuek.
Ye Rui yang masih berdiri di tempatnya melihat daging yang telah dibakar olehnya untuk Li Yuchen di tangan Ye Zhin membuat Ye Rui juga tidak bisa menahan rasa kesalnya dan melampiaskannya saat itu juga.
“Dasar rakus!” teriak Ye Rui dengan suara yang sangat keras di balik telinga Ye Zhin hingga membuat telinganya menjadi berdengung lalu menginjak kaki Ye Zhin yang satunya dan langsung duduk ke tempatnya semula.
“Aaaauuuu!” teriak Ye Zhin lagi yang langsung terduduk di tanah karena kedua kakinya sakit dipijak oleh Ye Rui dan Wu Ruxin sambil menatap Li Yuchen dengan tatapan meminta tolong tapi sayang hanya mendapatkan pengabaian dari Li Yuchen.
“Bos! Kau sangat kejam! Kenapa kau membiarkan kedua wanita galak ini menindasku?” ucap Ye Zhin dalam hati sambil menatap Li Yuchen yang terus memakan daging panggang miliknya.
Sementara itu, di inti Makam Kuno Seekor Naga yang terantai terus mencoba melepaskan rantai yang mengikat lehernya hingga menyebabkan ruangan tersebut bergetar dengan sangat hebat.
__ADS_1
Li Yuchen dan yang lainnya yang sedang berjalan mencari jalan keluar menuju ke Pusat Makam Kuno tiba-tiba merasakan gempa yang sangat keras hingga menyebabkan semua hewan yang ada di sana bergerak menuju tempat yang aman.
“Ada apa ini? Kenapa tanahnya berguncang?” tanya Master Sun dengan ekspresi wajah yang bingung dan nada suara yang terdengar ketakutan.
“Sepertinya telah terjadi gempa bumi atau Portal Makam Kuno akan segera tertutup?” ucap Master Sun dengan ekspresi wajah yang bingung sambil mengemukakan pendapatnya yang asal dengan nada suara yang terdengar takut dan cemas.
“Tidak! Telah terjadi sesuatu di Inti Makam Kuno! Kita harus mencari Portal Teleportasi dan pergi dari sini secepatnya!” ucap Li Yuchen yang memberikan perintah dengan ekspresi wajah yang datar dan dingin dengan nada suara yang tegas yang membuat semua orang yang mendengarnya mengangguk setuju dan melakukan seperti yang diperintahkannya.
“Bos! Lihat itu! Itu Portal Teleportasi!” teriak Ye Zhin dengan sangat keras sambil menunjuk ke arah sebuah Portal yang perlahan mengecil seperti akan segera menghilang.
“Kita harus cepat! Portal itu sepertinya akan menghilang dalam waktu dekat!” ucap Li Yuchen yang memberikan perintah sambil menoleh ke arah semua orang yang ada di sekitarnya.
Li Yuchen beserta lima orang lainnya pun berlari dengan sangat cepat mengandalkan Energi yang ada di dalam tubuhnya untuk memasuki Portal Teleportasi.
Gempa yang disebabkan oleh Naga membuat Portal Teleportasi yang ada di setiap tempat di sekitar Makam Kuno menjadi kacau hingga membuat semua orang harus menghadapi jebakan tersembunyi yang tiba-tiba aktif.
Li Yuchen dan Ye Zhin serta yang lainnya ternyata diteleportasi ke sebuah tempat yang sangat luas hingga membuat mereka diharuskan bertarung dengan Boneka Hidup dan Monyet Raksasa yang liar.
“Sepertinya semua yang dikatakan oleh Tetua Yu ada benarnya. Telah terjadi sesuatu di Inti Makam Kuno sehingga membuat kita semua terteleportasi ke tempat yang sama sambil menghadapi musuh yang sama!” ucap Master Sun dengan ekspresi wajah yang serius.
“Tentu Saja! Tetua Yu tidak akan mungkin mengatakan sesuatu yang salah!” ucap Wu Ruxin dengan ekspresi wajah yang kagum sambil terus mengayunkan pedangnya menghadapi Boneka Hidup.
Di sisi lain, Naga yang mencoba melepaskan dirinya terus melakukan pemberontakan hingga menyebab Rantai yang mengikat lehernya semakin melemah hingga dalam satu kali tarikan yang kuat rantai itu pun terlepas dan menyebabkan sebuah bencana.
Makam Kuno yang memiliki banyak Harta Karun di dalamnya ternyata menyimpan rahasia besar yaitu sebagai tempat yang digunakan untuk mengikat dan menyegel Seekor Naga yang mengganggu Daratan Danzong hingga menghancurkan setengah Wilayah Daratan Danzong ratusan tahun lalu.
Semua Ketua dan Tetua Terdahulu dari tiga Kekuatan terbesar di Daratan Danzong bersatu untuk menyegel Naga yang mengamuk hingga mengorbankan banyak orang hebat.
Ketua dan Tetua yang masih hidup pun menghapus semua jejak tentang keberadaan dan eksistensi Naga di Daratan Danzong karena khawatir akan ada seseorang yang memiliki niat yang buruk melepaskan Naga tersebut.
__ADS_1
Naga yang telah terbebas pun mencoba melarikan dari Makam Kuno tapi sayang Tetua dan Ketua Terdahulu tidak hanya merantainya tapi juga memasang tiga lapir Segel Pelindung untuk mencegah Naga tersebut kabur dan menghancurkan Daratan Danzong sekali lagi.
Akibat yang ditimbulkan dari Naga tersebut ternyata membuat lantai di beberapa tempat di Makam Kuno retak dan menyebabkan lubang besar di beberapa tempat.
Wu Ruxin dan Ye Rui yang bertarung bersama menghadapi Boneka Hidup tidak menyadari akan adanya retakan di lantai sehingga membuat keduanya menyentuhnya sehingga menimbulkan lubang besar yang menelan keduanya secara bersamaan.
“Aaaghhh! Tidak! Tolong!” teriak Wu Ruxin dan Ye Rui secara bersamaan secara bergantian dengan ekspresi wajah yang membiru karena takut dengan nada suara yang terdengar putus asa.
Master Sun dan Master Hu yang berada cukup jauh dari keduanya melihat Ye Rui dan Wu Ruxin terjatuh pun menjadi sangat terkejut dan panik.
“Nona Wu! Ketua Ye!” teriak Master Hu dan Master Sun secara bersamaan dengan panggilan berbeda dengan ekspresi wajah yang cemas dan membiru karena takut.
Li Yuchen yang telah berjanji kepada Tetua Han dan Wu Peng untuk melindungi Wu Ruxin dan Ye Rui pun tidak bisa tinggal diam melihat keduanya dalam bahaya sehingga tanpa pikir panjang masuk ke dalam lubang yang besar itu.
“Sial! Kenapa mereka berdua ceroboh sekali!” gumam Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang kesal sambil menebas tiga ekor Monyet Raksasa Liar yang ada di depannya dengan pedangnya dengan sangat keras sambil melompat ke arah Wu Ruxin dan Ye Rui yang menghilang.
Ye Zhin yang berada di samping Li Yuchen menjadi sangat terkejut saat melihat Li Yuchen yang sangat cuek tiba-tiba melakukan penyelamatan kepada Wu Ruxin dan Ye Rui tanpa pemikiran yang matang.
“Bos!” teriak Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang terkejut sambil terus bergerak mencoba mengikuti Li Yuchen tapi sayang dihadang oleh banyaknya Monyet Raksasa Liar.
“Sialan! Minggir kalian Monyet bodoh!” teriak Ye Zhin dengan sangat keras sambil menggertakkan giginya karena rasa kesal kehilangan jejak Li Yuchen.
Li Yuchen yang memiliki tangan yang bebas pun memeluk pinggang Wu Ruxin dan Ye Rui kedalam pelukannya dan memusatkan kekuatannya pada ujung kakinya lalu menggunakan tebing tanah yang retak sebagai pijakan untuk kembali ke atas.
“Pegangan yang kuat! Jika tidak kita bertiga bisa terjatuh dan terkubur di sini selamanya!” ucap Li Yuchen kepada Ye Rui dan Wu Ruxin dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang terdengar kejam dan dingin yang langsung direspon dengan pelukan yang sangat erat dari keduanya di leher Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang ketakutan.
Di saat Li Yuchen hampir berhasil keluar dari dalam Lubang besar tersebut tiba-tiba gempa terjadi lagi hingga membuat pijakan terakhir kaki Li Yuchen retak hingga membuat ketiganya terjatuh ke dalam Lubang Besar.
“Aaarrgghhhhh!” teriak Wu Ruxin dan Ye Rui secara bersamaan sambil memejamkan matanya sambil memeluk tubuh Li Yuchen dengan sangat erat.
__ADS_1
#Bersambung#
Apa yang akan terjadi selanjutnya pada Li Yuchen, Wu Ruxin dan Ye Rui? Apa ketiganya dapat selamat? Tebak di kolom komentar ya..