
Ye Zhin yang tidak bisa membaca situasi pun tetap meminta traktiran kepada Li Yuchen tapi Li Yuchen yang malam meladeni Ye Zhin pun pergi meninggalkan tempat itu.
Ye Zhin yang tidak ingin ditinggal Li Yuchen pun berlari mengejarnya dengan cepat dan terus meminta ditraktir hingga membuat Li Yuchen menjadi kesal lalu menjitak kepala Ye Zhin.
“Apakah kau tidak bisa diam? Jika kau terus bersuara maka aku akan pastikan besok pagi kau tidak akan bisa mengeluarkan suara apapun lagi!” ancam Li Yuchen dengan mata yang terbuka lebar dan wajah yang kesal.
Ye Zhin yang meringis kesakitan karena dipukuli Li Yuchen pun menggelengkan kepalanya berulang-ulang kali sebagai tanda dari jawabannya.
Keduanya pun pergi ke tempat dimana mereka tinggal nanti dan saat sampai di sana, Ye Zhin yang memiliki ekspektasi yang tinggi tentang kamar yang akan ditinggalinya pun langsung menjadi sangat kesal saat melihat kenyataanya.
“Apa-apaan ini! Apakah ini bisa dikatakan tempat tinggal? Kenapa semuanya terlihat sangat jelek?” ucap Ye Zhin dengan suara yang keras sehingga membuat Seniornya yang lebih dulu menjadi Murid Akademi Yunlong menatap kesal ke arah Ye Zhin.
Mo Mingming yang juga berjalan di belakang Li Yuchen dan Ye Zhin bersama dua sahabatnya Xi Long dan Liu Peng pun mencoba menjelaskan semuanya kepada Ye Zhin.
“Disini jika ingin mendapatkan lebih maka harus melakukan hal yang lebih juga. Di Akademi Yunlong, kalian bisa melakukan apapun dan menadapatkan apapun jika menukarnya dengan Batu Inti Kristal Hewan Buas.” Ucap Mo Mingming dengan nada suara yang datar dan ekspresi wajah yang serius.
Li Yuchen yang mendengar penjelasan yang sangat berguna pun berhenti berjalan dan menoleh ke sumber suara lalu melihat wajah Mo Mingming di depannya.
“Hai, Kakak Sepupu! Selamat untuk kemenanganmu. Kau sangat keren!” ucap Mo Mingming dengan penuh semangat dengan wajah yang ceria.
“Terima kasih. Selamat juga untukmu yang telah menjadi Murid Akademi Yunlong!” ucap Li Yuchen yang mencoba berbasa-basi agar terlihat sopan.
“Tentu saja. Aku jauh lebih baik daripada Kakakku yang idiot itu. Bodoh sekali dia bahkan sampai kalah Ujian Kedua! Huh!” ucap Mo Mingming dengan kedua tangan yang berlipat di dadanya dengan nada suara yang kesal.
Ye Zhin yang melihat hubungan yang kaku antara Li Yuchen dan wanita yang ada di depannya pun menatap Mo Mingming dengan tatapan curiga.
Namun Li Yuchen yang sudah mengetahui isi kepada Ye Zhin yang tidak ada satu pun yang benar pun menjadi kesal lalu menjitak Ye Zhin.
__ADS_1
“Aaauuhhh! Bos! Kau kejam sekali! Kenapa kau menjitak kepalaku lagi?” tanya Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang meringis kesakitan sambil memegang bagian kepalanya yang sakit sambil menatap pilu ke arah Li Yuchen.
“Aku kejam? Hmmm, sebaiknya kau buang pikiran anehmu itu atau aku akan terus menjitak kepalamu!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang dingin dan tatapan mata tajam.
Mo Mingming dan yang lainnya yang tidak mengerti yang terjadi pun menatap bingung dengan ekspresi wajah yang canggung.
Ye Zhin yang tidak ingin membuat Li Yuchen marah pun berdiri kembali dengan tegap di hadapan Mo Mingming dan memperkenalkan dirinya.
“Selamat sore, Nona Muda yang cantik. Perkenalkan, aku adalah Ye Zhin. Aku adalah anak buah Bos. Salam kenal.” Ucap Ye Zhin dengan senyum yang ceria yang tiba-tiba membuat hati Mo Mingming berdetak dengan sangat cepat.
“Perkenalkan namaku Mo Mingming. Panggil saja aku Ming’er. Aku adalah Adik Sepupu Perempuan Kak Yuchen dari sebelah Ibu kandungnya.” Ucap Mo Mingming yang membalas dengan senyum yang lebar dan suara yang lembut.
“Dan...Mereka adalah sahabatku dan kebetulan kami bertiga berhasil lulus Masuk Akademi Yunlong!” ucap Mo Mingming dengan ekspresi wajah yang bahagia.
“Selamat sore, Master Ye.” Ucap Xi Long dan Liu Peng secara bersamaan sambil menundukkan kepalanya memberikan hormat kepada Ye Zhin.
“Ming’er, Aku merasa sangat lelah. Aku akan kembali ke kamarku sekarang. Kalian bisa mengobrol sendiri!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dibuat lelah.
Ye Zhin yang mendengar perkataan Li Yuchen mencoba untuk menghentikan Li Yuchen untuk pergi tapi Li Yuchen yang mengetahui niat Ye Zhin langsung menghilang dengan menggunakan Segel Formasi Teleportasi.
“Hah! Bos, kau keterlaluan! Tidak hanya kau tidak mentraktirku. Kau bahkan meninggalkanku sendiri!” gumam Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang sedih dan tatapan mata yang kecewa.
“Master Ye tidak perlu sedih. Bagaimana kalau aku yang traktir?” tanya Mo Mingming dengan senyum yang lembut dan nada suara yang rendah.
Ye Zhin yang sangat senang dengan kata-kata traktir pun langsung mengubah ekspresi wajah sedihnya menjadi bahagia.
Di sisi lain, Li Yuchen yang telah berada di dalam kamarnya pun berbaring di atas tempat tidur lalu masuk ke dalam Giok Naga Hijau namun saat dirinya tiba Li Yuchen melihat Burung Phoenix sedang menelan Inti Kristal Hewan Buas miliknya.
__ADS_1
“Tunggu! Jangan makan itu!” teriak Li Yuchen dengan suara yang keras kepada Burung Phoenix miliknya dengan sangat keras.
Burung Phoenix yang menyadari keberadaan Li Yuchen pun buru-buru menelan semua Inti Kristal lalu pergi.
Li Yuchen yang tidak terima jika semua Inti Kristal miliknya telah lenyap semua pun menjadi sangat marah dan mengejar Burung Phoenix itu.
“Kau! Beraninya kau menelan semua Inti Kristal Hewan Buas milikku!” teriak Li Yuchen dengan sangat keras dengan wajah yang marah sambil membalik Burung Phoenix dan berharap jika Inti Kristal itu akan keluar dari dalam mulut Burung Phoenixnya.
Burung Phoenix yang merasa tidak nyaman pun memberontak dan mencoba untuk melarikan diri tapi tidak bisa melakukan apapun karena perbedaan kekuatan yang sangat besar.
Lalu saat Li Yuchen ingin memukul kepala Burung Phoenixnya tiba-tiba Li Yuchen merasakan rasa panas menjalar ke tangannya sehingga membuat Li Yuchen terpaksa melepaskan tangannya dari tubuh Burung Phoenixnya.
Burung Phoenix yang telah terbebas pun berdiri di atas tanah lalu tiba-tiba Api merah yang sangat panas muncul membungkus Burung Phoenix lalu mengangkatnya ke atas.
“Ini... Ini adalah tanda bahwa Seekor Hewan Suci akan berevolusi!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan tatapan mata tidak percaya.
“Aku berpikir jika aku harus menghabiskan lebih banyak Pil Terobosan untuk membuatnya berevolusi tapi ternyata hanya dengan tiga buah Inti Kristal Hewan Buas dapat membuatnya lebih cepat berevolusi. Aku akan memberikannya Inti Kristal Hewan Buas lebih awal!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang menyesal.
Li Yuchen yang terus menunggu Burung Phoenixnya selesai berevolusi pun mencoba membuat Pil Penyembuh dan Pil Terobosan.
Lalu setelah beberapa hari menunggu akhirnya, Evolusi Burung Phoenix itu menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Api yang mengelilingi Burung Phoenix perlahan memudar dan hawa panas di sekitarnya pun menghilang.
Lalu tepat setelah semuanya menghilang Li Yuchen yang berpikir jika Burung Phoenixnya telah selesai mengalami Evolusi menyadari sesuatu yang aneh.
“Apa kau benar-benar telah berevolusi? Lalu apa perbedaannya?” teriak Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang tidak sabaran dan bingung karena tidak ada yang berubah pada Burung Phoenixnya dari sebelum hingga setelah berevolusi lalu saat Li Yuchen yang sangat kesal ingin mencabuti bulu-bulu Burung Phoenix tiba-tiba sesuatu terjadi.
#Bersambung#
__ADS_1
Apakah Burung Phoenix milik Li Yuchen benar-benar berevolusi? Apa perbedaan yang terjadi pada Burung Phoenix ya? Tunggu jawabannya di kolom komentar ya